Cari Di sini !

Showing posts with label Reader's FAQ. Show all posts
Showing posts with label Reader's FAQ. Show all posts

Thursday, 28 July 2016

Apakah The Body Shop Halal? Liat dulu ulasannya

The Body Shop - Assalamualaikum, Manceman :D Meski telat, sebelumnya BCQ ucapkan Mohon Maaf Lahir Batin, ya. Maafkan kalau di blog ini ada kata-kata yang gak berkenan di hati, ada kata-kata yang nyindir, nyinyir, nyebelin, ngeselin, dan segala yang bikin hati gak enak deh, ya. Dan semoga segala amal ibadah kita sepanjang Ramadhan lalu, diterima Allah SWT, Ameen.

Sesuai dengan judulnya qonitas, aku bikin tulisan ini berdasarkan pertanyaan pembaca. Semenjak nulis blog ini,  pertanyaan yg masuk ke email memang gak jauh-jauh dari pertanyaan kehalalan suatu produk kecantikan.

Kalau produk kecantikan yang sudah mengantongi label halal dari MUI, ya gak ada masalah dan tidak perlu ada pertanyaan lagi. Tapi bagaimana dengan produk lainnya? Maka dari itu, ada saja yg bertanya mengenai kehalalan produk ini, produk itu, dan yang terbanyak adalah mengenai kehalalan produk dari The Body Shop.

The Body Shop


Beberapa pertanyaannya sbb:
  • TBS halal ga?
  • Yakin tuh produk TBS halal, kan masih mengandung gliserin, bla...bla... (menyebutkan beberapa kandungan syubhat, kandungan yg bisa berasal dari hewan dan bisa juga berasal dari tumbuhan dan sintetik).
  • Gimana dong, produk TBS yang aku pake ada alkoholnya... Alkohol yang digunakan TBS termasuk yang halal apa enggak?
  • dll

Kalau aku cermati dari email-email yang masuk mengenai kehalalan produk kosmetik, aku rasa Muslimah sekarang udah pada pinter dan kritis. Mereka yang peduli dengan kosmetik halal, gak semerta-merta percaya dengan kehalalan produk berlabel 'natural' 'green' 'herbal' dll. Karena apa? Natural belum halal.

Misalnya gini, PRODUK *KOSMETIK NATURAL A, semua zat aktifnya betul 100% berasal dari ekstrak tumbuhan, tapi apakah zat pendukung lainnya yakin bebas hewan dan alkohol khamar? Bisa saja Gliserin-nya berasal dari hewan yang haram (babi atau sapi yang tidak disembelih secara syari) atau alkoholnya berasal dari industri khamar.

*Oiya, ngomong-ngomong, yang disebut dengan kosmetik (menurut ilmu kosmetologi) bukan cuma produk make-up aja ya, tapi meliputi skincare, bodycare, nail, foot, hair, dan usaha lain untuk merawat kecantikan luar. Soalnya banyak yg mengira kosmetik = produk makeup saja.
 
back to topic.

The Body Shop menurutku salah satu produk yang bisa menjadi alternatif kosmetik-kosmetik yang sudah mengantongi sertifikat halal resmi, karena:
  1. 100% vegetarian
    ...We never test on animals, and all our products are 100% vegetarian. We campaign with passion on issues close to our heart, because activism is in our blood. We always keep people, animals and the planet in mind. So when you shop with us, you are choosing... (sumber: http://www.thebodyshop.co.id/tbs/4/1-About%20The%20Body%20Shop.html)

    Untuk alternatif kosmetik halal, memang paling tepat kalau kita memilih poduk kosmetik vegan atau vegetarian. Kalau vegan, unsur kosmetiknya 100% bebas konstituen hewan bahkan bebas susu dan madu sekalipun, semuanya berasal dari tumbuhan dan sintetik. Kalau Vegetarian, bebas hewan 100% tapi masih menggunakan bahan yg behubungan dengan hewan (namun dihalalkan), misalnya: susu, madu, beeswax, royal jelly, lanolin wool domba, dan pewarna serangga (konon serangga tidak dikategorikan 'animal' menurut beberapa pendapat).

  2. Alkohol yang digunakan berasal dari industri non-khamr
    ...The Ethyl Alcohol is present as a solvent and is not intended for intentional ingestion and intoxication. Moreover, all Ethyl Alcohol used in our products is denatured as required by the regulatory authorities in every Market, in which we trade; this renders the Ethyl Alcohol as unsuitable for consumption. The Ethyl Alcohol is manufactured as a synthetic chemical and not by the alcoholic beverage industry. In view of this, our products containing Ethyl Alcohol have been allowed to be sold in all Markets, in which we trade, including those with a predominantly Muslim population.
    All other ingredients with the word ‘Alcohol’ in their names are not used in the alcoholic beverages for the purposes of intoxication, have significantly different chemical structures to Ethyl Alcohol and are well established cosmetic ingredients that are fully compliant with Halal requirements...
    (sumber: http://www.thebodyshop.com.hk/en/faqs_product.aspx)

    See? Berarti alkohol yg digunakan adalah alkohol yg sudah didenaturasi, bukan berasal dari beverage industry alias industri khamar (alkohol yang diproduksi untuk dikonsumsi dan intoxication (baca: mabuk) ).

    Alkohol jenis tersebut sudah memenuhi pernyaratan halal bila digunakan untuk kosmetik. Sesuai fatwa MUI, ada 2 syarat alcohol diperbolehkan ada di dalam kosmetik:
    1. Alkohol tersebut tidak berasal dari industri khamar (maksudnya, alkohol yang sengaja dibuat untuk minuman yang memabukkan)
    2. Alkohol tersebut tidak membahayakan kesehatan (madharatnya lebih besar)

Ada yang tanya, kenapa di situs TBS indo gak ada keterangan tentang alkoholnya. Harusnya sih TBS Indonesia mencantumkan dengan sejelas-jelasnya, secara Indonesia itu Muslimnya paling banyak. Tapi, memang tidak semua situs TBS mencantumkan rincian FAQ secara lengkap, pertanyaan mengenai alkohol TBS pun aku dapat dari TBS Hongkong *garukkepala.

Kabar dari Moslem Consumer Group (MCG)

Ada beberapa readers yg pernah email dan komen tentang kabar kehalalan TBS di Moslem Consumer Group (MCG). Mereka bertanya setelah membaca berita dari MCG mengenai TBS yang berbunyi seperti ini:
A sist has provided a e-mail to MCG from The Body Shop Company (reference Number 63461) where company claimed to use gelatin either from pork or non zabiha beef, Shellac which might be dissolved in alcohol. The Body Shop products are not recommended to be use by Muslims. March 17, 2013
http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html

Nah, bagaimana tanggapanku?

Jawabanku: Gak masalah, aku tidak terpengaruh dengan kabar MCG, karena:

        Silahkan baca poin mengenai 100% vegetarian dan Kehalalan alkoholnya di postingan ini.
        Fatwa di negara lain mengenai alkohol iu berbeda. Banyak negara yg mengharamkan 100% alkohol dalam kosmetik tanpa terkecuali. Sedangkan di Indonesia, kita mengikuti fatwa dari MUI, yg membolehkan alkohol/ethanol yg tidak berasal dari industri khamar.

        Jadi, gak heran, kalau muslim di luar Indonesia akan berpendapat haram saat melihat ethanol dalam ingredient kosmetiknya. Bahkan, MUI menghalalkan pewarna carmine (pewarna serangga yg bisa digunakan untuk kosmetik), yang mana oleh MCG dan banyak muslim lain pewarna tersebut diharamkan.

        Makanya, di MCG kalau ada kosmetik yang mengandung Carmine, pasti masuk kategori haram. Sedangkan kosmetik lokal yang sudah mengantongi sertifikat halal seperti Sariayu, masih bisa kita temukan pewarna carmine di daftar ingredientnya. Ya, berbeda pendapat menganai permasalahan khilafiyah itu gak masalah kan? Gak usah berantem, hehe.

        Kalau TBS, ternyata mengingkari janjinya untuk 100% vegetarian dan menggunakan alkohol yang dibenarkan, bukan hal yg mustahil kalau produknya akan diboikot jutaan Vegetarian, pecinta binatang dan Muslim yang sudah percaya dengan janji mereka. Dan yang pasti, Cruelty Free International nya dicabut. Karena kita tahu kan, produsen itu bisa sukses menjual produknya berdasarkan  kepercayaan dari konsumen.

        Kalau masih tidak percaya, itu terserah pilihan masing-masing. Kalau memang melakukan kebohongan besar, itu bukan urusan kita lagi dong, itu urusan TBS dengan Tuhan, hehe.  Kita sih selaku manusia percaya-percaya saja dengan mereka. Sik asiiikk... :D

        Aku sudah mengikuti perkembangan MCG sejak lama. Meskipun MCG bisa jadi informasi yang bermanfaat untuk Muslim yang tinggal di USA dan Canada sana, ada yang disayangkan dari MCG. Mereka sering tidak menindaklanjuti email-email pembaca yg masuk ke mereka/gak ditelisik lagi keabsahannya.

        Kalaupun pada akhirnya ditindaklanjuti, lumayan lama juga terbit update nya. Ada bagusnya, mereka SEGERA cross check langsung ke produsen produk yang bersangkutan. Jadi, sering informasinya berasal dari laporan email pembaca, "A sister/brother bla...". Nah, kabar beritanya sering stuck di situ. Kan, untuk urusan seperti ini, kita gak cukup berhusnuzhan ke sesama muslim, tapi harus langsung Tabayyun. Dalam Islam, Tabayyun atau konfirmasi itu penting, biar tidak merugikan satu pihak saja.

          Bonus: Produk The Body Shop, Gagal vs Cocok

          Ada banyak produk TBS yang kucoba, tapi yang gagal banyak juga, haha. Misalnya, beberapa produk sabun cair, lipbalm Born Lippy, aneka lip butternya, Seri Vitamin E, Seaweed, Facial wash seri Tea Tree, AIO Foundation, AIO foundation powder, Shiso BB (nyoba sample). Kadang, ada beberapa yang beberapa produknya memiliki efek yang serupa dengan beberapa produk lokal, misalnya body butter dan body scrubnya.

          Kalau kubandingkan, ya efeknya 11-12 lah, gak ada Body Butter atau Body Scrub TBS yang efeknya heboh gimana gitu. Tapi aku akui Body Butter dan Body Scrubnya enak-enak banget wanginya. Dan untuk urusan zat aktif, tentunya banyak produk lokal yg gak kalah bagusnya.

          Tapi, banyak juga yang sekali coba langsung sukses, sampai repurchase, misalnya: White Musk EDP, White Musk Libertine EDT. Wewangian musk mereka itu memang tidak asli Musk, tapi justru musk yg seperti itu yg kucari. Karena, kalau Musk asli pasti berasal dari kelenjar rusa jantan (menjangan), yang akhirnya mungkin tidak halal karena cara mengambilnya memang tidak melalui proses sembelihan.

          Satu lagi, wewangian dari seri Japanese Cherry Blossom (aku pake body mist nya). Untuk perawatannya, aku suka dari seri Cocoa, Coconut Shower Cream, Vitamin C Face Spritz, Aloe Toner, Cucumber Toner. Aroma dari seri Moroccan Rose juga syuka, tapi kemarin aku cari kok gak ada, discontinue ya??

          Kemudian untuk TBS tools beberapa yg aku suka ada:  Powder Brush, Eyebrow brush, Kabuki Brush, Bath Brushes nya (terutama yg cactus), Nail Buffer, Bath Gloves, Bath lili. Nah,untuk tools, TBS emang punya kualitas bagus, dan yg penting AWET banget. Jadi, belipun gak nyesel karena bisa jadi investasi yg bagus. Yang pernah bikin aku kecewa kayaknya cuma Eyelash curlernya.

          Dan selama 2013, ada beberapa produk TBS yg jadi favoritku. Beruntung, sekali nyoba langsung cocok:

          Oke, sepertinya penjelasan mengenai kehalalan produk The Body Shop sudah cukup jelas. Ngomong-ngomong, apa produk TBS favorit kalian?
          Wassalam, Love, Momzhak

          Saturday, 28 December 2013

          Bla-bla, Sekaligus Menjawab Beberapa FAQ


          Assalamualaikum! ^^

          Hai, ceman-cemannn... gimana kabarnya? Gimana liburannya? Asik dong, ya! Alhamdulillah.

          Udah lama banget gak buka blog ini. Komen-komen juga belum aku bales-balesin semua, tapi hampir 100% email yang masuk ke aku, aku balesin, lho :D

          Jadi, hampir 2 bulanan ini aku sakit. Sakit apa? Gak penting deh, ya. Doain aja ya biar sembuh. Ini emang penyakit lama sih, cuma penyakit ini bisa kambuh sewaktu-waktu. Kalau sekalinya kambuh, harus istirahat poll. Pesan moralnya, jaga pola hidup kalian.

           
          Aku ini termasuk orang yang lumayan menjaga pola hidup. Awalnya, aku lakuin demi selapis kulit sehat. Soalnya, tahu kan dulu banget aku pernah diserang jerawat lumayan parah. Diobatin alhamdulillah sembuh, tapi balik lagi balik lagi. Dipikir-pikir, kayaknya emang gaya hidupnya gak banget deh. Begadang, kurang minum, kurang olahraga, dll. Akhirnya, aku mulai menata gaya hidupku menjadi lebih baik lagi.Ternyata, obat itu cuma membantu, yang mempertahankan kesehatan adalah gaya hidup kita. Terbukti, setelah menerapkan pola hidup sehat, kulit juga lebih sehat, jarang kena jerawat.

          Terutama pas udah sakit-sakitan (kayak udah nenek-nenek, hehe), makin strict lagi deh buat jaga ini itu. Awalnya, emang gak enak, tapi ternyata pas dilakuin malah ketagihan. Minum air putih cukup, tidup cukup, treadmil 30 menit sehari, banyakin sayur dan buah segar, dan makan yang sehat-sehat aja. Aku udah lama buangettt (ada kali 4 tahunan), gak makan indomie, sarimie, dll. 

          Kenapa? Takut sama MSG, ya? 

          Bukan, MSG (mosodium glutamat) asal kalian tahu gak akan bikin otak kalian bodoh dan tubuh kalian sakit. Kalau glutamat yang didengung-dengungkan bisa menyebabkan kurangnya kecerdasan, penyakit, dll, sebenarnya gak begitu, karena glutamat itu sendiri bahkan ada di dalam ASI dan susu binatang. Kecuali kalau yang kalian maksud adalah monosodium dari MSG yang harus dihindari oleh beberapa orang. Sebenarnya ada banyak kibulan MSG yang sudah kadung beredar di telinga masyarakat kita. Tapi, memang, seperti yang kubilang tadi, ada beberapa kelompok orang yang harus menghindari MSG, seperti:

          1. Bayi bawah 2 tahun. Kenapa? Fungsi ginjal mereka belum sempurna untuk menyaring garam. Khawatir kalau diberikan MSG (atau garam dapur biasa), akan membebani fungsi ginjalnya
          2. Anak-anak. Kenapa? Takut bodoh? Bukan, takut ketagihan jajan! Kalau anak dibiasakan makan yang gurih-gurih, biasanya mereka tidak akan terbiasa makan-makanan yang sehat seperti buah dan sayur. Dan pastinya lebih suka junk-food dan jajanan lainnya.
          3. Penderita hipertensi. MSG itu memiliki kandungan garam. Seperti yang kita tahu, penderita hipertensi harus sangat-sangat mengurangi asupan garam. 

          Kalau ibu hamil boleh gak? Lebih baik dikurangi, apalagi kalau bumilnya mengalami retensi cairan di badannya (tandanya bengkak-bengkak di kaki).

          Jadi, emang apa sih yang ditakutin dari mie instan?

          Yang kita takuti adalah: PENGAWET. Gak cuma mie instan, kecap, saus yang kalian pikir aman-aman aja, itu semua mengandung pengawet. Btw, kadang lucu sih, aku punya temen yang bener-bener anti sama MSG. Katanya, mending gua mati deh daripada dijejelin mecin, haha (lebay). Tapi, walaupun katanya anti banget sama MSG, dia tetep tuh makan pake kecap dan saus. Kecap sama saus yang aku maksud itu semacam kecap Cap Bango, ABC, Sedaap, dll. Saus ABC, Indofood, dll. Yah, kalau gak percaya, tengok aja komposisi di label masing-masing. Lucunya lagi, meski anti-banget sama MSG, tapi tetep tuh permisif sama makanan berpengawet lain, seperti cokelat, biskuit, dan cemilan lainnya. Padahal, dibandingkan MSG, pengawet makanan lebih harus dihindari. 

          Weh, berarti gak boleh makan cemilan dan makanan berpengawet lagi dong?

          Bukan gak boleh, kurangin aja, jangan sering-sering. Yah, as you know, dunia ini kan udah makin kotor dan gila. Kalau gak jaga-jaga makanan, gak heran kalau umur manusia bakal semakin pendek. Kadang aku lihat beberapa pasien, yang pola makannya bagus, gaya hidupnya bagus tapi bisa diserang sakit. Aku, contohnya. Gaya hidup udah sehat, tapi tetap lah sakitnya bisa kambuh. Suka mikir aja, kalau gak dijaga banget, sakit ku bakan kambuh melulu kali ya? Meski begitu, aku jauh lebih sering lihat orang yang sakit karena pola hidup mereka yang buruk. 

          Satu lagi jangan merokok. Kalau bisa cari pasangan yang bukan perokok. Aku dulu penderita bronchitis parah gara-gara ayahku perokok berat (sekarang udah enggak). Dikir-dikit kambuh, alahamdulillah sekarang udah jarang kambuh penyakit yang satu itu. Makanya, aku bertekad banget nyari tambatan hati yang gak perokok, ciee. Alhamdulillah nemu deh, cihuy! 

          Tapi, kalau ada yang udah kadung cinta sama lelaki perokok, dia harus menjadi lelaki yang sangat mengormati kalian, sehingga meski doi perokok, kalian gak akan mengirup asapnya. Yap, sebenarnya aku pribadi bukan orang yang ngelarang-larang orang ngerokok. Go a head lah. Suka-suka lo, badan-badan lo, tapi jadi perokok yang tau diri ya, Brur. Maksudnya, ente boleh ngerokok, tapi jangan depan orang, terutama di depan keluarga, anak-anak, ibu hamil dan ruang publik. Makanya, aku sendiri setuju banget waktu MUI ngeluarin fatwa haram buat rokok, tapi kayaknya nih fatwa emang kurang kuat sih, berhubung orang-orang MUInya juga banyak yang ngerokok (grrr). Yah, sama aja kayak dokter, ngasih tahu pasiennya jangan ngerokok, dianya sendiri ngerokok, bleh.

          Ih, masa dokter ada yang ngerokok? 

          Ada, dan BANYAK. Haha. 

          Intinya, kesehatan itu adalah kecantikan yang sungguh tidak ternilai harganya. Kalian cantik, tapi sakit? Percuma. (ngomong ke diri sendiri)


          FAQ

          Selanjutnya, saatnya menjawab FAQ, ya. Sebenarnya pertanyaan yang masuk ke email udah aku jawab hampir semua, tapi banyak pertanyaan yang mirip-mirip, jadi daripada nanti ada pertanyaan-pertanyaan serupa lagi, kemudian aku jawab dengan jawaban yang itu-itu lagi, mending aku bikin kumpulannya di sini, jadi tinggal ngasih linkback kemari untuk menjawabnya, OK. 

          1.Mukanya mulus, apa rahasianya?

          Malu aku dibilang mulus, qiqiqi. Soalnya, kulit muka ku ini angot-angotan, haha. Iya, kadang mukaku mulus mulusss banget, tapi kadang ada aja masalahnya, misalnya jerawat, bekas jerawat, kulit mati, kusam, dll. Kalau muka lagi gak beres, jelas lah malas juga selfie moto-motoin muka yang gak jelas. 

          Wah kan ada make-up? 

          Makeup itu juga membantu menutupi, tapi gak 100%, percaya deh gak 100%. Dan tidak tahan lama. Beda kalau kanvasnya emang halus, pakai makeup tipis pun akan terlihat bagus-bagus aja, tanpa primer pun makeup akan awet cakepnya. Jadi, aku emang bener-bener mengutamakan kulit yang sehat, ketimbang menciptakan keajaiban makeup. Tapi, kalau kalian menomor satukan makeup ya gak masalah, ini sih masalah prinsip dan kesukaan masing-masing orang, hehe. 

          Ih, beauty blogger kok gak gila makeup? Beuty blogger kok...  

          Stop! Buang ya jauh-jauh dari pikiran kalian kalau beauty blogger itu harus:
          1. cantik
          2. gila makeup
          3. pinter makeup
          4. skincare freak
          5. muka mulus
          6. bawa makeup seabrek-abrek ke kampus 
          7. ngabis-ngabisin waktu
          8. full makeup everywhere, everytime 
          Ngeblog itu masalah kesenangan orang kok. Kalau kalian demen beauty talk dan semacamnya, dan mau bikin beauty blog, ya bikin aja, gak usah malu dengan koleksi makeup yang bisa dihitung jari. Lah, jadi ngomongin beauty blog, hihi.

          2. Produk Tull Jye, Tje Fuk, ini-itu, dll AMAN gak?

          Ini ada kali puluhan kali yang nanya, hadeh. Intinya, kalau kalian mendapatkan no. POM yang valid pada produk tersebut, beli aja! Pakai saja! Percaya deh, BPOM gak main-main kok ngasih nomer registrasi mereka, soalnya menyangkut kesehatan banyak orang. Kalau sembarangnya meloloskan produk berbahaya, gak menutup kemungkinan suatu hari akan timbul epidemi penyakit akibat pemakaian suatu produk.  

          Wah, saya takutnya BPOM disogok untuk meloloskan produk perusahaan tertentu? 

          Hehe, kalau gak percaya mereka, silahkan bikin produk kecantikan sendiri, atau gak pakai kosmetik sama sekali. Beres, qiqiqiqiqi ^^

          3. Saya menguji produk kosmetik X yang sudah terdaftar dengan cincin emas 24K, dan hasilnya hitam, ada merkurinya ya??

          Jangan mentang-mentang tukang emas nguji kemurnian emas pake air raksa, langsung berkesimpulan kalau segala sesuatu yang mengandung raksa bisa diuji dengan emas. Neng, nguji merkuri di suatu produk tidak semudah itu! Itu HOAX. Apalagi wax (lilin) dan unsur logam lain bisa menimbulkan oksidasi (menghitam) seperti itu jika digosok dengan emas. Wax bisa kita dapat dari lipstick, dll. Kalau logam lain bisa semacam Zinc Oxide atau Titanium dioxide (komponen sunscreen, biasa ada di bedak, pelembab, dll).

          4. Wah, spon bedak saya menghitam, apakan bedak saya mengandung timbal, merkuri dan logam berat lainnya?

          Ah, bukan. Itu tandanya, spons bedak anda harus segera dicuci, hehehehehehehehehehe. 

          5. Mbak, produk ini kan berbahaya, kenapa masih beredar? Dapet no. POM pulak!

          Rata-rata mereka menganggap suatu produk berbahaya dari katanya-katanya dan tes-tes rumahan yang belum teruji ilmiah. Girls, kritis dong girls. Hari ini ada google. Hari gini laboratorium uji kimiawi komersial ada di mana-mana. Jadi, jangan cuma tahu kata ibuku, kata bapakku, kata nenekku, kata pacarku, kata si A, bahkan kata blog ini, hehe. 

          Maksudnya, kalau tahu informasi dari Sumber X, kita bisa recheck informasi yang kita dapat tadi dari sumber yang lain, tapi pastikan juga sumber tersebut terpercaya. 

          Trus, kalau mau mengklaim suatu produk berbahaya, sebaiknya ada hitam di atas putih. Misalnya, kalian mencurigai produk A berbahaya, silahkan test sendiri di Laboratorium kimia yang menawarkan jasa uji kandungan berbahaya. Nah, kalau memang terbukti berbahaya, bisa diusut kok produsen yang ketahuan nakal tadi. Gampangnya, lapor aja ke YLKI dengan membawa bukti-bukti tadi. Nah, enak sama enak kan?

          6. Mbak, facebooknya apa? Twitternya apa? Bikin Instagram gak?

          Haha. Jujur aja, aku bukan (atau BELUM jadi?) seorang socmed addict. Terserah deh mau dibilang katrok atau gimana. Tapi, aku udah bikin aku facebook sama twitter waktu mereka masih sepi banget lho, alias belum banyak yang pake. Trus, lama-kelamaan aku bosen, aku tutup lah akun ku. Kadang aku bikin lagi, untuk beberapa keperluan. 

          Kalau ditanya ada, ada kok. Cuma aku emang gak aktif. Paling cuma add/follow sana sini buat cari informasi tertentu. Facebook cuma buat ngumpul-ngumpulin teman lama, itupun mereka udah jarang nongkrong di sana. Twitter cuma buat baca-baca dan diam-diam mengorek isi kepala orang lain, LOL. Intinya, aku lebih sering jadi pengguna pasif, daripada berinteraksi lebih suka mengamati. Jadi, percuma lah follow atau add diriku, hihihihihi. Untuk interaksi sosial dengan teman-teman, lebih mengutamakan BBM atau Line.

          7. Skincare routine nya apa?

          Di blog yang dulu udah aku tulis regimen skincare ku, cuma itu udah out of date. Yang kupakai sekarang udah berubah. Makin banyak? Enggak, malah makin dikit. Begitu juga dengan bodycare, malah makin dikit. Kenapa? Setelah melakukan pengamatan mendalam (halah :p), pakai banyak atau dikit, kondisi kulitku sama saja! Gak ada yang signifikan. Jadi, prinsipku saat ini mengenai skincare adalah: Mendapatkan hasil maksimal dengan produk seminimal mungkin. Untuk penjelasan lengkapnya, kayaknya kepanjangan kalau dibahas di sini. 

          Nah itu saja update blog terbaru kali ini. Mudah-mudahan bisa ngeblog terus. Amin. Wassalam.

          Love, Momzhak

          Monday, 2 September 2013

          Benarkah JILBAB Biang Kerok Kerontokan Rambut?

          Benarkah JILBAB Biang Kerok Kerontokan Rambut? - Assalamulaikum qonitas. Hai, ketemu lagi. Tadinya, tulisan ini nyambung sama pos sebelumnya perawatan rambut rutin. Tapi karena kayaknya terlalu panjang, kubagi dua aja deh. Jadi labil gini, ya? Hehe.

          Dibawah ini, pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai problem rambut. Rata2 yang nanya berjilbab, tapi ada juga yang enggak. Kebanyakan memang tentang rambut rontok dan ketombe. Ada juga yg curhat masalah psoriasis-nya, tapi gak akan ku bahas lebih dalam, karena emang cuma satu orang yg tanya.

          So, jadi sekarang aku mau coba ya menjelaskan masalah kerontokan rambut dan korelasinya dengan kepala yang tertutup (berjilbab, wig, topi, dll)

          RAMBUT RONTOK


          Banyak yang nanya sama aku gini, "Rambutnya kalau berhijab rontok ga?"
          Alhamdulillah, aku gak pernah punya masalah serius dengan rambut rontok. Seumur hidup, rambutku rontok parah hanya saat setelah melahirkan dan berangsur-angsur membaik tanpa perawatan ekstra.

          Kalau ditanya kok bisa rambutnya gak rontokan, aku juga gak kurang paham. Apa mungkin karena bertahun-tahun pakai shampoo non-sulfat, jadi rambutku jarang rontok berlebih dari akar? Atau karena udah saking lamanya rambut ini ditutup, jadi terbiasa? *yekalee. .

          Kalau rontok saat di sisir? Ada, paling satu-dua. Sehari mungkn tidak lebih dari 20 helai.

          Normalnya, rambut hanya boleh rontok sebanyak 80-100 helai dalam sehari. Boong tuh, iklan yang bilang kalau rambut rontok saat disisir itu tidak normal. Gimana pun juga yang namanya rambut punya siklus hidup, kalau memang saatnya mati, ya gugur (meski dirawat seperfect apapun!) Yang gak normal, kalau rontok berlebih, sampai-sampai kita ngerasa kalau rambut semakin tipis dan garis jalur rambut kita semakin melebar. Apa tuh, garis jalur rambut? Coba lihat gambar di bawah ini:

          Siklus satu batang rambut kita itu 4-5 tahunan, ada juga yang bilang 2-6 tahunan (yah, ambil tengahnya deh, 5 tahun). Maksudnya, secara normal satu helai rambut kita bisa bertahan di akarnya sampai sekitar tahun ke-5, setelah itu rontok dan tumbuh rambut baru. Dan pertumbuhan terbagi 3 fase: anagen, katagen, telogen.

          Gak semua rambut serentak mengalami satu fase, lho. Beda-beda fasenya, makanya rambut itu ada yang tumbuh, ada yang gugur. Lengkapnya, lihat gambar di atas deh. Intinya, kalau lihat rambut kita rontok, jangan parno dulu selama gak berlebihan.

          Pakai Jilbab = Rambut Rontok?

          Ngomongin masalah rambut rontok, sebenarnya  rambut rontok itu bisa di derita siapa saja, tidak selalu identik dengan rambut yang berhijab. Aku malah menganggap itu mitos, karena rambutku yang udah sekian lama tertutup hijab mematahkan pernyataan tersebut.

          Banyak ahli kerontokan rambut di luar sana menyatakan, bahwa wig/topi/helm/sejenisnya (seperti hijab) bukanlah penyebab kerontokan rambut. Apa yg menjadi anggapan banyak orang selama ini memang cuma mitos, bahkan meski rambut kita tertutup selama 24 jam lamanya. Jadi, rambut yang tertutup bukan biang kerok kerontokan.

          Fakta lapangan, jutaan mereka yang tidak berhijab, menderita kerontokan rambut yang parah. Contoh nyata, ya adikku. Sebelum dia pakai hijab, orangnya emang udah rempong sama urusan rambut rontok. Mungkin itu lah yang membuat dia menunda berhijab, karena khawatir rambutnya semakin rontok. Padahal, secara teori, hampir gak ada korelasinya antara berhijab = rambut rontok. Sebab, kekuatan akar rambut lebih sering dikaitkan dengan:
          1. Kondisi hormon yang seimbang. Kalau hormon kalian sedang kacau akar rambut biasanya melemah. Misalnya pasca melahirkan, menyusui, KB hormonal, stress dan PCOS (gugel sendiri deh)
          2. Nutrisi yang cukup. Diet ketat itu bisa menyebabkan kerontokan, ya. Atau kita tetap tetap makan, tapi nutrisinya tidak seimbang, terutama kekurangan zat2 pembangun seperti Protein. Kekurangan mineral seperti zat besi bisa memicu kerontokan rambut juga. 
          3. Kandungan kimia yang ada di dalam shampo (Sulfat, pengawet, dll)
          4. Kondisi kesehatan umum. Demam tinggi, penyakit tiroid, bisa membuat rambut berguguran juga.
          So hijabers yg rontok rambut, percayalah, yang tidak berhijab pun buanyak yang rambutnya rontok. Jadi, sebelum mengambing-hitamkan jilbab kalian, cek beberapa kemungkinan di atas tadi.

          2.KETOMBE

          Kalau ada yang bertanya apakah aku berketombe? Terkadang, biasanya kalau >3 hari belum cuci rambut *hoek. Tapi tidak parah sampai berjatuhan ketombe seperti salju atau sampai butuh sampo antiketombe. Kalau aku rutin keramas, gatal dan ketombe bubar sendiri tanpa disuruh :P

          Nah, kalau ketombe, memang banyak diderita dengan orang dengan tingkat kelembaban kepala yang tinggi, terutama mereka yang kepalanya tertutup seperti yg berhijab, berhelm, bertopi, ataupun mereka yang berkerja di ruangan yang pengap/kurang sirkulasi (misalnya yang berkerja seharian di dapur). Biasanya, ketombe itu disebabkan oleh JAMUR atau ragi dari si jamur. Nah, yang namanya jamur bakalan tumbuh subur kalau tingkat kelembabannya tinggi atau saat kondisi umum seseorang sedang turun. Selain itu ketombe bisa dicetuskan oleh kondisi seperti di bawah ini:
          1. Kulit kepala berminyak. Orang yang kulit kepalanya berminyak, tingkat kelembaban rambutnya cenderung lebih tinggi, sehingga bisa mengundang jamur dan ragi tumbuh subur.
          2. Kulit kepala kering. Kulit kepala yang terlalu kering akan menyebabkan gatal dan sel-sel kulit mati mengelupas. Sel kulit yang mengelupas inilah kadang bisa juga disebut ketombe.
          3. Kondisi kesehatan kulit. Kalian yang eczema prone atau yang memiliki psoriasis, memang cenderung menderita ketombe. So, kenali alergen yang membuat eksim dan psroriasis-mu kambuh. 
          4. Produk perawatan rambut yang tidak cocok.
          5. Kurang nutrisi tertentu. Sperti Zinc dan vitamin B kompleks yang berperan dalam kesehatan kulit.
          Buat yang ketombenya bandel, bisa pakai shampoo yang mengandung Z.Pt atau Selenium. Kalau udah parah banget, mending ke dokter kulit aja, biasanya dikasih shampo yang ada ketoconazole-nya. Dan kalau ke dokter, bisa ditelisik lebih lanjut, apakah itu ketombe atau salau satu gejala psoriasis. Banyak, lho orang yang gak ngeh dia itu punya psoriasis, tahunya cuma sering berketombe di kepala. Setelah diperiksa, ternyata bukan ketombe biasa. 

          *****
          BONUS: TIPS KHUSUS HIJABER

          Btw, 'hijaber' disini jangan kalian bayangin kaya yang di hijaber community semua ya, haha. Ini berlaku siapa saja yang mengekerudungi rambutnya, tanpa melihat cara yang dianut (instan, lilit, lebar, cadaran, simple, heboh, apalah..).

          Hijabers, yuk dirawat rambutnya baik-baik. Jangan mentang-mentang tertutup, jadi ogah dan gak peduli sama rambutnya. Kalau rambut kita bersih dan terawat (apalagi wangi), pasti ada aura kecantikan EXTRA yang terpancar dari wajah kalian yang terbungkus hijab.

          Sekarang aku mau kasih beberapa tips untuk para hijabers, yuk disimak:
          • Keramas sesuai kebutuhan. Seperti yang pernah kutulis di pos tentang Hair Care [click], frekuensi keramas itu bisa beda-beda tiap orang tergantung kondisi. Tapi, kalau udah saatnya keramas, jangan ditunda. Jujur, kalau liburan aku emang males keramas. Sering nunggu lepek dulu, baru cuci, haha, *huek (sebenenarnya aku beneran mual liat rambut lepek, euh). Tapi, gitu2 aku paling ANTI pakai kerudung saat rambut dalam kondisi lepek dan bau. Gak deh, meski pakai kerudung bersih, pakai parfum, yang namanya rambut kotor nan bau gak bisa disembunyikan. Pernah gak sih kalian ketemu hijabers yang aroma tak sedap dari rambutnya tercium? Sebaliknya, kalau rambut bersih sama wangi, ditutup kerudung pun akan tercium wanginya. Kok tahu? Soalnya, suamiku sering bilang kepalaku wangi. Padahal aku lagi pake kerudung waktu itu. Asiiiikkk...
          • Jangan pakai jilbab disaat rambut setengah kering, apalagi masih basah. Bisa lembab banget! Mengundang ketombe, ya!
          • Sepulang beraktifitas, langsung lepas hijab dan lepaskan ikatan rambutnya. Kalau aku punya kebiasaan, setelah melepas jilbab, rambut langsung kusisir terbalik (sisirnya dari arah belakang-ke depan, kepala nunduk), biar mengembang. Kemudian biarkan tergerai, 
          • Saat lepas hijab, rambut jangan terlalu sering diikat. Kalau mau diikat, pakai butterfly clip aja (itu lho, jepitan rambut yang kayak kupu-kupu gitu). Jepitan jenis itu gak terlalu ngasih pressure ke rambut kita, dibandingkat ikat rambut biasa.
          • Ganti inner/dalaman kerudung 2 hari sekali! Masalah inner itu sering disepelekan. Ganti ya dalemannya 2 hari sekali (kalau alktifitasnya padat, kulit kepala sering berkeringat atau berminyak banget, harus setiap hari ganti). Kalau gak sempet, sejorok-joroknya 3 hari sekali deh! Aku tekankan ini karena  masih sering nemu hijabers yang kurang sadar kebersihan kepala, hiks. Emang semahal apa sih  inner? Yang 15 rebuan juga ada. Kalau emang cuma bisa beli 2-3 inner, asalkan rajin dicuci pun bisa selalu pakai inner yg bersih setiap harinya. Lebih miris, kalau punya banyak hijab yang bagus-bagus, tapi inner cuma punya 2-3 biji, ganti 3 hari sekali, bahkan sampe seminggu gak ganti-ganti. Kalau begitu, mau keramas serajin apapun tetep aja gak bisa ngusir kuman dan jamur di inner yg kotor. Percaya gak percaya, ada aja deh penomena jorse begitu di sekeliling kita.
          • Cuci mukena 5-7 hari sekali. Jangan nunggu haid, baru cuci. So, milikilah mukena minimal 2 pasang. Karena, bagian yang paling cepat kotor dari mukena adalah bagian kepala. Setuju??? 
          Wa Allahu Alam.
          Love, Momzhak

          Baca juga :

          About

          Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"