Cari Di sini !

Showing posts with label Beauty. Show all posts
Showing posts with label Beauty. Show all posts

Tuesday, 2 August 2016

Review Produk Mustika Ratu Terbaru

Assalamualaikum, Qonitas. Sekarang aku mau review Produk Mustika Ratu yangg aku dapet secara gratis dari Mustika Ratu bulan lalu. Aku suka semua barang-barang yg dikirim, soalnya hampir semuanya udah pernah aku pakai dan cocok.

Dan jadi ada bagusnya juga sih, aku gak harus nulis 2 kali di postingan yg terpisah untuk review produk yang juga kupakai, hihi. Yuk, lanjut aja yaaa bacanya qonitas!

RATU MAS BODY LOTION

http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html
Produk Mustika Ratu
Nah, apa teman-teman ada mencari body lotion dengan harga terjangkau? Bebas pengawet yang bikin phobia banyak orang (paraben-free, lol!)? Mudah meresap? Dan cocok untuk kulit kering? Kayaknya, body lotion dari Ratu Mas ini jawabannya!

Awalnya, aku under-estimate lah, melihat pekejingnya yang kurang oye. Cuma, pas liat ingredient-nya, hmm boleh juga. Pas dioles, bagus juga karena gak bikin lengket, cepat meresap.

Meski tanpa tambahan silikon di dalamnya (beberapa jenis silikon dalam kosmetik memang memberi coating effect, membuat seakan-akan suatu produk mudah meresap dan tidak lengket). Mengandung minyak zaitun, ekstrak buah kiwi dan vitamin E. Ditambah dengan tutup botol yang praktis, Nice.

KOPI BODY BUTTER

KOPI BODY BUTTER MUSTIKA RATU
Dengan sangat jujur, aku gak suka aroma seri Kopi dari Mustika Ratu. Menurutku, ada wangi vanilla yang menyengat. Ya, aku gak suka wangi Vanilla. Dulu, aku pun sempat beli body scrubnya, cuma gak sampai habis kupakai karena kurang suka dengan aromanya. 

Aku pernah punya cerita tentang bau vanilla. Dulu, waktu hamil muda, aku gak tahu kalau suamiku ganti pengharum mobil. Pas mau berangkat naik mobil, rasanya mau pingsan cium baunya. Ternyata bau pengharumnya, bau vanilla. Erh. Ternyata, suamiku memang baru beli pengharum dari ACE hardware (kan di sana suka dijual  pewangi gantung yang ada bau vanilla gak jelas gitu). Argh.

Akhirnya, aku bilang aku gak suka. Dibuanglah pewangi itu. Tapi tetep ya, baunya gak ilang-ilang. Menyengat sekaliii... T_T Mau buka jendela, asap dimana-mana. Akhirnya, karena gak tahan, aku turun dari mobil trus distopin taksi sama suami. Trus, konvoi deh jalannya, taksinya ngikutin mobil suami, Rempot ^^.

OLIVE BODY SCRUB

olive body srub mustika ratu
Wah, kalau body scrub Olive Mustika Ratu sih temen lama, haha. Pertama kali nyoba scrubnya MR itu ya Body Scrub Olive, sampai sekarang masih kupakai. Yang pertama aku syuka itu memang aromanya.

Aromanya wangi dan segar. Trus, aku suka dengan butiran yang cokelat-cokelat itu. Untuk efek yang diberikan, kualitasnya sebelas-duabelas deh sama Olive Body Scrub-nya The Body Shop. Untuk pilihan, ya pasti jatuh ke MR dong, jelas lebih terjangkau dengan kualitas yang gak kalah.

BIOCELL SUNFLOWER CLEANSING GEL

CLEANSING GEL BIOCELL SUNFLOWER

Dari dulu aku penasaran sama Cleansing Gel nya Biocell Sunflower. Pengen coba juga, sekalian melengkapi rangkaian Biocell Sunflower yang sudah kupakai cukup lama (Night Gel, day Gel, Massage Gel). Beruntung, aku dapet sampel cleansing gel Biocell ini!

Pas pertama dicoba, hanya tercium aroma yang samar-samar, khas produknya Biocell deh, gak menambahkan banyak pewangi. Untuk kekuatan membersihkan makeup, ini cukup bagus. Kecuali makeup yang waterproof banget seperti mascara.

Produk ini cukup inovatif sih, cleansing berbentuk gel. Biasanya cleansing kan berbentuk cream, lotion, atau oil. Tapi semua produk Biocell kan emang bentuknya gel, seperti sudah semacam konsep produk nya gitu. Kesimpulan: Udah gak penasaran lagi, haha.

BIOCELL SUNFLOWER MASSAGE GEL

MASSAGE GEL BIOCELL SUN FLOWER

Nah, kalau Massage gel ini udah  aku beli fullsizenya sebelum dapet sampel ini. Yang membuat pertama kali tertarik untuk beli adalah bubble yang berwarna kuning di gel nya itu lho ^^ Sama seperti pertama kali tertarik dengan Day Gel nya, ada bubble yang berwarna biru-kehijauan. 

Ada perasaan dingin saat dioles ke kulit. Jadi, ritual masas pada wajah jadi lebih enak dan adem juga. Fungsi massage gel ini untuk memperlancar peredaran darah pada kulit wajah. Peredaran darah yang lancar, akan membuat kulit semakin sehat, karena nutrisi dan oksigen yang diterima kulit akan lebih optimal.


Intermezzo, aku pakai rangkaiannya Oxyfresh untuk dental care harianku. Bebas alkohol, detergent dan fluoride sama seperti MR. Hah, bebas fluoride? Kan fluor bagus untuk mencegah gigi berlubang? Awalnya, aku mikir gitu. Ternyata, kata dokter gigiku, fluor itu sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan terutama anak2. Boleh sih dipake, tapi jangan sampai tertelan. Lah, gimana ya, kalau aku sikat gigi mau gak mau sedikit pasti ada yg nyangkut di pangkal lidah. Yah, fluor emang termasuk zat yang kontroversial juga sih. Wa Allahu Alam.  http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

Produk perawatan gigi dan mulut dari MR ini menjadikan daun sirih sebagai bintang utama. Daun sirih di sini menggantikan fluoride yang biasa ada di dental care konvensional. Daun sirih memang telah dikenal lama secara tradisional dan teruji ilmiah sebagai antiseptik yang cukup kuat.

Untuk pasta giginya, aku memang kurang tertarik dengan odol yang mengandung deterjen. Tapi, saat kucoba, busa yang dihasilkan memang tidak sebanyak pasta gigi lain yang ampun-ampunan deh buihnya. Cocok untuk mereka yang mulut dan bibirnya cepat kering karena deterjen pasta gigi, tapi yang tetep gak mau juga pake pasta gigi non-detergent.

Ada kan orang yang gak suka pakai pasta gigi non-detergen, karena emang gak ada busanya. Tapi, kalau pake pasta gigi yang berbusa, bikin mulut cepet sariawan dan bibir kering. Kalau dilema gitu, coba ini aja untuk solusinya.

Yang jadi favorit aku sekarang adalah mouthwashnya! Non alkohol, mengandung ekstrak daun sirih, dan essential oil untuk penyegarnya (daun mint). Untuk zat additifnya, hanya menambahkan zat pewarna saja, dan tanpa pengawet!! Aku bakalan beli ini, buat menggantikan mouthwash yang aku pakai selama ini.

SLEEPWELL TEA

SLEEPWELL TEA MUSTIKA RATU
Terakhir, Sleepwell Tea Mustika Ratu! Yah, dari namanya aja, udah ketahuan kalau ini teh untuk membantu tidur lebih nyenyak. Cuma, sejujurnya, aku gak minum teh ini. Karena kontraindikasi teh ini adalah Ibu Hamil dan Menyusui. Kan aku masih menyusui anakku. Jadi, aku gak tahu deh apakah teh ini memberikan efek yang baik untuk aku yang punya kesulitan tidur. 

Akhirnya, teh ini aku seduh saja untuk suamiku. Aku kasih sesuai anjuran, untuk diminum 1/2 - 1 jam sebelum  jam tidur-nya hubby. Kalau suami kan tidurnya lebih sore, sekitar jam 10 udah terlelap, dan sebenarnya dia gak punya kesulitan tidur sih, hehe. Tapi ya sudah.

Pertama kali aku bawa tehnya, kata suamiku,"hmm... kalau dari wanginya, kalau enggak chrysant pasti chamomile" 

"Bingo!" Betul lah tebakan suamiku

Dia itu pecinta teh (aku kopi, hehe). Makanya gigi kita sama-sama kuning, wkwkw. Di rumah pun ada berbagai macam teh-tehan. Ada black, red, green, yellow tea. Teh melati, krisan, earl grey, matcha (green tea bubuk), oolong. Teh instan ini-itu juga ada.

Makanya, pas aku bawa Sleepwell Tea MR yang mengandung bunga chamomile, langsung bisa tebak. Emang sih, baunya mirip-mirip sama teh bunga chrysant, karena wajar lah wong mirip-mirip juga bunganya :D

Dia tahu kalau itu teh untuk tidur lelap, tapi dasar emang suamiku tidurnya pules dan selalu teratur, jadi gak bisa membedakan kualitas tidur nya saat meminum teh ini dengan tanpa meminumnya. Yah, seharusnya teh ini memang diperuntukan untuk orang2 macam aku.

APAKAH PRODUK MUSTIKA RATU HALAL?

Alhamdulillah, hampir semua produk mustika ratu sudah mendapat sertifikasi halal resmi dari MUI. Untuk informasi lebih jelasnya, silahkan klik tulisan ku yg berisi iniformasi kehalalan MR di sini dan di sini. Semoga bermafaat, Wasslam.

Monday, 1 August 2016

Apakah lipstik wardah long lasting Memang Tahan Lama??

Lipstik wardah long lasting - Assalamualaikum, Aku emang demen sama lipstick, lip junkie lah kalau mau disebut gitu. Bagi aku lipstick itu bak mainan pada anak-anak, jadi jangan ada pertanyaan kalau aku demen review lipstick, hehe.

Kalau buat pilihan warna, warna yang cocok untuk skintone ku ini terbatas. Paling cuma cokelat, orange, coral, peach dan brownish-pink. Jadi, ya warnanya itu-itu aja. Dan warna yang kembar itu banyak, misalnya yang warna cokelat ada 3, dan seterusnya.

Karena nyari lipstick yang cocok itu bukan sekedar warna. Kalau nyari lisptick buat nyari warna aja kayaknya selesai sudah perjalanan... :D Ada yang lebih penting dari sekedar warna, salahsatunya adalah 'daya tahan'.
Lipstik wardah long lasting
Ngomong-ngomong ketahanan (staying power), hari ini aku akan review salah satu lipstik wardah long lasting. Ini pertama kalinya aku coba lipstick Wardah seri ini (gara-gara diracun sama Deadjeng Vicky, hehe).

Dari namanya yg 'longlasting' pasti lipstick ini menjanjikan ketahanan yang lebih lama dari lipstick seri lainnya. Nah, apakah ketahanannya betul-betul tahan lama?  Nyuk, dilanjutin aja bacanya.. ^^

REVIEW WARDAH LONGLASTING LIPSTICK FABULOUS PEACH (01) & PINK SORBET (02)
wardah long lasting

KEMASAN
Bisa dilihat ya pada gambar di atas, kemasan chrome berbentuk silinder, ukurannya gak terlalu gede.

FITUR
Lipstik yg tahan lama namun tidak membuat bibir kering karena menandung jojoba oil & squalane.

WARNA & PIGMENTASI
Shade yang aku review ini adalah Fabulous Peach (01) dan Pink Sorbet (02)

wardah long lasting lipstick


warna lipstik wardah


Warna Fabulous peach betul2 peach ya... Gak ada campuran warna-warna lain (itu sih menurut mataku, hehe). Kalau pink sorbet, malah gak ada pink-pink nya sama sekali menurutku... :p lebih berwarna kecoklatan dengan hint orange.

harga lipstik wardah

Oiya, seri longlastingnya wardah menurutku warna yg cakep (baca: match sama kulit ><) cuma beberapa warna aja, yang no. 01, no.02 dan no. 04. Selebihnya mari liat sendiri di color chartnya Wardah Longlasting Lipstick berikut ini:
Untuk pigmentasinya lumayan, sekali sweep langsung jreng muncul warnanya, full coverage. Gak ada keluhan, so far... ^^ 

TEKSTUR & FINISHING
Tekst sedikit creamy finishingnya matte!! Buat yang gak suka pake lisptik dengan sensasi kerontang, lipstik ini gak direkomendasikan. Meski begitu lipstick ini di bibirku gak bikin kering sama sekali.

lipstik inez
matte finish
STAYING POWER
Ini point pentingnya, wkwk. :p Hmmm tahan lama gak yaaaaa?? Ooo, mari kita lihat penampakan lipstick ini di bibirku dalam 3 jam kurang dikit (dengan selingan minum-minum dan makan berat). Untuk challengnya, aku pake shade no. 01.

Dan hasilnya, tengtereng.......


See? Warna peachnya hilang dan meninggalkan stain merah. Tapi, kalau gak dipake makan-makan, warnanya bisa awet smp lama banget! --> gak ngitungin sampe brapa jamnya, sih.

Trus, kalau yg pink sorbet (02) lama-lama ninggalin stain merah juga gak?

My bad, gak aku perhatiin. Soalnya lebih sering pake yg 01.

HOW TO USE (A la aku)
  1. Sebelum pakai lipstik ini, pastikan kulit bibir kalian keadaan baik (how to get baby lips?, check this out!). Karena kalau kering pasti akan tercetak jelas.
  2. Oles merata
  3. Kalau warna lipstik udah betul-betul nempel, bisa pakai lipbalm berSPF (karena lipstik ini gak ada perlindungan UV nya)
Kok lipbalm-nya gak dipake sebelum lipstik Wardah Longlasting ini??

Soalnya, kalau dipake sebelum lipstik ini, ketahanan lamanya akan berkurang --> lebih mudah luntur/gak longlasting. Itu menurut pengalamanku, ya. Mungkin teman-teman lain ada yg punya pengalaman berbeda dengan dirikuwh?

BEBERAPA PENAMPAKAN LAIN :p

(BONUS) PERTANYAAN
Kalau mau Wudhu trus lagi pake lipstik longlasting gini harus dihapus dulu gak?

Jawab: Kalau masih terlihat ada wujud lipstick yang masih menutupi kulit bibir kita ya harus dihapus. Tapi kalau tinggal stainnya aja, ya enggak apa-apa, enggak harus betul-betul hilang warnanya, karena sisa warna lipstik ini (stain kemerahannya itu), 'menyerap' ke kulit bukan 'menutupi' kulit. See? :)

KESIMPULAN

Aku suka dengan produk Wardah yang satu ini. Longlastingnya lumayan, disaat lipstik-lipstik lain dengan harga semurah ini udah hilang begitu saja bahkan tanpa makan/minum. Gak usah sering-sering retouch lisptick. Tapi harus tetep ngoles lipbalm karena ngeri kering (meskipun gak pake lipbalm lipstick ini gak ngeringin bibir ^^).

Walaupun pada akhirnya meninggalkan stain, tapi mudah dibersihkan. Kekurangannya, gak ada sun protectornya.
Score: ❤❤❤❤❤

Thursday, 28 July 2016

Apakah The Body Shop Halal? Liat dulu ulasannya

The Body Shop - Assalamualaikum, Manceman :D Meski telat, sebelumnya BCQ ucapkan Mohon Maaf Lahir Batin, ya. Maafkan kalau di blog ini ada kata-kata yang gak berkenan di hati, ada kata-kata yang nyindir, nyinyir, nyebelin, ngeselin, dan segala yang bikin hati gak enak deh, ya. Dan semoga segala amal ibadah kita sepanjang Ramadhan lalu, diterima Allah SWT, Ameen.

Sesuai dengan judulnya qonitas, aku bikin tulisan ini berdasarkan pertanyaan pembaca. Semenjak nulis blog ini,  pertanyaan yg masuk ke email memang gak jauh-jauh dari pertanyaan kehalalan suatu produk kecantikan.

Kalau produk kecantikan yang sudah mengantongi label halal dari MUI, ya gak ada masalah dan tidak perlu ada pertanyaan lagi. Tapi bagaimana dengan produk lainnya? Maka dari itu, ada saja yg bertanya mengenai kehalalan produk ini, produk itu, dan yang terbanyak adalah mengenai kehalalan produk dari The Body Shop.

The Body Shop


Beberapa pertanyaannya sbb:
  • TBS halal ga?
  • Yakin tuh produk TBS halal, kan masih mengandung gliserin, bla...bla... (menyebutkan beberapa kandungan syubhat, kandungan yg bisa berasal dari hewan dan bisa juga berasal dari tumbuhan dan sintetik).
  • Gimana dong, produk TBS yang aku pake ada alkoholnya... Alkohol yang digunakan TBS termasuk yang halal apa enggak?
  • dll

Kalau aku cermati dari email-email yang masuk mengenai kehalalan produk kosmetik, aku rasa Muslimah sekarang udah pada pinter dan kritis. Mereka yang peduli dengan kosmetik halal, gak semerta-merta percaya dengan kehalalan produk berlabel 'natural' 'green' 'herbal' dll. Karena apa? Natural belum halal.

Misalnya gini, PRODUK *KOSMETIK NATURAL A, semua zat aktifnya betul 100% berasal dari ekstrak tumbuhan, tapi apakah zat pendukung lainnya yakin bebas hewan dan alkohol khamar? Bisa saja Gliserin-nya berasal dari hewan yang haram (babi atau sapi yang tidak disembelih secara syari) atau alkoholnya berasal dari industri khamar.

*Oiya, ngomong-ngomong, yang disebut dengan kosmetik (menurut ilmu kosmetologi) bukan cuma produk make-up aja ya, tapi meliputi skincare, bodycare, nail, foot, hair, dan usaha lain untuk merawat kecantikan luar. Soalnya banyak yg mengira kosmetik = produk makeup saja.
 
back to topic.

The Body Shop menurutku salah satu produk yang bisa menjadi alternatif kosmetik-kosmetik yang sudah mengantongi sertifikat halal resmi, karena:
  1. 100% vegetarian
    ...We never test on animals, and all our products are 100% vegetarian. We campaign with passion on issues close to our heart, because activism is in our blood. We always keep people, animals and the planet in mind. So when you shop with us, you are choosing... (sumber: http://www.thebodyshop.co.id/tbs/4/1-About%20The%20Body%20Shop.html)

    Untuk alternatif kosmetik halal, memang paling tepat kalau kita memilih poduk kosmetik vegan atau vegetarian. Kalau vegan, unsur kosmetiknya 100% bebas konstituen hewan bahkan bebas susu dan madu sekalipun, semuanya berasal dari tumbuhan dan sintetik. Kalau Vegetarian, bebas hewan 100% tapi masih menggunakan bahan yg behubungan dengan hewan (namun dihalalkan), misalnya: susu, madu, beeswax, royal jelly, lanolin wool domba, dan pewarna serangga (konon serangga tidak dikategorikan 'animal' menurut beberapa pendapat).

  2. Alkohol yang digunakan berasal dari industri non-khamr
    ...The Ethyl Alcohol is present as a solvent and is not intended for intentional ingestion and intoxication. Moreover, all Ethyl Alcohol used in our products is denatured as required by the regulatory authorities in every Market, in which we trade; this renders the Ethyl Alcohol as unsuitable for consumption. The Ethyl Alcohol is manufactured as a synthetic chemical and not by the alcoholic beverage industry. In view of this, our products containing Ethyl Alcohol have been allowed to be sold in all Markets, in which we trade, including those with a predominantly Muslim population.
    All other ingredients with the word ‘Alcohol’ in their names are not used in the alcoholic beverages for the purposes of intoxication, have significantly different chemical structures to Ethyl Alcohol and are well established cosmetic ingredients that are fully compliant with Halal requirements...
    (sumber: http://www.thebodyshop.com.hk/en/faqs_product.aspx)

    See? Berarti alkohol yg digunakan adalah alkohol yg sudah didenaturasi, bukan berasal dari beverage industry alias industri khamar (alkohol yang diproduksi untuk dikonsumsi dan intoxication (baca: mabuk) ).

    Alkohol jenis tersebut sudah memenuhi pernyaratan halal bila digunakan untuk kosmetik. Sesuai fatwa MUI, ada 2 syarat alcohol diperbolehkan ada di dalam kosmetik:
    1. Alkohol tersebut tidak berasal dari industri khamar (maksudnya, alkohol yang sengaja dibuat untuk minuman yang memabukkan)
    2. Alkohol tersebut tidak membahayakan kesehatan (madharatnya lebih besar)

Ada yang tanya, kenapa di situs TBS indo gak ada keterangan tentang alkoholnya. Harusnya sih TBS Indonesia mencantumkan dengan sejelas-jelasnya, secara Indonesia itu Muslimnya paling banyak. Tapi, memang tidak semua situs TBS mencantumkan rincian FAQ secara lengkap, pertanyaan mengenai alkohol TBS pun aku dapat dari TBS Hongkong *garukkepala.

Kabar dari Moslem Consumer Group (MCG)

Ada beberapa readers yg pernah email dan komen tentang kabar kehalalan TBS di Moslem Consumer Group (MCG). Mereka bertanya setelah membaca berita dari MCG mengenai TBS yang berbunyi seperti ini:
A sist has provided a e-mail to MCG from The Body Shop Company (reference Number 63461) where company claimed to use gelatin either from pork or non zabiha beef, Shellac which might be dissolved in alcohol. The Body Shop products are not recommended to be use by Muslims. March 17, 2013
http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html

Nah, bagaimana tanggapanku?

Jawabanku: Gak masalah, aku tidak terpengaruh dengan kabar MCG, karena:

        Silahkan baca poin mengenai 100% vegetarian dan Kehalalan alkoholnya di postingan ini.
        Fatwa di negara lain mengenai alkohol iu berbeda. Banyak negara yg mengharamkan 100% alkohol dalam kosmetik tanpa terkecuali. Sedangkan di Indonesia, kita mengikuti fatwa dari MUI, yg membolehkan alkohol/ethanol yg tidak berasal dari industri khamar.

        Jadi, gak heran, kalau muslim di luar Indonesia akan berpendapat haram saat melihat ethanol dalam ingredient kosmetiknya. Bahkan, MUI menghalalkan pewarna carmine (pewarna serangga yg bisa digunakan untuk kosmetik), yang mana oleh MCG dan banyak muslim lain pewarna tersebut diharamkan.

        Makanya, di MCG kalau ada kosmetik yang mengandung Carmine, pasti masuk kategori haram. Sedangkan kosmetik lokal yang sudah mengantongi sertifikat halal seperti Sariayu, masih bisa kita temukan pewarna carmine di daftar ingredientnya. Ya, berbeda pendapat menganai permasalahan khilafiyah itu gak masalah kan? Gak usah berantem, hehe.

        Kalau TBS, ternyata mengingkari janjinya untuk 100% vegetarian dan menggunakan alkohol yang dibenarkan, bukan hal yg mustahil kalau produknya akan diboikot jutaan Vegetarian, pecinta binatang dan Muslim yang sudah percaya dengan janji mereka. Dan yang pasti, Cruelty Free International nya dicabut. Karena kita tahu kan, produsen itu bisa sukses menjual produknya berdasarkan  kepercayaan dari konsumen.

        Kalau masih tidak percaya, itu terserah pilihan masing-masing. Kalau memang melakukan kebohongan besar, itu bukan urusan kita lagi dong, itu urusan TBS dengan Tuhan, hehe.  Kita sih selaku manusia percaya-percaya saja dengan mereka. Sik asiiikk... :D

        Aku sudah mengikuti perkembangan MCG sejak lama. Meskipun MCG bisa jadi informasi yang bermanfaat untuk Muslim yang tinggal di USA dan Canada sana, ada yang disayangkan dari MCG. Mereka sering tidak menindaklanjuti email-email pembaca yg masuk ke mereka/gak ditelisik lagi keabsahannya.

        Kalaupun pada akhirnya ditindaklanjuti, lumayan lama juga terbit update nya. Ada bagusnya, mereka SEGERA cross check langsung ke produsen produk yang bersangkutan. Jadi, sering informasinya berasal dari laporan email pembaca, "A sister/brother bla...". Nah, kabar beritanya sering stuck di situ. Kan, untuk urusan seperti ini, kita gak cukup berhusnuzhan ke sesama muslim, tapi harus langsung Tabayyun. Dalam Islam, Tabayyun atau konfirmasi itu penting, biar tidak merugikan satu pihak saja.

          Bonus: Produk The Body Shop, Gagal vs Cocok

          Ada banyak produk TBS yang kucoba, tapi yang gagal banyak juga, haha. Misalnya, beberapa produk sabun cair, lipbalm Born Lippy, aneka lip butternya, Seri Vitamin E, Seaweed, Facial wash seri Tea Tree, AIO Foundation, AIO foundation powder, Shiso BB (nyoba sample). Kadang, ada beberapa yang beberapa produknya memiliki efek yang serupa dengan beberapa produk lokal, misalnya body butter dan body scrubnya.

          Kalau kubandingkan, ya efeknya 11-12 lah, gak ada Body Butter atau Body Scrub TBS yang efeknya heboh gimana gitu. Tapi aku akui Body Butter dan Body Scrubnya enak-enak banget wanginya. Dan untuk urusan zat aktif, tentunya banyak produk lokal yg gak kalah bagusnya.

          Tapi, banyak juga yang sekali coba langsung sukses, sampai repurchase, misalnya: White Musk EDP, White Musk Libertine EDT. Wewangian musk mereka itu memang tidak asli Musk, tapi justru musk yg seperti itu yg kucari. Karena, kalau Musk asli pasti berasal dari kelenjar rusa jantan (menjangan), yang akhirnya mungkin tidak halal karena cara mengambilnya memang tidak melalui proses sembelihan.

          Satu lagi, wewangian dari seri Japanese Cherry Blossom (aku pake body mist nya). Untuk perawatannya, aku suka dari seri Cocoa, Coconut Shower Cream, Vitamin C Face Spritz, Aloe Toner, Cucumber Toner. Aroma dari seri Moroccan Rose juga syuka, tapi kemarin aku cari kok gak ada, discontinue ya??

          Kemudian untuk TBS tools beberapa yg aku suka ada:  Powder Brush, Eyebrow brush, Kabuki Brush, Bath Brushes nya (terutama yg cactus), Nail Buffer, Bath Gloves, Bath lili. Nah,untuk tools, TBS emang punya kualitas bagus, dan yg penting AWET banget. Jadi, belipun gak nyesel karena bisa jadi investasi yg bagus. Yang pernah bikin aku kecewa kayaknya cuma Eyelash curlernya.

          Dan selama 2013, ada beberapa produk TBS yg jadi favoritku. Beruntung, sekali nyoba langsung cocok:

          Oke, sepertinya penjelasan mengenai kehalalan produk The Body Shop sudah cukup jelas. Ngomong-ngomong, apa produk TBS favorit kalian?
          Wassalam, Love, Momzhak

          Friday, 10 January 2014

          Hand & Nail Care | Obrolan dan Review 8 Hand Cream Yang Pernah Kucoba

          Assalamualaikum, Hai Semuanya! ^^ Kalau dalam Islam, wanita adalah keindahan yang terbentang dari ujung rambut hingga kakinya. Namun, saat memasuki masa aqil baligh, hanya ada dua perhiasan saja yang boleh terlihat oleh non-mahram, yaitu wajah dan tangan (yang meliputi punggung dan telapaknya). Kalau begitu, sudah sepantasnya keindahan tangan harus dirawat seperti halnya kulit wajah.

          Tapi sayangnya, kita seringnya lebih terfokus merawat area kulit yang lain. Jadi, tidak heran kalau kulit tangan sering terlihat kurang terawat dibandingkan wajah dan anggota tubuh lainnya.
          Review Hand Cream


          Aku pernah lihat perempuan berusia 50 tahunan yang tampak 10 tahun lebih muda. Wajahnya cantik, makeupnya jago, tidak terlihat kerut di wajah maupun di lehernya. Pokoknya tipikal perempuan yang hi-maintenance, deh. Tapi, ada satu yang menarik perhatianku: punggung tangannya. Punggung tangannya yang kering, keriput, dengan skintone yang lebih gelap dari kulit wajah dan lehernya, membuatku percaya kalau perempuan itu memang seusia ibuku :)

          Ini sih contoh ekstrimnya :D
          Wajah boleh bebas kerut, namun kulit tangan sulit berbohong.
          Sumber: drpersky.com
          Pengalamanku dan gambar di atas mungkin bisa menjadi sedikit gambaran, kalau kulit area tangan juga harus mendapatkan perawatan seperti kulit lainnya. Apalagi, kulit punggung tangan merupakan salah satu area kulit yang paling cepat proses penuaannya. Selain itu, kutikula kuku kita pun sering mengalami kekeringan, terutama untuk kalian yang memiliki pertumbuhan kutikula kuku yang cepat dan masif.


          Jangan Lupa Sunscreen Untuk Tangan Kita 

          Terutama buat Muslimah yang berhijab. Tangan adalah area yang paling sering terekspos sinar matahari. Kalau kulit wajah sih, tanpa disuruh pun kita selalu waspada dengan paparan radiasi sinar UV. Kalau kulit tangan? Lebih banyak lupanya, ya kan? Makanya gak usah ngeluh-ngeluh kalau jilbaban tangan jadi belang, hehe.


          Jangan Lupa Oleh Hand Cream

          Gak harus sedikit-sedikit ngoles, sedikit-sedikit ngoles. Kalau gitu juga ribed. Pakai saja sesuai kebutuhan, misalnya: Kalau sering tinggal di ruangan ber AC atau setelah mencuci tangan. Coba, siapa sih contoh orang yang paling demen cuci tangan? Pertama, ibu rumah tangga, kan IRT sering banget melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan air, bahkan dengan detergen yang membuat kulit kering. Kedua, tenaga medis (dan orang yg bekerja di RS). Apakah itu dokter, perawat, bidan, dkk kalau mereka mengikuti standar kesehatan (dan harus mengikuti, dong!), setiap selesai memegang pasien harus mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan antiseptik (sejenis hand-sanitizer gitu). Ketiga, pasien OCD yang phobia-kuman. Pasien tsb bisa membuat kulitnya kering, iritasi bahkan terluka karena terlalu sering mencuci tangan. Oiya, OCD di sini bukan semacam program diet ya, haha. OCD itu singkatan dari obsessive-compulsive disorder. Google sendiri :p

          Kalau ngoles krim tangannya gak pakai hand cream khusus boleh gak? Misalnya, pakai body lotion.

          Oh, boleh banget. Namanya juga henbodi, hehe. Maksudnya, dulu body lotion sering disebut dengan hand and body lotion, kan? Lha, kok 'hand' doang ya? Emang kaki gak termasuk? Nah, karena dirasa kurang adil, sebutan hand-and body lotion akhirnya mulai dicoret dari istilah perkosmetikan, wekekek. Abaikan.

          Cuma, kalau bodylotion itu biasanya kan berat, ukurannya botolnya gede (tapi banyak juga sih yang jual travel-sizenya) dan kebanyakan teksturnya lebih thicky. Tapi, ya suka-suka, lah. Intinya boleh saja pakai bodylotion untuk alternatif handcream.

          Kalau aku sendiri punya beberapa standar dalam memilih hand-cream, seperti:
          1. Gak lengket. Awalnya aku juga cuma pakai bodylotion untuk perawatan tangan dan kuku. Tapi, karena rata-rata bodylotion itu lengket, akhirnya aku putuskan untuk mencari yang namanya hand-cream untuk pelembab khusus tanganku. Tapi ternyata gak semua hand-cream itu enak dipake, Sodara!! Banyak juga yang lengket. Lah, kalau begini apa bedanya sama pelembab badan? 
          2. Ukurannya mini. Kalau ada handcream yang ukurannya gede, mending ganti judul aja jadi body butter sekalian XD
          3. Wanginya enak. Tangan seorang ibu itu harus wangi. Meskipun dia ibu rumah tangga. Soalnya seorang anak itu bisa mengalami pengalaman buruk cuma karena bau tangan. Kedengerannya emang lebay sih, tapi  dulu waktu jaman TK, aku pernah phobia cium tangan! Gara-garanya, seorang guruku pas kucium tangannya (salaman), tangannya tercium bau muntah bayi! *wekz. Pernah lagi pengalaman cium tangan teman ibuku, dan baunya gak bisa aku deskripsikan, antara bau balpirik dengan bau tangan yang habis milih-milih sayur di pasar. Pernah juga nyium tangan ibuku yang kebetulan lagi bau minyak urut (ternyata baru ngerik bapakku, haha), langsung mood aku berubah saat itu juga.
          4. Halal/Animal Derivatives-Free
          5. Mengandung UV protector. Ini gak wajib sih, tapi jadi nilai plus tentunya. Kalau untuk perlindungan matahari, biasanya aku pakai sunscreen untuk wajah saja.
          6. Harganya terjangkau dong (teteup). Gak deh beli handcream mahal-mahal kalau bisa nemu yang murah dengan efek yang serupa.

          Hand Cream Yang Pernah Kucoba

          Di bawah ini adalah handcream yang DULU pernah aku coba, baik beli sendiri, nyoba tester atau coel punya orang lain, hehe.

          1. L'Occitane Immortale Brightening Hand Cream SPF 20

          Ini nyoba punya nyokap. Buat ukuran handcream, ini kemahalan buatku. Kabar buruknya lagi, ini lengket!! Mungkin emang cocok untuk tangan-tangan yang sudah mengalami aging dan seri Immortale dari L'Occitane ini memang ditujukan untuk mereka yang sudah mengalami/memasuki masa penuaan. Gak heran, kalau SPFnya juga gede, hal ini menunjukan kalau sinar matahari memang memiliki pengaruh besar terhadap cepatnya penuaan di kulit. 

          2. L'Occitane Shea Butter Hand Cream



          Aku gak ngerti kenapa testimoni orang-orang bagus banget terhadap hand cream yg satu ini?? Ini handcream pertamaku, tapi bukan beli sendiri sih. Awalnya, ini milik ibuku, tapi karena katanya kurang suka dengan baunya, akhirnya dikasih lah ke aku (sebenarnya aku duluan sih yang minta, wekekek). Teskturnya rich and creamy. Pas di oles pun meninggalkan kesan berminyak, terutama di telapak tanganku (ini yang buat aku bingung kenapa testi orang-orang kebanyakan positif). Yah, mungkin lebih cocok untuk orang-orang yang kulitnya sangat kering atau mereka yang hidup di iklim dingin. Akhirnya, hand cream ini gak pernah kupakai lagi.

          3. The Body Shop Wild Rose Hand Cream SPF 20 (for Mature Skin)


          Aku cuma cobain testernya aja. Aroma mawarnya kurang enak, kayak bau obat-obatan, aneh lah pokoknya. Itulah yang membuat aku untuk tidak membelinya, padahal udah plus SPF 20. Untuk teksturnya, terasa lebih rich dari seri Almond yang saat ini kupakai. Hand Cream Wild Roses ini cocok untuk mereka yang sudah/akan memasuki 'aging'.

          4.  The Body Shop Moroccan Rose Hand & Nail Cream



          Salah satu handcream terbaik yang pernah ku coba. Aku pakai sampai habis, sayangnya varian Moroccan Rose memang sudah tidak dijual lagi. Yang paling kusuka adalah aromanya yang super enak, selain itu handcream ini mudah meresap dan tidak lengket. Dan ini satu-satunya kemasan handcream yang paling kusuka di antara handcream yang pernah kucoba: travel friendly, kemasannya tidak mudah rusak, dan tutup flip-flop pada tubenya.

          5. Etude House 'I Can Fly' Hand Cream (Cherry)

          Bentuknya sih emang unyu, bagus buat jadi pajangan di meja rias (emak-emak?). Tapi, kurang travel friendly, efek melembabkannya biasa saja and lil bit sticky. Akhirnya gak pernah ku pakai lagi, cuma jadi pajangan sampai akhirnya adikku nodong-nodong minta dikasih, haha. Baiklah dik, ini lebih cocok buatmu... :)

          6. Viva Cosmetics Hand and Nail Cream


          Ini hand-nail cream lokal yang super murah, kayaknya gak nyampe 10 ribuan. Gak lengket, sangat mudah meresap, ukurannya kecil dan bisa masuk pouch makeupku tanpa makan tempat. Tapi untuk orang yang tangannya sangat kering, sepertinya ini kurang direkomendasikan. Kalau untuk pencegahan, ini bisa jadi alternatif. Sayangnya krim ini hilang gak tahu kemana, sampai lupa mau repurchase lagi.


          Handcream Yang Kupakai Sekarang

          Favoritku pertama adalah Oriflame Silk White Glow Hand Cream
          Kelebihan: Wanginya enak banget dan tahan lama, testurnya ringan, mudah meresap (matte finish), harganya terjangkau, dan travel friendly. Mengandung ekstrak mulberry dan cherry blossom (bunga sakura??)  yang katanya sih bisa merawat kulit tangan yang menghitam akibat sinar matahari. Kekurangannya: Apa ya? Mungkin harus pesan dari MLM jadi agak susah kalau mau beli lagi (belum lagi kalau produknya ternyata sudah discontinue).

          Handcream yg sedang kupakai sekarang :)

          Favorit kedua adalah The Body Shop Almond Hand and Nail Cream

          Kelebihannya: Aromanya enak (aku suka banget aroma almond!! ><), kelembabannya tahan lama (meski setelah mencuci tangan), melembutkan kutikula kuku, dan harganya terjangkau. Kekurangan: Meninggalkan kesan berminyak untuk sementara waktu. Dan kemasannya yang terbuat dari alumunium. Jadi, kalau sekali dipencet, kemasannya gak akan balik lagi seperti semula, gak travel friendly, karena kemasannya akan mudah rusak/bocor, khawatir isinya bisa keluar kemana-mana.

          Kekurangan keduanya adalah, krim tangan tersebut tidak mengandung SPF.


          Apakah Produk Di Atas Halal?

          L'Occitane, The Body Shop, dan Oriflame klaimnya cocok untuk Vegetarian, dalam artian tidak mengandung bahan turunan hewan yang diragukan kehalalannya. Untuk Viva Cosmetic sampai saat ini masih mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Sedangkan Etude House tidak diketahui, meski banyak produknya mengusung produk yang tidak mengandung unsur hewani.

          Sekian dulu obrolan hand-cream malam ini. Semoga informasi dan reviewnya membantu, ya.

          Wassalam :D

          Thursday, 9 January 2014

          Skin Care | Sariayu SOLUSI Eye Cream Review


          Assalamualaikum, Ceman-cemankuu! Sekarang aku mau review eyecream keluaran Sariayu SOLUSI yang terbaru ya. Sebenarnya, aku gak terlalu percaya sama yang namanya eyecream. Dan mungkin belum banyak yang menyadari, kalau eyecream sebenarnya merupakan salah satu kibulan terbesar yang pernah diciptakan di jagad industri kecantikan. Nah, lo.

          Lha, kok ini dibeli?? 


          Iya, penasaran aja, mau beli, haha *jitak.. Iya, beneran emang kepengen beli aja. Namanya juga cewek, kadang suka gak nyadar apa yang dia beli. Bener-bener cara belanja yang gak boleh diikuti. Tadinya sih, tujuanku mau coba beli sunscreen dari SOLUSI, tapi setiap cari selalu gak ada.

          Tapi, meski karena 'cuma kepengen' beli, ini tetep kupakai kok. Soalnya, akhir-akhir ini aku memang gak terlalu sering pakai krim-krim di area wajah saat malam hari, tapi tetep kepengen area mataku ini lembab selama tidur, jadi kupakailah krim mata ini.

          Tadi aku bilang kalau eyecream itu salah satu scam atau kibulan industri kecantikan yang memang menuai pro dan kontra sampai sekarang. Tapi, untuk membahas ini kayaknya lebih enak masuk di postingan tersendiri. Sekarang masuk ke ranah review aja dulu, OK.


          Sekilas Sariayu Solusi Organic Revolution Renewage

          Sariayu SOLUSI Organic Revolution Renewage merupakan salah satu varian terbaru dari Sariayu yang mengusung produk yang kandungannya lebih ramah di kulit, salah satunya bebas zat-zat yang konon katanya sih berbahaya, seperti mineral oil, paraben, propylen glycole dan zat pewarna.


          Tapi yang menjadi ketertarikan ku terhadap produk terbaru ini bukan dari free ini-itu nya, melainkan label Organic yang ada pada produk tsb. Jadi, produk Sariayu SOLUSI ini memang menggunakan bahan organik pada ekstrak alami sebagai zat aktifnya, ini pertama lho di Indonesia! Ditambah, rangkaian Sariayu Solusi sudah mendapatkan sertifikasi ECOCERT, sebuah badan sertifikasi produk organik yang diakui International.


          Manfaat

          deskripsi produk

          Eyecream ini  klaim nya bermanfaat untuk:
          1. Mengurangi dark circle
          2. mengurangi kantung mata
          3. mengurangi garis halus
          Juga mengandung ekstrak licorice sebagai agen pencerah, memberi rasa sejuk di kulit dan mengurangi iritasi ringan.


          Kesan

          Yang kusuka dari eyecream ini adalah tekstur krimnya yang ringan. Kalau yang sering coba-coba macam krim mata, pasti tahu deh kalau krim mata rata-rata terasa tebal, lengket dan terasa 'pengap' di kulit. Kalau ini enggak :)

          Aromanya juga enak, suka deh, wangi anggur hijau :3

          Meski isinya sedikit, cukup pakai sebesar biji kedelai saja bisa mencover kedua kulit mataku. Lumayan hemat.

          Bisa mengurangi dark circle? Ya. Tapi, sebenarnya aku gak terlalu yakin, apakah dark circle ku hilang karena tidur atau apa. Karena, pertama, dark circle ku emang gak terlalu parah. Kedua, dark circle ku biasanya bisa hilang hanya dengan tidur cukup.

           Kalau kantung mata? berhubung gak punya kantung mata dan jarang punya kantung mata (kecuali habis nangis kali ya, haha), jadi aku gak bisa menilai.

          Kalau keriput halus/fine lines? Aku juga gak tahu, karena emang belum punya *cie. Lagian memang gak wajar kalau perempuan dibawah 35 tahun udah punya kerut halus. Kalau punya, berarti udah masuk kategori penuaan dini tuh.

          Btw, bedain ya finelines karena usia sama gurat halus yang sudah ada dari lahir. Aku juga punya guratan halus di bawah mata yang sudah ada sejak kecil. Cara membedakannya, kita harus hapal peta dari kondisi kulit kita di saat normal. Lagipula, kalau finelines karena penuaan, selain terlihat ada guratan, pun terlihat kering dan kisut. Bedakan juga dengan gurat halus saat tersenyum, kalau itu normal, namanya smile lines.


          Produk Ini Halal?

          Dari kemasan produknya memang belum terlihat adanya label halal. Tapi setelah ku tanya, katanya memang sedang dalam proses sertifikasi. Ya, kita tunggu saja, semoga Sariayu SOLUSI segera menyusul saudara-saudaranya yang lain.

          Semoga bermanfaat.
          Love, Momzhak

          Monday, 21 October 2013

          Info Halal | BPOM Kembali Razia Ribuan Kosmetik Ilegal Berbahaya 2013 (Dan Opiniku)


          Assalamualaikum! qonitas ^^ 
          Hay, hay... tahu kan kalau hari ini (Senin 21/10), BPOM kembali melaporkan lagi ribuan KOSMETIK ILEGAL BERBAHAYA? Aku udah lihat berita tadi siang waktu jam istirahat, tapi pas buka internet kayaknya belum ada, nah pas aku cari sekarang baru ada deh. Nah ini beritanya:


          Metrotvnews.com, Jakarta: Sepanjang Januari-Juli 2013, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menemukan ratusan item kosmetika mengandung bahan berbahaya (BB) yang beredar di pasaran.

          Kosmetika mengandung BB yang ditemukan dari hasil pengawasan nonrutin terdiri dari 174 item yang terdiri dari 3.264 unit produk. Sedangkan dari pengawasan rutin terjaring 52 item yang terdiri dari 2.529 produk.

          “Kosmetik berbahaya ini banyak beredar di kota-kota besar seperti di Jakarta dan Surabaya,” sebut Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen Badan POM, Bahdar J. Hamid, di Jakarta, Senin (21/10).

          Menurut Bahdar, mayoritas kosmetik mengandung BB adalah yang dapat memberi efek untuk memutihkan kulit. Sayangnya, bahan yang dipakai sangat berbahaya, yaitu merkuri, hidrokinon dan asam retinoat.

          Beberapa gangguan kesehatan yang muncul akibat menggunakan produk-produk tersebut, adalah iritasi kulit, pengikisan kulit dan kerusakan ginjal. Selain di jual di toko kosmetik, beberapa produk dijual di klinik kecantikan dan toko online.

          Disamping menemukan kosmetik mengadung BB, Badan POM juga menemukan kosemtik tanpa izin edar (TIE). Berdasarkan hasil pengawasan nonrutin ditemukan 2.741 item TIE yang terdiri dari 25.462 unit. Sedangkan dari pengawasan rutin, ditemukan 1.265 item TIE yang terdiri dari 42.812 unit produk.

          Jika ditotal kosmetik TIE dan BB yang ditemukan Badan POM sepanjang Januari-Juli 2013 berjumlah 4.232 item atau sebanyak 74.067. Bahdar mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kosmetik TIE dan BB yang beredar di pasaran terus berkurang dari tahun ke tahun. Tercatat pada 2012 terjaring 4.625 item yang terdiri dari 142.033 produk dan 2011 sebanyak 4.884 item yang terdiri dari 123.242 produk.

          Bahdar menambahkan keseluruhan produk kosmetik TIE dan BB yang terjaring sudah ditarik dari pasaran dan dimusnahkan.

          "Memang untuk menjadikannya nol atau hilang sama sekali itu mustahil. Tapi yang penting jumlahnya selalu menurun, dan kesadaran masyarakat yang selalu meningkat," imbuh dia.

          Bahdar mengaku produk-produk tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya tersebut kebanyakan ditemukan di Jakarta dan Surabaya. Selain itu, produk-produk itu didominasi produk-produk impor, salah satu pemasok terbesar adalah China. (Cornelius Eko)
          Sumber: http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2013/10/21/11/189500/BPOM-Temukan-Ribuan-Produk-Kosmetik-Berbahaya


          Buat kalian yang melek teknologi dan selalu update infomasi, pasti menganggap berita di atas itu biasa saja. Dan memang gak akan pernah pakai barang yang keamanannya gak jelas, karena TAHU seperti apa bahaya yang ditawarkan.

          Tapi, jangan salah, yang namanya orang di luar sana gak semuanya blogger, beauty blogger atau orang-orang yang mengutamakan membeli produk yang udah jelas amannya. Ada jutaan perempuan indonesia yang masih mau tertipu mentah-mentah dan buta dengan kosmetik berbahaya. Buktinya, kosmetik China itu laku keras di pasaran dan stok selalu tersedia. Kalau habis (apalagi kalau permintaan pasar lagi tinggi), tidak diragukan barangnya akan datang lagi dan datang lagi! 

          Gak heran sih, kosmetik ilegal (terutama China) itu banyak peminatnya. Pertama, harganya murah. Kedua, kemasannya menarik (warna-warni bow!). Ketiga, banyak mendompleng merek-merek ternama, alias bikin produk KW. Keempat, hasil yang diberikan INSTAN! Woo...

          Saking murahnya, bisa bikin bulu merinding kalau denger harganya. Misalnya, palette eyeshadow 60 warna MAC palsu buatan China, dibeli dengan harga 80 rebu dari distributor. Distributor ambil untung mungkin bisa sampai 10-20 rebu. Nah, bayangkan berapa harga asli per paletnya? Mungkin gak nyampe seribu perak. Nah, berapa coba kira-kira modal produksi satu palet MAC palsu tersebut, mungkin gak nyampe gopek. Mau pingsan kan dengernya?

          Info kosmetik Halal
          sumber

          Untuk refreshing aja, ada beberapa zat yang harus dihindari dalam sebuah kosmetik bebas:


          Zat berbahaya

          Zat berbahaya ini merupakan racun yang sama sekali gak boleh masuk ke tubuh kita. Biasanya berupa logam berat (mercury/air raksa) yang disalahgunakan sebagai pemutih kulit, atau kimia sintetis lain yang memang kegunaannya bukan untuk manusia, misalnya pewarna tekstil Rhodamine dan Methylen Yellow. Nah, pewarna rodamin dan kuning metilen tadi sering dicurangi sebagai bahan pewarna untuk bedak, blush on, eyeshadow, aww ngeri deh!


          Obat-Obatan

          Yang namanya obat-obatan untuk perbaikan kosmetis, misalnya obat jerawat, obat flek dll (seharusnya) hanya boleh diberikan dengan resep dan digunakan dibawah pengawasan dokter. Soalnya, kalau enggak begitu (misalnya dijual bebas gitu aja), gak ada yang jamin kalau obat tersebut akan digunakan dengan indikasi tepat pada orang yang tepat juga. Misalnya, ibu hamil pakai kosmetik ilegal anti jerawat, ternyata isinya asam retinoat yang bahaya untuk janin. Nah, lo?

          Dan adapun beberapa bahan obat yang dalam prakteknya boleh digunakan untuk memeperbaiki kosmetik dengan pengawasan, tapi tidak boleh terkandung dalam kosmetik umum, antara lain:
          1. Hidrokinon 
          2. Tretinoin/Asam Retinoat
          3. Golongan steroid
          4. Resorcinol
          5. AHA Glicolic acid >10%
          6. Benzoyl Peroxide
          7. Clindamicyn
          8. dll
          Kalau misalnya ada yang nanya, sebenarnya hidrokinon bahaya gak? Aku jawab relatif. Kalau dipakai sesuai petunjuk dengan dosis yang tepat, itu gak masalah. Lagian, dalam prakteknya jarang banget kok efek samping serius yang ditimbulkan hidrokinon, karena penggunaannya memang terukur. Jadi, kalau mau pakai hidrokinon, ke dokter aja dulu sana! :) Kalau mau beli sendiri, beli di apotek, tapi jangan yg lebih dari 2
          % dan jangan males baca brosur obatnya, ok!

          Beda kalau pakai kosmetik ilegal yang mengandung hidrokinon, siapa yang jamin kalau hidrokinon yang ada di kosmetik ilegal tersebut takarannya aman. Dan gak menutup kemungkinan, kalau kandungannya bisa mencapai di atas 10%. Sedangkan yang yang biasanya diresepkan atau dibuat dalam racikan hanya 2%-5% saja.
          Itulah sebabnya, mengapa obat tidak boleh ada di dalam kosmetik yang dijual bebas, hanya digunakan dibawah pengawasan saja.

          Sebenarnya, pengguna/penjual kosmetik ilegal itu gak cuma mereka yang buta tentang informasi. Orang yang udah tahu dan ngerti bahayanya apa, tetep ada yang pakai kok. Ada temen sejawatku, yang jual-jual obat pemutih gak jelas lewat BBM, dia bilang udah ada no.POM nya. Tapi, baru aku lihat kemasannya aja gak meyakinkan. Dan gak mungkin suatu produk yang udah teregistrasi, memiliki kemasan yang gak memenuhi syarat. Sebenarnya, gampang aja untuk lihat produk itu udah dapet izin edar apa belum, lihat aja kelayakan kemasannya. Untuk lolos uji CPKB (cara pembuatan kosmetk yang benar), ada syarat kemasan yg dinilai oleh badan POM, antara lain:
          1. Memiliki label 
          2. ada tata cara pakai
          3. ada tanggal expired atau tanggal pembuatan
          4. ada komposisinya
          5. ada alamat produsennya, buatan mana, distributornya apa.

          Itu untuk kosmetik lokal, Kalau kosmetik impor, syaratnya distributor lokal wajib menempelkan label dengan konten serupa yang munggunakan bahasa Indonesia. Makanya, kosmetik impor kalian, sekarang punya stiker label berbahasa indo kan? 

          Lanjut.
          Lah, ini temenku bilang, udah teregistrasi di pom. Tapi lihat tampilannya aja, udah yakin banget no.pomnya palsu. Ternyata saat di cek, emang fiktif kan? Mau negur lebih jauh gak enak banget, emang gua siapa ikut campur bisnisnya dia? Tapi kalau didiemin aja ntar tambah menjadi. Ditambah dengan statusnya sebagai praktisi kesehatan, yang pastinya orang awam percaya lah apa yang dijual pasti yang aman-aman saja. Gemes. 

          Padahal, prinsip medik 'primum no nocere' (first, do no harm) itu gak cuma berlaku saat dokter memberikan resep atau tindakan. Dalam kehidupannya juga harus ditanamkan, kalau hal pertama yang dilakukan dirinya kepada orang lain bukanlah hal yang merugikan.

          Dan kalau yang pakai-pakai pemutih gak jelas, temen-temen yang aku kenal udah banyak yang pakai. Pas jaman kuliah dulu, booming juga tuh krim walet Alvina yang sekarang udah terbukti berbahaya. Untung, gak pernah ikut-ikutan.

          Kalau gitu, pakai yang udah jelas aman aja, ya. Pilih kosmetik yang sudah teregistrasi di BPOM RI (cek produk kalian di pom.go.id). Untuk Muslimah, pakai kosmetik berbahaya itu dosa kalau kalian sudah tahu bahayanya apa. Karena, menggunakan sesuatu yang jelas berbahaya bagi tubuh kita, hukumnya haram. Apalagi jual-jual yang gajebo, itu sama saja meracuni orang lain.

          Udah deh, ya cari selamat dunia-akhirat aja. Beres. ^^

          Wassalam, Love~

          Saturday, 5 October 2013

          Make Up | Festival Bedak (Halal)

          Bedak Halal - Assalamualaikum. Hai, ketemu lagi dengan Momzhak di sini. Hari ini bukan review atau yang lainnya, melainkan festival kumpulan bedak-bedak halal yang kupakai selama ini! :D

          Bedak yang kupunya memang banyak sih, meski muka cuma punya satu, tapi hampir semuanya bisa kepake. Tapi ada juga satu-dua bedak yang akhirnya jaraaaaang banget kepake (cuma sesekali aja), tapi ada juga lho yang repurchasenya udah gak terhitung. Nah apakah itu? Lanjut bacanya aja, deh! ^^

           http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html
          Setiap perempuan yang suka merias wajahnya, pasti punya make-up yang wajib dipakai. Yang seandainya kalau di dunia ini seluruh kosmetik dibumi-hanguskan harus ada 'jagoan' yang gak boleh lenyap! Haha (ngayal lagi). Ada yang jagoannya lipstick, ada yang mascara, eyeliner, dll. Nah kalau aku sendiri, menomorsatukan Face Powder a.k.a BEDAK.

          Kalau mau diurut berdasarkan prioritas, make-up yang kupakai adalah
          1. Bedak (compact, foundation powder aka TWC, loosepowder)
          2. Pensil Alis
          3. Liquid foundation/BBC
          4. Lipstick
          5. Blusher/Bronzer
          6. Mascara
          7. Eyeliner
          8. Eyeshadow http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html
          Sekali lagi, yang diatas bukan urutan aku memakai make-up ya, tapi benda make-up andalan berdasarkan prioritas, makin ke bawah makin jarang dipake, makin gak butuh.

          Kenapa aku suka sekali bedak, karena bedak itu selain bisa mempercantik, sekaligus memberi manfaat lebih untukku yang oily skin ini. Manfaat yang aku dapat dari berbedak, adalah:
          1. Meratakan warna kulit (pasti)
          2. Mencegah sunscreen yang kupakai agar tidak mudah luntur oleh keringat (paling penting!!)
          3. Menyerap kelebihan minyak secara 'otomatis', maksudnya aku gak usah sering-sering nge-blot muka pakai tisu atau oil film/paper. 
          Kemudian, bedak kan macem-macem. Tapi secara garis besar terbagi 2: Loose Powder dan Compact Powder

          LOOSE POWDER
          Aku sih nyebutnya pupur (kampung amat, hehe). Nah, pupur ini ada banyak macemnya. Ada yang khusus 'finishing', biasanya warnanya translucent agar tidak merusak warna mekap kompleksi di bawahnya. Ada yang khusus menahan minyak dan keringat, sejenis 'anti-shine powder', biasanya buanyak banget silikon dan mengandung sejenis alumunium sebagai anti-prespirant (anti keringat). Ada loose powder make-up biasa, dan biasanya memang punya aneka shade, bisa digunakan juga untuk set foundation or without. Ada juga powder foundation, jadi foundation tapi berbentuk bubuk seperti loosepowder. Ada shimmering powder juga. Kemudian ada yang memang diskhususnya untuk blemished skin, misalnya bedak antijerawat. Emm, apa lagi ya, ada yang tahu? http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html

          COMPACT POWDERhttp://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html
          Atau kita sebut dengan bedak padat. Bedak padat juga tadinya sejenis pupur, tapi dipress dengan sejenis bahan sehingga bisa padat sedemikian rupa. Compact powder juga ada macamnya. Biasanya sih:
          1. Compact Powder (biasa)
            Ini emang bedak padat biasa. Namun, memiliki varian shade yang beragam. Kalau dalam aturan mekap yang baku (aku pernah baca di buku mana gitu), compact powder digunakan setelah menggunakan loosepowder yang dipakai setelah men-set foundation. Bingung? Maksudnya, kalau dalam pemakaiannya begini urutannya: foundation - loosepowder - compact powder. Urutan baku seperti itu konon membuat mekap yang digunakan lebih tahan lama. Tapi, biasanya, kita gak pakai setebal itu kan? Compact Powder biasa kupakai dengan menggunakan brush untuk finishing aja/set foundie. Dan bagus juga untuk touch-up, karena teksturnya yang ringan.
          2. Compact Powder Plus Foundation
            Kalau di sini, dikenal dengan TWC (two way cake), DAC (dual action cake),  TFC (two function cake) dan macam cake-cake-cake lainnya, hehe. Tapi biasanya kita menyebutnya TWC. Maksudnya, ini sejenis bedak padat yang sudah menjadi satu dengan foundation. Shadenya juga beragam, namun bedanya dengan compact powder biasa, TWC daya tutupnya lebih meng-cover. Biasanya dipakai menggunakan spons yang kering atau basah (untuk coverage yang lebih puol). Tapi bisa juga pakai kuas bedak biasa, agar hasilnya lebih soft. Kalau udah pakai bedak jenis ini, tentunya aku gak pakai foundation cair/BBC lagi, gak enak, pengap. Cara pakaiku biasanya tunggal, dengan sunscreen sebagai alasnya.
          Selain dua itu, ada banyak lagi macam bedak padat yang bertebaran di jagad industri mekap, sama lah seperti loosepowder. Ada compact shimmering powder, ada juga yang katanya compact powder plus BBC (sejenis twc juga kali ya?), haiyah banyak laaa... :D

          ******

          Nah, masuk ke festival bedak yang dinanti-nanti!! :P Gak ada review lengkap ya, masa iya review segitu banyaknya. Ya, paling review sekilas-sekilas aja deh, sekaligus ingin menginformasikan shade yang kupakai. Kali aja ada yang warna kulitnya mirip-mirip aku, bisa jadi referensi kalau mau beli dempul-dempul yang diikutsertakan dalam festival ini, hehe. FYI, warna kulitku yellowish light to medium , gampangnya kuning langsat. http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html

          Keterangan gambar di atas, sekaligus shadenya:
          1. La Tulipe Acne Powder (Rachel).
            Shade yang 'natural' juga masuk di kulitku, tapi lebih pinkish, dan 'rachel' yellowish. Yang paling kusuka: Wanginya. Kaya bau ruang praktek atau apotek, hehe. Biasanya kupakai saat berjerawat. Bikin jerawat cepet kering.
          2. Mustika Ratu LP Oxygen (Kuning Langsat).
            Shadenya bagus, tapi kurang suka wangi-nya.
          3. Caring Colours LP UV White Microfine (Vanilla, 01)
            Shadenya lebih terang satu tingkat. Soalnya serba salah, pakai 'shell petal', kusem. Pakai 'natural glow' lebih gelap satu tingkat. Tau gini beli yang shade 'translucent' aja deh. Tekstur sih jagoan, warna bermasalah. Caring itu bagus sih, cuma kurang bersahabat sama yang kuning langsat.
          4. Sariayu Bedak Tabur (Kuning langsat)
            Ada yang bilang warna kuning langsat bedak ini mengerikan? Bagi aku, kuningnya bagussss.... Ini satu-satunya bedak tabur yang warna kuningnya paling klop sama warna kulitku.. Bedak tabur yang sudah habis yang entah berapa kali. Dan kalau kulit makin berminyak, malah kelihatan tambah glowy, bukan kusem. Tapi aku pernah tuh dikatain temenku waktu tahu aku pakai bedak ini, katanya kok aku pakai bedak 'pembantu', wkwk. Gara-garanya ART nya pakai bedak ini juga. Ah, bodo amat, yang lebih mahal aja gak ada yang warnanya sebagus ini, kualitas juga gak kalah sama yang 50 rebuan. Dalam hal ini, pepatah 'ada harga-ada rupa' sementara tidak berlaku. :P
          5. Wardah Acne Powder (No Shade)
            Cuma kepake sekali, gara-garanya shadenya gelap banget dan pilihan shadenya emang cuma satu. Bagusnya, ini no-talc sih. Bagus buat mereka yang gampang batuk-batuk saat menghirup talc dari produk kosmetik

          Sebenarnya, ada satu yang gak terfoto: La Tulipe Two Function Cake (Shade no.2). Entahlah dia ada di mana, kayaknya ada di salah satu tas ku (tapi males carinya).

          Keterangan gambar di atas:
          1. Wardah Exclusive TWC (no. 3, Sandy Beige)
            Bagus buat foto pakai blitz, soalnya gak terlalu white-cast. Mungkin karena no-SPF atau sedikit.
          2. Wardah Lightening TWC 'Light Feel' (no. 2 Golden Beige)
            Bedak terfavorit! Repurchse sudah berkali-kali. Warnanya bagus, kualitas oke punya. Selalu ada stok.
          3. Wardah Lightening TWC 'Extra Cover' (no. 1 Light Beige)
            Bagus, tapi lil bit cakey. Harga boleh di atas 'light feel', tapi 'light feel' lebih cocok di kulitku.
          4. Sariayu Natural Glow Powder (Lasem)
            Ini sejenis compact powder biasa, ada sedikit shimmernya (tapi dikiiit aja). Bagus untuk nge-set foundie atau touch up. Coveragenya emang sheer (wajar lah), tapi soft teksturnya. Sebenarnya, shade lasem ini untuk mereka yang berkulit putih, tapi buat yang kuning langsat gak pektay kok, malah jadi lebih bright. Kalau shade karimunjawa memang katanya lebih cocok untuk kulit kuning langsat sampai sawo matang. Nanti mau ah beli yang karimun :D
          5. Sariayu Shimering Powder
            Ini shimmering powder, multiguna juga sesuai dengan warna-warna yang tersedia. Tapi, kalau warna-warnanya dibaur keseluruhan bisa jadi shimmering powder yang bagus. Baiknya dipakai buat acara malam.
          6. Make Over Perfect Cover TWC (no. 1 Light Beige)
            Harganya emang paling mahal di atara yang lain, kualiti biasa saja (gak yang 'wow' gimana gitu). Tapi ukuran lebih besar (40g), dan kemasannya lebih ciamik :D
            *Catatan: Make Over baru katanya aja produk halal, tapi belum bersertifikat resmi dari MUI, ya... Bedak-bedak lainnya alhamdulillah sudah punya label halal.

          ADA YANG LUCU
          Apanya yang lucu?

          Yah, coba deh perhatiin gambar di atas: 
          1. TWC MakeOver & TWC Wardah Lightening 'extra cover' sama-sama produk PT. Paragon
          2. Warna keduanya punya nama dan nomer yang sama (no.1 Light Beige)
          3. Pas dibuka... Warnanya emang SAMA!! 

          Tapi, kalau dipake sih emang lebih enak Make-Over. Dan kemasannya lebih menarik, hehe. Makeover sedikit oxidize, tapi gak cakey. Kalau Wardah gak oxi, tapi lil bit cakey. Ya, ada kurang lebih nya :P


          Oke, selesai sudah festival kali ini. Oiya, kira-kira TWC PAC reccomended gak ya? Atau TWC nya La Tulipe Pro? Tapi penasaran juga sama Anti Shine Powdernya Moors. Ada yang udah pernah coba-coba dengan mereka? Share ya!

          Wassalam,
          Love, Momzhak http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html

          Friday, 4 October 2013

          Skin Care | Review Sunscreen Halal Kesukaanku (plus obrolan serba-serbi krim tabir surya)

          Assalamualaikum, Qonitas :D

          "Mau review sunscreen ya, Mom?"
          "Iyah"
          "Mana sunscreen? Gak ada yang tulisannya sunscreen!"
          http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
          Menurutku, yang namanya sunscreen, sunblock, suncare, moisturizing UV cream, UV cream, UV filter, UV tint, UV moisturizer, UV gel, sun protector krim, sampai pelembab yang udah ada SPFnya, itu sama saja. Masuk ke dalam kategori 'krim pelindung radiasi sinar ultra violet'. Tapi, aku gampangnya nyebut sunscreen, hehe. 
          Tapi, katanya ada perbedaan ya antara sunscreen dan sunblock?
          Kalau kita google 'sunblock-sunscreen', kita bakalan lihat yang namanya perdebatan yang tiada habisnya. Dan tulisan yang membahas perbedaan mereka berdua banyak juga, terutama situs-situs luar. Wedeh, rame deh. Bahkan sampe ada yang ngaco, katanya sunscreen itu buat muka, kalau sunblock buat body.*tepokjidat

          Dulu, aku juga pernah nulis perbedaan sunblock dan suncreen (di blog lama), tapi kayaknya udah out of date. Soalnya, jaman sekarang perbedaan antara mereka berdua itu jadi kabur. Dulu banget, emang mereka dibedain. Perbedaan yang paling dasar itu ada pada zat yang gunakan sebagai penangkal UV nya. Kalau sunscreen biasanya chemical based, kalau sunblock physical. Tapi, di jaman ayeuna mah, teu aya bedana mana sunscreen jeung mana sanblok. Apalagi, krim tabir surya sekarang lebih sering menggabungkan antara bahan chemical dan phisical (disebut hybrid). 

          Nah, daripada debat kusir, mendingan dipake aja, dan rasakan manfaatnya. Oke? *okeeeeeee!

          Kalau aku, lebih baik gak keluar rumah sekalian, daripada tanpa sunscreen. Dan silahkan hapuskan semua kosmetik di dunia ini asal jangan lenyapkan 3 hal yang penting buat kulitku: Sunscreen, toner, dan bedak. Haha, becanda.

          Di jaman informasi serba canggih dan lengkap gini, udah pada tahu kan ya, kalau sunscreen itu fungsinya ruarrr biaza! Dari menangkal pengaruh buruk sinar UV sampai mencegah penuaan dini pada kulit. Bisa dianggap jantungnya skinker, deh. Aku masih bisa survive tanpa pencuci muka (lebay), tapi enggak bisa kalau gak pake sunscreen ke luar rumah. Kalau cuci muka, sebenarnya pakai air hangat sama washlap aja bisa bersih (kecuali buat bersihin mekap tuebbel kali ya? :D).

          Apalagi kulitku ini, termasuk kulit yang lumayan cepat sunburn. Tapi, kalau exporsure-nya terus-terusan, kalau sesekali ya enggak. Soalnya dulu waktu masih kecil, kulitku sering kena luka bakar matahari. Tapi parah-parahnya pas jaman SMP, kulitku sampai terkelupas-kelupas (gara-gara suka basket & renang siang bolong). Karena separah itu, akhirnya ke dokter, trus dikasih krim yang harus dipakai sebelum sekolah, dulu aku nyebutnya 'krim matahari'. Dan kalau habis minta diresepin lagi dan lagi, sampai akhirnya tahu kalau ada sunscren yang dijual bebas di drugstore. Pertama beli merek Nivea, tube warna biru, teksturnya kentel banget kaya sunscreen yang diresepin dokter. Tapi makin ke sini yang namanya sunscreen teksturnya udah mulai enak.

          Sebelum pakai Wardah sama Ristra, aku pakai  merek lain (merek X). Merek X bagus, teksturnya enak variannya lengkap, tapi mengandung  hydrolyzed collagen (HC). HC itu gak berbahaya kok, relatif aman, tapi karena sekarang aku memprioritaskan kosmetik halal atau animal free, jadinya aku menghindari HC. http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html

          Hydrolized collagen itu hampir bisa dipastikan berasal dari hewan. Biasanya berasal dari babi, ikan, kuda, dll. Jadi statusnya syubhat, alias meragukan. Bisa halal, bisa juga haram kalau berasal dari babi atau hewan halal yang sembelihannya tidak mengikuti kaidah syari.

          Berarti semua kolagen yang ada di kosmetik itu meragukan ya? 

          Enggak semua kolagen meragukan, misalnya kalau kolagennya berasal dari tumbuhan laut (phyto-collagen), atau kosmetik berkolagen yang sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. 

          ACNE PERFECTING MOISTURIZER GEL PLUS SPF 18
          sunscreen Wardah dari Acne Series


          Tau gak, tadinya aku gak sengaja beli ini. Niatnya, mau beli Wardah Pore Tightener Toner, eh malah kebeli moisturizer nya (habis, dus kemasannya mirip-mirip :D). Akhirnya, sempet gak kepake tuh (dianggurin), soalnya males coba-coba lagi untuk tahu cocok apa enggaknya. 

          Waktu sunscreen yang biasa kupakai bener-bener habis, akhirnya aku coba aja pakai ini. Eh, ternyata enak dipake ya? Pas dipake adem dan gak lengket. Dipake seharian di muka pun gak bikin kulit kusam atau efek-efek negatif lainnya. Karena mengandung zat antiseptik, hitung-hitung mencegah jerawat nongol di kulit. Dan sekarang udah mau habis kupakai, dan COCOK. Pokoknya, sunscreen yang cocok di kulitku itu harus:
          • Teksturnya enak dipake
          • Proteksinya bagus (sesuai dengan SPF yang diberikan)
          • Gak bikin out break di kulit
          • Bisa dibeli bebas di tanggal tua sekalipun, wkwk.
          Karena  ini moisturizer ber-SPF, jadi kalau udah pakai ini aku gak usah pakai moisturizer lagi. Selain sudah cukup lembab di kulitku, aku males deh harus ngolesin berlapis-lapis produk kalau gak perlu-perlu banget. Sebenarnya, dalam merawat kulit gak ada aturan yang terlalu baku, misalnya wajib pakai moisturizer. Intinya dengar saja kebutuhan kulit kita masing-masing. Kalau kulitnya memang butuh hidarasi lebih, pakailah pelembab. Kalau kulit udah bagus kelembabannya, ya gak wajib pakai. Kalau parno kering, meski kulit gak kering, ya boleh saja pakai demi kedamaian hati dan jiwa, hehe. Suka-suka, deh. Tapi untukku sendiri, kalau gak butuh ya gak pake :)

          Ini kan bentuknya gel, tapi kok gak bening? Gel bukannya kaya jeli-jeli gitu ya?

          Kita terkadang bingung kan dengan produk kosmetik yang katanya 'gel' tapi gak berbentuk gel seperti yang ada di pikiran kita? Padahal gel itu gak selamanya bening atau mirip jeli. Kalau dikasih warna yang pekat, ya warnanya gak bening lagi. Atau kalau komposisi airnya lebih banyak (atau pakai gelling agent yang gak kentel), teksturnya bisa saja cair

          Disebut gel, karena ditambahkannya gelling agent (bahan pembentuk gel) di dalam campuran kosmetik. Gelling agent itu sejenis koloidal yang menyatukan antara zat padat dengan cair, untuk memberi benefit yang tidak dimiliki oleh bentuk lain seperti cream, emulsi, dll. Keuntungan kosmetik berbentuk gel, misalnya: 
          • Hemat. Dengan sedikit produk yang diaplikasikan, bisa mencukupi kebutuhan, bila dibandingkan dengan bentuk lainnya (misalnya lotion, cream). Karena sifat gel itu: memiliki luas permukaan yang lebar
          • Sejuk. Karena gel dikenal sebagai isolator panas yang cukup baik.

          Kekurangan gel: Gel itu cenderung lengket teksturnya. Jadi kalau ada yang tanya, kok pakai kosmetik berbentuk gel lengket sih? Ya, emang gel itu lengket. Tapi, lengket itu bukan berarti berminyak, lho. Bisa lah dibedain mana tekstur yang berminyak dengan lengket.

          Kalau Wardah ini, gak terlalu lengket, mungkin karena menambahkan beberapa sejenis silikon di dalam kandungannya, jadi efek lengketnya gak terlalu berasa saat dioles.

          Untuk lebih jelasnya, gambar di bawah ini menunjukan komposisi lengkapnya:


          Kalau dari komposisinya, ada beberapa zat aktif dalam sunscreen ini:
          • Etilheksil metoksinamat (chemical, anti UVB)
          • Witch Hazel exct (anti-irritant, pore tightener_)
          • Panthenol (anti-irritant, calming)
          • Aloe Vera exct. (calming)
          • Triclosan (antiseptik)
          • Tokoferil asetat (vitamin E, antioksidan)
          • Titanium Dioxide (physical, anti UVA-UVB)
          http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
            RISTRA SUNCARE SPF 17

            Kalau ini aku pakai udah cukup lama. Selain halal, aku suka sama finishingnya yang rada matte di kulit. Ya, lagi-lagi, fungsi silikon berperan di sini agar teksturnya menjadi tidak lengket.

            Karena memang tidak include pelembab, jadi kalau kulitku lagi butuh hidrasi lebih, aku oleskan moisturizer sebelum pakai Ristra Suncare ini.

            Yang disayangkan, produk ini relatif mahal untuk ukuran produk lokal. Ukuran kecil begini sekitar 30-40 ribuan kalau gak salah (lupa). Lebih baik beli ukuran besarnya, kalau dihitung-hitung kayaknya lebih murah. Tapi, yang gede tuh makan tempat!


            Kalau dilihat dari komposisinya, zat aktifnya gak terlalu banyak, hanya:
            • Oktil metoksinamat (anti UVB)
            • Titanium Dioxide (Anti UVB-UVA)

            KENAPA AKU TIDAK MEMILIH KEKUATAN SPF LEBIH TINGGI?

            Kalau ngeh sama review ku kali ini, semua produk sunscreen yang suka kupakai berkekuatan medium. Kenapa gak pakai SPF yang lebih tinggi?

            Sebelumnya, kita harus tahu SPF dalam sunscreen adalah perlindungan utama terhadap UVB (penyebab luka bakar pada kulit bila terekspos dalam jangka waktu tertentu). Menurut British Association of Dermatologist ada empat kategori tabir surya berdasarkan SPFnya:
            1. low protection (SPF 6-14)
            2. medium protection (SPF 15-29)
            3. high protection (SPF 30-50)
            4. very high protection (SPF 50>)
            Nah, yang tadi direview ada yang SPF nya 18 (Wardah) dan SPF 17 (Ristra). Keduanya masuk dalam kategori medium protection terhadap UVB. Sekilas memang sepertinya sih remeh ya, kalau SPF nya cuma belasan gitu. Tapi, memang itulah SPF yang cocok untukku. Buat apa pakai yang lebih kalau memang cocoknya segitu? http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
            ada alasan yang lebih jelas kenapa cocok2 saja dengan SPF medium?
            1. Aktifitas keseharianku (weekdays) lebih banyak indoor, keluar rumah gak ketemu matahari, pulang ke rumah udah senja, hehe (tapi tetep re-apply sesudah wudhu shalat zuhur).
            2. Semakin tinggi SPF, resiko pori tersumbat semakin besar juga terutama untuk pemilik kulit acne prone sepertiku, paling mentok SPF 30.
            3. Udah pakai bedak yang SPFnya lumayan (20+)
            4. SPF segitu udah cukup, gak membuat kulitku memerah (burn) atau menggelap (tanned)
            Tapi, bukan berarti gak punya sunscreen yang high protection. Tetep punya, biasanya pakai yang SPF 30an dengan PA ++ untuk perlindungan UVA yang lebih ekstra, tapi dipakai saat diperlukan, misalnya mau jalan-jalan ke pantai, dufan, renang outdoor, pergi siang-siang, pokoknya yang panas-panasannya lebih puoll... :D  

            Btw, berarti kalau sunscreen yang gak tertulis PA, gak ada perlindungan untuk UVA nya dong...?

            Ya, enggak juga, selama memuat tabir surya yang broad-spectrum, misalnya Titanium Dioxide (TiO2) dan Zinc Oxide (ZnO2). Broad spectrum sunscreen itu, krim tabir surya yang bisa melindungi UVA-UVB sekaligus. Nah, dua zat yang tadi disebutkan, selain bisa menjadi penentu jumlah SPF di suatu sunscreen, mereka bisa melindungi kulit dari UVA juga. Yah, sesekali coba tengok komposisi sunscreen yang kita pakai.

            Itu aja deh, review dan obrolan ringan mengenai sunscreen. Sebenarnya ada banyak sih, yang mau aku tulis lebih dalam mengenai tabir surya. Tapi entar-entar deh, pengennya khusus di postingan tersendiri, gak campur sari kaya gini, hehe. 

            Wassalam
            Love~
            http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html

            Baca juga :

            About

            Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"