Cari Di sini !

Showing posts with label Hijab. Show all posts
Showing posts with label Hijab. Show all posts

Monday, 2 September 2013

Benarkah JILBAB Biang Kerok Kerontokan Rambut?

Benarkah JILBAB Biang Kerok Kerontokan Rambut? - Assalamulaikum qonitas. Hai, ketemu lagi. Tadinya, tulisan ini nyambung sama pos sebelumnya perawatan rambut rutin. Tapi karena kayaknya terlalu panjang, kubagi dua aja deh. Jadi labil gini, ya? Hehe.

Dibawah ini, pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai problem rambut. Rata2 yang nanya berjilbab, tapi ada juga yang enggak. Kebanyakan memang tentang rambut rontok dan ketombe. Ada juga yg curhat masalah psoriasis-nya, tapi gak akan ku bahas lebih dalam, karena emang cuma satu orang yg tanya.

So, jadi sekarang aku mau coba ya menjelaskan masalah kerontokan rambut dan korelasinya dengan kepala yang tertutup (berjilbab, wig, topi, dll)

RAMBUT RONTOK


Banyak yang nanya sama aku gini, "Rambutnya kalau berhijab rontok ga?"
Alhamdulillah, aku gak pernah punya masalah serius dengan rambut rontok. Seumur hidup, rambutku rontok parah hanya saat setelah melahirkan dan berangsur-angsur membaik tanpa perawatan ekstra.

Kalau ditanya kok bisa rambutnya gak rontokan, aku juga gak kurang paham. Apa mungkin karena bertahun-tahun pakai shampoo non-sulfat, jadi rambutku jarang rontok berlebih dari akar? Atau karena udah saking lamanya rambut ini ditutup, jadi terbiasa? *yekalee. .

Kalau rontok saat di sisir? Ada, paling satu-dua. Sehari mungkn tidak lebih dari 20 helai.

Normalnya, rambut hanya boleh rontok sebanyak 80-100 helai dalam sehari. Boong tuh, iklan yang bilang kalau rambut rontok saat disisir itu tidak normal. Gimana pun juga yang namanya rambut punya siklus hidup, kalau memang saatnya mati, ya gugur (meski dirawat seperfect apapun!) Yang gak normal, kalau rontok berlebih, sampai-sampai kita ngerasa kalau rambut semakin tipis dan garis jalur rambut kita semakin melebar. Apa tuh, garis jalur rambut? Coba lihat gambar di bawah ini:

Siklus satu batang rambut kita itu 4-5 tahunan, ada juga yang bilang 2-6 tahunan (yah, ambil tengahnya deh, 5 tahun). Maksudnya, secara normal satu helai rambut kita bisa bertahan di akarnya sampai sekitar tahun ke-5, setelah itu rontok dan tumbuh rambut baru. Dan pertumbuhan terbagi 3 fase: anagen, katagen, telogen.

Gak semua rambut serentak mengalami satu fase, lho. Beda-beda fasenya, makanya rambut itu ada yang tumbuh, ada yang gugur. Lengkapnya, lihat gambar di atas deh. Intinya, kalau lihat rambut kita rontok, jangan parno dulu selama gak berlebihan.

Pakai Jilbab = Rambut Rontok?

Ngomongin masalah rambut rontok, sebenarnya  rambut rontok itu bisa di derita siapa saja, tidak selalu identik dengan rambut yang berhijab. Aku malah menganggap itu mitos, karena rambutku yang udah sekian lama tertutup hijab mematahkan pernyataan tersebut.

Banyak ahli kerontokan rambut di luar sana menyatakan, bahwa wig/topi/helm/sejenisnya (seperti hijab) bukanlah penyebab kerontokan rambut. Apa yg menjadi anggapan banyak orang selama ini memang cuma mitos, bahkan meski rambut kita tertutup selama 24 jam lamanya. Jadi, rambut yang tertutup bukan biang kerok kerontokan.

Fakta lapangan, jutaan mereka yang tidak berhijab, menderita kerontokan rambut yang parah. Contoh nyata, ya adikku. Sebelum dia pakai hijab, orangnya emang udah rempong sama urusan rambut rontok. Mungkin itu lah yang membuat dia menunda berhijab, karena khawatir rambutnya semakin rontok. Padahal, secara teori, hampir gak ada korelasinya antara berhijab = rambut rontok. Sebab, kekuatan akar rambut lebih sering dikaitkan dengan:
  1. Kondisi hormon yang seimbang. Kalau hormon kalian sedang kacau akar rambut biasanya melemah. Misalnya pasca melahirkan, menyusui, KB hormonal, stress dan PCOS (gugel sendiri deh)
  2. Nutrisi yang cukup. Diet ketat itu bisa menyebabkan kerontokan, ya. Atau kita tetap tetap makan, tapi nutrisinya tidak seimbang, terutama kekurangan zat2 pembangun seperti Protein. Kekurangan mineral seperti zat besi bisa memicu kerontokan rambut juga. 
  3. Kandungan kimia yang ada di dalam shampo (Sulfat, pengawet, dll)
  4. Kondisi kesehatan umum. Demam tinggi, penyakit tiroid, bisa membuat rambut berguguran juga.
So hijabers yg rontok rambut, percayalah, yang tidak berhijab pun buanyak yang rambutnya rontok. Jadi, sebelum mengambing-hitamkan jilbab kalian, cek beberapa kemungkinan di atas tadi.

2.KETOMBE

Kalau ada yang bertanya apakah aku berketombe? Terkadang, biasanya kalau >3 hari belum cuci rambut *hoek. Tapi tidak parah sampai berjatuhan ketombe seperti salju atau sampai butuh sampo antiketombe. Kalau aku rutin keramas, gatal dan ketombe bubar sendiri tanpa disuruh :P

Nah, kalau ketombe, memang banyak diderita dengan orang dengan tingkat kelembaban kepala yang tinggi, terutama mereka yang kepalanya tertutup seperti yg berhijab, berhelm, bertopi, ataupun mereka yang berkerja di ruangan yang pengap/kurang sirkulasi (misalnya yang berkerja seharian di dapur). Biasanya, ketombe itu disebabkan oleh JAMUR atau ragi dari si jamur. Nah, yang namanya jamur bakalan tumbuh subur kalau tingkat kelembabannya tinggi atau saat kondisi umum seseorang sedang turun. Selain itu ketombe bisa dicetuskan oleh kondisi seperti di bawah ini:
  1. Kulit kepala berminyak. Orang yang kulit kepalanya berminyak, tingkat kelembaban rambutnya cenderung lebih tinggi, sehingga bisa mengundang jamur dan ragi tumbuh subur.
  2. Kulit kepala kering. Kulit kepala yang terlalu kering akan menyebabkan gatal dan sel-sel kulit mati mengelupas. Sel kulit yang mengelupas inilah kadang bisa juga disebut ketombe.
  3. Kondisi kesehatan kulit. Kalian yang eczema prone atau yang memiliki psoriasis, memang cenderung menderita ketombe. So, kenali alergen yang membuat eksim dan psroriasis-mu kambuh. 
  4. Produk perawatan rambut yang tidak cocok.
  5. Kurang nutrisi tertentu. Sperti Zinc dan vitamin B kompleks yang berperan dalam kesehatan kulit.
Buat yang ketombenya bandel, bisa pakai shampoo yang mengandung Z.Pt atau Selenium. Kalau udah parah banget, mending ke dokter kulit aja, biasanya dikasih shampo yang ada ketoconazole-nya. Dan kalau ke dokter, bisa ditelisik lebih lanjut, apakah itu ketombe atau salau satu gejala psoriasis. Banyak, lho orang yang gak ngeh dia itu punya psoriasis, tahunya cuma sering berketombe di kepala. Setelah diperiksa, ternyata bukan ketombe biasa. 

*****
BONUS: TIPS KHUSUS HIJABER

Btw, 'hijaber' disini jangan kalian bayangin kaya yang di hijaber community semua ya, haha. Ini berlaku siapa saja yang mengekerudungi rambutnya, tanpa melihat cara yang dianut (instan, lilit, lebar, cadaran, simple, heboh, apalah..).

Hijabers, yuk dirawat rambutnya baik-baik. Jangan mentang-mentang tertutup, jadi ogah dan gak peduli sama rambutnya. Kalau rambut kita bersih dan terawat (apalagi wangi), pasti ada aura kecantikan EXTRA yang terpancar dari wajah kalian yang terbungkus hijab.

Sekarang aku mau kasih beberapa tips untuk para hijabers, yuk disimak:
  • Keramas sesuai kebutuhan. Seperti yang pernah kutulis di pos tentang Hair Care [click], frekuensi keramas itu bisa beda-beda tiap orang tergantung kondisi. Tapi, kalau udah saatnya keramas, jangan ditunda. Jujur, kalau liburan aku emang males keramas. Sering nunggu lepek dulu, baru cuci, haha, *huek (sebenenarnya aku beneran mual liat rambut lepek, euh). Tapi, gitu2 aku paling ANTI pakai kerudung saat rambut dalam kondisi lepek dan bau. Gak deh, meski pakai kerudung bersih, pakai parfum, yang namanya rambut kotor nan bau gak bisa disembunyikan. Pernah gak sih kalian ketemu hijabers yang aroma tak sedap dari rambutnya tercium? Sebaliknya, kalau rambut bersih sama wangi, ditutup kerudung pun akan tercium wanginya. Kok tahu? Soalnya, suamiku sering bilang kepalaku wangi. Padahal aku lagi pake kerudung waktu itu. Asiiiikkk...
  • Jangan pakai jilbab disaat rambut setengah kering, apalagi masih basah. Bisa lembab banget! Mengundang ketombe, ya!
  • Sepulang beraktifitas, langsung lepas hijab dan lepaskan ikatan rambutnya. Kalau aku punya kebiasaan, setelah melepas jilbab, rambut langsung kusisir terbalik (sisirnya dari arah belakang-ke depan, kepala nunduk), biar mengembang. Kemudian biarkan tergerai, 
  • Saat lepas hijab, rambut jangan terlalu sering diikat. Kalau mau diikat, pakai butterfly clip aja (itu lho, jepitan rambut yang kayak kupu-kupu gitu). Jepitan jenis itu gak terlalu ngasih pressure ke rambut kita, dibandingkat ikat rambut biasa.
  • Ganti inner/dalaman kerudung 2 hari sekali! Masalah inner itu sering disepelekan. Ganti ya dalemannya 2 hari sekali (kalau alktifitasnya padat, kulit kepala sering berkeringat atau berminyak banget, harus setiap hari ganti). Kalau gak sempet, sejorok-joroknya 3 hari sekali deh! Aku tekankan ini karena  masih sering nemu hijabers yang kurang sadar kebersihan kepala, hiks. Emang semahal apa sih  inner? Yang 15 rebuan juga ada. Kalau emang cuma bisa beli 2-3 inner, asalkan rajin dicuci pun bisa selalu pakai inner yg bersih setiap harinya. Lebih miris, kalau punya banyak hijab yang bagus-bagus, tapi inner cuma punya 2-3 biji, ganti 3 hari sekali, bahkan sampe seminggu gak ganti-ganti. Kalau begitu, mau keramas serajin apapun tetep aja gak bisa ngusir kuman dan jamur di inner yg kotor. Percaya gak percaya, ada aja deh penomena jorse begitu di sekeliling kita.
  • Cuci mukena 5-7 hari sekali. Jangan nunggu haid, baru cuci. So, milikilah mukena minimal 2 pasang. Karena, bagian yang paling cepat kotor dari mukena adalah bagian kepala. Setuju??? 
Wa Allahu Alam.
Love, Momzhak

Monday, 3 June 2013

Event | Indonesian Islamic Fashion Fair 2013

Assalamualaikum, Qonitas.... ^^

sumber gambar

Met pagi (menjelang siang), Semua. Hayo-hayo, kemarin ada sempet main-main ke IIFF di JCC gak? ^^ Acaranya dimulai dari 30 Mei s/d 02 Juni. Alhamdulillah, kemarin aku (ditemani suami dan krucils) sempet berkunjung ke sana. Gak full main-main di senayan aja sih, soalnya sepulangnya kita sempet-sempetin nonton dan dinner di luar -->  hiburan banget ditengah-tengah hectic days, haha.

Kebetulan mendusin (betawi.com) jam 3 pagi tadi, dan tiba-tiba mood nulis buat bikin event report IIFF pun datang. Sebenarnya di draft blogku itu banyak tulisan yg udah setengah jadi, tapi karena gak mood ya gak diterusin, hehe. Akhrinya malah tulisan inilah yang medadak jadi *eah. Tapi sayangnya, aku gak sempet foto-foto suasana di IIFF karena digicam gak kebawa dan hape yang resolusinya lumayan buat foto indoor juga ketinggalan, padahal sebelum brangkat udah ngingetin diri sendiri jangan sampe benda-benda yang penting itu ketinggalan. Hahh, dasar emak2, karena yg diurusin banyak yaudah deh banyak yg lupa, hihi. Akhirnya, cuma bisa foto-foto barang hasil buruan setelah nyampe rumah, XD

Aku ke IIFF 2013 pas hari ke-2 (tanggal 1 Juni). Pagi-pagi udah siap-siap, ceritanya biar gak macet. Karena tahu sendiri kan, kalau ada event di area Senayan sana pasti bakan muachettt dan susah dapet parkiran yg deket. Kita berangkat dari rumah jam setengah 10, nyampe kawasan senayan itu setengah 11.Tapi kok kenapa muacheett jugaaa??? Padahal IIFF kan baru bukan jam 10?? Masa baru setengah jam buka masuk aja udah ngantrii?? Oh nooo.

Oh, ternyata yang bikin machet itu bukan dari event IIFF, melainkan wisuda anak2 BSI di Gedung Istora. Tahu sendiri mahasiswa BSI ada berapa ribu, hehe. Dan pas nyampe IIFF, parkiran  belum terlalu penuh dan akhirnya kita dapet juga parkiran deket gedung JCC nya, yeiyy!! ^^ 

HTM 15ribu saja.. Plus gratis perdana Mentari ;p

HTM nya 15 rebu saja perorang, dan gratis perdana Indosat Mentari yang sayangnya gak bakalan kepake (soalnya udah pake Mentari juga). Alhamdulillah, karena datang masih pagi, ngantri tiket nya pun belum mengular. Biasanya, kalau ada exhibition macam ini, ngantri tiket bisa panjang banget (apalagi kalau udah hari terakhir). Terutama untuk pameran alat elektronik, gadget, fashion dan sesuatu yang menarik banyak orang. Anehnya, pas exhibition buku-buku teks dan ilmiah di JCC, gak pake tiket masuk lho! Gratis, dan pengunjungnya pun tetap tidak terlalu ramai bahkan hingga hari terakhir, haha. Silahkan dicerna sendiri kenapa begitu.

Depan pintu masuk assembly hall, tempat exhibition IIFF 2013... 
Tiap2 baju yang dipajang ini, mewakili nama2 brand yang ikut serta dalam IIFF 2013. Cakep, dah! Bungskuss! :p
sumber gambar

booth Wardah di IIFF. Pembelian di atas 200k, photoshoot gratis :p
Sumber
Pertama masuk hall, jengjeng... langsung lihat booth-nya Wardah. Naluri memanggil untuk mendekat ke sana. Tadinya cuma mau liat-liat aja, tapi ternyata ada produk terbaru Wardah dan malah beli juga akhirnya, haha. Laperrr.

Booth fashion muslim paling depan, ditempati oleh Shafira. Yaiya lahh, senior harus di depan! LOL! Tahu merek Shafira kan? Ini brand muslim fashion pertama di Indonesia. Dari aku kecil usia TK-SD udah tahu merek ini, biasanya beli ini buat Lebaran. Soalnya dulu baju sarimbit (kembaran) untuk Lebaran cuma Shafira aja yang bikin. Apalagi, jaman dulu perkembangan dan animo masyarakat terhadap busana muslim itu belum se-booming sekarang. Dan waktu itu (setahuku) Shafira baru ada di Sarinah Mall aja (kalau sekarang udah dimana-mana pastinya).

Tepat di belakang Shafira ada brand busana Muslimah yang udah cukup lawas juga, yaitu Zoya. Pantaslah Zoya ada di belakang Shafira, soalnya Zoya itu sister brand-nya Shafira. Bedanya, Zoya itu range harganya lebih affordable dari Shafira. Dan ternyata  Zoya juga mengeluarkan line kosmetik (hanya make-up). Produk Make-up nya lumayan lengkap, ada BBC nya pula (IDR 40-ribuan), tapi aku belum tertarik untuk coba. 

Sejajar dengan Zoya, ada Dian Pelangi. Seingetku, ini booth paling rame dan sangat berdesak-desak. Entahlah, padahal diskonnya cuma 10% dan harga normalnya gak jauh beda sama merek-merek yang lain. Tapi emang Dian Pelangi itu pelopor hijab stylish saat ini, gak heran orang-orang jauh lebih tahu DP.


Suasana salah satu stand
Sumber


Semakin masuk ke belakang, makin banyak brand-brand hijab and moslem wear yg lagi ngehits saat ini, makin bikin ngiler juga #tahanntahann. Macammacam lah. Ada Jenehara, Gda's, Rania, Elhasbu, Kivitz, Shabilla, Aprilia dll...dll.... Duh, disebut satu-satu bisa panjang banget deh. Intinya yg ikut serta ada 180-an brands! Cakep-cakep banget, rasanya pengen ku makan semua. Bener-bener memanjakan mata wanita banget. Gak bakalan puas di satu booth aja, pasti pengen disambangi satu-satu, huwaaaa... #kekepdompet

Tapi, aku tetap pada pendirian ku. haha. Pokoknya, aku cuma harus beli yang barang dengan harga diskon. Soalnya, kalau beli dengan harga normal, ya ngapain ke exhibiton, mending ke store nya aja langsung, ya nggak, ya nggak?? :P

Btw, suamiku sempet ngeluh. Katanya kok IIFF itu kayaknya isinya hanya didominasi fashion buat cewek aja sih?? Emang Islamic Fashion buat muslimah aja? Hehe, Emang sih, 98% isinya busana cewek semua! Ya dress, hijab, aksesoris, sepatu, tas cewek, kosmetik, majalah muslimah, dll :D Tapi, akhirnya suamiku dapet juga 2 potong kemeja Koko dari Dian Pelangi *gakmokalah

Fashion Show IIFF 2013 (by Ida Royani)
Sumber
Fashion Show IIFF 2013 (by Itang Yunasz)
Errr.... ini bisa dipake? Okey, ini cuma fashion show... -_-"
sumber
Talkshow IIFF 2013 by Wardah
Baru tahu, brand Ambassador Wardah sekarang Dewi Sandra ;)
sumber

Oiya, acara IIFF ini yang pertama lho! Sebelumnya belum ada pameran fashion khusus busana muslim. Dan mudah-mudahan tahun depan ada lagi IIFF, seperti event2 tahunan lainnya. Di IIFF ini gak cuma exhibition aja, tapi ada fashion show, talk show, seminar dan workshop juga. Waktu aku ke sana, pas lagi ada talkshow dari Wardah. Cuma aku gak ikutan, karena bawa anak-anak, mereka pasti gak akan tenang duduk manis ^^;

Woke, begitulah cerita dan kesan-kesan selama di IIFF. Pas hari ke-2 aja kayaknya udah rame banget pas lewat waktu Zuhur. Sampe gak tega bawa 2 stroller baby ke dalem hall, dan akhirnya karena saking ramenya kita pulang jam setengah 1. Kata adikku yang ke sana hari terakhir kemarin, penuhnya udah super2 penuh. Bahkan kata berita yang kubaca, penuhnya lebih sesak dari hari pertama dan kedua. Mungkin karena item diskonnya juga tambah banyak kalau hari terakhir.

Nah, sekarang saatnya pamer hasil buruan diskon. Sebenarnya ada juga baju anak-anak sama suami, tapi ngapain juga ikut diliatin, jangan norak deh ah..

kayak yg banyak aja belanjaannya.... huuu... :P

Skincare seri terbaru dari Wardah (plus repurchase my favorite exclusive lipstick no.33). Beli cuma gara2 laper mata tadinya, tapi antara butuh juga sih, hihi...  Yang kubeli itu produk baru seri White Secret, kandungannya lebih mantap dari yang seri Lightening (Itu lho, yg tempatnya warna biru...). Pengen aku coba buat ngilangin flek2 di dagu bekas jerawat aneh kemarin... Semoga sukses deh. Amen
Ntar skincarenya direview setelah kupake 2 minggu... ^_^

Pink basic dress long sleeve, green basic dress cut sleeve, floral bolero, scarfs, blazer.
Ada yg diskon 10%, 20%, buy one get 1..

Itu deh sekelumit belanjaanku kemarin. Salah satu yang kupengen beli dari dulu ini Satin Velvet Dress by Kivitz warna hijau tua. Satin Velvet dress ini sejenis inner outfit/basic dress tanpa lengan (biasa diapdu padan dengan blazer, cardy lengan panjang). Sebelumnya aku udah punya warna hitam, sampe punya tiga potong yang hitam saking sukanya sama velvet dress nya Kivitz, hehe. Tapi diprotes sama temenku, katanya inner dress lu kayaknya itu2 aja, haha...padahal ganti tiap hari. Akhirnya, kepengen warna lain juga. Dan setelah cari-cari di internet, warna hijaunya bagus, tapi setiap nyari ke Muse (di FX) jarang ada. Lucky, ketemu juga di IIFF ^^

Btw, kenapa aku suka velvet dress by Kivitz? Soalnya, bahannya enak dan adem, warna-warnanya bold (selera bajuku rata-rata warna bold), bawahannya ngembang trus jatohnya bagus banget (anggun deh kalau dibawa jalan, hihi), dan.... ada kancing depannya (breastfeeding friendly, yeyy!). FYI, Kivitz ini salah satu brand moslem outfit favoritku.

Trus, ada di antara semuanya, ada yang jadi favorit aku, yaitu  basic dress long sleeve by Shabilla. Basic dress ini warnanya dusty pink. Biasa aja sih modelnya, namanya juga cuma basic/inner alias daleman jadi gak dimacem-macemin modelnya (tapi nanti outwear/luaran-nya bisa dipadankan dengan cut sleeve bolero, cape, vest, dll). Yang istimewa, dan jarang ditemuin, basic dress ini breastfeeding friendly (skali lagi, yeyy!! ^^). Jadi, dibagian depannya ada resleting horizontal yang emang khusus buat breastfeeding mommy!

Ini dia...

Greeek.... dede pun tersenyum senang, haha...
Dan, setelah dapet ini, aku keliling IIFF lagi untuk cari basic dress serupa, tapi gak ada. Dan di Shabilla saat itu, inner macam ini emang cuma itu. Memang, semenjak jadi ibu menyusui, aku suka menyimpan ASI dalam botol kalau sedang tidak di rumah (nabung ASI), dan kalaupun jalan-jalan bawa dede, dede akan menyusu langsung. So, berarti baju-bajuku emang harus breastfeeding friendly!! ^^ Ceritanya, mau tetep go ASI tapi tetep gaya juga, haha, banyak maunya. 

Sekian. Nah, ada yang berkunjung ke IIFF juga?? Share, ya!
Love, Momzhak

Monday, 6 May 2013

Hijab | Bagiku, Berhijab Bukan Hal Yang Istimewa

Assalamualaikum!! ^^
sumber

Hi, Qonitas :D
Tahu hijab kan? Tau doong. Whatever lah apa namanya, hijab, jilbab,  kerudung, Itu cuma 'istilah' bagi aku (sekali lagi, bagi aku :D). Walaupun sebenarnya masing-masing penamaan jilbab, hijab, khimar, sampai burqa punya terminologi sendiri-sendiri menurut bahasa arab. Tapi, kita gak akan bahas itu semua sekarang
Aku cuma mau menerangkan pandanganku mengenai pengalamanku berhijab, Bahwa hiijab bagiku bukan sesuatu yg istimewa. (eits, jangan panas dulu, ya, hehe)

Betul, Hijab bagi aku bukan sesuatu yang istimewa namun hijab sangatlah penting sehingga aku tidak bisa melepaskannya sampai sepanjang hayatku.

Koq bisa, gak istimewa tapi itu penting buat kamu??


Sumber
Memang, setiap yang istimewa pasti penting, tapi gak semua yang penting itu istimewa. Kalian pernah nonton Sweet Rain yang diperankan oleh Takeshi Kaneshiro? Filmnya rame deh, direkomendasikan buat kalian yang demen sama J-Movie.
Di akhir-akhir cerita, ada narasi yang kira-kira begini redaksinya, "...Seperti Matahari. Kehadirannya tidaklah istimewa karena kita akan selalu merasakan kehangatannya di setiap pagi hingga sore. Namun, kemunculannya begitu penting untuk manusia dan alam bumi yang disinarinya untuk terus tetap hidup..."
Nah, begitulah kira-kira maksudnya...

MENGAPA HIJAB TIDAK ISTIMEWA BAGIKU?
Hijab memang tidak istimewa bagi aku. Mungkin karena pengalamanku berhijab sedikit berbeda dengan para muslimah berjilbab lainnya. Beberapa muslimah lain mungkin memiliki cerita yang begitu mengesankan mengapa mereka memutuskan untuk berhijab. Ada yang diberi hidayah lewat mimpi, ada yang terisnpirasi dari ini-itu, ada yang tersadar lewat ayat-ayat Allah dll. Intinya, betul-betul berjilbab karena hidayah dan kesadaran pentingnya berjlbab. Dan perjuangan untuk berhijab bagi sebagian muslimahpun banyak yang luar biasa. Ada yang awalnya dilarang orangtua untuk menutup aurat, ada yang setelah berjilbab dikucilkan, dikeluarkan dari sekolah, tidak mendapat pekerjaan-pekerjaan tertentu yang ia mau, dll

Tapi, aku  tidak memiliki pengalaman yang berkesan dan perjuangan yang luar biasa dalam berhijab. Hijab bagi aku adalah sesuatu yang sangat amat biasa. Seperti suatu siklus kehidupan laninnya.

Aku berjilbab sejak masuk SMP, ya kira-kira usia 11-12 tahun ya. Jujur aja, itu disuruh orangtua. Tapi karena aku termasuk anak yang manut, jadi gak ada tuh pemaksaan untuk menutup aurat. Damai-damai aja. Tapi, meskipun aku termasuk anak yang nurut-nurut aja, tetep aja ada tuh yang namanya perasaan malas, ada penolakan juga, rasa bosan dan rasa-rasa negatif lainnya. Maklumlah namanya juga abege, kepengennya bebas sebebas-bebasnya.

Tapi orangtuaku emang ngertiin banget psikis anak-anaknya. Proses awal mula aku berhijab pun gak langsung 'brek' nutup semua dari ujung rambut sampe ujung kaki. Enggak. Orangtuaku ngerti, semuanya harus pelan-pelan dan butuh adaptasi.

Awal aku pake hijab, aku pake kerudung instan (berego) dan masih suka gerah-gerah kalo buat main/hangout. Btw, sebenarnya pake hijab itu gak gerah sama sekali, tapi dulu itu aku emang anak-anak yang superaktif jadi ya dikit-dikit keringetan, :p. Nah, kalo udah kepanasan aku izin sama Mama buat lepas kerudung dan gak dilarang. Trus, kalo keluar sekitar rumah masih boleh pake baju-baju pendek, gak kerudungan, dll. Tapi kalau jalan-jalan jauh, ngaji, sekolah dll harus pake. Tapi tetep deh masih lepas-pake-lepas-pake... ><

Pokoknya aku belum teratur banget pake hijab sampe pas udah mulai haid (usia 14-an), orangtua ngasih pengertian kalo hijabku gak boleh dilepas-lepas lagi selain di depan mahrom/muhrim,. Tapi, karena udah lewat masa adaptasi jadinya gak masalah, akhirnya gak pernah lepas-pake lagi. Dan, rasa-rasa negatif di hati seperti penolakan, dll udah gak ada lagi.

Jadi, yang sangat berperan agar aku ini bisa konsisten berjilbab ya Mama. Proses ku pake kerudung sampe betul-betul berkerudung itu emang Mama yang nemenin. Emang Mama tuh nyokap yang sabar banget ngajarin anak-anaknya, gak pake galak. Semuanya betul-betul perlahan.

  • Dari yang sebelum 'dapet' kerudung masih boleh lepas pake sampai gak boleh lepas-lepas lagi kalau keluar rumah, 
  • Dari masih boleh pake hijab pendek-pendek, baju masih boleh ketat-ketat, sampai pas SMA aku harus pake kerudung yang panjang, baju jangan ketat, dan transparan.
  • Dan proses berhijabku yang terakhir yaitu harus menutupi kaki. Yup, terakhir yang Mama ajarin itu menutupi kaki dengan kaus kaki. Kata mama, kalau udah berhijab sejauh ini jangan setengah-setengah lagi, tutupi semua yang harus ditutupi, berjilbablah secara syar'i (karena kaki pun termasuk aurat)

Sebenarnya keluargaku itu bukan keluarga kiayi, ustadz, atau yang anak-anaknya kuliah jurusan agama semua (malah hampir semua umum). Trus bukan juga yang cewek-ceweknya pake kerudung lebar-lebar banget apalagi cadaran. Kita masih boleh kok buat mengikuti mode hijab, karena bentuk hijab yang digunakan itu adalah permasalahan khilafiah. Asalkan tetep mematuhi aturan berhijab, seperti:
  1. Tertutup semua kecuali wajah dan telapak-pungggung tangan. (So, kaki juga aurat --> ini sering dilupain).
  2. Jilbab/Hijabnya terjulur menutupi dada. Mau dililit, dimacemin, lurus-lurus aja, gitu-gitu aja, apapun caranya hijab harus terjulur menutupi dada. Mau cadaran? Boleh juga, bagus tuh, lebih ketutup :)
  3. Gak ketat/membentuk lekukan tubuh,
  4. Gak menyerupai pakaian lelaki (yekali mau pake baju koko sama sarung?)
  5. Gak transparan (memperlihatkan warna kulit). Tapi ini bukan berarti kita gak bisa pake outfit yg transparan. Misalnya kalian pake sejenis cape, cardy, dan sebangsanya yang sedikit transparan misalnya dari bahan chiffon, brokat, dll. Boleh aja, asalkan... Itu digunakan sebagai luaran (outer), dalemannya (inner) harus betul-betul tertutup. Intinya, tidak memperlihatkan warna kulit.
  6. Gak pake pakaian yang bisa jadi pusat perhatian (tapi point ini sungguh2 relatif)
  7. Diniatkan hanya untuk Allah, bukan sekedar ngikutin tren. 
  8. Tidak menyerupai kaum non-muslim. Misalnya, kerudungnya tidak menyerupai kerudung para Biarawati.
Ya, sebenarnya emang my family bukan keluarga yg agamis banget. Maksudnya, bukan keluarga yang menerapkan jadwal ibadah yang ketat, misalnya puasa sunnah, sholat tahajjud tengah malem, baca quran, rajin umroh dll. Gak, kita jarang banget melakukan ritual sunnah. Tapi... keluarga ku ini emang strict dalam ibadah-ibadah yang wajib dilakukan (Ibadah Mahdhah). Ya kayak sholat 5 waktu, gak boleh bolong, Kalau puasa Ramadhan ya harus puasa, wajib belajar ilmu agama yang lurus dan shahih meski jurusan pendidikannya umum semua. Dan salah satu yang wajib, ya kewajiban menutup aurat buat anak-anak cowok dan cewek (FYI, yang harus nutup aurat gak cuma cewek ya, anak-anak cowok  di rumah kami juga harus nutup aurat, gak seenak udelnya pake celana pendek di atas lutut! Hihi).

Trus, karena aku diajarkan untuk berhijab sejak kecil, diajarkan juga gimana caranya MERAWAT RAMBUT Ini penting banget! Duh... kalo gak diajarin dari kecil gimana rawat rambut yang berjilbab, bisa-bisa ya rusak dong rambut. Jadi, Mamaku:
Shampoo Natur yang udah tahunan ku pakai. Udah ratusan botol sedang aku habiskan, cocok banget. Aku pun pake tonernya dan conditionernya.
  • Minyakin sambil pijet-pijet rambut anak-anaknya pake minyak kemiri tiap seminggu sekali sama cemceman, yang meski baunya aku gak suka banget tapi sukses bikin rambutku lebat dan hitam sampai sekarang. Alhamdulillah.
  • Kemudian, nyuruh keramas setiap hari! Wow, gak takut rambut rusak tuh? Sama sekali enggak, buktinya sampe sekarang rambutku gak rusak karena keramas hampir tiap hari (2-1 hari sekali). Waktu kecil, keramas tiap sore itu wajib banget buat aku, apalagi tipe rambutku ini berminyak. Ditambah aku dulu aktif banget, cepet keringetan. Jadi aku selalu usahakan rambut ini bebas dari lepek. Aku gak suka kalau rambut minyakan... :P
  • Kasih peringatan: Jangan pakai jilbab saat rambut basah sehabis keramas apalagi diiket! waaaa.... kasian rambutmu, jeng! Kalau emang mau pake kerudung habis keramas ya di keringin dulu pake hairdryer... Tapi, kalau gak keburu waktu gimana?---> Lha, yang namanya cantik itu harus disiplin, sebagai perempuan harus bisa menghitung-hitung waktunya, kapan dandan, kapan selesai, kapan perginya dll gitu. OK ^^
Trus, pas anak-anak ceweknya udah rada gedean, Mamaku:
  • Ngajak Creambath di salon.atau di rumah sekitar 2-3 minggu sekali --> Ini paling seru, sekalian dipijet2 ahaha.
  • Ngasih tahu hair treatment apa aja yang harus dipake: Toner/tonic, conditioner, serum/vitamin, dll
  • Ngasih tahu tips tentang rambut: Macem-macem sisir, cara nyisir, rambut kalo berjilbab jangan terlalu kencang diikat, kalau di rumah udah lepas kerudung jangan pake iketan rambut, dll
Walah, banyak juga ya kalau ditulis, hee. Jadinya, kebiasaan tersebut kebawa sampai sekarang. Kalau dibaca keliahatannya ribed banget ya? Tapi kalau dijalanin enggak ribed sama sekali, mungkin karena terbiasa. Nanti lain kali akan ku posting tentang ritual perawatan rambut (ku) untuk rambut yang berjilbab, OK! :D :D

Jadi buat muslimah yang masih belum berjilbab, bukan alesan lagi emoh berkerudung karena takut rambutnya rusak. Karena aku sendiri udah ngebuktiin, dengan perawatan yang optimal, rambut gak akan rusak karena jilbab.

Back to topic.

Nah, negrti kan maksudku kenapa jilbab bukan sesuatu yang istimewa bagi aku? Karena ya jilbab itu biasa saja, seperti kacamata yang hampir setiap saat ku pakai (FYI aku ini berkacamata, minusnya lumayan tinggi, gak bisa lihat sempurna tanpa alat bantu). Jadi betul-betul udah jadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, setiap hari pake jilbab, kalau beli baju ya gak lupa beli jilbabnya, dll...


TAPI HIJAB/JILBAB SANGATLAH PENTING...
Betul, meski tidak istimewa, menutup aurat itu penting sekali untuk ku. Mengapa penting, karena hijab itu seperti sholat 5 waktu, wajib dilakukan dan dengan berjilbab menunjukan suatu bukti ketaatan kita kepada Sang Pencipta.

Menurutku, kecantikan seorang Muslimah belumlah lengkap tanpa menutup aurat. Sehingga, pengalamanku berjilbab pun akan ku post lewat Halal Beauty Blog ini. Karena bagiku salah satu letak kecantikan cewek muslim adalah pada jilbab.

Sebagaimana berjilbab yang merupakan kewajiban setiap muslimah, para muslimah yang memutuskan untuk tidak berjilbab pun itu hak mereka. Aku bukan ustazad atau daiyah yang memerintahkan setiap muslimah untuk tutup aurat, bukan pula orang yang mencibir muslimah yang belum menutup auratnya sampai yang buka-bukaan. Tiada yang berhak menjudge keburukan seseorang selain Tuhan, kita sebagai manusia hanya mengingatkan.TETAPI hendaknya setiap muslimah mengetahui dulu, kalau menutup aurat adalah perintah Allah sebagaimana Sholat 5 waktu. Tahu aja dulu seperti apa teorinya (belajar dulu gitu), apa keuntungannya berjilbab, apa konsekuensinya bila memilih tidak berjilbab, setelah itu keputusan ada di tangan masing-masing. 

Misalnya, salah satu adikku yg cewek dulu gak mau disuruh berhijab oleh orangtua kami. Tapi orangtua tidak memaksa, yang penting adikku yang itu tahu dulu seperti apa teori tentang menutup aurat (seperti apa dalil-dalilnya), keuntungan, konsekuensi, dll. Kemudian pelan-pelan diajak dulu dan diberi contoh. Setelah itu, biar dia yg memutuskan mau pakai atau tidak dan biar Allah yang beri dia hidayah. Begitu. Mengapa orangtuaku tidak memaksa? Karena menutup aurat itu, urusan langsung antara hamba dengan Tuhannya. Jadi, biar adikku sendiri yang bertanggung jawab atas pilihan yang ia ambil. Beres. ^^

Kembali kepada pentingnya berjilbab. Kalau buat aku, pentingnya berjilbab yang cuma satu: Bukti Ketaatan. Titik. Bukan takut dengan ancaman pelecehan sexual (meski ini salah satu fungsinya menurut dalil), bukan karena sekedar ikut-ikutanan trend fashion (meski boleh banget ngikutin tren asalkan syari), dan sebagainya. 

Nah, Qonitas, begitulah makna hijab/jilbab/kerudung bagi kehidupanku: tidak istimewa, namun sangat penting.

Nah, bagaimana Hijab menurut perspektif para Qonita sekalian??

Wa Allahu A'lam

Love, Momzhak

Baca juga :

About

Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"