Cari Di sini !

Showing posts with label Beauty Product Reviews. Show all posts
Showing posts with label Beauty Product Reviews. Show all posts

Tuesday, 2 August 2016

Review Produk Mustika Ratu Terbaru

Assalamualaikum, Qonitas. Sekarang aku mau review Produk Mustika Ratu yangg aku dapet secara gratis dari Mustika Ratu bulan lalu. Aku suka semua barang-barang yg dikirim, soalnya hampir semuanya udah pernah aku pakai dan cocok.

Dan jadi ada bagusnya juga sih, aku gak harus nulis 2 kali di postingan yg terpisah untuk review produk yang juga kupakai, hihi. Yuk, lanjut aja yaaa bacanya qonitas!

RATU MAS BODY LOTION

http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html
Produk Mustika Ratu
Nah, apa teman-teman ada mencari body lotion dengan harga terjangkau? Bebas pengawet yang bikin phobia banyak orang (paraben-free, lol!)? Mudah meresap? Dan cocok untuk kulit kering? Kayaknya, body lotion dari Ratu Mas ini jawabannya!

Awalnya, aku under-estimate lah, melihat pekejingnya yang kurang oye. Cuma, pas liat ingredient-nya, hmm boleh juga. Pas dioles, bagus juga karena gak bikin lengket, cepat meresap.

Meski tanpa tambahan silikon di dalamnya (beberapa jenis silikon dalam kosmetik memang memberi coating effect, membuat seakan-akan suatu produk mudah meresap dan tidak lengket). Mengandung minyak zaitun, ekstrak buah kiwi dan vitamin E. Ditambah dengan tutup botol yang praktis, Nice.

KOPI BODY BUTTER

KOPI BODY BUTTER MUSTIKA RATU
Dengan sangat jujur, aku gak suka aroma seri Kopi dari Mustika Ratu. Menurutku, ada wangi vanilla yang menyengat. Ya, aku gak suka wangi Vanilla. Dulu, aku pun sempat beli body scrubnya, cuma gak sampai habis kupakai karena kurang suka dengan aromanya. 

Aku pernah punya cerita tentang bau vanilla. Dulu, waktu hamil muda, aku gak tahu kalau suamiku ganti pengharum mobil. Pas mau berangkat naik mobil, rasanya mau pingsan cium baunya. Ternyata bau pengharumnya, bau vanilla. Erh. Ternyata, suamiku memang baru beli pengharum dari ACE hardware (kan di sana suka dijual  pewangi gantung yang ada bau vanilla gak jelas gitu). Argh.

Akhirnya, aku bilang aku gak suka. Dibuanglah pewangi itu. Tapi tetep ya, baunya gak ilang-ilang. Menyengat sekaliii... T_T Mau buka jendela, asap dimana-mana. Akhirnya, karena gak tahan, aku turun dari mobil trus distopin taksi sama suami. Trus, konvoi deh jalannya, taksinya ngikutin mobil suami, Rempot ^^.

OLIVE BODY SCRUB

olive body srub mustika ratu
Wah, kalau body scrub Olive Mustika Ratu sih temen lama, haha. Pertama kali nyoba scrubnya MR itu ya Body Scrub Olive, sampai sekarang masih kupakai. Yang pertama aku syuka itu memang aromanya.

Aromanya wangi dan segar. Trus, aku suka dengan butiran yang cokelat-cokelat itu. Untuk efek yang diberikan, kualitasnya sebelas-duabelas deh sama Olive Body Scrub-nya The Body Shop. Untuk pilihan, ya pasti jatuh ke MR dong, jelas lebih terjangkau dengan kualitas yang gak kalah.

BIOCELL SUNFLOWER CLEANSING GEL

CLEANSING GEL BIOCELL SUNFLOWER

Dari dulu aku penasaran sama Cleansing Gel nya Biocell Sunflower. Pengen coba juga, sekalian melengkapi rangkaian Biocell Sunflower yang sudah kupakai cukup lama (Night Gel, day Gel, Massage Gel). Beruntung, aku dapet sampel cleansing gel Biocell ini!

Pas pertama dicoba, hanya tercium aroma yang samar-samar, khas produknya Biocell deh, gak menambahkan banyak pewangi. Untuk kekuatan membersihkan makeup, ini cukup bagus. Kecuali makeup yang waterproof banget seperti mascara.

Produk ini cukup inovatif sih, cleansing berbentuk gel. Biasanya cleansing kan berbentuk cream, lotion, atau oil. Tapi semua produk Biocell kan emang bentuknya gel, seperti sudah semacam konsep produk nya gitu. Kesimpulan: Udah gak penasaran lagi, haha.

BIOCELL SUNFLOWER MASSAGE GEL

MASSAGE GEL BIOCELL SUN FLOWER

Nah, kalau Massage gel ini udah  aku beli fullsizenya sebelum dapet sampel ini. Yang membuat pertama kali tertarik untuk beli adalah bubble yang berwarna kuning di gel nya itu lho ^^ Sama seperti pertama kali tertarik dengan Day Gel nya, ada bubble yang berwarna biru-kehijauan. 

Ada perasaan dingin saat dioles ke kulit. Jadi, ritual masas pada wajah jadi lebih enak dan adem juga. Fungsi massage gel ini untuk memperlancar peredaran darah pada kulit wajah. Peredaran darah yang lancar, akan membuat kulit semakin sehat, karena nutrisi dan oksigen yang diterima kulit akan lebih optimal.


Intermezzo, aku pakai rangkaiannya Oxyfresh untuk dental care harianku. Bebas alkohol, detergent dan fluoride sama seperti MR. Hah, bebas fluoride? Kan fluor bagus untuk mencegah gigi berlubang? Awalnya, aku mikir gitu. Ternyata, kata dokter gigiku, fluor itu sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan terutama anak2. Boleh sih dipake, tapi jangan sampai tertelan. Lah, gimana ya, kalau aku sikat gigi mau gak mau sedikit pasti ada yg nyangkut di pangkal lidah. Yah, fluor emang termasuk zat yang kontroversial juga sih. Wa Allahu Alam.  http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

Produk perawatan gigi dan mulut dari MR ini menjadikan daun sirih sebagai bintang utama. Daun sirih di sini menggantikan fluoride yang biasa ada di dental care konvensional. Daun sirih memang telah dikenal lama secara tradisional dan teruji ilmiah sebagai antiseptik yang cukup kuat.

Untuk pasta giginya, aku memang kurang tertarik dengan odol yang mengandung deterjen. Tapi, saat kucoba, busa yang dihasilkan memang tidak sebanyak pasta gigi lain yang ampun-ampunan deh buihnya. Cocok untuk mereka yang mulut dan bibirnya cepat kering karena deterjen pasta gigi, tapi yang tetep gak mau juga pake pasta gigi non-detergent.

Ada kan orang yang gak suka pakai pasta gigi non-detergen, karena emang gak ada busanya. Tapi, kalau pake pasta gigi yang berbusa, bikin mulut cepet sariawan dan bibir kering. Kalau dilema gitu, coba ini aja untuk solusinya.

Yang jadi favorit aku sekarang adalah mouthwashnya! Non alkohol, mengandung ekstrak daun sirih, dan essential oil untuk penyegarnya (daun mint). Untuk zat additifnya, hanya menambahkan zat pewarna saja, dan tanpa pengawet!! Aku bakalan beli ini, buat menggantikan mouthwash yang aku pakai selama ini.

SLEEPWELL TEA

SLEEPWELL TEA MUSTIKA RATU
Terakhir, Sleepwell Tea Mustika Ratu! Yah, dari namanya aja, udah ketahuan kalau ini teh untuk membantu tidur lebih nyenyak. Cuma, sejujurnya, aku gak minum teh ini. Karena kontraindikasi teh ini adalah Ibu Hamil dan Menyusui. Kan aku masih menyusui anakku. Jadi, aku gak tahu deh apakah teh ini memberikan efek yang baik untuk aku yang punya kesulitan tidur. 

Akhirnya, teh ini aku seduh saja untuk suamiku. Aku kasih sesuai anjuran, untuk diminum 1/2 - 1 jam sebelum  jam tidur-nya hubby. Kalau suami kan tidurnya lebih sore, sekitar jam 10 udah terlelap, dan sebenarnya dia gak punya kesulitan tidur sih, hehe. Tapi ya sudah.

Pertama kali aku bawa tehnya, kata suamiku,"hmm... kalau dari wanginya, kalau enggak chrysant pasti chamomile" 

"Bingo!" Betul lah tebakan suamiku

Dia itu pecinta teh (aku kopi, hehe). Makanya gigi kita sama-sama kuning, wkwkw. Di rumah pun ada berbagai macam teh-tehan. Ada black, red, green, yellow tea. Teh melati, krisan, earl grey, matcha (green tea bubuk), oolong. Teh instan ini-itu juga ada.

Makanya, pas aku bawa Sleepwell Tea MR yang mengandung bunga chamomile, langsung bisa tebak. Emang sih, baunya mirip-mirip sama teh bunga chrysant, karena wajar lah wong mirip-mirip juga bunganya :D

Dia tahu kalau itu teh untuk tidur lelap, tapi dasar emang suamiku tidurnya pules dan selalu teratur, jadi gak bisa membedakan kualitas tidur nya saat meminum teh ini dengan tanpa meminumnya. Yah, seharusnya teh ini memang diperuntukan untuk orang2 macam aku.

APAKAH PRODUK MUSTIKA RATU HALAL?

Alhamdulillah, hampir semua produk mustika ratu sudah mendapat sertifikasi halal resmi dari MUI. Untuk informasi lebih jelasnya, silahkan klik tulisan ku yg berisi iniformasi kehalalan MR di sini dan di sini. Semoga bermafaat, Wasslam.

Monday, 1 August 2016

Apakah lipstik wardah long lasting Memang Tahan Lama??

Lipstik wardah long lasting - Assalamualaikum, Aku emang demen sama lipstick, lip junkie lah kalau mau disebut gitu. Bagi aku lipstick itu bak mainan pada anak-anak, jadi jangan ada pertanyaan kalau aku demen review lipstick, hehe.

Kalau buat pilihan warna, warna yang cocok untuk skintone ku ini terbatas. Paling cuma cokelat, orange, coral, peach dan brownish-pink. Jadi, ya warnanya itu-itu aja. Dan warna yang kembar itu banyak, misalnya yang warna cokelat ada 3, dan seterusnya.

Karena nyari lipstick yang cocok itu bukan sekedar warna. Kalau nyari lisptick buat nyari warna aja kayaknya selesai sudah perjalanan... :D Ada yang lebih penting dari sekedar warna, salahsatunya adalah 'daya tahan'.
Lipstik wardah long lasting
Ngomong-ngomong ketahanan (staying power), hari ini aku akan review salah satu lipstik wardah long lasting. Ini pertama kalinya aku coba lipstick Wardah seri ini (gara-gara diracun sama Deadjeng Vicky, hehe).

Dari namanya yg 'longlasting' pasti lipstick ini menjanjikan ketahanan yang lebih lama dari lipstick seri lainnya. Nah, apakah ketahanannya betul-betul tahan lama?  Nyuk, dilanjutin aja bacanya.. ^^

REVIEW WARDAH LONGLASTING LIPSTICK FABULOUS PEACH (01) & PINK SORBET (02)
wardah long lasting

KEMASAN
Bisa dilihat ya pada gambar di atas, kemasan chrome berbentuk silinder, ukurannya gak terlalu gede.

FITUR
Lipstik yg tahan lama namun tidak membuat bibir kering karena menandung jojoba oil & squalane.

WARNA & PIGMENTASI
Shade yang aku review ini adalah Fabulous Peach (01) dan Pink Sorbet (02)

wardah long lasting lipstick


warna lipstik wardah


Warna Fabulous peach betul2 peach ya... Gak ada campuran warna-warna lain (itu sih menurut mataku, hehe). Kalau pink sorbet, malah gak ada pink-pink nya sama sekali menurutku... :p lebih berwarna kecoklatan dengan hint orange.

harga lipstik wardah

Oiya, seri longlastingnya wardah menurutku warna yg cakep (baca: match sama kulit ><) cuma beberapa warna aja, yang no. 01, no.02 dan no. 04. Selebihnya mari liat sendiri di color chartnya Wardah Longlasting Lipstick berikut ini:
Untuk pigmentasinya lumayan, sekali sweep langsung jreng muncul warnanya, full coverage. Gak ada keluhan, so far... ^^ 

TEKSTUR & FINISHING
Tekst sedikit creamy finishingnya matte!! Buat yang gak suka pake lisptik dengan sensasi kerontang, lipstik ini gak direkomendasikan. Meski begitu lipstick ini di bibirku gak bikin kering sama sekali.

lipstik inez
matte finish
STAYING POWER
Ini point pentingnya, wkwk. :p Hmmm tahan lama gak yaaaaa?? Ooo, mari kita lihat penampakan lipstick ini di bibirku dalam 3 jam kurang dikit (dengan selingan minum-minum dan makan berat). Untuk challengnya, aku pake shade no. 01.

Dan hasilnya, tengtereng.......


See? Warna peachnya hilang dan meninggalkan stain merah. Tapi, kalau gak dipake makan-makan, warnanya bisa awet smp lama banget! --> gak ngitungin sampe brapa jamnya, sih.

Trus, kalau yg pink sorbet (02) lama-lama ninggalin stain merah juga gak?

My bad, gak aku perhatiin. Soalnya lebih sering pake yg 01.

HOW TO USE (A la aku)
  1. Sebelum pakai lipstik ini, pastikan kulit bibir kalian keadaan baik (how to get baby lips?, check this out!). Karena kalau kering pasti akan tercetak jelas.
  2. Oles merata
  3. Kalau warna lipstik udah betul-betul nempel, bisa pakai lipbalm berSPF (karena lipstik ini gak ada perlindungan UV nya)
Kok lipbalm-nya gak dipake sebelum lipstik Wardah Longlasting ini??

Soalnya, kalau dipake sebelum lipstik ini, ketahanan lamanya akan berkurang --> lebih mudah luntur/gak longlasting. Itu menurut pengalamanku, ya. Mungkin teman-teman lain ada yg punya pengalaman berbeda dengan dirikuwh?

BEBERAPA PENAMPAKAN LAIN :p

(BONUS) PERTANYAAN
Kalau mau Wudhu trus lagi pake lipstik longlasting gini harus dihapus dulu gak?

Jawab: Kalau masih terlihat ada wujud lipstick yang masih menutupi kulit bibir kita ya harus dihapus. Tapi kalau tinggal stainnya aja, ya enggak apa-apa, enggak harus betul-betul hilang warnanya, karena sisa warna lipstik ini (stain kemerahannya itu), 'menyerap' ke kulit bukan 'menutupi' kulit. See? :)

KESIMPULAN

Aku suka dengan produk Wardah yang satu ini. Longlastingnya lumayan, disaat lipstik-lipstik lain dengan harga semurah ini udah hilang begitu saja bahkan tanpa makan/minum. Gak usah sering-sering retouch lisptick. Tapi harus tetep ngoles lipbalm karena ngeri kering (meskipun gak pake lipbalm lipstick ini gak ngeringin bibir ^^).

Walaupun pada akhirnya meninggalkan stain, tapi mudah dibersihkan. Kekurangannya, gak ada sun protectornya.
Score:

Saturday, 13 June 2015

Review Viva Skin Food, Krim Multimanfaat | Skincare Review

I love halal cosmetics selain banyak yang berasal dari produk Indonesia, harganya juga murah tapi gak murahan. Meski begitu, aku sempat gak percaya sama kosmetik yang harganya kelewat murah, seperti merk Viva Cosmetics. 

Review Viva Skin Food

Kita semua pasti tahu Viva Cosmetics, merk kosmetik buatan Indonesia yg udah jadi pemain lama di pasar kosmetik. Harganya jangan tanya, murah banget, bahkan ada produknya yang bernama Bedak Zak (Refill) yang dibandrol cuma seharga 1000 perak!

Seingatku, belum pernah membeli sendiri produk Viva Cosmetics, pernah sesekali coba beberapa produknya tapi itupun punya kawan/saudara. Sampai akhirnya aku coba hand & nail cream-nya Viva (review click di sini), dan gak percaya kualitasnya bagus meski harganya gak sampai 10ribu. Dari situ aku mulai percaya kalau produk murah, belum tentu kualitasnya murahan. Walaupun untuk urusan packaging belum bisa dibilang juara :)

Dan kali ini aku mau review sebuah multipurpose cream dari Viva. Gimana enggak multifungsi, ini bisa dipakai dari wajah sampai ujung kaki, lho! 


Deskripsi Produk

  • Nama: Viva Skin Food Cream
  • Produksi: PT. Vitapharm
  • Harga: IDR 7,5k
  • Isi: Nett 22 gr
  • No. POM: NA 18130100880
  • Bisa dibeli di: dari retail kecil seperti warung sampai hipermarket! :) 
Cream yang memberikan nutrisi dan kelembaban kulit secara mendalam serta menjaga vitalitas kulit. Mengandung Vitamin A yang berperan dalam regenerasi sel kulit, Vitamin E sebagai Anti Oksidan dan menjaga elastisitas kulit, Vitamin F dan Cholesterin untuk mencegah kekeringan kulit. Pemakaian secara rutin membuat kulit tampak sehat dan lembut terawat.

Cara pakai: Oleskan Viva Skin Food Cream secara merata pada kulit wajah, dan seluruh badan terutama bagian kulit yang kering dan kasar seperti tangan, siku, lutut dan tumit. Untuk hasil maksimal gunakan setiap hari sesudah mandi dan sebelum tidur.

Komposisi: aqua, mineral oil, petrolatum, glyceryl stearate SE, stearic acid, glycerin, cetearyl alcohol, ceteareth-33, beeswax, cetyl alcohol, cholesterol, perfume, methylparaben, glyceryl linoleate & glyceryl linolenate, propylparaben, BHT, tocopheryl acetate, retynyl palmitate.
Viva skin food dikemas dalam bentuk jar plastik kecil, cocok untuk kosmetik berbentuk cream. Banyak orang yang menganggap bentuk jar seperti ini kurang higienis, tapi menurutku gak masalah karena produk ini mengandung pengawet untuk mencegah kontaminasi bakteri berlebih.

Konsistensinya cukup tebal, aku rasa kurang direkomendasikan untuk mereka yang memiliki jenis kulit berminyak.

Kalau dari deksripsi produk di atas, Viva Skin Food ini mengandung Vitamin F, tapi sebenarnya istilah Vitamin F sudah terlalu out of date, karena sekarang Vitamin F lebih dikenal dengan sebutan asam lemak essensial (essential fatty acid/EFA. EFA merupakan asam lemak yang terdiri dari omega 3 (linoleic acid) dan omega 6 (linolenat acid). Di ingredients, EFA pada produk ini tertulis dengan nama glyceryl linoleate & glyceryl linolenate.

Selain EFA, krim ini juga mengandung Vitamin E sebagai anti oksidan dan Vitamin A (retinyl palmitate) untuk regenerasi sel kulit, walaupun masih banyak perdebatan apakah retinyl palmitate boleh digunakan di siang hari, mengingat keluarga Vitamin A rata-rata memiliki sifat fotosensitif.

Untuk melembabkan kulit, Viva skinfood mengandung mineral oil, petrolatum, cholesterol, dan glyserin. Wow mineral oil! Mungkin diantara kalian ada yang membenci  bahan yang satu ini, entah itu karena pernah membuat kulit kalian breakout atau sekedar termakan propaganda semata mengenai mineral oil. Tapi aku rasa kurang tepat menjadikan mineral oil nilai minus untuk Viva Skin Food, mengingat harga krim ini hanya 7000 perak saja (kalau mahal, ya minyaknya mungkin VCO atau EVOO hehe).

HALAL CERTIFIED?
Yup. Walaupun, di tulisanku mengenai Info Kosmetik Halal 2015 [CLICK], produk Viva Cosmetics sepertinya belum memperpanjang sertifikat halalnya, tapi di produk ini masih tertera label halal. 

KESAN MENGGUNAKAN VIVA SKIN FOOD

Awalnya aku menggunakan ini untuk tumit kakiku yang kering. Setelah terbukti bisa menghaluskan kembali kaki yang kering, akhirnya suka kugunakan untuk lutut dan sikut. Kalau untuk handcream, aku rasa ini terlalu lengket. Karena hand cream yang ideal menurutku, selain bisa melembabkan, teksturnya juga ringan.

Beberapa orang suka menggunakan ini di wajah dan kulit sekitar mata. Untuk yang wajahnya kering-normal, Viva Skin Food bisa memberikan hasil yang bagus. Tapi tentunya tidak direkomendasikan untuk kalian yang wajahnya berminyak dan mudah berjerawat sepertiku.

Yang Kusuka
Mampu melembabkan tumit, siku dan lutut yg kering. 
Sangat murah! 
Halal certified
Made in Indonesia!! ♥♥♥

Yang Kurang Disuka
Aromanya agak aneh. Sebenarnya aroma Viva Skin Food itu subtle, gak terlalu menyengat, tapi agak terendus aneh di hidungku. Yah, ini sebenarnya cuma masalah selera. 
Kalau urusan packaging berbentuk wadah yg fragile semacam ini atau karena mengandung mineral oil, itu gak masalah buat saya asal gak dioles di wajah karena terlalu lengket. Kalau gak mau pakai mineral oil, jom beli krim yg mahalan, hehe. Kalau ada krim mahal tapi masih mengandung mineral oil, itu baru sangat amat disayangkan (mahal, kok pake bahan murah? :)). 

Repurchase? Pada suatu hari, aku bisa saja membeli ini lagi. Atau mencari multipurpose cream merk lainnya. 

Nah, itu pengalamanku menggunakan Viva Skin Food. Kalau kamu? :)
lihat juga Info Kosmetik Halal ya...

Sunday, 26 January 2014

Make Up | PAC Blush On No. 4 Review


PAC Blush On No. 4 ReviewAssalamualaikum, Manteman semua! :D Sampai saat ini, blusher yang  kubeli gak pernah jauh-jauh dari warna: coral, orange, cokelat muda, atau peach. Kalaupun beli warna pink, pasti selalu mix dengan warna-warna hangat lainnya. Gak murni pink, gitu.

Kalau sekarang kayaknya beda, aku lagi demen blush on dengan warna dominan pink >.< Malah, kemaren sempet nyari-nyari blush on lokal dengan shade pink keunguan. Dan akhirnya, pilihanku jatuh ke PAC Blush On no.4

Kemasan

Dari depalan pilihn warna blush on PAC, yang pembeliannya sudah include kemasan cuma No. 1 dan No. 2. Untuk no. 3 sampai 8 hanya berupa kemasan isi ulang (refill) aja. Kalaupun mau casingnya, harus beli terpisah, itu pun gak sama dengan casing No.1 dan No. 2 yang udah berserta cermin dan brush bawaannya.


Casing yang jadi tempat blush on No. 4 ku adalah casing universal dari PAC. Bentuknya bundar dengan tutup ulir, ya seperti gambar di atas. Tempat ini juga cocok dijadikan wadah single eyeshadownya PAC.

Meski begitu, aku gak bermasalah dengan casing semacam ini, karena selama ini aku gak terlalu butuh cermin dan kuas yang ada di suatu kemasan blush on :)

Fitur

Katanya sih, blush on ini diklaim waterproof. Tapi, aku sendiri belum pernah uji ketahanan air pada blush on ini. Tapi, untuk staying powernya menurutku cukup baik, dalam artian tidak mudah luntur karena minyak atau keringat.

Mengandung bisabolol, anti-oxidant, pelembab dan sunscreen agent. Tapi aku gak terlalu peduli dengan hal ini :)

Oiya, ada sedikit peringatan pada brosurnya, yang kira-kira redaksinya seperti ini:
...Hindari pemakaian di bawah sinar matahari langsung yang terlalu lama...

Setahuku, jarang lho, ada produk pemerah pipi yang mencantumkan peringatan macam itu.
Pada beberapa produk blush on memang ada semacam pewarna dan fragrance yang sifatnya photosensitizer/fotosensitif (sensitif radiadi sinar UV). Sehingga, bila zat fotosensitif tadi terpapar sinar matahari secara intens, mampu menyebabkan gangguan kulit berupa flek-flek hitam. Aku juga gak tahu pasti zat warna dan pewangi apa sajakah yang sensitif terhadap radiasi siar matahari. Tapi, dari bbeberapa sumber yang pernah kubaca, memang ada pewarna dan parfum dalam kosmerik yang memiliki sifat semacam itu. Tapi, udah jelas-jelas berbahaya bagi kulit karena sifat fotosensitifnya yang tinggi adalah pewarna-pewarna tekstil seperti Rhodamin dan Metilen Yellow.

Gak heran kalau kejadian flek-flek hitam di kulit akibat pemakaian blush on itu cukup banyak. Terutama untuk mereka yang menggunakannya di siang hari atau sering terekspos matahari langsung.

Makanya, di beberapa blush on biasanya ditambahkan sejenis penangkal tabir surya (kalau di produk ini menggunakan Oxybenzone).

OOT dikit, seingatku kosmetik halal yang mengklaim semua produknya non-photosensitisizer itu Wardah, deh. Kalau gak salah.


Tekstur

Super chalky, alias menyerbuk. Untunglah, blush on ini mudah dibaurkan dan mudah dibentuk sesuai kemauan kita (buildable). Oiya, ngomong-ngomong chalky, ada beberapa kekurangan kalau blush on kita chalkynya gak ketulungan:
  • Buat yang punya asma, siap-siap aja obat.
  • Cepet habis (mubazir)
  • Gampang pecah
  • Bikin kotor  

     

    Warna

    No. 4 ini blush on berwarna pink-keunguan. Warna ini bagus menurutku dan aku sukkka! 

    Lebay emang, wajar lah karena aku memang belum pernah punya warna kayak gini sebelumnya, dan sekalinya punya langsung cocok banget di warna kulitku. Padahal sih, mungkin aja banyak kosmetik lokal yang punya warna serupa, hihi.
    Dengan aplikasi yang tepat, warnanya yang awalnya pink keunguan, di atas warna kulitku akan berubah menjadi pink muda yang cakeps banget! Duh, coba punya warna gini dari dulu... :D

    Oya, pada blush on ini ada sedikittt shimmer.

    Pigmentasi

    Pigmentasinya? KELEWATAN. Lagian kenapa harus seheboh itu sih warnanya? Dipikir-pikir sih wajar aja, secara PAC itu  emang berfokus di stage makeup dan makeup orang-orang yang sering tersorot kamera. Kalau kata situs mereka, sih: 
    "Kosmetik ini diluncurkan guna memenuhi kebutuhan professional make-up artist mulai dari stage make-up hingga riasan pengantin yang membutuhkan produk dengan fine quality, water resistant, serta pilihan warna beragam, terutama untuk warna-warna panggung yang cenderung berani..." (sumber: pacbeauty.com)
    Beberapa warna pigmentasinya masih dalam batas wajar, misalnya No. 01, 02 dan warna pink No. 03 (tapi karena kurang bagus pink-nya, aku gak pilih yg 03)
    Meski begitu, ada juga kok beberapa warna Blush On PAC yang warnanya sheer, seperti No.1 dan No.2 Tapi, karena yang kusuka warna no.4 ya aku beli aja yang ini, lagian warna blush on PAC yang lain kayak peach, cokelat, orange aku udah pernah punya.

    Walaupun pigmentasinya kebangetan, seperti yang udah kutulis sebelumnya, blush on ini bluidable dan gampang banget dibaurnya. Kan ada tuh, beberapa blush on yang ngeselin, udah chalky, pigmennya kebangetan, eh dibaurnya susah. Argh.

    Aplikasi

    Blush on yang warnanya terlalu stand out, sebisa mungkin jangan pake kuas blush on biasa, karena sekali usap, serbuk blush on yang terambil bisa dipake buat dandanin pipi 3 orang cewek lagi T_T. Dan kalau pake kuas blush biasa, akan banyak serbuk yang terbuang percuma.

    Untuk blush on semacam ini aku selalu pakai duo fibre brush (stippling brush).
    Cara pakainya: Ambil blush on di pan sekali usap. Kemudian totol-totol (stipple) sepanjang tulang pipi, setelah itu baurkan.
    Kalau pake duo fibre, dijamin deh gak bakalan kayak ondel-ondel. Hasilnya pasti natural banget. :) Eniwei, aku gak pernah pakai duo fibre selain untuk blush on. Kalau foundation cair, aku lebih suka pakai spons.

    Swatches


    Keterangan Gambar:

    1. Penampakan PAC blush on No.4 di pan
    2. Cuma sekali usapan ringan, langsung keambil banyak banget!
    3. Kanan: unblend. Kiri: setelah dibaurkan
    4. Penampakan di pipi. Mecing dah sama lipstik warna nude pink :)

    Kesanku

    Yang aku suka: Warnanya ciamik, staying power gak mengecewakan, gampang dibaur, gak sulit untuk membangun/mengontrol warnanya.
    Yang kurang kusuka: Teksturnya menyerbuk, overpigmented (tapi masih bisa diakali dan dikendalikan), dan dari keterangan pada brosurnya bisa diambil kesimpulan kalau produk ini menggunakan bahan yang tidak terlalu ramah bila digunakan siang hari.

    Apakah Produk Ini Halal?

    Meskipun tidak tercantum logo halal MUI pada semua kemasan PAC, seluruh produk ini sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Untuk info kehalalannya bisa kunjungi tulisanku di sini [click].

    Nah, udah deh segitu aja. Btw, ada yang tahu gak kosmetik lokal bersertifikat halal yang punya warna pink keunguan kayak seperti ini?? :)

    Wassalam. Love~

    Wednesday, 22 January 2014

    Review Sariayu Hijab Hair Mist

    Review Sariayu Hijab Hair Mist - Assalamualaikum, Temans!  Setelah sempat kebanjiran sepergelangan kaki, alhamdulillah akhirnya surut juga dan udah bisa keluar rumah buat beli-beli cairan antiseptik buat bersihin lantai dari sisa air banjir. Tapi, pas ke Carrefour Pluit Village kemaren, cairan Wipol yang udah nangkring di daftar belanjaan teratas, malah sold out semua. Lha, pada diborong orang buat ngepel kali yak? XD
    Review Sariayu Hijab Hair Mist

    Setelah beres belanja, iseng melipir ke Martha Tilaar Shop, ceritanya sih buat nyuci mata yang dari kemaren udah butek ngeliat aer banjiran, hehe.

    Tadinya mau nyari Mousse Foundation terbarunya Sariayu. Eh, masih gak ada juga ternyata. Akhirnya, geser ke Hijab Haircare Sariayu yang belum pernah jadi perhatianku sampai sekarang.  

    Lihat shampo sama kondisionernya, gak tertarik. Hati dan jiwa ku emang udah bener-bener mantep untuk jadi pengguna shampo dan kondi bebas sulfat dan silikon, meskipun embel-embel HIJAB ngerongrong minta diborong.

    Tapi, berhubung stok tonik rambutku udah habis total, akhirnya aku beli tonik rambutnya. Trus, pas lihat Hair Mist nya, tertarik juga ku beli dan akan ku review sekarang :D

    Kemasan

    Berbentuk botol plastik biasa yang di-wrap dengan plastik kemasan. Menggunakan pump semprotan untuk mengeluarkan isinya. Mirip kemasan bodymist pada umumnya, tapi tentunya ini berbeda dari segi fungsi, karena aroma hair mist yang biasanya samar-samar gak bakal cukup strong untuk dijadikan pewangi badan.
    Review Sariayu Hijab Hair Mist

    Desk. Produk
    Mengandung berbagai macam ekstrak tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan dan keindahan rambut. Fungsi utamanya memberi aroma harum untuk rambut, terutama untuk rambut yang tertutup.
    Tapi, sebenarnya siapa saja bisa pakai produk Sariayu Hijab ini, gak harus yang kepalanya pakai kerudung, topi atau penutup kepala lainnya. Toh, kalau aku lihat komposisi kesemua produknya, rangkaian produk ini bisa dipakai semua kalangan, tidak terbatas gender dan gaya berpakaian saja.

    Untuk produk Hair Mist ini, aku malah merekomendasikan untuk mereka yang rambutnya banyak terekspos sinar matahari. Rambut yang terpapar sinar matahari biasanya mudah kering dan berubah aromanya (bukan bau karena kotor, tapi bau karena sinar matahari).

    Aroma

    Keharuman yang tercium samar-samar tetapi cukup manis, aromanya seperti wangi buah semangka. Tapi, menurutku wangi seperti ini sudah cukup pasaran (ada banyak produk pewangi yang gunakan aroma ini). Daya tahan aroma ini, menurut perkiraanku, hanya bertahan sekitar 3-4 jam.

    Cara Pakai

    Digunakan setelah berkeramas dalam keadaan rambut yang basah atau kering. Walaupun kata SPG-nya bisa dipake pas lagi rambut BAU, aku gak menyarankan ini dipakai saat rambut  bau apalagi lepek, berminyak dan keringetan. Kalau bau dan kotor ya keramas aja, bukan ditutup pake wewangian. 

    Kalau cara pakaiku:
    1. Digunakan saat rambut bersih.
    2. Biasanya digunakan setelah berkeramas, dan menggunakan tonik. 
    3. Suka juga disemprot saat rambutku kering, yang penting rambutku dalam keadaan bersih. 
    4. Tidak banyak disemprotkan ke arah kulit kepala, cukup di bagian batang rambutnya saja.

    Kandungan

    1. Bahan dasarnya adalah air. 
    2. Mengandung alcohol (urutan ke-2 setelah water). 
    3. Tapi, menggunakan ini tidak mmbuat kulit kepalaku iritasi. Dan aroma alcohol nya pun tidak menusuk hidung.
    4. Mengandung banyak ekstraksi tanaman di beberapa list pertama komposisinya, menandakan produk ini tidak pelit menambahkan zat aktif.
      • Estrak tanaman yang ditambahkan adalah:
      • Cabai - Capsicumfrutescent
      • Daun jeruk - Citrushystrixleaf
      • Daun Mangkokan - Notophanaxscutellarium Merr.
      • Urang Aring - EcliptaalbaKulit jeruk purut - Citrushystrixfruitpeel 
      • Lidah Buaya - Aloe Barbadensis.
    5. Pengawet utama: Natrium Benzoat. Nice lah, pakai pengawet makanan :)
    6. Agen penyejuk: Panthenol, Menthol (peppermint oil). Btw, hati-hati yang kulitnya sensitif menthol.

    KESAN

    • Mengharumkan? Iya
    • Menyejukkan? Iya
    • Membuat kuit kepalaku iritasi? Tidak 
    • Menghitamkan? Rambut asliku memang sudah hitam, jadi gak teralu kuperhatikan
    • Menguatkan? Gak ada yag berubah dari kekuatan rambutku, rambutku pun memang jarang sekali bermasalah dengan kerontokan ataupun rambut yang patah.
    • Yang kusuka? Aromanya tidak merusak wangi parfumku, menyejukkan kulit kepala, memberi keharuman lebih jika dibandingkan dengan hanya berkeramas saja.
    • Yang kurang kusuka? Mengandung alcohol.

      Apakah Produk Ini Halal?

      Semua produk Sariayu sudah mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI.
      IMHO: Dalam menelurkan rangkaian produk HIJAB, Sariayu sudah mengambil kesempatan dengan melihat peluang dan jumlah target pasar saat ini. Sasaran utama penjualannya kan memang untuk kalangan hijaber, atau bisa lah kita sebut kalau Sariayu cerdik memanfaatkan fenomena ledakan muslimah berkerudung belakangan ini, terlepas apakah esensi berhijab yang sebenarnya juga ikut dalam ledakan tersebut, hehe. 

      Nah, apakah kalian sudah pernah coba produk ini? Untuk hair tonicnya nanti akan ku share lain kali :D
      Wassalam. Love~

      Friday, 10 January 2014

      Hand & Nail Care | Obrolan dan Review 8 Hand Cream Yang Pernah Kucoba

      Assalamualaikum, Hai Semuanya! ^^ Kalau dalam Islam, wanita adalah keindahan yang terbentang dari ujung rambut hingga kakinya. Namun, saat memasuki masa aqil baligh, hanya ada dua perhiasan saja yang boleh terlihat oleh non-mahram, yaitu wajah dan tangan (yang meliputi punggung dan telapaknya). Kalau begitu, sudah sepantasnya keindahan tangan harus dirawat seperti halnya kulit wajah.

      Tapi sayangnya, kita seringnya lebih terfokus merawat area kulit yang lain. Jadi, tidak heran kalau kulit tangan sering terlihat kurang terawat dibandingkan wajah dan anggota tubuh lainnya.
      Review Hand Cream


      Aku pernah lihat perempuan berusia 50 tahunan yang tampak 10 tahun lebih muda. Wajahnya cantik, makeupnya jago, tidak terlihat kerut di wajah maupun di lehernya. Pokoknya tipikal perempuan yang hi-maintenance, deh. Tapi, ada satu yang menarik perhatianku: punggung tangannya. Punggung tangannya yang kering, keriput, dengan skintone yang lebih gelap dari kulit wajah dan lehernya, membuatku percaya kalau perempuan itu memang seusia ibuku :)

      Ini sih contoh ekstrimnya :D
      Wajah boleh bebas kerut, namun kulit tangan sulit berbohong.
      Sumber: drpersky.com
      Pengalamanku dan gambar di atas mungkin bisa menjadi sedikit gambaran, kalau kulit area tangan juga harus mendapatkan perawatan seperti kulit lainnya. Apalagi, kulit punggung tangan merupakan salah satu area kulit yang paling cepat proses penuaannya. Selain itu, kutikula kuku kita pun sering mengalami kekeringan, terutama untuk kalian yang memiliki pertumbuhan kutikula kuku yang cepat dan masif.


      Jangan Lupa Sunscreen Untuk Tangan Kita 

      Terutama buat Muslimah yang berhijab. Tangan adalah area yang paling sering terekspos sinar matahari. Kalau kulit wajah sih, tanpa disuruh pun kita selalu waspada dengan paparan radiasi sinar UV. Kalau kulit tangan? Lebih banyak lupanya, ya kan? Makanya gak usah ngeluh-ngeluh kalau jilbaban tangan jadi belang, hehe.


      Jangan Lupa Oleh Hand Cream

      Gak harus sedikit-sedikit ngoles, sedikit-sedikit ngoles. Kalau gitu juga ribed. Pakai saja sesuai kebutuhan, misalnya: Kalau sering tinggal di ruangan ber AC atau setelah mencuci tangan. Coba, siapa sih contoh orang yang paling demen cuci tangan? Pertama, ibu rumah tangga, kan IRT sering banget melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan air, bahkan dengan detergen yang membuat kulit kering. Kedua, tenaga medis (dan orang yg bekerja di RS). Apakah itu dokter, perawat, bidan, dkk kalau mereka mengikuti standar kesehatan (dan harus mengikuti, dong!), setiap selesai memegang pasien harus mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan antiseptik (sejenis hand-sanitizer gitu). Ketiga, pasien OCD yang phobia-kuman. Pasien tsb bisa membuat kulitnya kering, iritasi bahkan terluka karena terlalu sering mencuci tangan. Oiya, OCD di sini bukan semacam program diet ya, haha. OCD itu singkatan dari obsessive-compulsive disorder. Google sendiri :p

      Kalau ngoles krim tangannya gak pakai hand cream khusus boleh gak? Misalnya, pakai body lotion.

      Oh, boleh banget. Namanya juga henbodi, hehe. Maksudnya, dulu body lotion sering disebut dengan hand and body lotion, kan? Lha, kok 'hand' doang ya? Emang kaki gak termasuk? Nah, karena dirasa kurang adil, sebutan hand-and body lotion akhirnya mulai dicoret dari istilah perkosmetikan, wekekek. Abaikan.

      Cuma, kalau bodylotion itu biasanya kan berat, ukurannya botolnya gede (tapi banyak juga sih yang jual travel-sizenya) dan kebanyakan teksturnya lebih thicky. Tapi, ya suka-suka, lah. Intinya boleh saja pakai bodylotion untuk alternatif handcream.

      Kalau aku sendiri punya beberapa standar dalam memilih hand-cream, seperti:
      1. Gak lengket. Awalnya aku juga cuma pakai bodylotion untuk perawatan tangan dan kuku. Tapi, karena rata-rata bodylotion itu lengket, akhirnya aku putuskan untuk mencari yang namanya hand-cream untuk pelembab khusus tanganku. Tapi ternyata gak semua hand-cream itu enak dipake, Sodara!! Banyak juga yang lengket. Lah, kalau begini apa bedanya sama pelembab badan? 
      2. Ukurannya mini. Kalau ada handcream yang ukurannya gede, mending ganti judul aja jadi body butter sekalian XD
      3. Wanginya enak. Tangan seorang ibu itu harus wangi. Meskipun dia ibu rumah tangga. Soalnya seorang anak itu bisa mengalami pengalaman buruk cuma karena bau tangan. Kedengerannya emang lebay sih, tapi  dulu waktu jaman TK, aku pernah phobia cium tangan! Gara-garanya, seorang guruku pas kucium tangannya (salaman), tangannya tercium bau muntah bayi! *wekz. Pernah lagi pengalaman cium tangan teman ibuku, dan baunya gak bisa aku deskripsikan, antara bau balpirik dengan bau tangan yang habis milih-milih sayur di pasar. Pernah juga nyium tangan ibuku yang kebetulan lagi bau minyak urut (ternyata baru ngerik bapakku, haha), langsung mood aku berubah saat itu juga.
      4. Halal/Animal Derivatives-Free
      5. Mengandung UV protector. Ini gak wajib sih, tapi jadi nilai plus tentunya. Kalau untuk perlindungan matahari, biasanya aku pakai sunscreen untuk wajah saja.
      6. Harganya terjangkau dong (teteup). Gak deh beli handcream mahal-mahal kalau bisa nemu yang murah dengan efek yang serupa.

      Hand Cream Yang Pernah Kucoba

      Di bawah ini adalah handcream yang DULU pernah aku coba, baik beli sendiri, nyoba tester atau coel punya orang lain, hehe.

      1. L'Occitane Immortale Brightening Hand Cream SPF 20

      Ini nyoba punya nyokap. Buat ukuran handcream, ini kemahalan buatku. Kabar buruknya lagi, ini lengket!! Mungkin emang cocok untuk tangan-tangan yang sudah mengalami aging dan seri Immortale dari L'Occitane ini memang ditujukan untuk mereka yang sudah mengalami/memasuki masa penuaan. Gak heran, kalau SPFnya juga gede, hal ini menunjukan kalau sinar matahari memang memiliki pengaruh besar terhadap cepatnya penuaan di kulit. 

      2. L'Occitane Shea Butter Hand Cream



      Aku gak ngerti kenapa testimoni orang-orang bagus banget terhadap hand cream yg satu ini?? Ini handcream pertamaku, tapi bukan beli sendiri sih. Awalnya, ini milik ibuku, tapi karena katanya kurang suka dengan baunya, akhirnya dikasih lah ke aku (sebenarnya aku duluan sih yang minta, wekekek). Teskturnya rich and creamy. Pas di oles pun meninggalkan kesan berminyak, terutama di telapak tanganku (ini yang buat aku bingung kenapa testi orang-orang kebanyakan positif). Yah, mungkin lebih cocok untuk orang-orang yang kulitnya sangat kering atau mereka yang hidup di iklim dingin. Akhirnya, hand cream ini gak pernah kupakai lagi.

      3. The Body Shop Wild Rose Hand Cream SPF 20 (for Mature Skin)


      Aku cuma cobain testernya aja. Aroma mawarnya kurang enak, kayak bau obat-obatan, aneh lah pokoknya. Itulah yang membuat aku untuk tidak membelinya, padahal udah plus SPF 20. Untuk teksturnya, terasa lebih rich dari seri Almond yang saat ini kupakai. Hand Cream Wild Roses ini cocok untuk mereka yang sudah/akan memasuki 'aging'.

      4.  The Body Shop Moroccan Rose Hand & Nail Cream



      Salah satu handcream terbaik yang pernah ku coba. Aku pakai sampai habis, sayangnya varian Moroccan Rose memang sudah tidak dijual lagi. Yang paling kusuka adalah aromanya yang super enak, selain itu handcream ini mudah meresap dan tidak lengket. Dan ini satu-satunya kemasan handcream yang paling kusuka di antara handcream yang pernah kucoba: travel friendly, kemasannya tidak mudah rusak, dan tutup flip-flop pada tubenya.

      5. Etude House 'I Can Fly' Hand Cream (Cherry)

      Bentuknya sih emang unyu, bagus buat jadi pajangan di meja rias (emak-emak?). Tapi, kurang travel friendly, efek melembabkannya biasa saja and lil bit sticky. Akhirnya gak pernah ku pakai lagi, cuma jadi pajangan sampai akhirnya adikku nodong-nodong minta dikasih, haha. Baiklah dik, ini lebih cocok buatmu... :)

      6. Viva Cosmetics Hand and Nail Cream


      Ini hand-nail cream lokal yang super murah, kayaknya gak nyampe 10 ribuan. Gak lengket, sangat mudah meresap, ukurannya kecil dan bisa masuk pouch makeupku tanpa makan tempat. Tapi untuk orang yang tangannya sangat kering, sepertinya ini kurang direkomendasikan. Kalau untuk pencegahan, ini bisa jadi alternatif. Sayangnya krim ini hilang gak tahu kemana, sampai lupa mau repurchase lagi.


      Handcream Yang Kupakai Sekarang

      Favoritku pertama adalah Oriflame Silk White Glow Hand Cream
      Kelebihan: Wanginya enak banget dan tahan lama, testurnya ringan, mudah meresap (matte finish), harganya terjangkau, dan travel friendly. Mengandung ekstrak mulberry dan cherry blossom (bunga sakura??)  yang katanya sih bisa merawat kulit tangan yang menghitam akibat sinar matahari. Kekurangannya: Apa ya? Mungkin harus pesan dari MLM jadi agak susah kalau mau beli lagi (belum lagi kalau produknya ternyata sudah discontinue).

      Handcream yg sedang kupakai sekarang :)

      Favorit kedua adalah The Body Shop Almond Hand and Nail Cream

      Kelebihannya: Aromanya enak (aku suka banget aroma almond!! ><), kelembabannya tahan lama (meski setelah mencuci tangan), melembutkan kutikula kuku, dan harganya terjangkau. Kekurangan: Meninggalkan kesan berminyak untuk sementara waktu. Dan kemasannya yang terbuat dari alumunium. Jadi, kalau sekali dipencet, kemasannya gak akan balik lagi seperti semula, gak travel friendly, karena kemasannya akan mudah rusak/bocor, khawatir isinya bisa keluar kemana-mana.

      Kekurangan keduanya adalah, krim tangan tersebut tidak mengandung SPF.


      Apakah Produk Di Atas Halal?

      L'Occitane, The Body Shop, dan Oriflame klaimnya cocok untuk Vegetarian, dalam artian tidak mengandung bahan turunan hewan yang diragukan kehalalannya. Untuk Viva Cosmetic sampai saat ini masih mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Sedangkan Etude House tidak diketahui, meski banyak produknya mengusung produk yang tidak mengandung unsur hewani.

      Sekian dulu obrolan hand-cream malam ini. Semoga informasi dan reviewnya membantu, ya.

      Wassalam :D

      Thursday, 9 January 2014

      Skin Care | Sariayu SOLUSI Eye Cream Review


      Assalamualaikum, Ceman-cemankuu! Sekarang aku mau review eyecream keluaran Sariayu SOLUSI yang terbaru ya. Sebenarnya, aku gak terlalu percaya sama yang namanya eyecream. Dan mungkin belum banyak yang menyadari, kalau eyecream sebenarnya merupakan salah satu kibulan terbesar yang pernah diciptakan di jagad industri kecantikan. Nah, lo.

      Lha, kok ini dibeli?? 


      Iya, penasaran aja, mau beli, haha *jitak.. Iya, beneran emang kepengen beli aja. Namanya juga cewek, kadang suka gak nyadar apa yang dia beli. Bener-bener cara belanja yang gak boleh diikuti. Tadinya sih, tujuanku mau coba beli sunscreen dari SOLUSI, tapi setiap cari selalu gak ada.

      Tapi, meski karena 'cuma kepengen' beli, ini tetep kupakai kok. Soalnya, akhir-akhir ini aku memang gak terlalu sering pakai krim-krim di area wajah saat malam hari, tapi tetep kepengen area mataku ini lembab selama tidur, jadi kupakailah krim mata ini.

      Tadi aku bilang kalau eyecream itu salah satu scam atau kibulan industri kecantikan yang memang menuai pro dan kontra sampai sekarang. Tapi, untuk membahas ini kayaknya lebih enak masuk di postingan tersendiri. Sekarang masuk ke ranah review aja dulu, OK.


      Sekilas Sariayu Solusi Organic Revolution Renewage

      Sariayu SOLUSI Organic Revolution Renewage merupakan salah satu varian terbaru dari Sariayu yang mengusung produk yang kandungannya lebih ramah di kulit, salah satunya bebas zat-zat yang konon katanya sih berbahaya, seperti mineral oil, paraben, propylen glycole dan zat pewarna.


      Tapi yang menjadi ketertarikan ku terhadap produk terbaru ini bukan dari free ini-itu nya, melainkan label Organic yang ada pada produk tsb. Jadi, produk Sariayu SOLUSI ini memang menggunakan bahan organik pada ekstrak alami sebagai zat aktifnya, ini pertama lho di Indonesia! Ditambah, rangkaian Sariayu Solusi sudah mendapatkan sertifikasi ECOCERT, sebuah badan sertifikasi produk organik yang diakui International.


      Manfaat

      deskripsi produk

      Eyecream ini  klaim nya bermanfaat untuk:
      1. Mengurangi dark circle
      2. mengurangi kantung mata
      3. mengurangi garis halus
      Juga mengandung ekstrak licorice sebagai agen pencerah, memberi rasa sejuk di kulit dan mengurangi iritasi ringan.


      Kesan

      Yang kusuka dari eyecream ini adalah tekstur krimnya yang ringan. Kalau yang sering coba-coba macam krim mata, pasti tahu deh kalau krim mata rata-rata terasa tebal, lengket dan terasa 'pengap' di kulit. Kalau ini enggak :)

      Aromanya juga enak, suka deh, wangi anggur hijau :3

      Meski isinya sedikit, cukup pakai sebesar biji kedelai saja bisa mencover kedua kulit mataku. Lumayan hemat.

      Bisa mengurangi dark circle? Ya. Tapi, sebenarnya aku gak terlalu yakin, apakah dark circle ku hilang karena tidur atau apa. Karena, pertama, dark circle ku emang gak terlalu parah. Kedua, dark circle ku biasanya bisa hilang hanya dengan tidur cukup.

       Kalau kantung mata? berhubung gak punya kantung mata dan jarang punya kantung mata (kecuali habis nangis kali ya, haha), jadi aku gak bisa menilai.

      Kalau keriput halus/fine lines? Aku juga gak tahu, karena emang belum punya *cie. Lagian memang gak wajar kalau perempuan dibawah 35 tahun udah punya kerut halus. Kalau punya, berarti udah masuk kategori penuaan dini tuh.

      Btw, bedain ya finelines karena usia sama gurat halus yang sudah ada dari lahir. Aku juga punya guratan halus di bawah mata yang sudah ada sejak kecil. Cara membedakannya, kita harus hapal peta dari kondisi kulit kita di saat normal. Lagipula, kalau finelines karena penuaan, selain terlihat ada guratan, pun terlihat kering dan kisut. Bedakan juga dengan gurat halus saat tersenyum, kalau itu normal, namanya smile lines.


      Produk Ini Halal?

      Dari kemasan produknya memang belum terlihat adanya label halal. Tapi setelah ku tanya, katanya memang sedang dalam proses sertifikasi. Ya, kita tunggu saja, semoga Sariayu SOLUSI segera menyusul saudara-saudaranya yang lain.

      Semoga bermanfaat.
      Love, Momzhak

      Saturday, 5 October 2013

      Make Up | Festival Bedak (Halal)

      Bedak HalalAssalamualaikum. Hai, ketemu lagi dengan Momzhak di sini. Hari ini bukan review atau yang lainnya, melainkan festival kumpulan bedak-bedak halal yang kupakai selama ini! :D

      Bedak yang kupunya memang banyak sih, meski muka cuma punya satu, tapi hampir semuanya bisa kepake. Tapi ada juga satu-dua bedak yang akhirnya jaraaaaang banget kepake (cuma sesekali aja), tapi ada juga lho yang repurchasenya udah gak terhitung. Nah apakah itu? Lanjut bacanya aja, deh! ^^

       http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html
      Setiap perempuan yang suka merias wajahnya, pasti punya make-up yang wajib dipakai. Yang seandainya kalau di dunia ini seluruh kosmetik dibumi-hanguskan harus ada 'jagoan' yang gak boleh lenyap! Haha (ngayal lagi). Ada yang jagoannya lipstick, ada yang mascara, eyeliner, dll. Nah kalau aku sendiri, menomorsatukan Face Powder a.k.a BEDAK.

      Kalau mau diurut berdasarkan prioritas, make-up yang kupakai adalah
      1. Bedak (compact, foundation powder aka TWC, loosepowder)
      2. Pensil Alis
      3. Liquid foundation/BBC
      4. Lipstick
      5. Blusher/Bronzer
      6. Mascara
      7. Eyeliner
      8. Eyeshadow http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html
      Sekali lagi, yang diatas bukan urutan aku memakai make-up ya, tapi benda make-up andalan berdasarkan prioritas, makin ke bawah makin jarang dipake, makin gak butuh.

      Kenapa aku suka sekali bedak, karena bedak itu selain bisa mempercantik, sekaligus memberi manfaat lebih untukku yang oily skin ini. Manfaat yang aku dapat dari berbedak, adalah:
      1. Meratakan warna kulit (pasti)
      2. Mencegah sunscreen yang kupakai agar tidak mudah luntur oleh keringat (paling penting!!)
      3. Menyerap kelebihan minyak secara 'otomatis', maksudnya aku gak usah sering-sering nge-blot muka pakai tisu atau oil film/paper. 
      Kemudian, bedak kan macem-macem. Tapi secara garis besar terbagi 2: Loose Powder dan Compact Powder

      LOOSE POWDER
      Aku sih nyebutnya pupur (kampung amat, hehe). Nah, pupur ini ada banyak macemnya. Ada yang khusus 'finishing', biasanya warnanya translucent agar tidak merusak warna mekap kompleksi di bawahnya. Ada yang khusus menahan minyak dan keringat, sejenis 'anti-shine powder', biasanya buanyak banget silikon dan mengandung sejenis alumunium sebagai anti-prespirant (anti keringat). Ada loose powder make-up biasa, dan biasanya memang punya aneka shade, bisa digunakan juga untuk set foundation or without. Ada juga powder foundation, jadi foundation tapi berbentuk bubuk seperti loosepowder. Ada shimmering powder juga. Kemudian ada yang memang diskhususnya untuk blemished skin, misalnya bedak antijerawat. Emm, apa lagi ya, ada yang tahu? http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html

      COMPACT POWDERhttp://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html
      Atau kita sebut dengan bedak padat. Bedak padat juga tadinya sejenis pupur, tapi dipress dengan sejenis bahan sehingga bisa padat sedemikian rupa. Compact powder juga ada macamnya. Biasanya sih:
      1. Compact Powder (biasa)
        Ini emang bedak padat biasa. Namun, memiliki varian shade yang beragam. Kalau dalam aturan mekap yang baku (aku pernah baca di buku mana gitu), compact powder digunakan setelah menggunakan loosepowder yang dipakai setelah men-set foundation. Bingung? Maksudnya, kalau dalam pemakaiannya begini urutannya: foundation - loosepowder - compact powder. Urutan baku seperti itu konon membuat mekap yang digunakan lebih tahan lama. Tapi, biasanya, kita gak pakai setebal itu kan? Compact Powder biasa kupakai dengan menggunakan brush untuk finishing aja/set foundie. Dan bagus juga untuk touch-up, karena teksturnya yang ringan.
      2. Compact Powder Plus Foundation
        Kalau di sini, dikenal dengan TWC (two way cake), DAC (dual action cake),  TFC (two function cake) dan macam cake-cake-cake lainnya, hehe. Tapi biasanya kita menyebutnya TWC. Maksudnya, ini sejenis bedak padat yang sudah menjadi satu dengan foundation. Shadenya juga beragam, namun bedanya dengan compact powder biasa, TWC daya tutupnya lebih meng-cover. Biasanya dipakai menggunakan spons yang kering atau basah (untuk coverage yang lebih puol). Tapi bisa juga pakai kuas bedak biasa, agar hasilnya lebih soft. Kalau udah pakai bedak jenis ini, tentunya aku gak pakai foundation cair/BBC lagi, gak enak, pengap. Cara pakaiku biasanya tunggal, dengan sunscreen sebagai alasnya.
      Selain dua itu, ada banyak lagi macam bedak padat yang bertebaran di jagad industri mekap, sama lah seperti loosepowder. Ada compact shimmering powder, ada juga yang katanya compact powder plus BBC (sejenis twc juga kali ya?), haiyah banyak laaa... :D

      ******

      Nah, masuk ke festival bedak yang dinanti-nanti!! :P Gak ada review lengkap ya, masa iya review segitu banyaknya. Ya, paling review sekilas-sekilas aja deh, sekaligus ingin menginformasikan shade yang kupakai. Kali aja ada yang warna kulitnya mirip-mirip aku, bisa jadi referensi kalau mau beli dempul-dempul yang diikutsertakan dalam festival ini, hehe. FYI, warna kulitku yellowish light to medium , gampangnya kuning langsat. http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html

      Keterangan gambar di atas, sekaligus shadenya:
      1. La Tulipe Acne Powder (Rachel).
        Shade yang 'natural' juga masuk di kulitku, tapi lebih pinkish, dan 'rachel' yellowish. Yang paling kusuka: Wanginya. Kaya bau ruang praktek atau apotek, hehe. Biasanya kupakai saat berjerawat. Bikin jerawat cepet kering.
      2. Mustika Ratu LP Oxygen (Kuning Langsat).
        Shadenya bagus, tapi kurang suka wangi-nya.
      3. Caring Colours LP UV White Microfine (Vanilla, 01)
        Shadenya lebih terang satu tingkat. Soalnya serba salah, pakai 'shell petal', kusem. Pakai 'natural glow' lebih gelap satu tingkat. Tau gini beli yang shade 'translucent' aja deh. Tekstur sih jagoan, warna bermasalah. Caring itu bagus sih, cuma kurang bersahabat sama yang kuning langsat.
      4. Sariayu Bedak Tabur (Kuning langsat)
        Ada yang bilang warna kuning langsat bedak ini mengerikan? Bagi aku, kuningnya bagussss.... Ini satu-satunya bedak tabur yang warna kuningnya paling klop sama warna kulitku.. Bedak tabur yang sudah habis yang entah berapa kali. Dan kalau kulit makin berminyak, malah kelihatan tambah glowy, bukan kusem. Tapi aku pernah tuh dikatain temenku waktu tahu aku pakai bedak ini, katanya kok aku pakai bedak 'pembantu', wkwk. Gara-garanya ART nya pakai bedak ini juga. Ah, bodo amat, yang lebih mahal aja gak ada yang warnanya sebagus ini, kualitas juga gak kalah sama yang 50 rebuan. Dalam hal ini, pepatah 'ada harga-ada rupa' sementara tidak berlaku. :P
      5. Wardah Acne Powder (No Shade)
        Cuma kepake sekali, gara-garanya shadenya gelap banget dan pilihan shadenya emang cuma satu. Bagusnya, ini no-talc sih. Bagus buat mereka yang gampang batuk-batuk saat menghirup talc dari produk kosmetik

      Sebenarnya, ada satu yang gak terfoto: La Tulipe Two Function Cake (Shade no.2). Entahlah dia ada di mana, kayaknya ada di salah satu tas ku (tapi males carinya).

      Keterangan gambar di atas:
      1. Wardah Exclusive TWC (no. 3, Sandy Beige)
        Bagus buat foto pakai blitz, soalnya gak terlalu white-cast. Mungkin karena no-SPF atau sedikit.
      2. Wardah Lightening TWC 'Light Feel' (no. 2 Golden Beige)
        Bedak terfavorit! Repurchse sudah berkali-kali. Warnanya bagus, kualitas oke punya. Selalu ada stok.
      3. Wardah Lightening TWC 'Extra Cover' (no. 1 Light Beige)
        Bagus, tapi lil bit cakey. Harga boleh di atas 'light feel', tapi 'light feel' lebih cocok di kulitku.
      4. Sariayu Natural Glow Powder (Lasem)
        Ini sejenis compact powder biasa, ada sedikit shimmernya (tapi dikiiit aja). Bagus untuk nge-set foundie atau touch up. Coveragenya emang sheer (wajar lah), tapi soft teksturnya. Sebenarnya, shade lasem ini untuk mereka yang berkulit putih, tapi buat yang kuning langsat gak pektay kok, malah jadi lebih bright. Kalau shade karimunjawa memang katanya lebih cocok untuk kulit kuning langsat sampai sawo matang. Nanti mau ah beli yang karimun :D
      5. Sariayu Shimering Powder
        Ini shimmering powder, multiguna juga sesuai dengan warna-warna yang tersedia. Tapi, kalau warna-warnanya dibaur keseluruhan bisa jadi shimmering powder yang bagus. Baiknya dipakai buat acara malam.
      6. Make Over Perfect Cover TWC (no. 1 Light Beige)
        Harganya emang paling mahal di atara yang lain, kualiti biasa saja (gak yang 'wow' gimana gitu). Tapi ukuran lebih besar (40g), dan kemasannya lebih ciamik :D
        *Catatan: Make Over baru katanya aja produk halal, tapi belum bersertifikat resmi dari MUI, ya... Bedak-bedak lainnya alhamdulillah sudah punya label halal.

      ADA YANG LUCU
      Apanya yang lucu?

      Yah, coba deh perhatiin gambar di atas: 
      1. TWC MakeOver & TWC Wardah Lightening 'extra cover' sama-sama produk PT. Paragon
      2. Warna keduanya punya nama dan nomer yang sama (no.1 Light Beige)
      3. Pas dibuka... Warnanya emang SAMA!! 

      Tapi, kalau dipake sih emang lebih enak Make-Over. Dan kemasannya lebih menarik, hehe. Makeover sedikit oxidize, tapi gak cakey. Kalau Wardah gak oxi, tapi lil bit cakey. Ya, ada kurang lebih nya :P


      Oke, selesai sudah festival kali ini. Oiya, kira-kira TWC PAC reccomended gak ya? Atau TWC nya La Tulipe Pro? Tapi penasaran juga sama Anti Shine Powdernya Moors. Ada yang udah pernah coba-coba dengan mereka? Share ya!

      Wassalam,
      Love, Momzhak http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html

      Friday, 4 October 2013

      Skin Care | Review Sunscreen Halal Kesukaanku (plus obrolan serba-serbi krim tabir surya)

      Assalamualaikum, Qonitas :D

      "Mau review sunscreen ya, Mom?"
      "Iyah"
      "Mana sunscreen? Gak ada yang tulisannya sunscreen!"
      http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
      Menurutku, yang namanya sunscreen, sunblock, suncare, moisturizing UV cream, UV cream, UV filter, UV tint, UV moisturizer, UV gel, sun protector krim, sampai pelembab yang udah ada SPFnya, itu sama saja. Masuk ke dalam kategori 'krim pelindung radiasi sinar ultra violet'. Tapi, aku gampangnya nyebut sunscreen, hehe. 
      Tapi, katanya ada perbedaan ya antara sunscreen dan sunblock?
      Kalau kita google 'sunblock-sunscreen', kita bakalan lihat yang namanya perdebatan yang tiada habisnya. Dan tulisan yang membahas perbedaan mereka berdua banyak juga, terutama situs-situs luar. Wedeh, rame deh. Bahkan sampe ada yang ngaco, katanya sunscreen itu buat muka, kalau sunblock buat body.*tepokjidat

      Dulu, aku juga pernah nulis perbedaan sunblock dan suncreen (di blog lama), tapi kayaknya udah out of date. Soalnya, jaman sekarang perbedaan antara mereka berdua itu jadi kabur. Dulu banget, emang mereka dibedain. Perbedaan yang paling dasar itu ada pada zat yang gunakan sebagai penangkal UV nya. Kalau sunscreen biasanya chemical based, kalau sunblock physical. Tapi, di jaman ayeuna mah, teu aya bedana mana sunscreen jeung mana sanblok. Apalagi, krim tabir surya sekarang lebih sering menggabungkan antara bahan chemical dan phisical (disebut hybrid). 

      Nah, daripada debat kusir, mendingan dipake aja, dan rasakan manfaatnya. Oke? *okeeeeeee!

      Kalau aku, lebih baik gak keluar rumah sekalian, daripada tanpa sunscreen. Dan silahkan hapuskan semua kosmetik di dunia ini asal jangan lenyapkan 3 hal yang penting buat kulitku: Sunscreen, toner, dan bedak. Haha, becanda.

      Di jaman informasi serba canggih dan lengkap gini, udah pada tahu kan ya, kalau sunscreen itu fungsinya ruarrr biaza! Dari menangkal pengaruh buruk sinar UV sampai mencegah penuaan dini pada kulit. Bisa dianggap jantungnya skinker, deh. Aku masih bisa survive tanpa pencuci muka (lebay), tapi enggak bisa kalau gak pake sunscreen ke luar rumah. Kalau cuci muka, sebenarnya pakai air hangat sama washlap aja bisa bersih (kecuali buat bersihin mekap tuebbel kali ya? :D).

      Apalagi kulitku ini, termasuk kulit yang lumayan cepat sunburn. Tapi, kalau exporsure-nya terus-terusan, kalau sesekali ya enggak. Soalnya dulu waktu masih kecil, kulitku sering kena luka bakar matahari. Tapi parah-parahnya pas jaman SMP, kulitku sampai terkelupas-kelupas (gara-gara suka basket & renang siang bolong). Karena separah itu, akhirnya ke dokter, trus dikasih krim yang harus dipakai sebelum sekolah, dulu aku nyebutnya 'krim matahari'. Dan kalau habis minta diresepin lagi dan lagi, sampai akhirnya tahu kalau ada sunscren yang dijual bebas di drugstore. Pertama beli merek Nivea, tube warna biru, teksturnya kentel banget kaya sunscreen yang diresepin dokter. Tapi makin ke sini yang namanya sunscreen teksturnya udah mulai enak.

      Sebelum pakai Wardah sama Ristra, aku pakai  merek lain (merek X). Merek X bagus, teksturnya enak variannya lengkap, tapi mengandung  hydrolyzed collagen (HC). HC itu gak berbahaya kok, relatif aman, tapi karena sekarang aku memprioritaskan kosmetik halal atau animal free, jadinya aku menghindari HC. http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html

      Hydrolized collagen itu hampir bisa dipastikan berasal dari hewan. Biasanya berasal dari babi, ikan, kuda, dll. Jadi statusnya syubhat, alias meragukan. Bisa halal, bisa juga haram kalau berasal dari babi atau hewan halal yang sembelihannya tidak mengikuti kaidah syari.

      Berarti semua kolagen yang ada di kosmetik itu meragukan ya? 

      Enggak semua kolagen meragukan, misalnya kalau kolagennya berasal dari tumbuhan laut (phyto-collagen), atau kosmetik berkolagen yang sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. 

      ACNE PERFECTING MOISTURIZER GEL PLUS SPF 18
      sunscreen Wardah dari Acne Series


      Tau gak, tadinya aku gak sengaja beli ini. Niatnya, mau beli Wardah Pore Tightener Toner, eh malah kebeli moisturizer nya (habis, dus kemasannya mirip-mirip :D). Akhirnya, sempet gak kepake tuh (dianggurin), soalnya males coba-coba lagi untuk tahu cocok apa enggaknya. 

      Waktu sunscreen yang biasa kupakai bener-bener habis, akhirnya aku coba aja pakai ini. Eh, ternyata enak dipake ya? Pas dipake adem dan gak lengket. Dipake seharian di muka pun gak bikin kulit kusam atau efek-efek negatif lainnya. Karena mengandung zat antiseptik, hitung-hitung mencegah jerawat nongol di kulit. Dan sekarang udah mau habis kupakai, dan COCOK. Pokoknya, sunscreen yang cocok di kulitku itu harus:
      • Teksturnya enak dipake
      • Proteksinya bagus (sesuai dengan SPF yang diberikan)
      • Gak bikin out break di kulit
      • Bisa dibeli bebas di tanggal tua sekalipun, wkwk.
      Karena  ini moisturizer ber-SPF, jadi kalau udah pakai ini aku gak usah pakai moisturizer lagi. Selain sudah cukup lembab di kulitku, aku males deh harus ngolesin berlapis-lapis produk kalau gak perlu-perlu banget. Sebenarnya, dalam merawat kulit gak ada aturan yang terlalu baku, misalnya wajib pakai moisturizer. Intinya dengar saja kebutuhan kulit kita masing-masing. Kalau kulitnya memang butuh hidarasi lebih, pakailah pelembab. Kalau kulit udah bagus kelembabannya, ya gak wajib pakai. Kalau parno kering, meski kulit gak kering, ya boleh saja pakai demi kedamaian hati dan jiwa, hehe. Suka-suka, deh. Tapi untukku sendiri, kalau gak butuh ya gak pake :)

      Ini kan bentuknya gel, tapi kok gak bening? Gel bukannya kaya jeli-jeli gitu ya?

      Kita terkadang bingung kan dengan produk kosmetik yang katanya 'gel' tapi gak berbentuk gel seperti yang ada di pikiran kita? Padahal gel itu gak selamanya bening atau mirip jeli. Kalau dikasih warna yang pekat, ya warnanya gak bening lagi. Atau kalau komposisi airnya lebih banyak (atau pakai gelling agent yang gak kentel), teksturnya bisa saja cair

      Disebut gel, karena ditambahkannya gelling agent (bahan pembentuk gel) di dalam campuran kosmetik. Gelling agent itu sejenis koloidal yang menyatukan antara zat padat dengan cair, untuk memberi benefit yang tidak dimiliki oleh bentuk lain seperti cream, emulsi, dll. Keuntungan kosmetik berbentuk gel, misalnya: 
      • Hemat. Dengan sedikit produk yang diaplikasikan, bisa mencukupi kebutuhan, bila dibandingkan dengan bentuk lainnya (misalnya lotion, cream). Karena sifat gel itu: memiliki luas permukaan yang lebar
      • Sejuk. Karena gel dikenal sebagai isolator panas yang cukup baik.

      Kekurangan gel: Gel itu cenderung lengket teksturnya. Jadi kalau ada yang tanya, kok pakai kosmetik berbentuk gel lengket sih? Ya, emang gel itu lengket. Tapi, lengket itu bukan berarti berminyak, lho. Bisa lah dibedain mana tekstur yang berminyak dengan lengket.

      Kalau Wardah ini, gak terlalu lengket, mungkin karena menambahkan beberapa sejenis silikon di dalam kandungannya, jadi efek lengketnya gak terlalu berasa saat dioles.

      Untuk lebih jelasnya, gambar di bawah ini menunjukan komposisi lengkapnya:


      Kalau dari komposisinya, ada beberapa zat aktif dalam sunscreen ini:
      • Etilheksil metoksinamat (chemical, anti UVB)
      • Witch Hazel exct (anti-irritant, pore tightener_)
      • Panthenol (anti-irritant, calming)
      • Aloe Vera exct. (calming)
      • Triclosan (antiseptik)
      • Tokoferil asetat (vitamin E, antioksidan)
      • Titanium Dioxide (physical, anti UVA-UVB)
      http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
        RISTRA SUNCARE SPF 17

        Kalau ini aku pakai udah cukup lama. Selain halal, aku suka sama finishingnya yang rada matte di kulit. Ya, lagi-lagi, fungsi silikon berperan di sini agar teksturnya menjadi tidak lengket.

        Karena memang tidak include pelembab, jadi kalau kulitku lagi butuh hidrasi lebih, aku oleskan moisturizer sebelum pakai Ristra Suncare ini.

        Yang disayangkan, produk ini relatif mahal untuk ukuran produk lokal. Ukuran kecil begini sekitar 30-40 ribuan kalau gak salah (lupa). Lebih baik beli ukuran besarnya, kalau dihitung-hitung kayaknya lebih murah. Tapi, yang gede tuh makan tempat!


        Kalau dilihat dari komposisinya, zat aktifnya gak terlalu banyak, hanya:
        • Oktil metoksinamat (anti UVB)
        • Titanium Dioxide (Anti UVB-UVA)

        KENAPA AKU TIDAK MEMILIH KEKUATAN SPF LEBIH TINGGI?

        Kalau ngeh sama review ku kali ini, semua produk sunscreen yang suka kupakai berkekuatan medium. Kenapa gak pakai SPF yang lebih tinggi?

        Sebelumnya, kita harus tahu SPF dalam sunscreen adalah perlindungan utama terhadap UVB (penyebab luka bakar pada kulit bila terekspos dalam jangka waktu tertentu). Menurut British Association of Dermatologist ada empat kategori tabir surya berdasarkan SPFnya:
        1. low protection (SPF 6-14)
        2. medium protection (SPF 15-29)
        3. high protection (SPF 30-50)
        4. very high protection (SPF 50>)
        Nah, yang tadi direview ada yang SPF nya 18 (Wardah) dan SPF 17 (Ristra). Keduanya masuk dalam kategori medium protection terhadap UVB. Sekilas memang sepertinya sih remeh ya, kalau SPF nya cuma belasan gitu. Tapi, memang itulah SPF yang cocok untukku. Buat apa pakai yang lebih kalau memang cocoknya segitu? http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
        ada alasan yang lebih jelas kenapa cocok2 saja dengan SPF medium?
        1. Aktifitas keseharianku (weekdays) lebih banyak indoor, keluar rumah gak ketemu matahari, pulang ke rumah udah senja, hehe (tapi tetep re-apply sesudah wudhu shalat zuhur).
        2. Semakin tinggi SPF, resiko pori tersumbat semakin besar juga terutama untuk pemilik kulit acne prone sepertiku, paling mentok SPF 30.
        3. Udah pakai bedak yang SPFnya lumayan (20+)
        4. SPF segitu udah cukup, gak membuat kulitku memerah (burn) atau menggelap (tanned)
        Tapi, bukan berarti gak punya sunscreen yang high protection. Tetep punya, biasanya pakai yang SPF 30an dengan PA ++ untuk perlindungan UVA yang lebih ekstra, tapi dipakai saat diperlukan, misalnya mau jalan-jalan ke pantai, dufan, renang outdoor, pergi siang-siang, pokoknya yang panas-panasannya lebih puoll... :D  

        Btw, berarti kalau sunscreen yang gak tertulis PA, gak ada perlindungan untuk UVA nya dong...?

        Ya, enggak juga, selama memuat tabir surya yang broad-spectrum, misalnya Titanium Dioxide (TiO2) dan Zinc Oxide (ZnO2). Broad spectrum sunscreen itu, krim tabir surya yang bisa melindungi UVA-UVB sekaligus. Nah, dua zat yang tadi disebutkan, selain bisa menjadi penentu jumlah SPF di suatu sunscreen, mereka bisa melindungi kulit dari UVA juga. Yah, sesekali coba tengok komposisi sunscreen yang kita pakai.

        Itu aja deh, review dan obrolan ringan mengenai sunscreen. Sebenarnya ada banyak sih, yang mau aku tulis lebih dalam mengenai tabir surya. Tapi entar-entar deh, pengennya khusus di postingan tersendiri, gak campur sari kaya gini, hehe. 

        Wassalam
        Love~
        http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html

        Baca juga :

        About

        Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"