Cari Di sini !

Showing posts with label Blogging. Show all posts
Showing posts with label Blogging. Show all posts

Thursday, 5 February 2015

BLOGGING | Blog Maintenance Feb 2015


Iya, iya... Aku tahu kok, yang nulis blog ini jarang nongol. Jadi boro-boro maintain blog, nulis postingan aja jarang kan?? Hehe. 

Eum, tapi sebenarnya, dari 2-3 bulan lalu aku sudah mulai rutin melakukan yang namanya 'blog maintenance', lho. Biasanya aku lakukan sebulan sekali saja, termasuk bulan ini.

Apa itu blog maintenance? Dan ngapain aja?

Sesuai namanya, blog maintenance itu ya nge-maintain blog, melakukan perawatan/pembenahan pada blog. Tujuannya, agar blog kita lebih rapih dan tertata. 

Dalam melakukan maintain blog, kita bisa memperbaiki apa saja yang dianggap kurang, misalnya merapihkan layout yang berantakan, jawab komentar, buang komen spam yang belum sempat dibuang, cari postingan mana yang harus masuk ke dalam draft lagi, dan lain-lain.

Kegiatan ini pun bisa jadi kesempatan kita untuk introspeksi, misalnya cek kualitas tulisan, kualitas foto,  traffic dan konten blog lainnya, apakah lebih baik dari bulan lalu atau malah sebaliknya. Lebih bagus lagi, kalau bisa sekaligus bikin schedule untuk postingan blog kita selama satu bulan kedepan (aku sejujurnya belum bisa begini).

Nah, banyak untungnya kan? Ya, ngepost boleh lah jarang, tapi perawatan jalan terus, hehe #pembelaan

Karena aku mengelola beberapa blog, jadi yang namanya blog maintenance itu harus punya jadwal sendiri agar tidak terlupa, aku juga menulis daftar hal-hal yang ingin kubenahi dalam blogku.

Biasanya aku melakukannya setiap sebulan sekali di awal bulan, Kemudian saat melakukan maintenance, lebih baik kita ubah blog ke mode private. Kalau pengerjaanya memakan waktu lama (misalnya mau otak-atik template or layout), kita bisa membuat blog kita menjadi semacam halamam 'maintenance mode', jadi kalau ada yg masuk ke blog kita pengunjung bisa melihat semacam pemberitahuan, misalnya 'blog under maintenance, check back soon'.

Kalau di bulan ini, aku hanya melakukan sedikit perbaikan saja. Bukan perbaikan tetap sih, karena bisa saja bulan depan balik seperti semula, atau melakukan penambahan lagi, atau malah dikurang-kurangi lagi. 

Yang aku lakukan di bulan ini adalah:


Membuang widget-widget yang kurang berguna

Misalnya widget FEEDJIT.

Yang suka mampir ke sini, mungkin ngeh kalau aku pasang FEEDJIT di sidebar blog ini, itu lho... widget yang bisa memberikan informasi traffic blog kita secara real time.

Setelah mendapat pencerahan dari blogger senior tentang risiko memasang widget yang memberikan informasi traffic blog, aku berpikir ulang, ternyata kerugian memasang Feedjit memang lebih besar daripada untungnya. Katanya, memasang feedjit sangat beresiko untuk blog-blog yang pageview hariannya relatif tinggi, karena setiap orang bisa mempelajari postingan atau keyword apa yang paling tinggi peminat dan pembacanya. Kalau ada yang berniat jahat, bisa saja ada orang yang mencuri tulisan kita yang punya jumlah pageview yang bagus.

Pantas saja, seorang plagiator blog ini hanya mengkopas postingan BCQ yang memiliki pageview tertinggi saja. Plagiator? Iya, blog ini pernah diplagiat habis-habisan! T_T (Kalau mau tahu ceritanya bisa baca ceritaku disini [CLICK]).

Lagipula, aku mau blog ku terlihat lebih bersih, tidak bertumpuk banyak 'sesuatu', mengingat aku memilih satu sidebar saja untuk blog ku ini

Moderasi komentar

Bener-bener deh, komentar SPAM semakin banyak akhir-akhir ini!! 

Yang secara gamblang komentar jualan, ada!
Terus ada juga yang seakan-akan berkomentar dengan tulus, tapi ternyata menyisipkan link aktif ke lapak jualannya! Heuh.

Kalau ada yang komen follow-followan atau menyisipkan alamat blognya di komentar blogku ini, aku belum menganggap itu spam, meski harus hati-hati juga kalau mau klik link aktif. Bisa saja tulisannya alamat blog pribadi, eh pas diklik ternyata lapak jualan (pengalaman).

Maka dari itulah, mulai hari ini aku coba memoderasi komentar yang masuk.

Siapa saja bisa berkomentar

Kecuali anonymous! :D

Kalau dulu, di blog ini kan hanya pemegang akun-akun yang diizinkan Blogger (registered account) saja yang bisa berkomentar, sekarang siapa saja boleh lah. Karena ternyata tidak semua orang punya akun Google (sebenarnya ini agak aneh sih buatku, hehe).

Oiya, kemarin sempat sih pakai kolom komentar Google Plus, tapi anehnya kenapa komentar baru gak ada notifikasi ke emailku, ya? Ada yang bisa bantu? :)

Update 'About' dan 'Meet Momzhak'

Ah, ini belum selesai sih.

Terus, page blog  masih ada yang harus kutambahi dan aku kurangi. Rencananya mau aku tambah page privacy policy atau semacam disclaimer. Tapi entaran deh, bulan depan aja #procrastinating #asalways :))

Nah, itu saja. Walaupun jarang posting, setidaknya blog ini gak dihinggapi sarang laba-laba karena rutin kubersihkan dan kurawat :D

Kalau kamu, apakah suka maintain blogmu juga??

Saturday, 25 January 2014

Blogging | Keteledoran Saat Blogging

Salam, Bloggers!



Ada gak sih keteledoran yang teman blogger lakukan saat membuat tulisan di blog? Gak ada? Wah, kalau aku sih BANYAK. Gak sering-sering amat memang, meski ada satu keteledoran yang jadi kebiasaan.

Aku rasa keteledoran ini akibat aku yang pelupa, maklum deh udah tua, udah banyak banget yang dipikirin. Gimana gak banyak pikiran, pup anak berubah warna aja, jiwa emak bisa gundah gulana hati gelisah. Haha. Abaikan.

Trus, emangnya apa aja sih keteledoran yang kulakukan saat blogging? Mo tau? Dilanjut deh bacanya... :)

 

Publish tulisan tanpa dibaca ulang.

Fewh. Ini paling sering dan hampir selalu aku lakukan. Ditambah aku paling jarang memanfaatkan fitur preview. Makanya gak usah heran kalau banyak typographical error atau diksinya rada ngaco.

Btw, aku emang termasuk cepet kalau nulis blog. Untuk tulisan yang serius ku tulis, paling lama satu hari jadi (jangan samain sama tulisan-tulisan yang gak niat aku tulis, pasti nyampah di draft sampai berbulan-bulan, hehe). Tapi, kalau sifatnya lomba/giveaway biasanya sih 2-4 hari baru beres.

Akibat terlalu semangat nulis dan kepengen buru-buru mencet tombol orange di sebelah judul, hasilnya tulisanku ya gak sempurna (baca: gak sesuai kemauanku). Baru sadar saat tulisanku yang udah terbit itu aku baca ulang dari awal. Kalau udah sadar banyak yang typo, gak jelas, dll, baru deh grasa-grusu ngedit ini-itunya. Kerja dua kali.

Lupa ngasih label/kategori

Bagiku memberi label di tulisan itu cukup penting. Tapi, aku si pelupa ini kadang baru ngeh kalau tulisanku belum ditempeli label setelah cukup lama tulisan tadi terbit. 

Tulisan belum jadi, udah kepencet PUBLISH!!

Gak sering sih, tapi kalau gak sengaja kepencet PUBLISH, kagetnya bukan main. Hahaha.

Pernah juga waktu mau hapus beberapa tulisan di draft, karena gak fokus, bukannya klik delete malah klik publish XD. Walhasil, beberapa tulisan mentah ku nyampah deh di dasbor orang...

Lupa kasih credit pada gambar

Gak tega deh kalau udah minjem gambar dari situs orang, eh akunya gak mencantumkan darimana sumbernya. Nah, masalahnya aku kadang lupa mencantumkan sumber. Beneran deh lupa, sama sekali gak disengaja.

Jadi, kalau tiba-tiba ada gambar yang kira-kira bukan punyaku, kemudian belum tercantum sumbernya baik di gambar maupun di captionnya, tolong ingetin lagi yaaa.... :)

Kepencet tombol TRASH (delete post)

Huaaaa... ini paling nyesek. Nyesssssek pake banget! 

Aku pernah beberapa kali mengalami keteledoran macam ini. Awalnya, aku ceklis beberapa tulisan yang udah terbit agar masuk ke 'draft' untuk dilkukan beberapa perbaikan. Tapi, lagi-lagi karena gak fokus, bukannya klik revert to draft, eh aku malah klik gambar tong sampah di sebelahnya! Dan yang bikin nyeseknya lagi kalau tulisanku itu belum ada backupnya. Gimana gak kejer coba? Aduh, kalau kejadian macam itu terulang lagi, kira-kira ada cara buat undo gak yah??

Ah, keteledoranku itu sepertinya lebih banyak dari yang aku ceritakan tadi. Tapi, cukup itu aja deh.

Oiya, kalau dulu, blog generasi awal belum punya fasilitas autosaving. Misalnya di blog Friendster (dulu aku iseng nulis di sana). Jadi, karena gak ada fitur autosave kaya sekarang, kalau gak teratur klik 'save', tulisan kita gak bakalan tersimpan kalau tiba-tiba desktop kompi kita matot gara-gara padam listrik. Atau pernah ada beberapa kejadian tulisan gagal 'publish' gara-gara koneksi lola, tapi pas mau publish ulang, ternyata gak bisa karena tulisan kita gak ke-save. Ya pokoknya banyak kekurangan deh di blog-blog jaman dulu, gak secanggih platform generasi sekarang.

Friday, 10 January 2014

Blogging | Galaw Ternak Blog

Diantara semua media sosial yang pernah ada, cuma webblog yang betul-betul bikin hati ini kepincut dan setia menemani dalam mengungkapkan isi hati dan perasaan.

Mengenal socmed berawal dari Yahoo Messenger (YM), kemudian ramai-ramai beralih ke Friendster (Fs). YM sudah lama saya tinggalkan, Fs pun sudah punah dimakan jaman. Kemudian kini muncul era Facebbok dan Twitter, namun saya cepat bosan dengan keduanya. Ada Instagram yang sedang saya nikmati keberadaannya, namun tidak yakin akan bertahan sampai berapa lama lagi. Ditambah media sosial lain yang pernah saya coba seperti Plurk, Myspace, G+, dll  yang pada akhirnya hanya meninggalkan kesan biasa saja.



Media sosial banyak yang datang dan pergi, tapi hanya blog yang saya suka sejak tahun 2007. Entah itu berasal dari platform selain Blogger, seperti Wordpress, Tumblr, Kompasiana, dll. Semuanya saya suka. 

Tapi, masalah kecil mulai datang: saya sudah gak sanggup deh berternak blog! Padahal, saya mau perternakan blog saya itu terawat dengan baik, ternaknya dikasih makan agar gemuk-gemuk dan memberi manfaat buat diri saya dan orang lain

Hah, emang ternak blog apaan sih?

Itu istilah untuk blogger yang mengelola lebih dari satu blog. Selain memiliki beberapa blog sekaligus, semua blog tersebut produktif menerbitkan tulisan. Dan biasanya antara blog satu dengan yang lainnya memiliki 'tema' khusus. Misalnya, blog yg pertama khusus bahas beauty, blog yang kedua random kehidupan sehari-hari atau menceritakan passion kita yang lain.

Saya juga punya 2 blog. Satu di sini, yang kedua ada di Wordpress.

Kendala yang saya rasakan saat berternak blog adalah: REPOT. Kalau sudah kerepotan, mood  menulis pun langsung buyar. 

Punya dua blog dengan platform yang sama saja sudah merepotkan, lantas bagaimana dengan kondisi saya yang sekarang? Dua blog berbeda platform (yang satu Bogger yang satu Wordpress). Makin repot. Memang dasar saya nya sih yang terlalu ngoyo :P

Makanya, saya sempat kepikiran untuk menggabungkan kedua blog itu menjadi satu agar lebih ringkas dan  gak ribet, sehingga bisa membangkitkan semangat menulis saya. Tapi rasanya, dengan kepribadian orang macam saya ini, yang apa-apanya kepengen serba tertata, itu cukup sulit. Jadinya dilema. Galaw, galaunya blogger amatir. 

Dan gak lucu kayaknya kalau digabung. Misalnya, suatu saat di blog ini saya posting review lipstick, satu jam kemudian bikin postingan resep MPASI bayi di blog yg sama, khehehe.

Yasudah, lihat nanti saja deh. Saya masih cari cara bagaimana caranya menyatukan dua blog, tapi tetap enak dikunjungi dan gak terkesan berantakan. Sayangnya Blogger itu tidak seperti Wordpress yang mana kita bisa membuat sebuah subdomain dari domain utama kita (eh, apa jangan-jangan ada??).

Ah, mungkin manteman ada yang mau kasih masukan?? :D

Wassalam.

Blogging | Saya Blogger Amatir, Kalau Anda?


Hai, Assalamualaikum! :)

Apa sih yang terlintas dalam benak kita kalau mendengar kata amatir?

Beberapa mungkin ada yang jawab: payah, gak berguna, gak mutu, pokoknya hasilnya ngasal, gak bagus, dll. Pokoknya segudang kata yg konotasinya negatif kan ya? Semua makna di atas salah, lebih tepatnya salah kaprah, hehe.

Nah, kalau kalian pernah UAN, biasanya pertanyaan mengenai makna dari kata 'amatir' dalam mata ujian Bahasa Indonesia sering diajukan. Dan kalau kalian lulus, pasti benar menjawabnya (eh, gak juga deng, emang soalnya satu doang? hihi).


Amatir menurut KBBI adalah: "kegiatan yg dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, misal orang yg bermain musik, melukis, menari, bermain tinju, sepak bola sbg kesenangan".

Jadi tidak selalu hal-hal yang payah saja, dari kesenangan bisa menghasilkan karya yang sangat baik kok. Pernah denger kalimat ini gak: "every artist was first amateur." Hehe.

Lawan kata dari amatir adalah professional. Bedanya, profesional membutuhkan keahlian khusus yang lebih mendalam dan bertujuan untuk memperoleh bayaran/honor. 

Nah, berarti  yang dimaksud dengan blogger amatir adalah seorang yang menulis blog dengan dasar kesenangan, bukan dijadikan profesi untuk mencari nafkah. Dan itu saya XD

Lah berarti hampir semua blogger itu amatir dong?

Rata-rata iya. Lagian, selain ngeblog di dunia maya, di dunia nyata kita punya pekerjaan tersendiri, ya gak sih? Tapi, di luar negeri sana banyak blog-blog yang dalam satu blognya memiliki beberapa orang penulis, dan penulis itu dibayar untuk tulisannya, dan setiap tulisannya memiliki standar baku dan deadline yang harus ditepati di setiap postingannya.  Biasanya blog-blog seperti itu akan berkembang menjadi semacam majalah online. Entah lah kalau di Indonesia ada gak ya blogger profesional? Saya melihatnya sih (sepertinya) ada.



Dan kalau tujuan UTAMA blogging demi meraup keuntungan, misalnya sponsor/iklan, dll, sepertinya itu bisa juga disebut profesional. Dan memang bukan lah hal yang salah menjadikan kegiatan menulis untuk mencari uang ataupun pekerjaan utama, selama memegang aturan-aturan tertentu. 

Kalau yang setengah amateur setengah professional gimana?

Ha, itu sih saya kurang tahu. Tapi, amatir atau bukan semua tergantung bloggernya. Tujuan utamamu apa dalam menulis blog? Kalau tujuan utamanya menghasilkan uang, maka anda memang seorang blogger profesional dan  tekunilah dengan serius, ciptakan tulisan berkualitas, kelak anda akan sukses (ekh, lama-lama aku kaya motivator gini, haha)

Kemudian, ada salah satu konsekuensi yang harus ditanggung oleh para blogger profesional, yaitu: Kedisiplinan dan konsistensi membuat tulisan. Bahkan, blog profesional bisa menghasilkan tulisan setiap harinya dan semua tulisan yang akan terbit pun terjadwal (memiliki deadline). Kalau tulisan mereka mandek, otomatis trafficnya macet dan sponsor akan pelan-pelan meninggalkan mereka. 

Berbeda dengan blogger amatir yang bisa sesuka hati dan sesuka moodnya dalam menulis sebuah tulisan. Kadang kalau menulispun harus menunggu inspirasi turun dari langit. Jadi, kalau kita masih blogger amatir, gak usah merasa kecil hati dengan inkonsistensi dalam menciptakan tulisan, karena kita memang melakukannya berdasarkan rasa suka saja. Justru, tulisan yang lahir dari mood yang bergejolak dan inspirasi yang muncul tiba-tiba akan menjadi tulisan yang renyah dibaca, bahkan bisa memberikan inspirasi balik kepada pembacanya. Nah, hal tersebut akan berbeda bukan dengan tulisan yang lahir di bawah tekanan deadline?? 

Makanya, tidak heran banyak orang yang lebih suka membaca opini orang lain dari blog-blog pribadi, dan bukan lagi dari situs-situs komersial. Karena apa? Karena kita mencari makna tulisan yang mendalam, tidak asal-asalan dan tulisan yang berusaha untuk seobjektif mungkin menilai sesuatunya. Misalnya saya, daripada mencari info produk A dari sebuah website majalah wanita tersohor yang dititipi ratusan pesan sponsor, saya lebih suka blogwalking mencari info produk A di blog orang-orang.

Yah, meskipun banyak juga blogger amatir yang asal-asalan. Nah, itu pun gak jadi masalah, toh awalnya blog itu memang wadah pribadi untuk menyalurkan inspirasi dan isi hati seseorang kan, dan tidak dibayar pula? Keputusan ada di jari-jari kita, mau baca blog yang mana, mau ambil informasi yang mana.
Terakhir, yang harus diperhatikan dari seorang blogger amatir dalam membuat tulisan adalah: Jangan abaikan inspirasi yang bisa datang kapan saja.

Blogger amatir gak salah sama sekali kok kalau mau menulis tulisan sesuai moodnya saja. Tapi, yang kurang tepat, blogger amatir sering mengabaikan inspirasi menulis yang datang dari Tuhan. Inspirasi itu bagaikan ilham, gak boleh disia-siakan begitu saja. Jadi, kalau dapet ide, segera tulis! Gak peduli meski ide tersebut baru mengendap dalam barisan draft blog. OK. *(ngomong ke diri sendiri XD)

Nah, sekian tulisan singkat saya mengenai blogger amatir vs blogger profesional. Kalau saya lebih senang menjadi blogger amatir, kalau kalian mau jadi apa?? :)

Wassalam. 

Thursday, 17 October 2013

Blogging | Diplagiat!! (Menghadapi Plagiarisme Dunia Blogging)

sumber gambar


Assalamualaikum, lovely Qonitas!

Gimana kabar hari ini? Mudah-mudahan baik, ya. Kalau aku sendiri, lagi badmood gara-gara ada pencomot blog, ditambah lagi sindrom mau dapet alias PMS, makin mendung menggelegar deh. 

Sekarang aku mau ngomongin sedikit sekalian curhat banyak tentang masalah plagiarisme yang ada di dunia Blog. Yang mana kita tahu, yang namanya tulisan di dunia maya gak ada yang 100% bisa aman dari pembajakan. Sebagus apapun proteksinya, ada saja celah untuk memplagiat, apalagi kalau keahlian si plagiator udah di tingkat peretas/hacker, bisa sekalian bobol akun milik kita, tuh.

 

sumber gambar

DICOMOT
Niatan ku menulis tentang plagiat, berawal dari salah satu readers, yang dengan sangat perhatiannnya pada dirikuwh dan blogkuwh *muahmuah, mengirimkan email berisi alamat blog yang terindikasi kuat pencontek blog ini. Setelah ku buka link yang dimaksud, yampun postinganku yang dia kopi banyak amat! Betul-betul kurang kerjaan, deh. Dan yang dikopi gak cuma tulisanku aja kayaknya, ada banyak tulisan lain yang (mungkin saja) hasil copy-paste juga.

alamatnya bisa dilihat di kolom URL screenshot di atas. Males deh mau nulis alamatnya, ntar ketauan kalau lagi diomongin rame-rame. hehe.

Yang punya blog kosmetik-freaks, si mbak-mbak ini. Tapi aku gak yakin juga, kalau akun ini bukan fiktif. Siapa tahu fotonya juga hasil. comotan. Bisa jadi.

Tadinya mau langsung aku labrak (baca: nanya bae-bae tapi pake jutek) lewat komen blognya. Emosi udah mau di ubun-ubun, ditambah nahan-nahan pegelnya kram perut PMS dari kemaren, mana mens belom dateng juga. Kan tambah menggila? Argh.

Akhirnya, tarik-buang nafas, stay cool dan coba mikir yang enak-enak. Terus, cari cara pelampiasan yang lebih anggun dan smart daripada marah-marah. Ntar cakepnya ilang deh gara-gara ngamuk*uhuy

Setelah tenang *ngopidulu, baru deh aku tengok lagi blog tersebut.

Langkah pertama yang ku lakukan adalah, melaporkan blog itu sebagai spam. Kalau kalian sempet ke sana, boleh juga laporin sebagai spam. Caranya, masuk ke situs 'kosmetik-freaks' tadi dan coba lihat pojok kiri atas, di sebelah kanan kolom 'search' ada option 'more' kemudian click 'report abuse' > click ;spam, phising, malware' > click 'submit'.

Langkah kedua, memberi pelaporan rinci blog yang melakukan plagiarisme kepada Google. Untuk cara-cara yang kupakai, kalian bisa lihat di sini [click]. Bermanfaat sekali! Dengan cara ini, kita bisa melaporkan apa saja link yang diduga kuat mencomot hasil karya kita tanpa izin. Dan sebagai bukti, kita harus menyertakan pula link orisinil yang kita punya.

Setelah step-stepnya kulalui, Google mengirimkan email follow up, trus aku tinggal ongkang-ongkang kaki sambil berdoa mudah-mudahan itu blog bisa dikasih peringatan dan hidayah dari Tuhan Semesta Alam. Kalau masih berulah, ya aku laporin tanpa henti. 

Trus, kalau blog itu melaporkan balik blog kita bagaimana?

Tenang aja, Google gak bodoh kok. Google punya semua database kapan peluncuran semua postingan, jadi gak bisa dibohongin dan ketahuan mana yang autentik dan mana yang cuma ngopi doang.

Terakhir, sebenarnya ada cara agar kita tahu siapa sih dia sebenarnya. Atau kalau kita sering kedapetan komen anonymous yang jengkelin dan email-email yang mengganggu, tinggal lacak aja IP address nya. Kemudian, bisa dicocokan dengan database IP address yang kita punya, misalnya IP address teman-teman  yang bisa diketahui dari blog, email atau socmed mereka. Tapi, kalau ini ada deh caranya, aku juga minta bantuan teman, fufufufu... :)

CARA MEMBERI PROTEKSI PADA BLOG KITA
Sebenarnya, gak masalah kalau tulisanku ada yang kopi, terus dishare di blog pribadi siapapun, asalkan dengan syarat: MENCANTUMKAN SUMBER atau memberikan tautan balik ke blog ini. Beres. Kalau enggak memberi link balik, ya itu namanya plagiat. 

Kadang aku bingung, si pencomot itu maunya apa ya kopas tulisan kita tanpa ba-bi-bu Yang ada dipikiranku biasanya:
  1. Mereka emang gak tahu. Nah kalau ini sih dimaklumi. Mereka biasanya tidak tahu kalau di dunia maya ada aturan mengenai hak cipta juga. Kalau emang karena gak tahu, kasihan juga ya, udah dilaporin sebagai spam. Tapi, gak apa-apa deh, biar belajar.
  2. Gak punya kerjaan/orang iseng. Oh, ini sih kasihan amat.
  3. Mau meraup keuntungan sendiri. Mau mendapatkan pageviews tinggi dengan cara instan. Biasanya untuk kepentingan komersil. Banyak nih motif yang begini.
Anyway, aku pernah pakai beberapa cara agar blogku tidak dikopi sama orang-orang tidak bertanggungjawab. Walaupun tidak bisa memberi proteksi 100%, tapi lumayan lah, misalnya:

1. ANTI KLIK KANAN
Ah ini sih gak terlalu berguna buatku. Hanya seakan-akan blog kita jadi anti klik kanan. Padahal, kalau di klik kanan 2-3 kali lagi, blog yang menggunakan metode proteksi ini, bisa diklik juga pada akhirnya. Tinggal kasih tanda ✓ (centang) aja pada box dengan kalimat 'prevent this page from creating additional dialouge'. Setelah dicentang, bisa deh diklik kanan. Setelah itu, bisa dikopas juga deh. Rada-rada gak guna.

sumber gambar

Jadi, buat blogger yang masih pakai cara kuno ini, lebih baik tinggalkan saja, OK. Kecuali kalau ingin menakut-nakuti orang yang cepet putus asa. Lho kok? Iya, kalau orang yang gampang putus asa, setelah lihat box berisi peringatan dilarang klik kanan, dia akan berhenti klik kanan saat itu juga, karena mengira tak akan pernah bisa diklik kanan lagi, haha. Padahal sih, kalau di klik berapa kali lagi, bisa tuh klik kanan. Hihi. 

Tapi, kalau tetep mau cara seperti di atas, bisa kunjungi link di bawah ini:

2. ANTI BLOCK/COPAS
Mirip-mirip sama yang di atas tapi  ini lebih ampuh. Jadi, tulisan kita betul-betul gak bisa dikopi kanan dan di block. Tapi, ada juga sih yang jenisnya masih bisa Ctrl-A Ctrl-C juga (jadi meski gak bisa di block, tapi tetep bisa 'select all' kemudian copy). Tapi ada juga yang gak bisa Ctrl-C sama sekali, pokoknya betul-betul terproteksi, ini yang bagus. Nah, kita tinggal googling saja di situs yang menampilkan tips-tips anti block. Ada banyak versi html script yang tersedia, tinggal pilih mana yang sreg buat kita. Untuk mempermudah, aku kasih beberapa  link yang bermafaat untuk option ini:


Buat yang belum biasa main-main di html, hati-hati pakai cara ini, soalnya kalau ada yang salah dikit aja, bisa mempengaruhi tampilan blog kita secara keseluruhan. Pokoknya, baca baik-baik aja cara penggunaannya. Atau kalau masih ragu, coba dulu aja pake script anti klik kanan, itu lebih gampang dan aman karena nambahin kode html-nya dari gadget blog kita.
Ini bukan alat agar blog kita gak bisa dijiplak dsb. Melainkan untuk melihat dan memonitor apakah ada situs yang kontennya mirip/sama dengan blog kita. Kalau mau lebih puas, bisa bayar yang Premium, soalnya kalau yang gratisan percuma aja deh, gak terlalu bagus kerjanya. Tapi lumayan sih, bannernya itu bisa nambah-nambah 'perabot' layout blog kita :P

4. Berdoa
Yah, hanya doa jalan terakhirku. Kalau segala daya dan upaya sudah dicoba. Hehe. Apalagi, sekarang blog ini memang tanpa proteksi. Tapi, kayaknya 'anti-block' nya harus aku aktifkan lagi.

Oke, segitu aja dulu. Semoga bermanfaat, ya! ^^ Pokoknya, bloggers, selalu waspada ya dengan orang yang suka mencomot tulisan kita tanpa izin atau tautan balik, soalnya gimana pun juga yang dirugikan pasti kita, kan?

Wa Allahu Alam.
love~



<a href="https://https://plus.google.com/111740079109420028773?rel=author">Momzhak</a>

Tuesday, 16 July 2013

Blogging | Aku dan Beauty Blog

Assalamualaikum, Qonitas! Sebenarnya ini tulisan yang masuk kategori 'dibuang sayang'. Tulisan ini awalnya emang bukan buat di-publish, cuma buat iseng-iseng aja. Biasanya, kalau ada suatu tulisan yg kelamaan di draft pasti aku hapus, tapi kalau yg ini sayang, hehe.

Ini tulisan sharing aja. Sharing seperti apa sih cara aku nge-blog. Bukan tips dan aturan main nge-blog tentang beauty. Belum jadi kapasitas ku juga untuk ngasih kuliah how to be a good blogger balabala, hihi. Lagian yang namanya nge-blog itu biasanya jurnal pribadi (yang kadang dikemas dengan tema tertentu), dan biasanya bukan wadah komersial (kecuali emang mau).

So, gak ada aturan kalau beauty blog harus gini-gitu. Be your (best) self saja. Yang terpenting jaga ETIKA. Etika untuk tidak melecehkan SARA, dan mempertahankan norma yang berlaku di masyarakat umum *tsah.

Identitas diri = Privasi
Daripada disebut misterius, mendingan disebut 'privat' kali ya? Haha. Dari awal aku nge-blog (dulu awalnya ngeblog di Friendster Blog, tahun 2007-an) sampai memutuskan bikin beauty blog seperti ini, aku gak pernah sharing informasi pribadi seperti nama lengkap, telepon, alamat, pin bb, dsb. Paling kalau dalam tulisan ada lah nyerempet-nyrempet sedikit, misalnya kegiatan sehari-hari apa dan gimana. 

Dari awal kenal dunia internet, aku memang punya id tersendiri. Id di sini selalu ku anggap nama panggilan ku di cyber world. Ya, seperti beberapa penulis buku, id ku di blog ini anggaplah seperti nom de plume (nama pena)

Kalau di dunia nyata pun aku memang sedikit alergi dengan yg namanya 'popularitas'. Rada gatel, gitu. Dan itu memang sudah jadi karakterku sejak kecil. Misalnya, dari SD alhamdulillah udah sering jadi juara kelas.

Nah... juara kelas itu biasanya maju ke panggung buat nerima penghargaan pas kenaikan kelas, kan? Dan dari situ aku merasa malas 'dikenal', dielu-elukan, dsb. RISIH! Sampai-sampai kalau acara ulang tahun yang biasa mengundang teman-teman, aku lebih suka merayakan dengan keluarga dekatku. Itu semua berlangsung sampai smp, sma, kuliah dan sekarang.

Tapi bukan berarti aku orang yg hidup dalam tempurung, lho ya, karena aku juga suka kegiatan sosial, organisasi, dan berkawan. Tapi aku lebih ingin berperan sebagai suksesor di belakang panggung. Misalnya, di OSIS aku tuh malas duduk di posisi strategis, tapi aku tetap mau bermanfaat untuk organisasi sekolahku.

Trus, waktu drama sekolah, aku lebih suka jadi penulis skenario daripada jadi aktris >_<. Di organisasi kampus juga gitu, aku ingin berpartisipasi dan menjadi suksesor suatu kegiatan tanpa terlihat, jadi jangan harap aku mau jadi ketua panitia, hehe.

Jadi, itulah latar belakang kenapa id ku di dunia maya bukan nama asli, apalagi nama panjang plus titel, haha. Dan setiap blogger memang punya preferensi sendiri dalam memberitahukan namanya kepada dunia.

Ada yg mencantumkan nama panjang, ada nama panggilan saja, nama lucu-lucuan, atau ada yg pasang id khusus berupa singkatan*gue, bahkan ada yang cuma satu huruf inisial namanya saja, hehe. Jadi, kalau ada blogger yang gak nyantumin nama aslinya, itu bukan pembohongan publik. Semua itu punya latar belakang, tergantung karakter orang yg ada di balik blog tersebut.

Yang terpenting, informasi yang diberikan terpercaya, gak mengada-ngada, bermanfaat, dan gak merugikan orang. Enjoy aja, tanpa harus penasaran siapa blogger sebenarnya, huehe.

NGEBLOG SEBAGAI...

Yang utama sebagai HOBI.

Ah, boong... mau nyari ekstistensi dan popularitas  kali?

Eksistensi dimana pun penting, setiap blog butuh pengakuan. Kalau blognya gak butuh pengakuan, ya jangan dipublish ke orang banyak, cukup si penulis aja yg baca, hehe. Tapi kalau untuk cari popularitas? Anda keliru, coba scroll lagi ke atas, haha...  Kalaupun jadi populer, duh itu mah bonus ruar biasa, *tapigatel.

Yup, hobi aku sejak dulu adalah menulis. Awalnya menulis diary semenjak usia SD. Nulis apa aja, dari yang penting sampai yang geje-geje :D Sampai udah kenal internet, akhirnya lebih sering nulis di blog. Kenapa ya, aku suka nulis? Karena bagi aku menulis itu seperti agen pelega, rasanya plong banget kalau udah bisa menuangkan isi kepala.

CIRI KHAS ITU PENTING
Bagi aku, beauty blog  itu bernilai karena punya ciri khas. Misalnya, ada beauty blog yg ciri khasnya tentang Makeup Jepang, Makeup Korea, Portfolio hasil karyanya (misalnya dia seorang MUA atau artist yg lainnya), khusus skincare, tutorial make-up. Nah, itu ciri khas pada TEMA blog nya.

Ada juga yg ciri khasnya pada GAYA TULISAN. Ada yg cara nulisnya kocak, kritis, sarkastik, serius, analitik, nyantai, slank, endeswrei...endeswrei...:D

Lalu ciri khas pada KONTEN blog. Ada juga yang khasnya di review produk yg jelass dan mendetil, ada yg cuma review produk korea, ada yang khusus review produk high-end, ada yang kebanyakan review produk lokal, ada yang mencampurnya blognya dengan random thing yg menarik sekali untuk diikuti, dll.

Yang namanya ciri khas itu, bukan berarti isinya yg khas-khas itu semua. Ciri khas di sini, sesuatu yang paling menonjol yang ada di dalam sebuah beauty blog, dan yang paling membedakan suatu beuaty blog dengan beauty blog yg lain (gak sekedar beda layout aja). Sebenarnya khas suatu blog gak bisa ya dirinci kayak penilaian ku tadi. Ciri khas itu lebih bisa 'dirasakan' daripada dideskripsikan.

Ciri khas ini, salah satu yang membuat aku memutuskan apakah akan mem-follow seuatu beauty blog apa enggak (kecuali ada yg minta follow :P).

Dan maka dari itu, sebelum buat blog ini, aku mikir: Kira-kira, apa ya ciri khas ku selama ini?

Demen bahas skincare? Oke, tapi blog lain banyak yang lebih keren.

Oh, kayaknya aku lebih tertarik membeli kosmetik yang statusnya 'halal' / animal free. Oke, kayaknya ide bagus kalau aku bikin blog sesuai dengan kebiasaanku itu.

Akhirnya, terbitlah blog tentang Beauty Halal yang digabung sama passion aku mengenai healthy skin. Klop.

SUKA BANYAK GAMBAR (yg bagus)
Bukan berarti gak suka yg banyak tulisannya. Gak apa-apa kalau kebanyakan tulisan, apalagi kalau tulisannya mudah dimengerti, seru, dan ada ciri si penulisnya, gambar atau foto bisa jadi no.2

Gambar itu bagai nilai plus-plus, menurutku. Tapi gak cuma gambar asal jepret, aku lebih suka lihat gambar-gambar yang bagus, dan jelas. Oke, ini relatif banget ya bagusnya kayak gimana, masing-masing orang punya selera dan pandangan masing-masing. Tapi aku paling enggak suka foto yang belum di-resize atau foto yg guede banget (bukan gede tampilannya ya, tapi ukuran si foto dalam satuan byte). Soalnya berat, bu kalau dibuka! Apalagi kalau blogwalking, window yg aku buka itu multiple, gak satu-dua window aja, bisa belasan!! Jadi, berat banget kalau ada blog yang ukuran fotonya sekian MB T__T *langsungtutup.

Maka dari itu aku ingat pepatah, "perlakukan orang lain sebagaimana kau ingin diperlakukan" Gahaha!

Jadi, aku berusaha agar gambar yg aku unggah itu adalah gambar yang layak. Yang penting, pencahayaan cukup, ukuran foto standar dan fokus/gak blur. Walaupun cuma pakai kamera android, aku mengusahakan agar gambarnya enak dilihat dan kuasai handheld nya! Sebenarnya ada digicam, tapi sekarang lebih suka pakai phone camera, soalnya bisa langsung nge-crop, resize dll di hp langsung (trus tinggal transfer deh ke lappy)

FOLLOWER ATAU PAGEVIEWS??
Aku suka punya follower, apalagi follower yg langganan mengikuti tulisan-tulisanku. Bahkan ku anggap teman. Tapi, bagiku yang terpenting adalah ramainya traffic. Ini penting banget (demi kepuasan bathiniah :P)

Sebelum ini, aku pernah punya beauty blog juga (Mizha's Beauty Diary). Karena, akunku bermasalah, yaudah deh aku tutup aja. Aku gak terlalu nyesel kehilangan follower yang jumlahnya udah 240-an. Tapi, nyesel banget karena harus kehilangan jumlah tampilan tayang yang kubangun dari nol. Selalu mikir,"senangnya yg blognya udah sekian views lebih!"

Kenapa? Nyari follower itu sebenarnya gak seberapa sulit. Ditunggu juga bisa datang sendiri. Dan untuk menambah follower itu lebih banyak dan mudah caranya dibandingkan meningkatkan traffic. Ada sih triknya agar tayangan blog terus bertambah, dengan cara membagi link blog kita dimana-dimana (tapi bukan nge-spam ya! ). Dan, buat tulisan yang se-informatif mungkin. Nah, bikin postingan ini yang berat. Walaupun suka banget nge-blog, kadang waktu sering gak memungkinkan.

NGEBLOG DIMANA SAJA KAPAN SAJA
Tadi udah bilang kan, walau demen ngeblog, tapi kadang waktu gak memungkinkan. Makanya, aku sering ngeblog dimana aja.

Misalnya, kalau gak dijemput pulang suami, biasanya aku naik busway ke rumah. Di halte busway paling bete deh kalau nunggunya lama. Sering lama karena aku gak kepengen berdiri kalau di busway, jadi sebisa mungkin duduk, nah ngantri duduknya ini yg lama (yg biasa naik busway, pasti ngerti ada istilah 'ngantri duduk' >_<). Daripada bengong, mending nyicil bikin tulisan di blog.

Teknologi kan udah maju banget, sekarang bisa ngeblog lewat BB, handphone, tablet, dll. Habis itu disimpen, dilanjutin lagi di rumah. Tapi tetep, gak ada yang bisa menggantikan laptop dalam kenyamanan mengetik (apalagi buat publish tulisan).

BEAUTY BLOG, ALTER EGO?
Entahlah, aku sebagai beauty blogger bisa disebut alter-ego apa bukan. Yang jelas, kalau ini alter-ego, tentunya alter ego yg positif. Baiklah, mungkin bukan alter ego tapi diriku yang lain (sama ajaa, nonnn =_= ). Oke, oke, aku juga susah menjelaskannya seperti apa. Yang jelas, temen-temenku banyak yang gak pada percaya kalau aku ini ngeblog masalah biuti.

"Iya, elo emang manis, tapi masa nulis blog begituan?"  Terbangg.... (dibilang manis sih)

"Gak percaya gw, gak pantes lo... Haha" Yah, rata2 komentarnya begitu...

"Pantesnya nulis yg rada 'berat' dikit deh?"  Maksudnya yg aku tulis ini remeh temeh??? lol

"mending nulis blog yang kayak dulu...Lebih manfaat" Glek, emang ini gak bermanfaat? FYI, dulu di Friendster aku nulis artikel-artikel ringan tentang kesehatan. Tapi memang dengan bahasa artikel, bahasa yg kaku banget.

LOL. Ya, begitulah reaksinya. Jadi, nulis blog tentang kecantikan itu seperti 'aku dari dunia lain'. Kesannya 'gak gue banget', kesannya aku buta banget tentang beauty thingy. Padahal gak gitu juga sih, karena dari SMP kelas 2 aja aku udah kenal skincare. Pertama pakai emang cuma sunblock, Pigeon compact powder, lipbalm Lip Ice yg ada rasa2 menthol nya dan pembersih wajah sabun baby Pigeon. Jadi, emang dari dulu udah cukup terawat lah, haha! Baru pas SMA baru deh mulai rajin pakai body lotion, luluran, pake scrub buat muka. Nah, makin menjadi dan mulai kenal dandan itu semenjak merit. Berarti aku baru tiga tahun ini kenal make-up secara intens. Mulai kenal primer, foundation, beauty tools, dll. Nah, karena mulai suka dandan, tergerak lah untuk menulis blog tentang biuti. Gitu.

Wajar juga sih, mereka kaget kalau aku beralih hobi ke beauty blog. Soalnya selama ini yang mereka tahu aku cuma hobi nulis yang itu-itu aja, yang rata-rata sifatnya teori *blekhh. Dulu demennya nulis di majalah kampus, mading senat, translasi jurnal, dan,  pokoknya sesuatu yang gak ada fun2nya bagi sebagian orang.

AWAL NULIS BEAUTY BLOG SEMPET GALAU
Galau pertama, masalah gaya menulis apa yang mau aku pake. Apakah full EYD, kaku, super teratur dan pakai bahasa artikel? Apa gaya bicara sehari-hari, tapi masih memperhatikan titik-koma? Atau gaya slank, asal tabrak, gak peduli tata bahasa sedikitpun, penuh singkatan, yang penting enak nyerocos di tulisan?

Ketiga gaya tersebut bisa aku lakukan, dan sama sekali gak ada salahnya untuk memilih yg paling ekstrim sekalipun, mau tulisan alay juga bebas. Masalahnya harus milih yg mana. Semuanya enak diketik. Akhirnya, aku milih option no. 2, tetep santai tapi tetep teratur juga, misalnya penggunaan kata:

Pakai = Pake
sudah = udah
Memang = emang
Plus tata bahasa yang teteup kepake, tapi gak full juga.

Galau babak dua, masalah pronomina persona tunggal orang pertama. Nah lo apaan tuh ya? >< SMA banget deh, ya!! Maksudnya, kata ganti orang pertama, aku mau pake kata 'saya', 'aku', 'gw', 'gua' atau apa gitu? Bingung. Masalahnya, di keseharian, aku biasa pake semuanya! Tergantung sikon, lah.

Pakai yang paling enjoy menurut kamu, dong! Masalahnya, semua enak dipakai.

Yaudah deh, daripada pusing-pusing pakai 'aku' saja lah... Ini paling moderat menurutku. Hemat ngetik juga. Misalnya gini: 

Menurut gue, Menurut saya --> menurutku. Hemat ngetik huruf dan spasi kan? buahahaha... XD *abaikansaja.

SPEED READER YANG BAIK
Tahu speed reading ya? Baca cepat. Tapi bukan sekedar baca cepat, melainkan harus mengerti juga maksud si penulis. 

Nah, buat yang biasa blogwalking ke belasan-puluhan blog setiap harinya, kemampuan speed atau fast reading itu penting banget. Kalau masalah kemampuan speed reading, aku punya lumayan, lah... haha... *belagudetected!

Tapi, gak berlaku saat awal mula aku mulai suka berblogwalking. Waktu itu aku Speed Reader yang bener-bener burukkk!!! Ceritanya, dari jauh-jauh hari kenal beauty blog, aku udah demen jalan-jalan ke blog-blog orang. Biasanya blog yang berisi jurnal keseharian si blogger, kayak blognya Raditya Dika (sebelum dia nerbitin buku), dll.

Nah, pas blogwalking, sering tuh aku komen. Tapi, karena emang bacanya cepet2/lompat2, jadi komentarku sering di lempar balik sama penulis/reader yang lain, misal:

"kan udah dijelasin di postinganku?" Eh, iya ya... Y_Y

"Lo, gak baca ya? itu kan udah ketulis jelas banget..." Hiks, my bad..

"Eum, coba scroll ke atas lagi deh, jawabannya ada di situ..." T__T

Malu. Gara2 sering digituin, akhirnya aku menahan diri agar gak komen sampai betul-betul paham apa maksud si blogger. Tapi tetep fast reading. Akhirnya, lama-lama ya terbiasa juga baca cepet sambil mengerti isi tulisan. Kalau ditanya gimana caranya, aku juga gak tahu. Emang ada sih, buku yang membahas khusus gimana cara baca cepat yang baik, teori banget deh yaaa. Ya, kalau terbiasa biasanya lama-lama bisa terasah ^^

Tapi ada pengecualian dimana aku bener-bener baca suatu tulisan, gak pake speed reading, bener-bener dibaca dari kepala sampe buntut! Misalnya, kalau tulisannya menarik banget, aku akan baca dengan detil malah aku ulang-ulang lagi saking syukanya. Atau postingan yg tulisannya dikit/lebih banyak gambar, ya tega aja inimah kalau masih pake speed reading, lol! Atau postingan yang butuh pemahaman dan konsentrasi ekstra, kalau tulisan macam ini fastreading bisa-bisa salah pengertian, kan? Dan postingan yang berisi informasi, sayang banget ini kalau pake metode baca cepat.

HATERS
Alhamdulillah, semenjak nulis beauty halal, belum ada tuh hater detected. Paling, email2 iseng, hahaha. Lagian aku lucu sendiri, masa aku yang belum ada apa-apanya ini dan gak ngerasa merugikan siapapun tapi ada yg gak suka? Belum pantas rasanya, lol!

Tapi di blog yang dulu (MBD), ada aja komen dan email yang aneh-aneh. Ditambah, anonim bisa komen juga. Di blog yang sekarang fitur anonim memang gak aktif, sengaja, biar gak menarik orang agar tidak berbuat dosa, haha. 

Aku menghadapinya ya biasa aja. Dulu aku pernah mengalami bullying yang lebih dari itu (di-bully senior waktu awal masuk SMP). Jadi, komentar bully gitu, ecek-ecek banget deh. Aku selalu ingat papaku pernah bilang,"Berlian tetaplah berlian meski terkubur di dalam lumpur" 

Lagian, kita yang cuma manusia biasa, kalau baru punya haters yang tingkatan nya baru taraf menyakiti hati, itu sih remeh banget. Rasulullah SAW saja yang dianggap sebagai manusia paling mulia, punya banyak haters sampai sekarang!! Jadi, cool aja, mak.

Ah, udah segitu aja. Sekali lagi ini cuma sharing bagaimana anatara aku dan beauty blog, BUKAN tips dan saran, atau cara-cara ngeblog yg baik dan benar lho ya! :D

Nah, itu aku? Kalau kamu gimana?

Love, Momzhak

Baca juga :

About

Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"