Cari Di sini !

Showing posts with label Skin Care. Show all posts
Showing posts with label Skin Care. Show all posts

Tuesday, 2 August 2016

Review Produk Mustika Ratu Terbaru

Assalamualaikum, Qonitas. Sekarang aku mau review Produk Mustika Ratu yangg aku dapet secara gratis dari Mustika Ratu bulan lalu. Aku suka semua barang-barang yg dikirim, soalnya hampir semuanya udah pernah aku pakai dan cocok.

Dan jadi ada bagusnya juga sih, aku gak harus nulis 2 kali di postingan yg terpisah untuk review produk yang juga kupakai, hihi. Yuk, lanjut aja yaaa bacanya qonitas!

RATU MAS BODY LOTION

http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html
Produk Mustika Ratu
Nah, apa teman-teman ada mencari body lotion dengan harga terjangkau? Bebas pengawet yang bikin phobia banyak orang (paraben-free, lol!)? Mudah meresap? Dan cocok untuk kulit kering? Kayaknya, body lotion dari Ratu Mas ini jawabannya!

Awalnya, aku under-estimate lah, melihat pekejingnya yang kurang oye. Cuma, pas liat ingredient-nya, hmm boleh juga. Pas dioles, bagus juga karena gak bikin lengket, cepat meresap.

Meski tanpa tambahan silikon di dalamnya (beberapa jenis silikon dalam kosmetik memang memberi coating effect, membuat seakan-akan suatu produk mudah meresap dan tidak lengket). Mengandung minyak zaitun, ekstrak buah kiwi dan vitamin E. Ditambah dengan tutup botol yang praktis, Nice.

KOPI BODY BUTTER

KOPI BODY BUTTER MUSTIKA RATU
Dengan sangat jujur, aku gak suka aroma seri Kopi dari Mustika Ratu. Menurutku, ada wangi vanilla yang menyengat. Ya, aku gak suka wangi Vanilla. Dulu, aku pun sempat beli body scrubnya, cuma gak sampai habis kupakai karena kurang suka dengan aromanya. 

Aku pernah punya cerita tentang bau vanilla. Dulu, waktu hamil muda, aku gak tahu kalau suamiku ganti pengharum mobil. Pas mau berangkat naik mobil, rasanya mau pingsan cium baunya. Ternyata bau pengharumnya, bau vanilla. Erh. Ternyata, suamiku memang baru beli pengharum dari ACE hardware (kan di sana suka dijual  pewangi gantung yang ada bau vanilla gak jelas gitu). Argh.

Akhirnya, aku bilang aku gak suka. Dibuanglah pewangi itu. Tapi tetep ya, baunya gak ilang-ilang. Menyengat sekaliii... T_T Mau buka jendela, asap dimana-mana. Akhirnya, karena gak tahan, aku turun dari mobil trus distopin taksi sama suami. Trus, konvoi deh jalannya, taksinya ngikutin mobil suami, Rempot ^^.

OLIVE BODY SCRUB

olive body srub mustika ratu
Wah, kalau body scrub Olive Mustika Ratu sih temen lama, haha. Pertama kali nyoba scrubnya MR itu ya Body Scrub Olive, sampai sekarang masih kupakai. Yang pertama aku syuka itu memang aromanya.

Aromanya wangi dan segar. Trus, aku suka dengan butiran yang cokelat-cokelat itu. Untuk efek yang diberikan, kualitasnya sebelas-duabelas deh sama Olive Body Scrub-nya The Body Shop. Untuk pilihan, ya pasti jatuh ke MR dong, jelas lebih terjangkau dengan kualitas yang gak kalah.

BIOCELL SUNFLOWER CLEANSING GEL

CLEANSING GEL BIOCELL SUNFLOWER

Dari dulu aku penasaran sama Cleansing Gel nya Biocell Sunflower. Pengen coba juga, sekalian melengkapi rangkaian Biocell Sunflower yang sudah kupakai cukup lama (Night Gel, day Gel, Massage Gel). Beruntung, aku dapet sampel cleansing gel Biocell ini!

Pas pertama dicoba, hanya tercium aroma yang samar-samar, khas produknya Biocell deh, gak menambahkan banyak pewangi. Untuk kekuatan membersihkan makeup, ini cukup bagus. Kecuali makeup yang waterproof banget seperti mascara.

Produk ini cukup inovatif sih, cleansing berbentuk gel. Biasanya cleansing kan berbentuk cream, lotion, atau oil. Tapi semua produk Biocell kan emang bentuknya gel, seperti sudah semacam konsep produk nya gitu. Kesimpulan: Udah gak penasaran lagi, haha.

BIOCELL SUNFLOWER MASSAGE GEL

MASSAGE GEL BIOCELL SUN FLOWER

Nah, kalau Massage gel ini udah  aku beli fullsizenya sebelum dapet sampel ini. Yang membuat pertama kali tertarik untuk beli adalah bubble yang berwarna kuning di gel nya itu lho ^^ Sama seperti pertama kali tertarik dengan Day Gel nya, ada bubble yang berwarna biru-kehijauan. 

Ada perasaan dingin saat dioles ke kulit. Jadi, ritual masas pada wajah jadi lebih enak dan adem juga. Fungsi massage gel ini untuk memperlancar peredaran darah pada kulit wajah. Peredaran darah yang lancar, akan membuat kulit semakin sehat, karena nutrisi dan oksigen yang diterima kulit akan lebih optimal.


Intermezzo, aku pakai rangkaiannya Oxyfresh untuk dental care harianku. Bebas alkohol, detergent dan fluoride sama seperti MR. Hah, bebas fluoride? Kan fluor bagus untuk mencegah gigi berlubang? Awalnya, aku mikir gitu. Ternyata, kata dokter gigiku, fluor itu sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan terutama anak2. Boleh sih dipake, tapi jangan sampai tertelan. Lah, gimana ya, kalau aku sikat gigi mau gak mau sedikit pasti ada yg nyangkut di pangkal lidah. Yah, fluor emang termasuk zat yang kontroversial juga sih. Wa Allahu Alam.  http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

Produk perawatan gigi dan mulut dari MR ini menjadikan daun sirih sebagai bintang utama. Daun sirih di sini menggantikan fluoride yang biasa ada di dental care konvensional. Daun sirih memang telah dikenal lama secara tradisional dan teruji ilmiah sebagai antiseptik yang cukup kuat.

Untuk pasta giginya, aku memang kurang tertarik dengan odol yang mengandung deterjen. Tapi, saat kucoba, busa yang dihasilkan memang tidak sebanyak pasta gigi lain yang ampun-ampunan deh buihnya. Cocok untuk mereka yang mulut dan bibirnya cepat kering karena deterjen pasta gigi, tapi yang tetep gak mau juga pake pasta gigi non-detergent.

Ada kan orang yang gak suka pakai pasta gigi non-detergen, karena emang gak ada busanya. Tapi, kalau pake pasta gigi yang berbusa, bikin mulut cepet sariawan dan bibir kering. Kalau dilema gitu, coba ini aja untuk solusinya.

Yang jadi favorit aku sekarang adalah mouthwashnya! Non alkohol, mengandung ekstrak daun sirih, dan essential oil untuk penyegarnya (daun mint). Untuk zat additifnya, hanya menambahkan zat pewarna saja, dan tanpa pengawet!! Aku bakalan beli ini, buat menggantikan mouthwash yang aku pakai selama ini.

SLEEPWELL TEA

SLEEPWELL TEA MUSTIKA RATU
Terakhir, Sleepwell Tea Mustika Ratu! Yah, dari namanya aja, udah ketahuan kalau ini teh untuk membantu tidur lebih nyenyak. Cuma, sejujurnya, aku gak minum teh ini. Karena kontraindikasi teh ini adalah Ibu Hamil dan Menyusui. Kan aku masih menyusui anakku. Jadi, aku gak tahu deh apakah teh ini memberikan efek yang baik untuk aku yang punya kesulitan tidur. 

Akhirnya, teh ini aku seduh saja untuk suamiku. Aku kasih sesuai anjuran, untuk diminum 1/2 - 1 jam sebelum  jam tidur-nya hubby. Kalau suami kan tidurnya lebih sore, sekitar jam 10 udah terlelap, dan sebenarnya dia gak punya kesulitan tidur sih, hehe. Tapi ya sudah.

Pertama kali aku bawa tehnya, kata suamiku,"hmm... kalau dari wanginya, kalau enggak chrysant pasti chamomile" 

"Bingo!" Betul lah tebakan suamiku

Dia itu pecinta teh (aku kopi, hehe). Makanya gigi kita sama-sama kuning, wkwkw. Di rumah pun ada berbagai macam teh-tehan. Ada black, red, green, yellow tea. Teh melati, krisan, earl grey, matcha (green tea bubuk), oolong. Teh instan ini-itu juga ada.

Makanya, pas aku bawa Sleepwell Tea MR yang mengandung bunga chamomile, langsung bisa tebak. Emang sih, baunya mirip-mirip sama teh bunga chrysant, karena wajar lah wong mirip-mirip juga bunganya :D

Dia tahu kalau itu teh untuk tidur lelap, tapi dasar emang suamiku tidurnya pules dan selalu teratur, jadi gak bisa membedakan kualitas tidur nya saat meminum teh ini dengan tanpa meminumnya. Yah, seharusnya teh ini memang diperuntukan untuk orang2 macam aku.

APAKAH PRODUK MUSTIKA RATU HALAL?

Alhamdulillah, hampir semua produk mustika ratu sudah mendapat sertifikasi halal resmi dari MUI. Untuk informasi lebih jelasnya, silahkan klik tulisan ku yg berisi iniformasi kehalalan MR di sini dan di sini. Semoga bermafaat, Wasslam.

Sunday, 1 March 2015

Hada Labo Gokujyun Foaming Face Wash | Review


Sekarang lagi suka sama pencuci muka yang tipenya dipencet trus langsung keluar busa, kaya punya Hada Labo yang mau ku review sekarang ini, nih. Kesannya praktis tapi muka tetep terasa bersih.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya pakai pembersih muka semacam ini. Dulu pernah pakai Sebamed Clear Face Cleansing Foam sama Acnes Foaming Wash, tapi cuma pakai sesekali aja, belinya pun cuma karena kepengen, hehe. Beda sama hadalabo yang ini, kepake terus dari pertama beli :D


 
 
Produk Hada Labo rata-rata memang cocok buat kulitku. Ada beberapa yang pernah aku coba dan membuahkan hasil, seperti: Hada Labo Shirojyun Essence, Hada Labo Gokujyun Lotion dan Hada Labo Retinol Lotion. Tapi untuk pembersih mukanya, cuma suka sama yang berbentuk foam seperti ini. 

Nah, sekarang yuk kita simak review-nya! Sekalian mau nyoba nulis review pake format baru, biar terlihat lebih rapi (mohon kritik sarannya :3)

Deskripsi Produk

  • Nama: Hada Labo Gokujyun Ultimate Moistirizing Foaming Face Wash
  • Produksi: PT. Rohto Laboratories Indonesia
  • Harga: IDR 30k
  • Isi: Nett 100 ml
  • No. POM: NA 18121202221
  • Bisa dibeli di: Supermarket, drugstore.


Pembershih muka berbentuk foam, melembabkan kulit 2x lebih lembab sekaligus mengangkat kotoran dan minyak dari kulit.
Tdak mengandung zat pewarna, pewangi, mineral oil, dan ethanol.
Sesuai dengan pH kulit, tingkat iritasi rendah

Cara pakai: Pompa Hadalabo Gokujyun Ultimate Moisturizing Foaming Face Wash Secukupnya pada telapak tangan. Usapkan ke seluruh wajah pelahan dan merata. Bilas dengan air. Hindari area mata.

Komposisi: Water, Butylene Glycol, PEG-400, Polyglyceryl-10, Laurate Tea-Cocoyl Alaninate, Disodium Cocoyl Glutamate, Sodium Cocoamphoacetate, Glycerin, Starch Hydroxypropyltrimonium Chloride, Succinic Acid, Methylparaben, Hydroxypropyltrimonium Hyaluronate, Sodium Acetylated Hyaluronate.
Ada yang sedikit berbeda. Biasanya, kalau tipe pembersih muka semacam ini, botolnya harus dikocok dulu sebelum dipump keluar, tapi di produk ini gak ada instruksi seperti itu.

Untuk komposisi, gak ada masalah. Hanya saja agak berbeda sama versi USA (lihat di sini).

Halal Certified?

Tidak, tapi Hada Labo bebas bahan yang berasal dari turunan hewan, jadi produk ini bisa jadi alternatif kosmetik yang sudah bersertifikat halal. Selain itu, Hada Labo juga animal tested free. Keterangan lengkapnya, bisa baca di postingan BCQ yang ini [click].

Kesan Menggunakan Produk Ini

Paling gak sabar kalau mau review skincare, soalnya gak langsung kelihatan hasilnya. Apalagi kalau skincarenya semacam moisturizer atau night cream, paling cepet dua minggu baru kerasa hasilnya. Atau kalau mau agak niat, ya nunggu 28 hari demi ngikut jadwal regenerasi sel kulit, heuheu.

Kalau produk ini, pas dipake pertama kali aja bener-bener langsung terasa hasilnya. Sampai publish postingan ini, aku baru pakai selama kurang lebih satu minggu. Tapiii... mungkin karena kulit wajahku emang lagi gak kenapa-kenapa, lagi gak kusam, lagi gak kasar, jadi pakai apapun terasa enak. Coba kalau kulit lagi memble?? :'D :'D


Yang Kusuka

Pertama, bentuknya foam yang praktis. Jadi, tinggal pump, langsung berbentuk busa. Biasanya aku pakai tunggal setelah bangun tidur (mau makeup) dan untuk membersihkan sisa milk cleanser saat membersihkan makeup.


Kedua, meski bentuknya foam tapi tetep bisa membersihkan tanpa bikin kering. Kemampuannya mengangkat minyak woke banget, tapi kalau untuk membersihkan makeup aku belum pernah coba. Kalau ritual membersihkan makeup, selalu kuawali dengan milk/oil cleansing dulu, baru setelah itu pakai produk ini.


Trus, gak bikin kering. Aku rasa karena pembusa yang dipakai memang low-irritant dan pastinya efek dari hyaluronic acid yang bisa mempertahankan hidrasi kulit, jadi kulit pun gak gampang kering. Pas dibilas pun gak terasa kesat.

Ketiga, mengandung hyaluronic acid (HA). Sebelum pakai Hada Labo yang paling getol mendengungkan HA sebagai jagoannya, dari dulu aku memang paling suka skincare yang mengandung HA karena memang HA yang paling ngefek di kulitku tanpa bikin break-out. Kalau dulu, aku pakainya rangkaian produk Sebamed seri Clear Face. Kalau seri Clear Face kan memang diperuntukan untuk kulit berjerawat, jadi pelembabnya pakai HA yang memang gak bersifat komedogenik/aknegenik. 

Memangnya, hyaluronic acid itu apa sih? 

Rata-rata orang bilang HA itu moisturizer (pelembab). Tapi, lebih tepatnya adalah sejenis humectant. Humectant adalah zat yang bisa menarik air dari luar dan mengikatnya, jadi dalam jumlah yang tepat mereka bisa mempertahankan kadar air pada lapisan kulit, agar kulit terhindar dari dehidrasi. Selain asam hyaluronat, ada glycerine dan aloe vera yang juga sama-sama humectant.

sumber gambar: futurederm.com
Berbeda dengan pelembab biasa yang berasal dari jenis minyak. Kalau minyak, cara kerjanya melapisi lapisan kulit agar tidak terjadi penguapan cairan yang bisa membuat kulit kehilangan kelembaban. Kekurangnya, jenis minyak banyak yang bersifat komedogenik dan terasa lengket dan pengap saat digunakan. 

Keempat, packaging. Semua pasti tahu, kalau kemasan adalah salah satu kekuatan dalam menjual produk. Walaupun produk yang dijual punya kualitas pas-pasan, dengan packaging yang mahal dan meyakinkan, pasti akan banyak orang membelinya. Untungnya, kalau produk ini sebelas dua belas sama efek yang aku dapat, hehe. 

Terakhir, produk ini gak bikin break-out alias jerawatan, komedoan, alergian, dan kawan-kawannya. Orang yang punya kulit berminyak dan acne-prone, emang gak bisa sembarangan pakai produk perawatan kulit, resiko break-out itu pasti selalu mengintai. Suka agak-agak ngeri nyoba produk baru, tapi kalau gak dicoba gak akan tahu mana yang cocok buat kita. Serba salah ._.

Yang Kurang Kusuka

Cuma satu, produk ini gak punya kemasan refill. Beda sama Acnes Foaming Wash yang mirip kaya gini, kalau Acnes menyediakan kemasan isi ulang dalam bentuk botol plastik tanpa pump, yang suka pakai produk Acnes pasti tahu deh.


Repurchase?

Sebenarnya aku biasa pakai pembersih muka yang udah lama dipake yaitu Ristra Med Soap. Tapi, karena harganya lebih mahal dengan komposisi yang gitu-gitu aja, mungkin akan pindah dulu ke Hada Labo yang ini (dasar gak mau rugi :P).
Jadi, repurchase dong ya...^^

Oke, itu saja ya. Semoga membantu buat teman-teman yang lagi cari ulasan tentang Hada Labo Gokujyun Foaming Face Wash.

Love, Momzhak.

Thursday, 9 January 2014

Skin Care | Sariayu SOLUSI Eye Cream Review


Assalamualaikum, Ceman-cemankuu! Sekarang aku mau review eyecream keluaran Sariayu SOLUSI yang terbaru ya. Sebenarnya, aku gak terlalu percaya sama yang namanya eyecream. Dan mungkin belum banyak yang menyadari, kalau eyecream sebenarnya merupakan salah satu kibulan terbesar yang pernah diciptakan di jagad industri kecantikan. Nah, lo.

Lha, kok ini dibeli?? 


Iya, penasaran aja, mau beli, haha *jitak.. Iya, beneran emang kepengen beli aja. Namanya juga cewek, kadang suka gak nyadar apa yang dia beli. Bener-bener cara belanja yang gak boleh diikuti. Tadinya sih, tujuanku mau coba beli sunscreen dari SOLUSI, tapi setiap cari selalu gak ada.

Tapi, meski karena 'cuma kepengen' beli, ini tetep kupakai kok. Soalnya, akhir-akhir ini aku memang gak terlalu sering pakai krim-krim di area wajah saat malam hari, tapi tetep kepengen area mataku ini lembab selama tidur, jadi kupakailah krim mata ini.

Tadi aku bilang kalau eyecream itu salah satu scam atau kibulan industri kecantikan yang memang menuai pro dan kontra sampai sekarang. Tapi, untuk membahas ini kayaknya lebih enak masuk di postingan tersendiri. Sekarang masuk ke ranah review aja dulu, OK.


Sekilas Sariayu Solusi Organic Revolution Renewage

Sariayu SOLUSI Organic Revolution Renewage merupakan salah satu varian terbaru dari Sariayu yang mengusung produk yang kandungannya lebih ramah di kulit, salah satunya bebas zat-zat yang konon katanya sih berbahaya, seperti mineral oil, paraben, propylen glycole dan zat pewarna.


Tapi yang menjadi ketertarikan ku terhadap produk terbaru ini bukan dari free ini-itu nya, melainkan label Organic yang ada pada produk tsb. Jadi, produk Sariayu SOLUSI ini memang menggunakan bahan organik pada ekstrak alami sebagai zat aktifnya, ini pertama lho di Indonesia! Ditambah, rangkaian Sariayu Solusi sudah mendapatkan sertifikasi ECOCERT, sebuah badan sertifikasi produk organik yang diakui International.


Manfaat

deskripsi produk

Eyecream ini  klaim nya bermanfaat untuk:
  1. Mengurangi dark circle
  2. mengurangi kantung mata
  3. mengurangi garis halus
Juga mengandung ekstrak licorice sebagai agen pencerah, memberi rasa sejuk di kulit dan mengurangi iritasi ringan.


Kesan

Yang kusuka dari eyecream ini adalah tekstur krimnya yang ringan. Kalau yang sering coba-coba macam krim mata, pasti tahu deh kalau krim mata rata-rata terasa tebal, lengket dan terasa 'pengap' di kulit. Kalau ini enggak :)

Aromanya juga enak, suka deh, wangi anggur hijau :3

Meski isinya sedikit, cukup pakai sebesar biji kedelai saja bisa mencover kedua kulit mataku. Lumayan hemat.

Bisa mengurangi dark circle? Ya. Tapi, sebenarnya aku gak terlalu yakin, apakah dark circle ku hilang karena tidur atau apa. Karena, pertama, dark circle ku emang gak terlalu parah. Kedua, dark circle ku biasanya bisa hilang hanya dengan tidur cukup.

 Kalau kantung mata? berhubung gak punya kantung mata dan jarang punya kantung mata (kecuali habis nangis kali ya, haha), jadi aku gak bisa menilai.

Kalau keriput halus/fine lines? Aku juga gak tahu, karena emang belum punya *cie. Lagian memang gak wajar kalau perempuan dibawah 35 tahun udah punya kerut halus. Kalau punya, berarti udah masuk kategori penuaan dini tuh.

Btw, bedain ya finelines karena usia sama gurat halus yang sudah ada dari lahir. Aku juga punya guratan halus di bawah mata yang sudah ada sejak kecil. Cara membedakannya, kita harus hapal peta dari kondisi kulit kita di saat normal. Lagipula, kalau finelines karena penuaan, selain terlihat ada guratan, pun terlihat kering dan kisut. Bedakan juga dengan gurat halus saat tersenyum, kalau itu normal, namanya smile lines.


Produk Ini Halal?

Dari kemasan produknya memang belum terlihat adanya label halal. Tapi setelah ku tanya, katanya memang sedang dalam proses sertifikasi. Ya, kita tunggu saja, semoga Sariayu SOLUSI segera menyusul saudara-saudaranya yang lain.

Semoga bermanfaat.
Love, Momzhak

Sunday, 13 October 2013

Menularkan Inspirasi Cantik Dengan Kosmetik Halal

Kosmetik Halal - Semenjak menikah, saya malah jadi keranjingan berdandan. Gak cuma dandan malah, dari ujung rambut sampai kaki, sebisa mungkin harus terawat. Habis, saya seneng sih kalau suami udah muji 'cantik', hehe.

Selain itu, untuk menjadi Istri idaman suami, tidak cukup sekedar baik budi dan pandai memasak, tetapi pandai menyenangkan hatinya dengan penampilan yang segar dan menarik di dalam rumah. Setuju, ya?

kosmetik halal

Rasulullah SAW pernah bersabda:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ
 
“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau (suami) memandangnya, ia menyenangkanmu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau berpergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu.” HR. Ahmad dan Muslim

Betul kan? Inner beauty itu memang penting, tapi kecantikan luar lah yang lebih dulu terlihat. Jadi, para Bunda, jangan lupa untuk tetap berpenampilan cantik saat di rumah, insyaAllah bernilai ibadah. Lagipula, bermakeup untuk bekerja dan jalan-jalan, itu sih biasa. Hampir semua wanita melakukannya, termasuk saya. Tapi berhias di rumah? Masih belum jadi kebiasaan yang banyak dilakukan. Kalau begitu, mari kita budayakan! ^^

Dan yang namanya cantik, jangan cuma disimpan sendiri, meski banyak juga yang maunya begitu (ups, becanda). Rasanya akan lebih enak, kalau kita bisa berbagi. Bisa melalui obrolan antar sesama teman, tulisan di blog, bahkan sampai membangun sebuah industri kecantikan. Itu baru namanya inspiring beauty.

Ngomong-ngomong cantik yang menginspirasi, saya pernah punya cerita bagaimana gaya makeup saya akhirnya dijadikan inspirasi beberapa sahabat saya dalam berdandan, selain itu saya pun berusaha menularkan pentingnya bermakeup untuk suami dan anak-anak kita, karena itulah berhias yang paling memiliki 'nilai'.

Saya dan beberapa sahabat memang masih menjalin pertemanan yang erat, meski kami tepencar oleh jarak yang jauh, sudah bekerja dan memiliki keluarga sendiri. Tapi, yang namanya perempuan, sharing tentang apapun pasti jalan terus, salah satunya sharing mengenai hal yang lekat dengan dunia wanita, yaitu tentang kecantikan dan kawan-kawannya.

Dari obrolan melalui layanan messenger, mereka sering mengomentari display picture saya, katanya "Sekarang mukanya lebih segar merona, makin mulus, ya?" Kadang mereka ada yang 'nuduh' saya pakai perawatan dokter, bahkan ada yang bilang (sambil bercanda),"Ah itu mah efek filter."

Ah, saya sih ketawa aja, lagian wajah saya ini memang gak mulus-mulus amat kok, ada lah beberapa noda jerawat yang sedang dalam proses pemudaran. Belum lagi kalau kurang tidur, sering dihinggapi jerawat juga.

Kemudian saya jawab jujur,"Wajahku gak semulus yang dikira, kok. Itu cuma dibantu makeup. Jadi merona ya karena bantuan blush-on."

Tapi, mereka malah gak percaya. Ya, wajar sih mereka kurang percaya, soalnya yang namanya makeup masih sering dikonotasikan dengan tampilan wajah yang menor. Padahal, gak semua dandanan itu harus mirip aktris antagonis sinetron >_<

Saya pun bilang,"Itu namanya no-makeup-makeup. Kelihatannya gak dandan, tapi tetep cantik kan? Hehe." Langsung deh, diberondong pertanyaan bertubi-tubi tentang beauty. Obrolan kami saat itu malah jadi lebih mirip kursus kecantikan online. Padahal, kemampuan dandan saya standar saja, minimal saya menguasai teknik makeup untuk rutinitas harian.

Untuk gaya bermakeup sehari-hari, saya sendiri memiliki gaya yang dimiliki oleh kebanyakan wanita, yaitu 'natural look'. Selain itu, saya punya style bermakeup lainnya yang sebisa mungkin harus saya terapkan setiap hari, yaitu: minimalis, cocok, mudah, halal dan aman. Nah, keenam style itulah yang akhirnya menjadi prinsip saya dalam bermakeup.

Hmm, prinsip bermakeup? Rasanya lucu kali ya, kalau make-up saja pakai prinsip? Padahal, konon katanya, dalam bermake-up itu tidak ada batasan, bebas-bebas saja mau seperti apa. Tapi bagi saya, sedikit aturan bermakeup untuk diri sendiri itu cukup penting, terutama untuk make-up sehari-hari. Dan ternyata, beberapa prinsip yang saya pegang itu bisa menginsipirasi kawan-kawan saya dalam berdandan! :)
Menularkan Inspirasi Cantik Dengan Kosmetik Halal

Prinsip Makeup Harian Saya

1. NATURAL Look Make-Up
Saya memang cenderung memilih tampilan alami daripada yang lainnya. Di mana saya tetap bisa menojolkan kecantikan fisik saya tanpa harus terlihat 'palsu' atau dibuat-buat. Sehingga tidak ada perbedaan yang besar antara saat menggunakan make-up dengan yang tidak.

Kalau mau terlihat alami, ya gak usah dandan saja sekalian. Mengapa harus direpotkan dengan make-up?

Kalau begitu, coba tengok dulu quote berikut:

"The best thing is to look natural, but it takes make-up to look natural"
(Calvin Klein)
Atau, pernah lihat gambar di bawah ini:

Lagipula, berdandan natural itu ada cara tersendiri, lho. Bukan cuma sekedar memoles bedak tipis, lipstik tipis, pokoknya bukan hanya sekedar tipis. Banyak deh caranya :)

2. Penggunaan Produk Make-Up MINIMALIS
Maksudnya, jumlah produk yang digunakan tidak berlebihan, seperlunya saja, setidaknya bisa menutupi wajah saya yang lelah atau kurang tidur. Satu-dua noda jerawat tidak perlu ditutupi total dengan concealer, sapuan two way cake powder sudah cukup mengcover kebutuhan saya selama ini.

Dengan menerapkan prinsip minimal, waktu yang saya butuhkan untuk berdandan pun singkat, mengingat pagi hari adalah waktu yang sempit dan sibuk. Belum lagi kalau sudah mengingat macetnya Jakarta. Kan gak lucu, telat kerja gara-gara dandan? Hehe.

3. COCOK Untuk Jenis Kulit Saya
Sebagai seorang pemilik kulit berminyak, pemilihan jenis make-up itu cukup penting. Salah-salah memilih, bukannya terlihat cantik, malah terlihat seperti menggunakan topeng. Misalnya, dalam pemilihan jenis foundation, saya cenderung memilih foundation berjenis powder atau two way cake (favorit saya, Wardah Lightening TWC) karena selain daya tutupnya yang baik, sekaligus bisa menyerap kelebihan minyak di wajah saya. Atau foundation cair, misalnya Wardah Exclusive Liquid Foundation (Light Beige 01).

4. MUDAH (Tidak Menyulitkan Saya dalam Beribadah)
Untuk dandanan sehari-hari, saya hampir terbilang jarang menggunakan makeup yang sifatnya waterproof, misalnya maskara dan eyeliner cair. Karena produk make-up semacam itu, membutuhkan banyak waktu untuk dibersihkan sebelum berwudhu.

Sebelum berwudhu, saya memang memiliki kebiasaan untuk menghapus semua riasan yang saya pakai di hari itu. Biasanya saya hapus dengan menggunakan tisu basah atau sejenis cleansing oil sheet. Tapi itu akan menjadi sedikit memakan waktu bila membersihkan jenis make up yang waterproof, terutama maskara. 

Jadi, untuk menghemat waktu, saya memang lebih suka menggunakan make-up yang mudah dibersihkan dengan tisu basah bahkan dengan air saja. Make-up tahan air seperti maskara dan eyeliner cair biasanya saya gunakan di saat saya haid, di luar masa itu sangat jarang saya pakai.

Mengapa make-up waterproof harus dibersihkan sebelum berwudhu?
Menurut Dr. Isnawati Rais. MA, Dosen ilmu hadis Fakultas Syariah, UIN Jakarta, "sampainya air wudhu menjadi syarat syahnya wudhu, oleh karena itu jika terdapat anggota wudhu yang tidak terkena air, maka tidak sah. Boleh saja menggunakan kosmetik waterproof asal dibersihkan terlebih dahulu sebelum berwudhu. Menggunakan cat kuku, maskara dan bedak waterproof hanya akan menghalagi terbasuhnya air ke anggota wudhu." (Sumber: Majalah Keluarga MUZAKKI)

Bermakeup boleh saja, tapi perhatikan juga sah-nya ibadah kita. Repot? Kalau saya tidak :)

5. Mengutamakan Produk Kosmetik HALAL
Islam membolehkan wanita bermakeup untuk tampil indah dan rapi. Bahkan bermakeup bernilai ibadah bila diniatkan untuk menyenangkan hati seorang suami. Tapi, bermakeup ada syaratnya juga. Untuk kepastiannya, kita mengacu kepada salah satu Fatwa MUI mengenai kosmetik:

Penggunaan kosmetika untuk kepentingan berhias hukumnya boleh dengan syarat:
  • bahan yang digunakan adalah halal dan suci;
  • ditujukan untuk kepentingan yang dibolehkan secara syar'i; 
  • tidak membahayakan.
(fatwa MUI mengenai kosmetik[1], selengkapnya dibaca di link berita ini [click]

Ini prinsip utama saya dalam bermakeup, yaitu menggunakan kosmetik yang berasal dari bahan yang halal (boleh secara syari) dan suci (maksudnya bebas dari najis). Dan sudah hampir setahun belakangan ini, saya memang lebih tertarik membeli produk kosmetik halal. Dan alhamdulillah, semua kosmetik lokal yang saya gunakan sudah mengantongi sertifikat halal resmi. Diantara kosmetik halal yang kupakai, WARDAH adalah favoritku.

Berawal dari ketertarikan saya terhadap isu dan info kecantikan (yang tiada habisnya!), suka menulis, dan telah memprioritaskan produk kosmetik halal, akhirnya saya mencoba untuk menyalurkan kecenderungan itu ke dalam blog ini. Blog ini memang saya khususkan untuk memberikan informasi mengenai Beauty Halal dan yang masih berhubungan dengan itu. Walaupun saya sendiri memang bukan seorang expertis dalam bidang syariah yang kompeten menjelaskan persoalan halal-haram (karena saya hanya senang untuk terus belajar dan mensyiarkan apa yang saya ketahui :D). Dengan adanya blog ini, saya ingin menginspirasi Muslimah lainnya agar beralih ke kosmetik halal.

Tadinya saya tidak peduli, lho dengan kosmetik berembel-embel 'halal'. Dulu malah saya kira itu hanya strategi marketing dalam menjual produk. Lagian, ya gak masalah toh pakai kosmetik yang najis sekalipun, memangnya saya berbedak dan ngoles lipstik saat Shalat? Dipikir-pikir lebih dalam, ternyata masalah halal-haram kosmetik tidak sedangkal pemikiran saya saat itu.

Untuk diketahui bersama, kosmetik tidak sebatas bedak dan lipstik, namun segala usaha yang membuat penampilan luar tubuh menjadi lebih pantas, disebut kosmetik. Dari hair care, skin care, make-up, perawatan gigi, body care, sampai nail-hand-foot care semua adalah kosmetik. Dan itu digunakan hampir setiap hari oleh wanita, bahkan tanpa sadar digunakan saat beribadah. Misalnya, wewangian dan body lotion sering saya pakai sebelum Shalat.

Meski kosmetik hanya diaplikasikan di permukaan kulit, namun sebagian bisa terserap aliran darah. Mengingat permeabilitas jaringan kulit yang bisa menyerap zat tertentu saat diaplikasikan di atasnya, yang kemudian disalurkan melalui kapiler, hingga akhirnya diteruskan ke peredaran darah manusia.

Setiap segala sesuatu yang masuk kedalam darah seorang Muslim, haruslah yang halal. Halal cara mendapatkannya, dan halal juga zatnya. Jadi, halal adalah bagian dari kehidupan anda dan saya juga sebagai Muslimah. Yup, halal is my life :)

Setelah itu, saya sadar, kalau kosmetik yang kita gunakan, kehalalannya harus diperhatikan juga, sama seperti saat seorang Muslim dalam memilih makanan.

Memangnya ada apa dengan kosmetik, sampai kehalalannya harus diperhatikan seperti makanan?

Jawabannya, karena banyaknya bahan-bahan dalam kosmetik yang harus diwaspadai titik kritis keharamannya.  Kalau kita telisik lebih dalam, ternyata ada banyak zat yang statusnya 'syubhat' (tidak jelas status halal-haram nya), menjadi bahan baku produk kecantikan kita. Dan tidak hanya unsur babi yang menjadi biang keharaman kosmetik, ada beberapa lagi unsur yang tidak boleh ada, yaitu: Darah, unsur tubuh manusia, bangkai, hewan halal yang sembelihannya tidak syar'i (statusnya jadi bangkai), hewan bertaring/buas dan khamar (unsur memabukkan, cth: minuman keras).

Dengan majunya teknologi era modern, kini unsur haram (terutama babi), tidak terang-terangan menyebut bahan yang terkandung adalah terbuat dari babi dan bahan haram lainnya. Kalau tertulis swine placenta dalam ingredient, sudah jelas itu plasenta babi. Tapi, tahukah kalau ada bahan yang sekilas aman-aman saja, namun bisa menjadi haram ststusnya? Inilah zat-zat di dalam kosmetik yang harus diwaspadai:
  • Gliserin
    Hampir di setiap produk kosmetik mengandung gliserin. Girls, yuk coba tengok rame-rame, komposisi/ingredient produk kosmetik yang kita pakai. Jangan kaget ya, kalau banyak diantaranya mengandung gliserin. Di sampo, kondisioner, pelembab wajah, sunscreen, body lotion, alas bedak cair, lipgloss, kesemuanya itu biasanya mengandung gliserin! Karena gliserin memang bermanfaat sebagai pelembab atau agen penghalus. Gliserin ada yang diambil dari tumbuh-tumbuhan, namun yang paling banyak berasal dari sumber hewani seperti babi dan sapi. Kalau berasal dari tumbuhan dan sapi yang disembelih secara syar'i, insya Allah halal. Nah kalau dari selain itu, tahu dari mana kalau itu halal? :)
  • Kolagen
    Hampir setiap wanita pasti tahu, fungsi kolagen dalam kosmetik. Dari melembabkan kulit sampai (konon katanya) bisa mengurangi keriput. Kolagen merupakan protein jaringan ikat, yang dalam pemanfaatannya, bisa berasal dari manusia, babi, sapi, sampai tumbuhan (phyto-collagen)
  • Plasenta
    Plasenta adalah jaringan penghubung antara ibu dan bayi selama masa kehamilan. Fungsinya untuk mentransfer oksigen dan asupan nutrisi dari tubuh ibu ke janin. Melihat fungsinya itu, tak heran kalau plasenta mengandung tinggi nutrisi (terutama protein), ditambah lagi, plasenta membawa suatu hormon yang berfungsi sebagai stimulasi pertumbuhan sel-sel. Karenanya, plasenta bisa digunakan dalam industri kosmetik sebagai anti-keriput, mencegah penuaan dini, dll. Plasenta yang digunakan tentunya berasal dari mamalia, misalnya sapi, kambing, babi, sampai plasenta manusia.
  • Vitamin
    Kok vitamin bisa berasal dari yang haram? Tentu bisa, kalau dalam proses produksinya menggunakan media yang haram, misalnya coating agent yang berasal dari gelatin babi. Coating agent memiliki manfaat agar vitamin berada dalam kondisi yang stabil, sehingga tidak mudah rusak oleh lingkungan[2]. Namun gelatin untuk agen pelapis vitamin tadi, tidak semua haram kok, karena ada juga gelatin yang diambil dari sapi, karagenan dan gum.
  • Hormon
    Hormon yang digunakan dalam kosmetik, bisanya berasal dari hewan[2]. Nah, pastikan hewan yang digunakan adalah hewan yang halal.
  • Lactic Acid (golongan AHA)
    AHA itu banyak macamnya, salah satunya adalah Lactic Acid. Dalam proses pembuatan lactic acid, diperlukan sebuah media yang berasal dari hewan atau mikroba[2]. Dan kita butuh jaminan kalau lactic acid yang kita pakai dibuat dengan cara dan bahan yang halal.
Tidak hanya itu, pewangi , pewarna, aneka enzim, bisa menjadi haram kalau menggunakan media (perantara) yang haram dalam proses pembuatannya.

So, bahkan kosmetik yang mengklaim produknya natural, herbal, green, nabati dan semacamnya tidak menjamin bebas dari unsur yang najis. Misalnya, zat aktifnya memang berasal dari ekstrak tumbuh-tumbuhan (yang jelas halal), tetapi apakah zat additifnya bersih dari unsur yg dianggap najis?

Satu lagi yang paling sering ditanyakan adalah, "bolehkah kosmetik mengandung alkohol?"

Alkohol atau sering dikenal juga dengan ethanol/ethyl alkohol sering digunakan dalam produk kecantikan sebagai solvent (pelarut). Biasanya ada pada toner wajah, tonik rambut, sabun pembersih muka, dsb. Mengenai permasalah alkohol ini, kita mengacu pada fatwa MUI mengenai status kehalalannya:

"...Penggunaan alkohol/etanol hasil industri non-khamar (baik merupakan hasil sintesis kimiawi ataupun hasil industri fermentasi non-khamr) untuk proses produksi produk makanan, minuman, kosmetik dan obat-obatan, hukumnya: mubah (boleh), apabila secara medis tidak membahayakan" (sumber: buku Himpunan Fatwa MUI Sejak 1975, hal: 736)
Jadi, alkohol/ethanol boleh digunakan di dalam kosmetik, dengan syarat bila alkohol tersebut tidak berasal dari industri minuman keras (beverage industry) dan tidak membahayakan kesehatan.

Nah, karena banyaknya zat-zat yang harus diwaspadai titik kritisnya, butuh lembaga yang terpercaya dalam memberikan jaminan halal. Kalau di Indonesia, siapa lagi kalau bukan LPPOM MUI yang bisa memberi jaminan halal yang resmi? 

Untuk mendapatkan jaminan halal MUI tidak bisa main-main, lho. Semua melewati proses yang ketat sampai akhirnya suatu produk bisa mendapatkan sertifikat dan label halal. Ada beberapa cara mengetahui apakah suatu produk sudah mendapatkan sertifikat halal MUI atau belum, antara lain:
  1. Cek logo halal di kemasan produk
    Nah, ini yang paling gampang. Tinggal lihat kemasannya saja, biasanya sudah terpampang logo halal khas milik MUI. Contohnya seperti gambar berikut ini:


  2. Kunjungi Website MUI (halalmui.org)
    Ini juga bisa. Tinggal masukkan nama produk yang ingin kita cari. Nanti akan keluar nama produk dan tanggal expired sertifikat halalnya. Juga bisa sekaligus mengunduh daftar produk-produk halal yang lengkap dalam bentuk PDF.

    Tapi, sayangnya, kalau saya coba mencari produk halal tebaru melalui seacrh box-nya, sering jawabannya hanya 'no result found'. Ada baiknya, halalmui.org memperbaharui secara berkala, produk-produk apa saja yang sudah bersertifikat halal atau yang memperbaharui sertifikasinya. Agar umat muslim bisa langsung recheck, apakah produk halal yang dikonsumsinya betul-betul legal 'halal'nya atau tidak, mengingat banyaknya pemalsuan logo halal MUI akhir-akhir ini.

  3. Baca Jurnal Halal LPPOM MUI
    Kalau ini favorit saya! Betul-betul direkomendasikan untuk setiap muslim Indonesia! Bahkan, informasi produk halalnya lebih up to date dibandingkan halalmui.org. Ditambah dengan  informasi halal lainnya, seperti artikel-artikel, isu halal-haram terkini, dan banyak sekali pengetahuan yang saya dapat dari jurnal ini. Ah, i love Jurnal Halal. Jurnal ini membuat saya semakin teguh dalam prinsip Halal is my life.
Kalau ada yang bilang, halal itu sulit, itu salah besar. Segala sesuatu yang Allah bolehkan itu, jauh lebih banyak dari yang dilarang, coba renungkan saja (yang dilarang pasti itu-itu saja).

6. Selalu Pakai Kosmetik Yang AMAN
Mengingat banyaknya kosmetik ilegal yang masih bandel menjajakan diri di pasaran bebas. Ditambah dengan maraknya e-commerce, semakin memudahkannya kosmetik yang diduga berbahaya ataupun palsu merajalela di berbagai situs jual-beli online. Kalau gak pintar-pintar, bukannya cantik, malah mencelakakan diri sendiri. 

Keamanan suatu kosmetik yang kita pakai ditentukan oleh izin edar yang dimiliki. Agar bisa dijual resmi di pasaran, sebuah produk WAJIB mengantongi izin dari BPOM Indonesia, baik produk kosmetik dalam maupun luar negeri. Nah, dalam proses mendapatkan izin tersebut ada banyak syarat yang harus dipenuhi, salah satunya uji keamanan bahan yang digunakan.


Jadi, produk yang telah memiliki izin dari badan POM, bisa dipastikan bebas dari bahan-bahan yang dilarang ada dalam kosmetik, seperti:
  • Zat berbahaya, yang merupakan toksin bagi tubuh kita (contoh: merkuri, rhodamine)
  • Golongan obat, karena obat hanya boleh digunakan dengan indikasi tepat, dan diberikan dibawah pengawasan dokter (contoh: hidrokinon, asam retinoat, resorcinol).
Anyway, sebenarnya, kalau menggunakan produk yang telah bersertifikasi halal, otomatis pasti terjamin aman, lho. Karena, kosmetik yang bisa mendapat sertifikat halal MUI, pastinya memiliki syarat yang tidak membahayakan kesehatan si pengguna. Yuk, pakai kosmetik halal! ^^


    Nah, itulah keenam prinsip saya dalam bermakeup: natural, minimalis, cocok, mudah, halal dan aman. Kelihatannya serius, padahal sih enggak kan ya? Hehe. Awalnya, keenam prinsip saya tadi, memang jadi bahan candaan kawan-kawan. Katanya, kayak apaan aja, makeup kan hepi-hepi, gak usah dibawa serius :p. Tapi akhirnya, beberapa prinsip makeup saya itu, malah menjadi inspirasi dandanan harian mereka. Terutama, mengenai pentingnya memakai produk kosmetik halal. Alhamdulillah :D
    http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/menularkan-inspirasi-cantik-dengan.html
      Lebih Penting dari Makeup
      Bermakeup memang bisa membuat wanita lebih cantik, tapi kecantikan yang esensi ada dibawah makeup itu sendiri, yaitu: Kulit. Dalam menciptakan sebuah tampilan make-up yang natural dan flawless, KULIT WAJAH YANG SEHAT memegang kunci utama. So, merawat wajah itu super-super-super penting. Bahkan, lebih penting dari make-up itu sendiri. Karena kulit itu bagaikan 'kanvas', kalau kanvasnya halus dan bersih, karya yang dihasilkan di atasnya akan dengan mudah tercipta indah.

      Standar kulit sehat saya gak macam-macam, yang penting warna kulit saya tidak kusam, tidak berjerawat, dan bersih dari noda hitam. Itu.

        Untuk mencegah (atau menangani) permasalahan tadi, butuh skincare yang aman dan cocok digunakan untuk kulit saya ini. Yang tidak kalah penting juga: telaten menggunakannya. Soalnya, percuma kan, selengkap apapun produk yang kita beli tanpa rajin menggunakannya? Hayo, siapa yang masih begitu? :D

        Sebelum masuk ke gaya bermakeup harian saya, saya mau share regimen skincare Wardah yang saya pakai. Kalau ada yang tanya, kok pakainya beda-beda seri (ada Lightening, Acne Series, White Secret), jawabannya: Memang itulah regimen yang cocok buat kulitku. Simple :)

        1. Lightening Milk Cleanser
          Kugunakan untuk membersihkan makeup di sore hari. Untuk mengangkat sisa milk cleansernya, saya tidak menggunakan kapas, melainkan dengan washlap basah. Setelah itu baru bersihkan dengan facial scrub. Jadi, milk cleanser selalu tersedia di kamar mandi saya, berduet dengan facial scurb dari Wardah juga.
        2. Lightening Facial Scrub
          Saya suka facial scrub ini, soalnya busanya sedikit dan tidak membuat kulit saya kesat. Saya malah kurang suka dengan pembersih wajah yang kesat, penuh busa berbuih-buih yang membuat kulitku kering. Facial scrub ini kupakai saat cuci muka pagi dan setelah membersihkan sisa milk cleanser. Butirannya banyak, tapi tidak kasar, jadi bisa digunakan setiap hari.
        3. Pore Tightening Toner
          Wah, kalau ini toner lokal terfavorit! Tidak terhitung sudah habis berapa kali. Selain mengandung kadar witch hazel yang tinggi, toner ini tidak mengandung alkohol, sehingga aman digunakan saat kulitku teriritasi.
        4. Acne Perfecting Moisturizer Gel SPF 18
          Sunscreen itu, skincare yang lebih berharga dari krim malam emas sekalipun! Bahkan, saat di dalam rumah, radiasi UVA bisa menembus kaca jendela, gak kebayang kan kalau keluar rumah tanpa tabir surya? Nah, untuk sehari-hari, saya mengandalkan produk Wardah yang ini sebagai pelembab ber-spf. SPF 18 cukup untuk saya yang aktifitasnya lebih banyak di dalam ruangan. Mengandung Titanium Dioxide yang berfungsi menangkan UVA dan UVB. Ada pelembab yang membuat kulit wajah saya bebas dehidrasi, plus triclosan yang mecegah wajah saya dari jerawat.
        5. Sunscreen Gel SPF 30
          Sunscreen halal dengan kadar SPF tertinggi yang pernah saya temui. Saya pakai ini untuk aktifitas berpanas-panas ria.
        6. White Secret Intensive Brigtening Essence
          Jerawat itu emang nyebelin, tapi ada yang lebih nyebelin lagi: BEKASNYA. Kalau ada noda jerawat, saya tidak pernah tunggu-tunggu dulu, langsung oles senjata andalan saya ini. Dalam  dua minggu, noda hitam berkurang, setelah sebulan noda pun pudar. Betul-betul tidak ada ampun! :D
        7. White Secret Night Cream
          Ini jagoan yang berduet maut dengan White Secret Essence. Saya biasanya pakai tipis-tipis setiap malam untuk memaksimalkan kerja Essence sekaligus mencerahkan wajah saya keseluruhan. Tapi, kalau wajah saya sudah cukup cerah, biasanya penggunaan krim malam ini saya skip, hanya pakai Essence nya saja di noda-noda jerawat.
        8. Wardah Massage Cream
          Kalau ini saya pakai untuk campuran coffee face scrub. Jadi, serbuk kopi hitam, saya campur dengan Wardah Massage Cream sampai menjadi pasta lembut, kemudian oleskan ke wajah sambil dipijat-pijat. Bilas dengan air bersih, diakhiri  facial scrub/wash. Ritual ini dilakukan minimal seminggu sekali. Bye-bye dull skin! ^^

        Gaya Makeup Sehari-hari Saya
        Setiap pagi, tidak sampai 5 menit saya merias wajah, plus pakai hijab yang cuma sekitar 2 menitan (udah disetrika dari semalam, hehe). Cepet kan? Yah, kalau dengan waktu 5 menit saja sudah cantik, kenapa harus nambah lebih dari itu? *uhuk

        Gaya dandanan harian saya, seperti bekerja, nge-mall atau di rumah saja, rasanya tidak jauh berbeda penampakannya. Hanya bermain-main warna lipstik, blush-on dan style berjilbab. Tapi sesekali, saya menggunakan Wardah eyeliner pencil dan mascara. Kalau ada acara khusus, saya tambah macem-macem lagi. Tapi special occasion kan jarang, jadi gak masuk daftar makeup harian, toh? Jadi gak apa-apa ya, gak masuk postingan ini? :D

        1. Base & Bedak

        Setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner Wardah kesukaanku, aku oleskan Wardah sunscreen dan tunggu hingga meresap. Kemudian, saya sapukan Wardah two way cake powder favorit saya, Lightening TWC 'lightfeel' (Golden Beige) atau Exclusive TWC (Sandy Beige). Untuk aplikasinya, bisa gunakan powder brush atau spons kering untuk hasil yang lebih soft. Untuk coverage ekstra, bisa coba gunakan spons lembab (habis itu langsung cuci sponsnya, ya). 

        Tapi kadang saya suka pakai liquid foundation, terutama saat kulit sedang terasa kering, mengelupas dan membutuhkan hidrasi yang cukup. Saya pilih Wardah Exclusive Liquid Foundation (light beige), foundation ini bisa melembabkan tanpa membuat kulit saya berminyak.

        Kunci utama untuk menghasilkan makeup kompleksi yang natural adalah pemilihan bedak atau foundation yang mendekati warna kulit. Atau gunakan foundation satu tingkat lebih cerah, kemudian pilihlah bedak/twc yang satu tingkat lebih gelap (atau sewarna kulit).
        2. PENSIL ALIS
        Selanjutnya penggunaan pensil alis. Alis saya sebenarnya berambut, alias gak tipis. Tapi, ada space yang tidak merata. Disinilah fungsi pensil alis, untuk mengisi kekosongan-kekosongan tersebut. 

        Pensil alis Wardah yang saya pakai adalah yang berwarna cokelat. Warna cokelatnya bagus, deh. Warna cokelatnya tidak 'kemerah-merahan' seperti pensil alis lokal kebanyakan, melainkan cokelat gelap, sehingga memunculkan warna alis yang natural. Teksturnya pun empuk dan warnanya juga mudah keluar, tapi kita tetap bisa mengontrol warnanya. Dan satu lagi yang saya suka: ADA SIKATNYA! ^^

        Jangan lupa, untuk yang tidak berhijab, pilih pensil alis yang sewarna dengan rambut.


        3. PERONA PIPI
        Bagi saya, blush-on memiliki efek yang ajaib, karena bisa membuat make-up kita tampil lebih hidup dan segar. Bisa dibandingkan kalau hanya memakai bedak saja, makeup kita akan terlihat flat, pokoknya seperti ada yang kurang. Tapi, kalau salah menggunakannya, blush-on akan sukses merusak seluruh tampilan makeup kita! 

        Jadi, kunci utama penggunaan blush on sehari-hari , adalah: Jangan Overdo.
        Untuk hasil blush-on yang natural, jangan berpatokan pada makeup orang-orang yang bekerja di depan kamera atau di atas panggung. Tentu beda.

        Cukup pulaskan blush on tipis-tipis di atas tulang pipi atau bisa tepat pada 'apple cheeks'. Kemudian pulaskan juga pada tulang hidung (nose bridge), sampai terlihat semu alami pada wajah kita, selesai. 

        Dan, ssst... gak perlu orang sampai tahu, kalau kita sebenarnya pakai blush-on. Hehe.


        4. LIPSTIK
        Terakhir, adalah lipstik! Dan lipstik-lipstik keluaran Wardah adalah favoritku. Gak heran, kalau diantara produk Wardah yang kupunya, yang paling banyak adalah produk lipcolor-nya. Dan yang menjadi favoritku adalah:
        1. Matte Lipstick (Essential Nude & Bronze Nude ), sering saya mix keduanya.
        2. Longlasting Lipstick (Pink Sorbet)
        3. Wardah lipbalm Strawaberry SPF 15

        Terutama lipstik, penting banget untuk memilih yang halal. Karena tanpa sadar, lipstik itu bisa terjilat atau tertelan. Tahukah, kalau sepanjang hidupnya, (rata-rata) wanita menelan lipstick seberat 4,5 kg![3] Bahaya banget, kalau yang ternyata ditelan adalah lipstick yang mengandung lemak babi *merinding. Jadi, yuk rame-rame pakai kosmetik halal! :D


        5. TAMPILAN NATURAL MY DAILY MAKEUP
        Gambar di atas adalah gaya bermakeup saya sehari-hari. Tidak terlalu berbeda satu sama lain, hanya berbeda penggunaan jilbabnya. Kalau mau pergi kerja, saya lebih suka pakai jilbab segiempat dengan gaya kerudung konvensional, soalnya terlihat lebih formal dan rapih. Kalau ngemall, baru pakai jilbab bentuk shawl/phasmina. Kalau di rumah, ya gak kerudungan :D

        Btw, makeup at home saya tidak berlebihan kan? Nah, tampilan seperti itulah yang membuat saya 'dituduh' sahabat saya menggunakan krim perawatan dokter, hehehe *ketipuniyeee. 

        Itulah makeup dengan gaya natural looks, memang selalu menjadi pilihan pertama untuk dandanan ringan sehari-hari :)

        Mengapa Wardah?
        Kosmetik halal terbanyak yang kupakai adalah Wardah. Mengapa? Gampang saja, karena selain memiliki kualitas baik dengan harga terjangkau, Wardah memenuhi ke-6 prinsip bermakeup saya. Alhamdulillah.

        Mau bikin natural look?
        Hmm, bisa banget. Dari dandanan natural sampai wedding make up sekalipun, Wardah bisa! Mengingat, banyaknya  warna yang tersedia, sehingga sangat cocok untuk wanita Indonesia yang memiliki warna kulit yang beragam. Dari yang berkulit putih, kuning langsat, sawo matang sampai cokelat, Wardah punya untuk semua.

        Makeup minimalis tapi tetap bikin cantik?
        Ini juga bisa. Contohnya, hanya dengan TWC nya saja, sudah bisa meratakan warna kulit, noda jerawat sekaligus melindungi kulit saya dari sinar UV.

        Tidak mempersulit saya dalam beribadah.
        Saya kurang suka dengan kosmetik yang sulit dibersihkan, tapi saya ingin makeup yang saya pakai pun tahan lama. Dan Wardah adalah solusi atas dilema saya itu. Kosmetik Wardah memiliki staying power yang cukup baik (terutama twc, exclusive foundation, eyebrow pencil dan longlasting lipstick yang saya pakai), namun tetap mudah dibersihkan sebelum berwudhu.

        Halal?
        Wah, ini gak usah ditanya. Wardah adalah pelopor kosmetik halal di Indonesia, bahkan dunia! Tak heran kalau Wardah bisa memperoleh International Halal Award dari World Halal Council.[4] Semenjak awal kemunculannya, Wardah memang mengusung citra kosmetik untuk para Muslimah, bahkan kini telah berkembang menjadi produk yang dapat dinikmati oleh kalangan yang lebih luas.[5]

        Aman?
        Salah satu prinsip Wardah adalah pure and safe, formulasi yang digunakan pun mengacu pada International Dermatologist Standard.[5] Dan pastinya, semua produknya sudah teregistrasi di Balai POM Indonesia. Lega kan?

        Terakhir, saya mau selfie a.k.a narsisan dulu sama produk Wardah TERFAVORIT! Kalau sudah menjadi terfavorit, pasti akan selalu kubeli lagi saat habis.


        Sekian dulu ya, blogwalkers, semoga bermafaat. Wa allahu alam.

        SUMBER REFERENSI
        1. http://ramadan.detik.com/read/2013/08/03/175234/2323758/631/ini-fatwa-mui-soal-produk-kosmetik-yang-halal
        2.  http://pusathalal.com/artikel-referensi/artikel-seputar-halal/item/404-cantik-dan-sehat-dengan-kosmetika-halal
        3. http://www.vemale.com/body-and-mind/cantik/23549-11-fakta-mencengangkan-seputar-lipstik.html
        4. http://pasundanekspres.co.id/purwakarta/8469-wardah-si-pionir-kosmetik-halal
        5. http://www.wardahbeauty.com/id/about.html
        6. Majalah Muzakki
        7. Buku Himpunan Fatwa MUI Sejak 1975
        (Catatan: Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog yang diselenggarakan oleh Wardah Beauty Cosmetics, Blogdetik dan LPPOM MUI)

        Friday, 4 October 2013

        Skin Care | Review Sunscreen Halal Kesukaanku (plus obrolan serba-serbi krim tabir surya)

        Assalamualaikum, Qonitas :D

        "Mau review sunscreen ya, Mom?"
        "Iyah"
        "Mana sunscreen? Gak ada yang tulisannya sunscreen!"
        http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
        Menurutku, yang namanya sunscreen, sunblock, suncare, moisturizing UV cream, UV cream, UV filter, UV tint, UV moisturizer, UV gel, sun protector krim, sampai pelembab yang udah ada SPFnya, itu sama saja. Masuk ke dalam kategori 'krim pelindung radiasi sinar ultra violet'. Tapi, aku gampangnya nyebut sunscreen, hehe. 
        Tapi, katanya ada perbedaan ya antara sunscreen dan sunblock?
        Kalau kita google 'sunblock-sunscreen', kita bakalan lihat yang namanya perdebatan yang tiada habisnya. Dan tulisan yang membahas perbedaan mereka berdua banyak juga, terutama situs-situs luar. Wedeh, rame deh. Bahkan sampe ada yang ngaco, katanya sunscreen itu buat muka, kalau sunblock buat body.*tepokjidat

        Dulu, aku juga pernah nulis perbedaan sunblock dan suncreen (di blog lama), tapi kayaknya udah out of date. Soalnya, jaman sekarang perbedaan antara mereka berdua itu jadi kabur. Dulu banget, emang mereka dibedain. Perbedaan yang paling dasar itu ada pada zat yang gunakan sebagai penangkal UV nya. Kalau sunscreen biasanya chemical based, kalau sunblock physical. Tapi, di jaman ayeuna mah, teu aya bedana mana sunscreen jeung mana sanblok. Apalagi, krim tabir surya sekarang lebih sering menggabungkan antara bahan chemical dan phisical (disebut hybrid). 

        Nah, daripada debat kusir, mendingan dipake aja, dan rasakan manfaatnya. Oke? *okeeeeeee!

        Kalau aku, lebih baik gak keluar rumah sekalian, daripada tanpa sunscreen. Dan silahkan hapuskan semua kosmetik di dunia ini asal jangan lenyapkan 3 hal yang penting buat kulitku: Sunscreen, toner, dan bedak. Haha, becanda.

        Di jaman informasi serba canggih dan lengkap gini, udah pada tahu kan ya, kalau sunscreen itu fungsinya ruarrr biaza! Dari menangkal pengaruh buruk sinar UV sampai mencegah penuaan dini pada kulit. Bisa dianggap jantungnya skinker, deh. Aku masih bisa survive tanpa pencuci muka (lebay), tapi enggak bisa kalau gak pake sunscreen ke luar rumah. Kalau cuci muka, sebenarnya pakai air hangat sama washlap aja bisa bersih (kecuali buat bersihin mekap tuebbel kali ya? :D).

        Apalagi kulitku ini, termasuk kulit yang lumayan cepat sunburn. Tapi, kalau exporsure-nya terus-terusan, kalau sesekali ya enggak. Soalnya dulu waktu masih kecil, kulitku sering kena luka bakar matahari. Tapi parah-parahnya pas jaman SMP, kulitku sampai terkelupas-kelupas (gara-gara suka basket & renang siang bolong). Karena separah itu, akhirnya ke dokter, trus dikasih krim yang harus dipakai sebelum sekolah, dulu aku nyebutnya 'krim matahari'. Dan kalau habis minta diresepin lagi dan lagi, sampai akhirnya tahu kalau ada sunscren yang dijual bebas di drugstore. Pertama beli merek Nivea, tube warna biru, teksturnya kentel banget kaya sunscreen yang diresepin dokter. Tapi makin ke sini yang namanya sunscreen teksturnya udah mulai enak.

        Sebelum pakai Wardah sama Ristra, aku pakai  merek lain (merek X). Merek X bagus, teksturnya enak variannya lengkap, tapi mengandung  hydrolyzed collagen (HC). HC itu gak berbahaya kok, relatif aman, tapi karena sekarang aku memprioritaskan kosmetik halal atau animal free, jadinya aku menghindari HC. http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html

        Hydrolized collagen itu hampir bisa dipastikan berasal dari hewan. Biasanya berasal dari babi, ikan, kuda, dll. Jadi statusnya syubhat, alias meragukan. Bisa halal, bisa juga haram kalau berasal dari babi atau hewan halal yang sembelihannya tidak mengikuti kaidah syari.

        Berarti semua kolagen yang ada di kosmetik itu meragukan ya? 

        Enggak semua kolagen meragukan, misalnya kalau kolagennya berasal dari tumbuhan laut (phyto-collagen), atau kosmetik berkolagen yang sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. 

        ACNE PERFECTING MOISTURIZER GEL PLUS SPF 18
        sunscreen Wardah dari Acne Series


        Tau gak, tadinya aku gak sengaja beli ini. Niatnya, mau beli Wardah Pore Tightener Toner, eh malah kebeli moisturizer nya (habis, dus kemasannya mirip-mirip :D). Akhirnya, sempet gak kepake tuh (dianggurin), soalnya males coba-coba lagi untuk tahu cocok apa enggaknya. 

        Waktu sunscreen yang biasa kupakai bener-bener habis, akhirnya aku coba aja pakai ini. Eh, ternyata enak dipake ya? Pas dipake adem dan gak lengket. Dipake seharian di muka pun gak bikin kulit kusam atau efek-efek negatif lainnya. Karena mengandung zat antiseptik, hitung-hitung mencegah jerawat nongol di kulit. Dan sekarang udah mau habis kupakai, dan COCOK. Pokoknya, sunscreen yang cocok di kulitku itu harus:
        • Teksturnya enak dipake
        • Proteksinya bagus (sesuai dengan SPF yang diberikan)
        • Gak bikin out break di kulit
        • Bisa dibeli bebas di tanggal tua sekalipun, wkwk.
        Karena  ini moisturizer ber-SPF, jadi kalau udah pakai ini aku gak usah pakai moisturizer lagi. Selain sudah cukup lembab di kulitku, aku males deh harus ngolesin berlapis-lapis produk kalau gak perlu-perlu banget. Sebenarnya, dalam merawat kulit gak ada aturan yang terlalu baku, misalnya wajib pakai moisturizer. Intinya dengar saja kebutuhan kulit kita masing-masing. Kalau kulitnya memang butuh hidarasi lebih, pakailah pelembab. Kalau kulit udah bagus kelembabannya, ya gak wajib pakai. Kalau parno kering, meski kulit gak kering, ya boleh saja pakai demi kedamaian hati dan jiwa, hehe. Suka-suka, deh. Tapi untukku sendiri, kalau gak butuh ya gak pake :)

        Ini kan bentuknya gel, tapi kok gak bening? Gel bukannya kaya jeli-jeli gitu ya?

        Kita terkadang bingung kan dengan produk kosmetik yang katanya 'gel' tapi gak berbentuk gel seperti yang ada di pikiran kita? Padahal gel itu gak selamanya bening atau mirip jeli. Kalau dikasih warna yang pekat, ya warnanya gak bening lagi. Atau kalau komposisi airnya lebih banyak (atau pakai gelling agent yang gak kentel), teksturnya bisa saja cair

        Disebut gel, karena ditambahkannya gelling agent (bahan pembentuk gel) di dalam campuran kosmetik. Gelling agent itu sejenis koloidal yang menyatukan antara zat padat dengan cair, untuk memberi benefit yang tidak dimiliki oleh bentuk lain seperti cream, emulsi, dll. Keuntungan kosmetik berbentuk gel, misalnya: 
        • Hemat. Dengan sedikit produk yang diaplikasikan, bisa mencukupi kebutuhan, bila dibandingkan dengan bentuk lainnya (misalnya lotion, cream). Karena sifat gel itu: memiliki luas permukaan yang lebar
        • Sejuk. Karena gel dikenal sebagai isolator panas yang cukup baik.

        Kekurangan gel: Gel itu cenderung lengket teksturnya. Jadi kalau ada yang tanya, kok pakai kosmetik berbentuk gel lengket sih? Ya, emang gel itu lengket. Tapi, lengket itu bukan berarti berminyak, lho. Bisa lah dibedain mana tekstur yang berminyak dengan lengket.

        Kalau Wardah ini, gak terlalu lengket, mungkin karena menambahkan beberapa sejenis silikon di dalam kandungannya, jadi efek lengketnya gak terlalu berasa saat dioles.

        Untuk lebih jelasnya, gambar di bawah ini menunjukan komposisi lengkapnya:


        Kalau dari komposisinya, ada beberapa zat aktif dalam sunscreen ini:
        • Etilheksil metoksinamat (chemical, anti UVB)
        • Witch Hazel exct (anti-irritant, pore tightener_)
        • Panthenol (anti-irritant, calming)
        • Aloe Vera exct. (calming)
        • Triclosan (antiseptik)
        • Tokoferil asetat (vitamin E, antioksidan)
        • Titanium Dioxide (physical, anti UVA-UVB)
        http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
          RISTRA SUNCARE SPF 17

          Kalau ini aku pakai udah cukup lama. Selain halal, aku suka sama finishingnya yang rada matte di kulit. Ya, lagi-lagi, fungsi silikon berperan di sini agar teksturnya menjadi tidak lengket.

          Karena memang tidak include pelembab, jadi kalau kulitku lagi butuh hidrasi lebih, aku oleskan moisturizer sebelum pakai Ristra Suncare ini.

          Yang disayangkan, produk ini relatif mahal untuk ukuran produk lokal. Ukuran kecil begini sekitar 30-40 ribuan kalau gak salah (lupa). Lebih baik beli ukuran besarnya, kalau dihitung-hitung kayaknya lebih murah. Tapi, yang gede tuh makan tempat!


          Kalau dilihat dari komposisinya, zat aktifnya gak terlalu banyak, hanya:
          • Oktil metoksinamat (anti UVB)
          • Titanium Dioxide (Anti UVB-UVA)

          KENAPA AKU TIDAK MEMILIH KEKUATAN SPF LEBIH TINGGI?

          Kalau ngeh sama review ku kali ini, semua produk sunscreen yang suka kupakai berkekuatan medium. Kenapa gak pakai SPF yang lebih tinggi?

          Sebelumnya, kita harus tahu SPF dalam sunscreen adalah perlindungan utama terhadap UVB (penyebab luka bakar pada kulit bila terekspos dalam jangka waktu tertentu). Menurut British Association of Dermatologist ada empat kategori tabir surya berdasarkan SPFnya:
          1. low protection (SPF 6-14)
          2. medium protection (SPF 15-29)
          3. high protection (SPF 30-50)
          4. very high protection (SPF 50>)
          Nah, yang tadi direview ada yang SPF nya 18 (Wardah) dan SPF 17 (Ristra). Keduanya masuk dalam kategori medium protection terhadap UVB. Sekilas memang sepertinya sih remeh ya, kalau SPF nya cuma belasan gitu. Tapi, memang itulah SPF yang cocok untukku. Buat apa pakai yang lebih kalau memang cocoknya segitu? http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
          ada alasan yang lebih jelas kenapa cocok2 saja dengan SPF medium?
          1. Aktifitas keseharianku (weekdays) lebih banyak indoor, keluar rumah gak ketemu matahari, pulang ke rumah udah senja, hehe (tapi tetep re-apply sesudah wudhu shalat zuhur).
          2. Semakin tinggi SPF, resiko pori tersumbat semakin besar juga terutama untuk pemilik kulit acne prone sepertiku, paling mentok SPF 30.
          3. Udah pakai bedak yang SPFnya lumayan (20+)
          4. SPF segitu udah cukup, gak membuat kulitku memerah (burn) atau menggelap (tanned)
          Tapi, bukan berarti gak punya sunscreen yang high protection. Tetep punya, biasanya pakai yang SPF 30an dengan PA ++ untuk perlindungan UVA yang lebih ekstra, tapi dipakai saat diperlukan, misalnya mau jalan-jalan ke pantai, dufan, renang outdoor, pergi siang-siang, pokoknya yang panas-panasannya lebih puoll... :D  

          Btw, berarti kalau sunscreen yang gak tertulis PA, gak ada perlindungan untuk UVA nya dong...?

          Ya, enggak juga, selama memuat tabir surya yang broad-spectrum, misalnya Titanium Dioxide (TiO2) dan Zinc Oxide (ZnO2). Broad spectrum sunscreen itu, krim tabir surya yang bisa melindungi UVA-UVB sekaligus. Nah, dua zat yang tadi disebutkan, selain bisa menjadi penentu jumlah SPF di suatu sunscreen, mereka bisa melindungi kulit dari UVA juga. Yah, sesekali coba tengok komposisi sunscreen yang kita pakai.

          Itu aja deh, review dan obrolan ringan mengenai sunscreen. Sebenarnya ada banyak sih, yang mau aku tulis lebih dalam mengenai tabir surya. Tapi entar-entar deh, pengennya khusus di postingan tersendiri, gak campur sari kaya gini, hehe. 

          Wassalam
          Love~
          http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html

          Baca juga :

          About

          Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"