Cari Di sini !

Showing posts with label Halal Certified Cosmetics. Show all posts
Showing posts with label Halal Certified Cosmetics. Show all posts

Tuesday, 2 August 2016

Review Produk Mustika Ratu Terbaru

Assalamualaikum, Qonitas. Sekarang aku mau review Produk Mustika Ratu yangg aku dapet secara gratis dari Mustika Ratu bulan lalu. Aku suka semua barang-barang yg dikirim, soalnya hampir semuanya udah pernah aku pakai dan cocok.

Dan jadi ada bagusnya juga sih, aku gak harus nulis 2 kali di postingan yg terpisah untuk review produk yang juga kupakai, hihi. Yuk, lanjut aja yaaa bacanya qonitas!

RATU MAS BODY LOTION

http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html
Produk Mustika Ratu
Nah, apa teman-teman ada mencari body lotion dengan harga terjangkau? Bebas pengawet yang bikin phobia banyak orang (paraben-free, lol!)? Mudah meresap? Dan cocok untuk kulit kering? Kayaknya, body lotion dari Ratu Mas ini jawabannya!

Awalnya, aku under-estimate lah, melihat pekejingnya yang kurang oye. Cuma, pas liat ingredient-nya, hmm boleh juga. Pas dioles, bagus juga karena gak bikin lengket, cepat meresap.

Meski tanpa tambahan silikon di dalamnya (beberapa jenis silikon dalam kosmetik memang memberi coating effect, membuat seakan-akan suatu produk mudah meresap dan tidak lengket). Mengandung minyak zaitun, ekstrak buah kiwi dan vitamin E. Ditambah dengan tutup botol yang praktis, Nice.

KOPI BODY BUTTER

KOPI BODY BUTTER MUSTIKA RATU
Dengan sangat jujur, aku gak suka aroma seri Kopi dari Mustika Ratu. Menurutku, ada wangi vanilla yang menyengat. Ya, aku gak suka wangi Vanilla. Dulu, aku pun sempat beli body scrubnya, cuma gak sampai habis kupakai karena kurang suka dengan aromanya. 

Aku pernah punya cerita tentang bau vanilla. Dulu, waktu hamil muda, aku gak tahu kalau suamiku ganti pengharum mobil. Pas mau berangkat naik mobil, rasanya mau pingsan cium baunya. Ternyata bau pengharumnya, bau vanilla. Erh. Ternyata, suamiku memang baru beli pengharum dari ACE hardware (kan di sana suka dijual  pewangi gantung yang ada bau vanilla gak jelas gitu). Argh.

Akhirnya, aku bilang aku gak suka. Dibuanglah pewangi itu. Tapi tetep ya, baunya gak ilang-ilang. Menyengat sekaliii... T_T Mau buka jendela, asap dimana-mana. Akhirnya, karena gak tahan, aku turun dari mobil trus distopin taksi sama suami. Trus, konvoi deh jalannya, taksinya ngikutin mobil suami, Rempot ^^.

OLIVE BODY SCRUB

olive body srub mustika ratu
Wah, kalau body scrub Olive Mustika Ratu sih temen lama, haha. Pertama kali nyoba scrubnya MR itu ya Body Scrub Olive, sampai sekarang masih kupakai. Yang pertama aku syuka itu memang aromanya.

Aromanya wangi dan segar. Trus, aku suka dengan butiran yang cokelat-cokelat itu. Untuk efek yang diberikan, kualitasnya sebelas-duabelas deh sama Olive Body Scrub-nya The Body Shop. Untuk pilihan, ya pasti jatuh ke MR dong, jelas lebih terjangkau dengan kualitas yang gak kalah.

BIOCELL SUNFLOWER CLEANSING GEL

CLEANSING GEL BIOCELL SUNFLOWER

Dari dulu aku penasaran sama Cleansing Gel nya Biocell Sunflower. Pengen coba juga, sekalian melengkapi rangkaian Biocell Sunflower yang sudah kupakai cukup lama (Night Gel, day Gel, Massage Gel). Beruntung, aku dapet sampel cleansing gel Biocell ini!

Pas pertama dicoba, hanya tercium aroma yang samar-samar, khas produknya Biocell deh, gak menambahkan banyak pewangi. Untuk kekuatan membersihkan makeup, ini cukup bagus. Kecuali makeup yang waterproof banget seperti mascara.

Produk ini cukup inovatif sih, cleansing berbentuk gel. Biasanya cleansing kan berbentuk cream, lotion, atau oil. Tapi semua produk Biocell kan emang bentuknya gel, seperti sudah semacam konsep produk nya gitu. Kesimpulan: Udah gak penasaran lagi, haha.

BIOCELL SUNFLOWER MASSAGE GEL

MASSAGE GEL BIOCELL SUN FLOWER

Nah, kalau Massage gel ini udah  aku beli fullsizenya sebelum dapet sampel ini. Yang membuat pertama kali tertarik untuk beli adalah bubble yang berwarna kuning di gel nya itu lho ^^ Sama seperti pertama kali tertarik dengan Day Gel nya, ada bubble yang berwarna biru-kehijauan. 

Ada perasaan dingin saat dioles ke kulit. Jadi, ritual masas pada wajah jadi lebih enak dan adem juga. Fungsi massage gel ini untuk memperlancar peredaran darah pada kulit wajah. Peredaran darah yang lancar, akan membuat kulit semakin sehat, karena nutrisi dan oksigen yang diterima kulit akan lebih optimal.


Intermezzo, aku pakai rangkaiannya Oxyfresh untuk dental care harianku. Bebas alkohol, detergent dan fluoride sama seperti MR. Hah, bebas fluoride? Kan fluor bagus untuk mencegah gigi berlubang? Awalnya, aku mikir gitu. Ternyata, kata dokter gigiku, fluor itu sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan terutama anak2. Boleh sih dipake, tapi jangan sampai tertelan. Lah, gimana ya, kalau aku sikat gigi mau gak mau sedikit pasti ada yg nyangkut di pangkal lidah. Yah, fluor emang termasuk zat yang kontroversial juga sih. Wa Allahu Alam.  http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/mustika-ratu-freebies-review.html

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

PASTA GIGI & MOUTHWASH DAUN SIRIH

Produk perawatan gigi dan mulut dari MR ini menjadikan daun sirih sebagai bintang utama. Daun sirih di sini menggantikan fluoride yang biasa ada di dental care konvensional. Daun sirih memang telah dikenal lama secara tradisional dan teruji ilmiah sebagai antiseptik yang cukup kuat.

Untuk pasta giginya, aku memang kurang tertarik dengan odol yang mengandung deterjen. Tapi, saat kucoba, busa yang dihasilkan memang tidak sebanyak pasta gigi lain yang ampun-ampunan deh buihnya. Cocok untuk mereka yang mulut dan bibirnya cepat kering karena deterjen pasta gigi, tapi yang tetep gak mau juga pake pasta gigi non-detergent.

Ada kan orang yang gak suka pakai pasta gigi non-detergen, karena emang gak ada busanya. Tapi, kalau pake pasta gigi yang berbusa, bikin mulut cepet sariawan dan bibir kering. Kalau dilema gitu, coba ini aja untuk solusinya.

Yang jadi favorit aku sekarang adalah mouthwashnya! Non alkohol, mengandung ekstrak daun sirih, dan essential oil untuk penyegarnya (daun mint). Untuk zat additifnya, hanya menambahkan zat pewarna saja, dan tanpa pengawet!! Aku bakalan beli ini, buat menggantikan mouthwash yang aku pakai selama ini.

SLEEPWELL TEA

SLEEPWELL TEA MUSTIKA RATU
Terakhir, Sleepwell Tea Mustika Ratu! Yah, dari namanya aja, udah ketahuan kalau ini teh untuk membantu tidur lebih nyenyak. Cuma, sejujurnya, aku gak minum teh ini. Karena kontraindikasi teh ini adalah Ibu Hamil dan Menyusui. Kan aku masih menyusui anakku. Jadi, aku gak tahu deh apakah teh ini memberikan efek yang baik untuk aku yang punya kesulitan tidur. 

Akhirnya, teh ini aku seduh saja untuk suamiku. Aku kasih sesuai anjuran, untuk diminum 1/2 - 1 jam sebelum  jam tidur-nya hubby. Kalau suami kan tidurnya lebih sore, sekitar jam 10 udah terlelap, dan sebenarnya dia gak punya kesulitan tidur sih, hehe. Tapi ya sudah.

Pertama kali aku bawa tehnya, kata suamiku,"hmm... kalau dari wanginya, kalau enggak chrysant pasti chamomile" 

"Bingo!" Betul lah tebakan suamiku

Dia itu pecinta teh (aku kopi, hehe). Makanya gigi kita sama-sama kuning, wkwkw. Di rumah pun ada berbagai macam teh-tehan. Ada black, red, green, yellow tea. Teh melati, krisan, earl grey, matcha (green tea bubuk), oolong. Teh instan ini-itu juga ada.

Makanya, pas aku bawa Sleepwell Tea MR yang mengandung bunga chamomile, langsung bisa tebak. Emang sih, baunya mirip-mirip sama teh bunga chrysant, karena wajar lah wong mirip-mirip juga bunganya :D

Dia tahu kalau itu teh untuk tidur lelap, tapi dasar emang suamiku tidurnya pules dan selalu teratur, jadi gak bisa membedakan kualitas tidur nya saat meminum teh ini dengan tanpa meminumnya. Yah, seharusnya teh ini memang diperuntukan untuk orang2 macam aku.

APAKAH PRODUK MUSTIKA RATU HALAL?

Alhamdulillah, hampir semua produk mustika ratu sudah mendapat sertifikasi halal resmi dari MUI. Untuk informasi lebih jelasnya, silahkan klik tulisan ku yg berisi iniformasi kehalalan MR di sini dan di sini. Semoga bermafaat, Wasslam.

Monday, 1 August 2016

Apakah lipstik wardah long lasting Memang Tahan Lama??

Lipstik wardah long lasting - Assalamualaikum, Aku emang demen sama lipstick, lip junkie lah kalau mau disebut gitu. Bagi aku lipstick itu bak mainan pada anak-anak, jadi jangan ada pertanyaan kalau aku demen review lipstick, hehe.

Kalau buat pilihan warna, warna yang cocok untuk skintone ku ini terbatas. Paling cuma cokelat, orange, coral, peach dan brownish-pink. Jadi, ya warnanya itu-itu aja. Dan warna yang kembar itu banyak, misalnya yang warna cokelat ada 3, dan seterusnya.

Karena nyari lipstick yang cocok itu bukan sekedar warna. Kalau nyari lisptick buat nyari warna aja kayaknya selesai sudah perjalanan... :D Ada yang lebih penting dari sekedar warna, salahsatunya adalah 'daya tahan'.
Lipstik wardah long lasting
Ngomong-ngomong ketahanan (staying power), hari ini aku akan review salah satu lipstik wardah long lasting. Ini pertama kalinya aku coba lipstick Wardah seri ini (gara-gara diracun sama Deadjeng Vicky, hehe).

Dari namanya yg 'longlasting' pasti lipstick ini menjanjikan ketahanan yang lebih lama dari lipstick seri lainnya. Nah, apakah ketahanannya betul-betul tahan lama?  Nyuk, dilanjutin aja bacanya.. ^^

REVIEW WARDAH LONGLASTING LIPSTICK FABULOUS PEACH (01) & PINK SORBET (02)
wardah long lasting

KEMASAN
Bisa dilihat ya pada gambar di atas, kemasan chrome berbentuk silinder, ukurannya gak terlalu gede.

FITUR
Lipstik yg tahan lama namun tidak membuat bibir kering karena menandung jojoba oil & squalane.

WARNA & PIGMENTASI
Shade yang aku review ini adalah Fabulous Peach (01) dan Pink Sorbet (02)

wardah long lasting lipstick


warna lipstik wardah


Warna Fabulous peach betul2 peach ya... Gak ada campuran warna-warna lain (itu sih menurut mataku, hehe). Kalau pink sorbet, malah gak ada pink-pink nya sama sekali menurutku... :p lebih berwarna kecoklatan dengan hint orange.

harga lipstik wardah

Oiya, seri longlastingnya wardah menurutku warna yg cakep (baca: match sama kulit ><) cuma beberapa warna aja, yang no. 01, no.02 dan no. 04. Selebihnya mari liat sendiri di color chartnya Wardah Longlasting Lipstick berikut ini:
Untuk pigmentasinya lumayan, sekali sweep langsung jreng muncul warnanya, full coverage. Gak ada keluhan, so far... ^^ 

TEKSTUR & FINISHING
Tekst sedikit creamy finishingnya matte!! Buat yang gak suka pake lisptik dengan sensasi kerontang, lipstik ini gak direkomendasikan. Meski begitu lipstick ini di bibirku gak bikin kering sama sekali.

lipstik inez
matte finish
STAYING POWER
Ini point pentingnya, wkwk. :p Hmmm tahan lama gak yaaaaa?? Ooo, mari kita lihat penampakan lipstick ini di bibirku dalam 3 jam kurang dikit (dengan selingan minum-minum dan makan berat). Untuk challengnya, aku pake shade no. 01.

Dan hasilnya, tengtereng.......


See? Warna peachnya hilang dan meninggalkan stain merah. Tapi, kalau gak dipake makan-makan, warnanya bisa awet smp lama banget! --> gak ngitungin sampe brapa jamnya, sih.

Trus, kalau yg pink sorbet (02) lama-lama ninggalin stain merah juga gak?

My bad, gak aku perhatiin. Soalnya lebih sering pake yg 01.

HOW TO USE (A la aku)
  1. Sebelum pakai lipstik ini, pastikan kulit bibir kalian keadaan baik (how to get baby lips?, check this out!). Karena kalau kering pasti akan tercetak jelas.
  2. Oles merata
  3. Kalau warna lipstik udah betul-betul nempel, bisa pakai lipbalm berSPF (karena lipstik ini gak ada perlindungan UV nya)
Kok lipbalm-nya gak dipake sebelum lipstik Wardah Longlasting ini??

Soalnya, kalau dipake sebelum lipstik ini, ketahanan lamanya akan berkurang --> lebih mudah luntur/gak longlasting. Itu menurut pengalamanku, ya. Mungkin teman-teman lain ada yg punya pengalaman berbeda dengan dirikuwh?

BEBERAPA PENAMPAKAN LAIN :p

(BONUS) PERTANYAAN
Kalau mau Wudhu trus lagi pake lipstik longlasting gini harus dihapus dulu gak?

Jawab: Kalau masih terlihat ada wujud lipstick yang masih menutupi kulit bibir kita ya harus dihapus. Tapi kalau tinggal stainnya aja, ya enggak apa-apa, enggak harus betul-betul hilang warnanya, karena sisa warna lipstik ini (stain kemerahannya itu), 'menyerap' ke kulit bukan 'menutupi' kulit. See? :)

KESIMPULAN

Aku suka dengan produk Wardah yang satu ini. Longlastingnya lumayan, disaat lipstik-lipstik lain dengan harga semurah ini udah hilang begitu saja bahkan tanpa makan/minum. Gak usah sering-sering retouch lisptick. Tapi harus tetep ngoles lipbalm karena ngeri kering (meskipun gak pake lipbalm lipstick ini gak ngeringin bibir ^^).

Walaupun pada akhirnya meninggalkan stain, tapi mudah dibersihkan. Kekurangannya, gak ada sun protectornya.
Score:

Monday, 15 June 2015

Klinik Kecantikan Yang Sudah Bersertifikat Halal | Halal Info

Hai sahabat Cantinya Qonita, hari ini masih seputar klinik kecantikan buat kita-kita yang kulitnya bermasalah. Tapi ini bukan lanjutan tulisanku kemarin yang gak jelas itu, hehe. Karena kali ini aku mau share klinik kecantikan yang sudah bersertifikasi halal! Hmm, btw udah agak lama ya Momzhak gak nulis halal info (nulis sih nulis, tapi numpuk di draft, hehe).

Nah, apa aja sih klinik kecantikan atau klinik estetika yang sudah bersertifikat halal dari MUI?  Yuk simak tulisan singkatku kali ini. 

Klinik Kecantikan

LONDON BEAUTY CENTER

LONDON BEAUTY CENTER

Klinik kecantikan ini biasa kita kenal dengan LBC. Sudah cukup lama mendapat sertifikat halal resmi dari LPPOM Pusat, sekitar tahun 2013.

NATASHA SKIN CARE

Hmm, klinik kecantikan halal ini sih semua pasti udah banyak yang tahu, cabangnya juga banyak, bahkan sampai ada cabang yang dibuka di dalam mall.

Setelah Erha, Natasha lah yang paling sering aku dengar testimoninya dari obrolan teman-teman yang suka merawat kulitnya di klinik estetika, karena pelayanannya memang sangat lengkap. Kalau aku sendiri memang memilih pakai produk-produk perawatan kulit yang ada di pasaran, karena lebih murah dan hasilnya sudah membuatku cukup puas.


Tapi, diem-diem tertarik juga sih sama botox, filler ataupun metode threadlift yang lagi ngehits itu, hehe. Mungkin kalau sebelum umur 35 udah ada wrinkle dkk baru deh rencana ke arah perawatan yang lebih ekstrim. Sekarang duitnya ditabung dulu, hihi.

NAAVA GREEN

Konsep klinik kecantikan ini beda dari yang lain, yaitu menyatukan konsep perawatan alami dengan teknologi estetika masa kini, mirip klinik Larissa Skin Care. Bedanya, Naava sudah bersertifikat halal dan lebih murah (menurut orang yang sudah pernah pakai keduanya). Sayangnya, Naava Green belum ada di Jakarta, padahal klinik ini termasuk murah diantara klinik estetika lainnya. 

Kalau mau baca Naava Green review (non-sponsor) dari blogger, saya rekomendasikan baca di blognya Kak Erny di Erny's Journal tapi jangan lupa bacar artikel ini Info Kosmetik Halal 2015

__________

Nah, itulah ketiga klinik kecantikan yang sudah bersertifikat halal. Kalau ada kawan-kawan yang tahu klinik lain yang sudah ber-SH, bisa sumbang komentarnya di bawah, ya.

Tulisanku kali ini mungkin gak terlalu panjang, soalnya emang lagi kepengen belajar cara nulis yang singkat tapi padat. Biasanya kalau udah keenakan nulis, rasanya jari susah banget buat di-rem. Pas lagi ngedit tulisan pun, seringkali ada banyak tulisan yang aku cut karena terlalu bertele-tele menurutku. Aku harap tulisanku bisa bermafaat buat orang lain, sekaligus bisa improve kemampuan menulisku juga. :)

Thursday, 5 March 2015

Info Kosmetik Halal 2015

Info Kosmetik Halal 2015 - Alhamdulillah, setelah ngubek-ngubek direktori halal LPPOM MUI dan buka-buka beberapa Juornal Halal, akhirnya selesai juga rangkuman kosmetik halal tahun 2015! :D

Postingan kali ini kutulis dengan format yang agak beda dari tulisan 'info halal' sebelumnya. Tujuannya ya biar lebih rapi aja.

Jadi, info kosmetik halal 2015 ini, akan dikelompokkan berdasarkan nama Produsen, misalnya PT Paragon (Wardah), Martina Berto TBK (Sariayu, dkk). Soalnya, satu produsen bisa memiliki lebih dari satu brand yang hampir semuanya teregistrasi di badan halal, dan kesemuanya itu memiliki no. sertifikat yang sama. Jadi kalau nulis berdasarkan brandnya, kayaknya kurang praktis. Dan gak lupa, sekaligus sudah kucantumkan juga expired date sertifikatnya.

Yuk, silahkan dibaca, semoga bermanfaat :))
__________


PT. PARAGON TECHNOLOGY


 Produk: Wardah
Nomor Sertifikat : 00150010680899
Berlaku hingga : 15 July 2016
Note: sebenarnya PT Paragon juga memproduksi Make Over, namun sampai sekarang Make Over belum bersertifikat halal. Semoga saja someday Make Over ikut nyusul ber-SH ya :)
Btw, pas lagi ngubek direktori halal, aku lihat beberapa produk terbarunya Wardah, seperti eyeXpert, trus ada juga produk hair care yang belum dilaunching. Dan jadi perhatian adalah Wardah Crystallure Lipstick, nah itu lipstik yang mana ya? Produk barukah? Hmh, bisa berabe nih kalau udah urusan lipstik :P *kekepdompet
__________

PT. MARTINA BERTO TBK - MARTHA TILAAR GROUP


Produk: Sariayu, Sariayu Hijab, PAC, Caring Colours, Belia, Biokos Men 
Nomor Sertifikat : 00150061130312
Berlaku hingga : 10 June 2016
Note: Ada pembaca yang bertanya, apakah Dewi Sri Spa dan Biokos yang satu grup dengan Martha Tilaar sudah ber-SH. Jawabannya belum. Karena sampai sekarang aku belum menemukan satupun berita mengenai label halal Dewi Sri Spa dan Biokos. Kalau ada yang punya info tentang ini, boleh share di bawah, OK.
__________ 

PT. MUSTIKA RATU TBK


Produk: Mustika Ratu, Mustika Ratu Simply Stay, Mustika Puteri, Moor's Proffesional Make Up, Biocell, Taman Sari Royal Heritage,  Biocell, Ratu Mas, Bask
Nomor Sertifikat : 00150064300313
Berlaku hingga : 05 March 2015
Note: Ada pembaca yang tanya lagi, apakah Biocell Skin Care juga sudah mendapat sertifikat halal? Karena yang dulu aku tulis di sini mengenai info kehalalan biocell, baru produk Make Up nya saja yang ber-SH.
Nah, kalau sekarang, Skin Care dari Biocell juga sudah berlabel halal kok. Agar lebih jelas, hayu sok mangga mampir ke direktori halal :)
__________

PT. KOSMETIKATAMA SUPERINDAH

Produk: Inez, Inez 900
Nomor Sertifikat : 07150010980811
Berlaku hingga : 08 December 2015
__________

PT. FABINDO SEJAHTERA

Produk: Rivera, Marck's Venus
Nomor Sertifikat : 00150065080413
Berlaku hingga : 16 April 2015
Note: Marck's Venus berbeda dengan Marck's yang biasa, karena Marck's yang biasa adalah bedak yang di produksi Kimia Farma.
__________ 

PT. GLORIA ORIGITA



Produk: Purbasari, Freya, Kanna, Soft White, Cleanface, 
Nomor Sertifikat : 00150043050107
Berlaku hingga : 28 August 2015
Note: Untuk merek Soft White dan Cleanface, sampai saat ini pun aku belum pernah ketemu langsung wujudnya seperti apa. Mungkin ada yang sudah pernah pakai? Share it!  :)
__________
 

PT. REMBAKA


Produk: La Tulipe, LT-Pro
Nomor Sertifikat : 07150007640909
Berlaku hingga : 08 December 2015
__________

PT. IMMORTAL COSMEDIKA INDONESIA


Produk: Amaranthine, Mazaya, Immortal Cosmetoceutical, Actifem Fmale Hygiene, Aphroderma, Hydraline
Nomor Sertifikat : 00150068420314
Berlaku hingga : 04 March 2016
Note: Aku baru tahu kalau Mazaya ternyata masih 'saudaraan' sama Amaranthine. Amaranthine itu lucu-lucu deh produknya, apalagi baked make-up nya. Oiya, Amaranthine juga pernah masuk MURI dengan jumlah macam produk kosmetik terbanyak, lho (400 macam)
__________

PT. SURYA DERMATO MEDIKA (SDM)


Produk: Melanox (obat), Melanox Premium (skin care), Vitacid, Parasol Sunblock, Benzolac Acne Gel
Nomor Sertifikat : 07150018931013 (kosmetik), 07140018921013 (obat)
Berlaku hingga : 06 October 2015
Note: Sebenarnya obat-obat keluaran SDM semua sudah bersertifikat halal. Tapi di sini aku hanya mencantumkan  beberapa obat yang biasa dipakai seperti Melanox, Vitacid dan Benzolac. Kalau mau tahu macam obat yang lain, bisa cek ke direktori halal, ya.
Kalau golongan kosmetik SDM yang sudah ber-SH, baru Melanox Premium dan Parasol saja. Oiya, kalau Melanox Premium itu non-hydroquinone, so buat kalian yg anti banget sama Hq gak usah takut pakai Melanox Premium.
__________

CV. SEKAWAN 


Produk: Moayu, Moz5, Pourvous 
Nomor Sertifikat : 07300018030713
Berlaku hingga : 18 July 2015
__________

PT. UNILEVER INDONESIA


Produk: Pepsodent, Close Up, Citra, Lux, Lifebuoy, Dove (soap bar), Zwitzal (soap)
 Nomor Sertifikat : 00150002450899
 Berlaku hingga : 29 April 2016
Note: Produk kosmetik dari Unilever ternyata banyak juga lho yang sudah bersertifikat halal. Tapi kalau dipikir-pikir, di rumah jarang banget ada produk merek Unilever, yang jadi daftar wajib di list belanja bulanan kayaknya cuma merk Wipol dan Kecap Bango :D
Kalau pasta gigi, orang kan rata-rata pake Pepsodent, kalau aku sendiri lebih suka pakai Mustika Ratu Sirih (suami pake Oxyfresh). Tapi setelah lihat produk Close Up terbaru yang bisa mutihin gigi, jadi penasaran juga mau coba. Soalnya gigiku emang kekuningan karena ngopi dan minum teh tiap hari :D
__________

PT. L'OREAL INDONESIA


Produk: Garnier Skin Natural (Pure Active, Light, Light Complete, Oil clear,  Garnier Men (Acnofight, Turbolight,
  Nomor Sertifikat : 00150069760714
  Berlaku hingga : 22 July 2016
Note: Diam-diam Garnier juga sudah ber-SH ternyata. Dulu aku memang suka pakai Garnier, sekarang udah enggak, produk L'Oreal lain juga udah jarang pake (paling cuma The Body Shop aja). .
__________

PT Gondowangi Trdisional Kosmetika


Produk: Natur, Miyagi
Nomor Sertifikat : 00150065540613
 Berlaku hingga : 19 June 2015
Note: Hmm, ini shampo gak usah ditanya deh! Udah paling cocok sama shamponya Natur.
__________

PT. Sparindo Mustika

Produk: RDL (Papaya and Bengkoang series)
No. Sertifikat: 00150069260614
Berlaku hingga: 04 June 2016
__________ 


PT. ROHTO LABORATORIES INDONESIA


Produk: Khalisa Lipcare
No. sertifikat: 00150067940114
Berlaku hingga: 29 January 2016
__________ 

Zoya Cosmetics

  
Produk: Zoya Cosmetics
Nomor Sertifikat: ?
Berlaku hingga: ?
Note: Kok nomor seretifikat halal Zoya Cosmetics masih tanda tanya, padahal di hampir semua produknya udah ada label halal, kan?
Itu dia, aku juga bingung. Ada label halalnya, tapi setelah serach di direktori halal (baik cari pake merk maupun manufacture) semua gak ada yang cocok. Di Journal Halal juga belum lihat sepertinya. Hmm, ada yg bisa memberi informasi? :)
__________

Yang Belum Update

Jadi, ada beberapa kosmetik halal tahun lalu namun sudah tidak tercantum lagi di direktori halal maupun Jurnal Halal LPPOM terbaru, kemungkinan masa berlaku SH nya sudah habis atau sedang dalam proses perpanjangan. Kosmetik tersebut adalah: Ristra, Trustee, Viva Queen, Viva Cosmetics, Red-A, Theraskin, Camilla, Vitalis. Tapi kalau ada yang mau membagi informasi mengenai label halal produk-produk tersebut, yuk mari dishare :)

Love, Momzhak

Tuesday, 6 January 2015

Salon Moz5 dan Bath Gel Halal MoAyu Bath Gel


Tahu kan Salon Moz5? Nah sekarang Moz5 (baca; Moz-Lima) sedang memperluas usahanya ke sektor produk kosmetik, merknya MoAyu Beauty Care. Line produknya mencakup face-body-hair care. Dan yang akan di review kali ini adalah MoAyu Bath Gel :)

Sebelumnya, Momzhak memang sudah tahu cukup lama produk MoAyu ini. Kalau Spa atau sekedar luluran di Moz5, produk yang dipakai ya MoAyu, tapi produk tersebut gak pernah mencuri perhatianku, karena selalu berpikir kalau isinya ya pasti gitu-gitu aja (jadi gak pernah tertarik untuk beli). Yang sudah jelas kutahu, semua produk MoAyu sudah bersertifikat halal dari MUI. Yeay :D

Cerita berawal saat mandi dengan Moayu Bath Gel selepas masas di Moz5. Setelah mandi kulitku terasa lembut, padahal biasanya sabun yang kupakai seringkali membuat kulitku kering. Awalnya kupikir mungkin karena efek aneka minyak yang tadi dioles di kulit badanku.
Moz5 Rawamangun

Pas mau bayar di kasir, aku sempat lihat botol sabun berwarna hijau yang ternyata sama seperti yang aku pakai untuk mandi tadi. Baru sadar, kalau Moz5 juga menjual produk Moayu. Akhirnya kubeli sebotol Moayu Bath Gel ukuran besar.

Kalau mau beli suatu produk kosmetik, aku selalu tengok deskripsi produk, ingredients dan exp. date pada kemasannya, termasuk pada produk  ini.

Meski ada tulisan dicetak bold wana merah Parabens free, Lanolin free, PABA free di belakang kemasannya, aku lebih girang setelah tahu kalau pembusa yang dipakai bukan SLS/SLES. Yeyey!

Kalau ada yang baca tulisanku mengenai sabun mandi, pasti tahu kalau kulitku sangat mudah kering dengan berbagai macam sabun mandi dan masih mencari pembersih badan yang cocok. 

Setelah berkali-kali menggunakan Moayu Bath Gel, kira-kira gimana ya hasilnya? Cus, tengok reviewnya!

KEMASAN

Dikemas di botol berukuran 250 ml dengan tutup botol yang tinggal di-press saja. Ada juga sih travel size-nya.
MoAyu Bath Gel

Review MoAyu Bath Gel
tersedia berbagai ukuran

Deskripsi Produk

Bath gel beraroma lembut ini, mengandung ekstrak teh hijau as antioxidant dan coconut oil sebagai pelembab tubuh yang sudah tidak kita ragukan lagi khasiatnya untuk kulit.

Selain itu, MoAyu Bath Gel tidak menggunakan SLS/SLES dalam produknya. Ini point plus buat ku.

Mungkin banyak yang belum tahu, SLS/SLES (sodium lauryl sulfate, sodium laureth sulfate) merupakan pembusa pada produk pembersih yang bersifat irritant dan high-comedogenic. Dua kandungan tersebut sangat lumrah digunakan di berbagai macam produk pembersih, dari pembersih wajah sampai sabun cuci. Ya, tentunya dengan tingkat konsentrasi yang berbeda (jadi, stop juga  menyamaratakan sabun/shampo berSLS/SLES dengan sabun pel, bukan point itu yang membuat kita sebaiknya menghindari SLS/SLES dalam produk pembersih kulit).

Aku sendiri memang kurang bersahabat dengan SLS/SLES. Kalau dipakai di badan, kulit akan cenderung kering. Kalau dipakai di wajah, gak bikin kering sih, tapi rawan menyumbat pori-pori, kurang cocok untuk yg kulitnya mudah betjerawat macam kulitku.

Semua produk dari MoAyu sudah bersertifikat halal, dan bebas beberapa bahan-bahan kontroversial seperti Parabens dan PABA. Bebas Lanolin juga, terdengar macam kosmetik ramah hewan (memang klaimnya no-animal tested juga, sih).

Kandungan

Ingredients: Aqua, Disodium Cocoyl Glutamate, Cocamide DEA, Lauryl Glucoside, Glycol Distearate, Camellia Sinensis Extract, Coconut Oil, Sodium Chloride, Citric Acid, fragrace, Propylene Glycol, Tetrasodium EDTA, CL 19140, CL 42090, methylchloroisothiazolinone.

Pembusa yang dipakai di sabun ini adalah: Disodium Cocoyl Glutamate, Cocamide DEA, Lauryl Glucoside. Ketiganya adalah pembusa yang low-irritant, bio-degradable, dan jauh lebih lembut dari SLS/SLES. Ketiganya berasal dari turunan buah kelapa. Relatif lebih sehat untuk kulit dan ramah buat lingkungan juga.

Mengandung Citric acid sebagai pH balance. Pengawet yang dipakai sebagai alternatif dari parabens adalah methylchloroisothiazolinone. Tetapi hati-hati, methylchloroisothiazolinone bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang.

Key ingredientsnya tentu green tea oil dan coconut oil.

Enak gak dipakainya??

Hmm busanya si kelihatan dikit, padahal sih masih bisa lebih banyak lagi. Iya, busanya banyak! Tapi, dalam penggunaanya, aku lebih suka pakai shower puff, cukup tuang sedikit, eh busanya banyakkk banget.

Saat dibilas, di kulit gak terlalu kesat dan gak terlalu licin juga. Pokoknya PAS. Kalau ada pembersih badan yg kesat, biasanya karena zat sabunnya terlalu banyak. Nah, kalau terlalu licin sampai susah dibilas, biasanya karena terlalu banyak surfaktan/detergen yang ditambahkan.

Wanginya sih subtle, aroma frangipani-nya gak terlalu tercium. Padahal aku suka banget aroma kembang kamboja. Heu...:p

Saat mencoba setiap sabun baru, aku selalu cari tahu efeknya di kulitku setelahnya. Tentunya, aku gak pakai pelembab badan dulu untuk tahu apakah ini cocok atau enggak. Ternyata, bath gel ini sama sekali gak bikin kering. Seneng banget.

Walaupun mengandung coconut oil yang berpontensi clogged pore, tapi tidak membuat punggungku berjerawat.

KESIMPULAN

Plus: 

  • Free SLS/SLES. 
  • Untuk yang paranoid dengan bahan-bahan kontroversial, sabun ini bebas paraben dan PABA dan lanolin.
  • Key ingredients: Tea Tree oil, coconut oil
  • Busa banyak, tapi gak bikin kesat ataupun sulit dibilas karena terlalu licin.
  • Gak bikin kulit kering ataupun back acne.
  • Halal certified

Minus:

  • Aromanya samar
  • Hanya dijual di salon dan website MoAyu
  • Agak mahal. Sebotol ukurang 250 cc, sekitar 50 ribu
  • Walaupun sudah memenuhi CPKB (cara pembuatan kosmetik yang baik dan benar), tapi sayangnya belum terdaftar di BPOM. Nah, loo... Buruan di daftarin deh, sis, 

Eh iya, kemarin kan masih ribut-ribut cari body wash. Sampai sabun natural dan organik sekalipun gak membantu  di kulitku yang kering (eh, ada deh, TBB cocok di kulitku kok).

Kalau sekarang, aku masih suka-sukanya pakai Moayu, belum terpikir nyoba sabun lainnya. Lagipula produk ini gampang didapat, gak harus beli online :D

Thursday, 25 December 2014

Make Up | ZOYA Cosmetics Natural White Two Way Cake


Kalau ada yang suka beli kerudung dan baju muslim, pasti kenal merk ZOYA. 

Jauh sebelum marak merk designer hijab, merk Shafira (versi murahnyIW)n brand kosmetik sendiri, namanya ZOYA Cosmetics. Kabar bagusnya, produk ini sudah bersertifikat halal dari MUI, lho. Hmm, makin banyak deh pilihan kosmetik halalnya :D

Kemasan kosmetik keluaran Zoya pun lucu-lucu dan gak pasaran, beda sama kosmetik lokal lain yang kadang kemasannya suka sama -cuma beda warna-. TWC yang akan kureview kali ini pun punya casing yang bagus, tapi apakah penampakan luarnya sebaik kualitas dari produknya? 


DESKRISPSI PRODUK

ZOYA Cosetics Natural White Two Way Cake adalah bedak plus foundation yang tentunya sudah kita kenal dengan istilah two way cake (TWC).

Kalau dilihat dalam deskripsi produknya, bedak ini memiliki formula microcoated yg bisa menghasilkan tampilan makeup yang lebih natural dan tidak menggumpal.

Kemudian ada kandungan Grape Seed Oil sebagai anti oksidan. Sayangnya, grape seed oil untuk mereka yang cenderung berjerawat bisa menjadi ancaman, karena kalau ditilik dari comedogenicity ratings, grape seed oil termasuk salah satu yang paling berpeluang meimbulkan komedo dan bakal acne.

Sebagai syarat memasukkan kata 'natural white' dalam bedak ini, ada kandungan ekstrak Mulberry yang bermafaat sebagai pencerah wajah.

Terakhir, bagian terpenting (bagi aku) dalam sebuah bedak adalah UV filter.

Deskripsi Produk dan Kandungan

KEMASAN 

Dari awal mengenal Zoya Cosmetics, TWC ini lah yang paling mencuri perhatian diantara semua produknya, karena packagingnya bagus dan gak seringkih TWC halal merk tetangga (yang masih jadi favoritku sampai sekarang, btw)

Casingnya bundar berwarna putih dan tampak kokoh. Tidak seperti TWC lokal kebanyakan, saat casing-nya dibuka yang pertama kita lihat adalah wadah spons, barulah saat kita buka lid berikutnya tampak wadah bedaknya

Aku sulit mendeskripsikan seperti apa detilnya, yang jelas memang terlihat bagus. Jelas lah, karena sebelum ZOYA merambah kosmetik halal, ZOYA sudah lama dikenal di industri fashion.

Casing
Wadah Spons

Dibalik wadah spons, baru bedaknya.

 

SHADE

Pilihan warna yang ditawarkan ZOYA cosmetics TWC ini ada 3: Sand (paling gelap), Translucent dan Blossom (paling terang).

Nah, karena katanya shade Translucent itu paling bagus untuk orang berkulit kuning langsat, jadinya aku pilih ini. 



TEKSTUR

Tekstur dari TWC ini sangat lembut. Formula microcoated-nya menurutnya memang terbukti baik. Sama sekali tidak terasa berat di wajah.
        

COVERAGE

Shade yang aku pilih pada bedak ini sepertinya memiliki arti sesungguhnya. Iya, Translucent di sini betul-betul translusen alias nyaris transparan! 

Saat menggunakan TWC ini, hampir tidak ada bedanya dengan tidak menggunakan bedak. Mungkin, lebih mirip compact powder biasa dibandingkan two way cake.

Awalnya kukira shade Translucent nya lah yang memang bisa menyesuaikan dengan warna kulitku. Namun setelah kuperhatikan lagi, TWC ini memang tidak terlalu mengcover pori-pori, bahkan noda jerawat yang hampir pudar.

Tidak terlalu lazim bagi sebuah TWC memiliki coverage yang sheer seperti ini, mengingat yang membedakan TWC dengan compact powder biasa adalah daya tutupnya.


Hampir tidak ada bedanya.

OIL CONTROL

Saat kalian bertanya tentang oil control, tanyalah pada mereka yang kulitnya berminyak. Percuma tanya sama yang kulitnya normal, karena mereka akan selalu bilang 'bagus-bagus aja kok'. Hehe

Nah, untuk orang yang kulitnya berminyak sepertiku, pasti mencari produk makeup yang sebisa mungkin cocok. Dan oil control pada bedak ini... average lah. Pas pokoknya, yang penting tidak membuat wajahku berminyak lebih cepat. 

OXIDIZE?

Selain oil control, saat mencari produk complexion makeup, pasti aku mempertimbangkan kemungkinan mereka untuk teroksidasi, alias menjadi tampak gelap dari saat awal mula diaplikasikan.

Oksidasi kan sebenarnya proses alam akibat paparan udara. Yah, seperti apel yang dikupas trus jadi cokelat setelah beberapa lama terpapar oksigen.

Nah, kalau makeup bisa oxidize, itu kenapa ya??

Aku sendiri tidak terlalu paham. Tapi, ada yang bilang, oksidasi pada makeup terjadi karena kandungan mineral pada produk bereaksi dengan lemak/minyak yang ada dipermukaan kulit ataupun kandungan minyak yang ada pada base makeup misalnya pelembab, sunscreen.

Sayangnya, saat menggunakan bedak ini, beberapa lama kemudian wajahku terlihat lebih kusam alias menggelap. Dengan kata lain, bedak ini oxidize dengan suksesnya di kulitku.

Biasanya, oksidasi pada bedak dipengaruhi juga kan dengan base yang kita pakai. Dan base yang aku pakai sehari-hari hanya sunscreen. Aku belum coba base lainnya. Mungkin lain kali bisa dipakai sebagai finishing powder, mengingat tekstur bedak ini sangat ringan, jadi kayaknya gak akan cakey kalau digunakan untuk setting foundation cair.

RESUME

  • Plus: Halal certified, Nice packaging, tekstur ringan, oil control lumayan
  • Minus: daya tutupnya kurang bagus (sheer coverage), oxidize. 

Terakhir, karena mengandung grape seed oil, TWC ini tidak ku rekomendasikan untuk kulit berminyak karena punya comedogenicity rate yg tinggi. Tapi sepertinya itu tidak selalu berlaku untuk semua kulit berminyak, karena aku sendiri tidak memiliki masalah dengan grape seed oil :))

Sunday, 26 January 2014

Make Up | PAC Blush On No. 4 Review


PAC Blush On No. 4 ReviewAssalamualaikum, Manteman semua! :D Sampai saat ini, blusher yang  kubeli gak pernah jauh-jauh dari warna: coral, orange, cokelat muda, atau peach. Kalaupun beli warna pink, pasti selalu mix dengan warna-warna hangat lainnya. Gak murni pink, gitu.

Kalau sekarang kayaknya beda, aku lagi demen blush on dengan warna dominan pink >.< Malah, kemaren sempet nyari-nyari blush on lokal dengan shade pink keunguan. Dan akhirnya, pilihanku jatuh ke PAC Blush On no.4

Kemasan

Dari depalan pilihn warna blush on PAC, yang pembeliannya sudah include kemasan cuma No. 1 dan No. 2. Untuk no. 3 sampai 8 hanya berupa kemasan isi ulang (refill) aja. Kalaupun mau casingnya, harus beli terpisah, itu pun gak sama dengan casing No.1 dan No. 2 yang udah berserta cermin dan brush bawaannya.


Casing yang jadi tempat blush on No. 4 ku adalah casing universal dari PAC. Bentuknya bundar dengan tutup ulir, ya seperti gambar di atas. Tempat ini juga cocok dijadikan wadah single eyeshadownya PAC.

Meski begitu, aku gak bermasalah dengan casing semacam ini, karena selama ini aku gak terlalu butuh cermin dan kuas yang ada di suatu kemasan blush on :)

Fitur

Katanya sih, blush on ini diklaim waterproof. Tapi, aku sendiri belum pernah uji ketahanan air pada blush on ini. Tapi, untuk staying powernya menurutku cukup baik, dalam artian tidak mudah luntur karena minyak atau keringat.

Mengandung bisabolol, anti-oxidant, pelembab dan sunscreen agent. Tapi aku gak terlalu peduli dengan hal ini :)

Oiya, ada sedikit peringatan pada brosurnya, yang kira-kira redaksinya seperti ini:
...Hindari pemakaian di bawah sinar matahari langsung yang terlalu lama...

Setahuku, jarang lho, ada produk pemerah pipi yang mencantumkan peringatan macam itu.
Pada beberapa produk blush on memang ada semacam pewarna dan fragrance yang sifatnya photosensitizer/fotosensitif (sensitif radiadi sinar UV). Sehingga, bila zat fotosensitif tadi terpapar sinar matahari secara intens, mampu menyebabkan gangguan kulit berupa flek-flek hitam. Aku juga gak tahu pasti zat warna dan pewangi apa sajakah yang sensitif terhadap radiasi siar matahari. Tapi, dari bbeberapa sumber yang pernah kubaca, memang ada pewarna dan parfum dalam kosmerik yang memiliki sifat semacam itu. Tapi, udah jelas-jelas berbahaya bagi kulit karena sifat fotosensitifnya yang tinggi adalah pewarna-pewarna tekstil seperti Rhodamin dan Metilen Yellow.

Gak heran kalau kejadian flek-flek hitam di kulit akibat pemakaian blush on itu cukup banyak. Terutama untuk mereka yang menggunakannya di siang hari atau sering terekspos matahari langsung.

Makanya, di beberapa blush on biasanya ditambahkan sejenis penangkal tabir surya (kalau di produk ini menggunakan Oxybenzone).

OOT dikit, seingatku kosmetik halal yang mengklaim semua produknya non-photosensitisizer itu Wardah, deh. Kalau gak salah.


Tekstur

Super chalky, alias menyerbuk. Untunglah, blush on ini mudah dibaurkan dan mudah dibentuk sesuai kemauan kita (buildable). Oiya, ngomong-ngomong chalky, ada beberapa kekurangan kalau blush on kita chalkynya gak ketulungan:
  • Buat yang punya asma, siap-siap aja obat.
  • Cepet habis (mubazir)
  • Gampang pecah
  • Bikin kotor  

     

    Warna

    No. 4 ini blush on berwarna pink-keunguan. Warna ini bagus menurutku dan aku sukkka! 

    Lebay emang, wajar lah karena aku memang belum pernah punya warna kayak gini sebelumnya, dan sekalinya punya langsung cocok banget di warna kulitku. Padahal sih, mungkin aja banyak kosmetik lokal yang punya warna serupa, hihi.
    Dengan aplikasi yang tepat, warnanya yang awalnya pink keunguan, di atas warna kulitku akan berubah menjadi pink muda yang cakeps banget! Duh, coba punya warna gini dari dulu... :D

    Oya, pada blush on ini ada sedikittt shimmer.

    Pigmentasi

    Pigmentasinya? KELEWATAN. Lagian kenapa harus seheboh itu sih warnanya? Dipikir-pikir sih wajar aja, secara PAC itu  emang berfokus di stage makeup dan makeup orang-orang yang sering tersorot kamera. Kalau kata situs mereka, sih: 
    "Kosmetik ini diluncurkan guna memenuhi kebutuhan professional make-up artist mulai dari stage make-up hingga riasan pengantin yang membutuhkan produk dengan fine quality, water resistant, serta pilihan warna beragam, terutama untuk warna-warna panggung yang cenderung berani..." (sumber: pacbeauty.com)
    Beberapa warna pigmentasinya masih dalam batas wajar, misalnya No. 01, 02 dan warna pink No. 03 (tapi karena kurang bagus pink-nya, aku gak pilih yg 03)
    Meski begitu, ada juga kok beberapa warna Blush On PAC yang warnanya sheer, seperti No.1 dan No.2 Tapi, karena yang kusuka warna no.4 ya aku beli aja yang ini, lagian warna blush on PAC yang lain kayak peach, cokelat, orange aku udah pernah punya.

    Walaupun pigmentasinya kebangetan, seperti yang udah kutulis sebelumnya, blush on ini bluidable dan gampang banget dibaurnya. Kan ada tuh, beberapa blush on yang ngeselin, udah chalky, pigmennya kebangetan, eh dibaurnya susah. Argh.

    Aplikasi

    Blush on yang warnanya terlalu stand out, sebisa mungkin jangan pake kuas blush on biasa, karena sekali usap, serbuk blush on yang terambil bisa dipake buat dandanin pipi 3 orang cewek lagi T_T. Dan kalau pake kuas blush biasa, akan banyak serbuk yang terbuang percuma.

    Untuk blush on semacam ini aku selalu pakai duo fibre brush (stippling brush).
    Cara pakainya: Ambil blush on di pan sekali usap. Kemudian totol-totol (stipple) sepanjang tulang pipi, setelah itu baurkan.
    Kalau pake duo fibre, dijamin deh gak bakalan kayak ondel-ondel. Hasilnya pasti natural banget. :) Eniwei, aku gak pernah pakai duo fibre selain untuk blush on. Kalau foundation cair, aku lebih suka pakai spons.

    Swatches


    Keterangan Gambar:

    1. Penampakan PAC blush on No.4 di pan
    2. Cuma sekali usapan ringan, langsung keambil banyak banget!
    3. Kanan: unblend. Kiri: setelah dibaurkan
    4. Penampakan di pipi. Mecing dah sama lipstik warna nude pink :)

    Kesanku

    Yang aku suka: Warnanya ciamik, staying power gak mengecewakan, gampang dibaur, gak sulit untuk membangun/mengontrol warnanya.
    Yang kurang kusuka: Teksturnya menyerbuk, overpigmented (tapi masih bisa diakali dan dikendalikan), dan dari keterangan pada brosurnya bisa diambil kesimpulan kalau produk ini menggunakan bahan yang tidak terlalu ramah bila digunakan siang hari.

    Apakah Produk Ini Halal?

    Meskipun tidak tercantum logo halal MUI pada semua kemasan PAC, seluruh produk ini sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Untuk info kehalalannya bisa kunjungi tulisanku di sini [click].

    Nah, udah deh segitu aja. Btw, ada yang tahu gak kosmetik lokal bersertifikat halal yang punya warna pink keunguan kayak seperti ini?? :)

    Wassalam. Love~

    Wednesday, 22 January 2014

    Review Sariayu Hijab Hair Mist

    Review Sariayu Hijab Hair Mist - Assalamualaikum, Temans!  Setelah sempat kebanjiran sepergelangan kaki, alhamdulillah akhirnya surut juga dan udah bisa keluar rumah buat beli-beli cairan antiseptik buat bersihin lantai dari sisa air banjir. Tapi, pas ke Carrefour Pluit Village kemaren, cairan Wipol yang udah nangkring di daftar belanjaan teratas, malah sold out semua. Lha, pada diborong orang buat ngepel kali yak? XD
    Review Sariayu Hijab Hair Mist

    Setelah beres belanja, iseng melipir ke Martha Tilaar Shop, ceritanya sih buat nyuci mata yang dari kemaren udah butek ngeliat aer banjiran, hehe.

    Tadinya mau nyari Mousse Foundation terbarunya Sariayu. Eh, masih gak ada juga ternyata. Akhirnya, geser ke Hijab Haircare Sariayu yang belum pernah jadi perhatianku sampai sekarang.  

    Lihat shampo sama kondisionernya, gak tertarik. Hati dan jiwa ku emang udah bener-bener mantep untuk jadi pengguna shampo dan kondi bebas sulfat dan silikon, meskipun embel-embel HIJAB ngerongrong minta diborong.

    Tapi, berhubung stok tonik rambutku udah habis total, akhirnya aku beli tonik rambutnya. Trus, pas lihat Hair Mist nya, tertarik juga ku beli dan akan ku review sekarang :D

    Kemasan

    Berbentuk botol plastik biasa yang di-wrap dengan plastik kemasan. Menggunakan pump semprotan untuk mengeluarkan isinya. Mirip kemasan bodymist pada umumnya, tapi tentunya ini berbeda dari segi fungsi, karena aroma hair mist yang biasanya samar-samar gak bakal cukup strong untuk dijadikan pewangi badan.
    Review Sariayu Hijab Hair Mist

    Desk. Produk
    Mengandung berbagai macam ekstrak tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan dan keindahan rambut. Fungsi utamanya memberi aroma harum untuk rambut, terutama untuk rambut yang tertutup.
    Tapi, sebenarnya siapa saja bisa pakai produk Sariayu Hijab ini, gak harus yang kepalanya pakai kerudung, topi atau penutup kepala lainnya. Toh, kalau aku lihat komposisi kesemua produknya, rangkaian produk ini bisa dipakai semua kalangan, tidak terbatas gender dan gaya berpakaian saja.

    Untuk produk Hair Mist ini, aku malah merekomendasikan untuk mereka yang rambutnya banyak terekspos sinar matahari. Rambut yang terpapar sinar matahari biasanya mudah kering dan berubah aromanya (bukan bau karena kotor, tapi bau karena sinar matahari).

    Aroma

    Keharuman yang tercium samar-samar tetapi cukup manis, aromanya seperti wangi buah semangka. Tapi, menurutku wangi seperti ini sudah cukup pasaran (ada banyak produk pewangi yang gunakan aroma ini). Daya tahan aroma ini, menurut perkiraanku, hanya bertahan sekitar 3-4 jam.

    Cara Pakai

    Digunakan setelah berkeramas dalam keadaan rambut yang basah atau kering. Walaupun kata SPG-nya bisa dipake pas lagi rambut BAU, aku gak menyarankan ini dipakai saat rambut  bau apalagi lepek, berminyak dan keringetan. Kalau bau dan kotor ya keramas aja, bukan ditutup pake wewangian. 

    Kalau cara pakaiku:
    1. Digunakan saat rambut bersih.
    2. Biasanya digunakan setelah berkeramas, dan menggunakan tonik. 
    3. Suka juga disemprot saat rambutku kering, yang penting rambutku dalam keadaan bersih. 
    4. Tidak banyak disemprotkan ke arah kulit kepala, cukup di bagian batang rambutnya saja.

    Kandungan

    1. Bahan dasarnya adalah air. 
    2. Mengandung alcohol (urutan ke-2 setelah water). 
    3. Tapi, menggunakan ini tidak mmbuat kulit kepalaku iritasi. Dan aroma alcohol nya pun tidak menusuk hidung.
    4. Mengandung banyak ekstraksi tanaman di beberapa list pertama komposisinya, menandakan produk ini tidak pelit menambahkan zat aktif.
      • Estrak tanaman yang ditambahkan adalah:
      • Cabai - Capsicumfrutescent
      • Daun jeruk - Citrushystrixleaf
      • Daun Mangkokan - Notophanaxscutellarium Merr.
      • Urang Aring - EcliptaalbaKulit jeruk purut - Citrushystrixfruitpeel 
      • Lidah Buaya - Aloe Barbadensis.
    5. Pengawet utama: Natrium Benzoat. Nice lah, pakai pengawet makanan :)
    6. Agen penyejuk: Panthenol, Menthol (peppermint oil). Btw, hati-hati yang kulitnya sensitif menthol.

    KESAN

    • Mengharumkan? Iya
    • Menyejukkan? Iya
    • Membuat kuit kepalaku iritasi? Tidak 
    • Menghitamkan? Rambut asliku memang sudah hitam, jadi gak teralu kuperhatikan
    • Menguatkan? Gak ada yag berubah dari kekuatan rambutku, rambutku pun memang jarang sekali bermasalah dengan kerontokan ataupun rambut yang patah.
    • Yang kusuka? Aromanya tidak merusak wangi parfumku, menyejukkan kulit kepala, memberi keharuman lebih jika dibandingkan dengan hanya berkeramas saja.
    • Yang kurang kusuka? Mengandung alcohol.

      Apakah Produk Ini Halal?

      Semua produk Sariayu sudah mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI.
      IMHO: Dalam menelurkan rangkaian produk HIJAB, Sariayu sudah mengambil kesempatan dengan melihat peluang dan jumlah target pasar saat ini. Sasaran utama penjualannya kan memang untuk kalangan hijaber, atau bisa lah kita sebut kalau Sariayu cerdik memanfaatkan fenomena ledakan muslimah berkerudung belakangan ini, terlepas apakah esensi berhijab yang sebenarnya juga ikut dalam ledakan tersebut, hehe. 

      Nah, apakah kalian sudah pernah coba produk ini? Untuk hair tonicnya nanti akan ku share lain kali :D
      Wassalam. Love~

      Friday, 10 January 2014

      Hand & Nail Care | Obrolan dan Review 8 Hand Cream Yang Pernah Kucoba

      Assalamualaikum, Hai Semuanya! ^^ Kalau dalam Islam, wanita adalah keindahan yang terbentang dari ujung rambut hingga kakinya. Namun, saat memasuki masa aqil baligh, hanya ada dua perhiasan saja yang boleh terlihat oleh non-mahram, yaitu wajah dan tangan (yang meliputi punggung dan telapaknya). Kalau begitu, sudah sepantasnya keindahan tangan harus dirawat seperti halnya kulit wajah.

      Tapi sayangnya, kita seringnya lebih terfokus merawat area kulit yang lain. Jadi, tidak heran kalau kulit tangan sering terlihat kurang terawat dibandingkan wajah dan anggota tubuh lainnya.
      Review Hand Cream


      Aku pernah lihat perempuan berusia 50 tahunan yang tampak 10 tahun lebih muda. Wajahnya cantik, makeupnya jago, tidak terlihat kerut di wajah maupun di lehernya. Pokoknya tipikal perempuan yang hi-maintenance, deh. Tapi, ada satu yang menarik perhatianku: punggung tangannya. Punggung tangannya yang kering, keriput, dengan skintone yang lebih gelap dari kulit wajah dan lehernya, membuatku percaya kalau perempuan itu memang seusia ibuku :)

      Ini sih contoh ekstrimnya :D
      Wajah boleh bebas kerut, namun kulit tangan sulit berbohong.
      Sumber: drpersky.com
      Pengalamanku dan gambar di atas mungkin bisa menjadi sedikit gambaran, kalau kulit area tangan juga harus mendapatkan perawatan seperti kulit lainnya. Apalagi, kulit punggung tangan merupakan salah satu area kulit yang paling cepat proses penuaannya. Selain itu, kutikula kuku kita pun sering mengalami kekeringan, terutama untuk kalian yang memiliki pertumbuhan kutikula kuku yang cepat dan masif.


      Jangan Lupa Sunscreen Untuk Tangan Kita 

      Terutama buat Muslimah yang berhijab. Tangan adalah area yang paling sering terekspos sinar matahari. Kalau kulit wajah sih, tanpa disuruh pun kita selalu waspada dengan paparan radiasi sinar UV. Kalau kulit tangan? Lebih banyak lupanya, ya kan? Makanya gak usah ngeluh-ngeluh kalau jilbaban tangan jadi belang, hehe.


      Jangan Lupa Oleh Hand Cream

      Gak harus sedikit-sedikit ngoles, sedikit-sedikit ngoles. Kalau gitu juga ribed. Pakai saja sesuai kebutuhan, misalnya: Kalau sering tinggal di ruangan ber AC atau setelah mencuci tangan. Coba, siapa sih contoh orang yang paling demen cuci tangan? Pertama, ibu rumah tangga, kan IRT sering banget melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan air, bahkan dengan detergen yang membuat kulit kering. Kedua, tenaga medis (dan orang yg bekerja di RS). Apakah itu dokter, perawat, bidan, dkk kalau mereka mengikuti standar kesehatan (dan harus mengikuti, dong!), setiap selesai memegang pasien harus mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan antiseptik (sejenis hand-sanitizer gitu). Ketiga, pasien OCD yang phobia-kuman. Pasien tsb bisa membuat kulitnya kering, iritasi bahkan terluka karena terlalu sering mencuci tangan. Oiya, OCD di sini bukan semacam program diet ya, haha. OCD itu singkatan dari obsessive-compulsive disorder. Google sendiri :p

      Kalau ngoles krim tangannya gak pakai hand cream khusus boleh gak? Misalnya, pakai body lotion.

      Oh, boleh banget. Namanya juga henbodi, hehe. Maksudnya, dulu body lotion sering disebut dengan hand and body lotion, kan? Lha, kok 'hand' doang ya? Emang kaki gak termasuk? Nah, karena dirasa kurang adil, sebutan hand-and body lotion akhirnya mulai dicoret dari istilah perkosmetikan, wekekek. Abaikan.

      Cuma, kalau bodylotion itu biasanya kan berat, ukurannya botolnya gede (tapi banyak juga sih yang jual travel-sizenya) dan kebanyakan teksturnya lebih thicky. Tapi, ya suka-suka, lah. Intinya boleh saja pakai bodylotion untuk alternatif handcream.

      Kalau aku sendiri punya beberapa standar dalam memilih hand-cream, seperti:
      1. Gak lengket. Awalnya aku juga cuma pakai bodylotion untuk perawatan tangan dan kuku. Tapi, karena rata-rata bodylotion itu lengket, akhirnya aku putuskan untuk mencari yang namanya hand-cream untuk pelembab khusus tanganku. Tapi ternyata gak semua hand-cream itu enak dipake, Sodara!! Banyak juga yang lengket. Lah, kalau begini apa bedanya sama pelembab badan? 
      2. Ukurannya mini. Kalau ada handcream yang ukurannya gede, mending ganti judul aja jadi body butter sekalian XD
      3. Wanginya enak. Tangan seorang ibu itu harus wangi. Meskipun dia ibu rumah tangga. Soalnya seorang anak itu bisa mengalami pengalaman buruk cuma karena bau tangan. Kedengerannya emang lebay sih, tapi  dulu waktu jaman TK, aku pernah phobia cium tangan! Gara-garanya, seorang guruku pas kucium tangannya (salaman), tangannya tercium bau muntah bayi! *wekz. Pernah lagi pengalaman cium tangan teman ibuku, dan baunya gak bisa aku deskripsikan, antara bau balpirik dengan bau tangan yang habis milih-milih sayur di pasar. Pernah juga nyium tangan ibuku yang kebetulan lagi bau minyak urut (ternyata baru ngerik bapakku, haha), langsung mood aku berubah saat itu juga.
      4. Halal/Animal Derivatives-Free
      5. Mengandung UV protector. Ini gak wajib sih, tapi jadi nilai plus tentunya. Kalau untuk perlindungan matahari, biasanya aku pakai sunscreen untuk wajah saja.
      6. Harganya terjangkau dong (teteup). Gak deh beli handcream mahal-mahal kalau bisa nemu yang murah dengan efek yang serupa.

      Hand Cream Yang Pernah Kucoba

      Di bawah ini adalah handcream yang DULU pernah aku coba, baik beli sendiri, nyoba tester atau coel punya orang lain, hehe.

      1. L'Occitane Immortale Brightening Hand Cream SPF 20

      Ini nyoba punya nyokap. Buat ukuran handcream, ini kemahalan buatku. Kabar buruknya lagi, ini lengket!! Mungkin emang cocok untuk tangan-tangan yang sudah mengalami aging dan seri Immortale dari L'Occitane ini memang ditujukan untuk mereka yang sudah mengalami/memasuki masa penuaan. Gak heran, kalau SPFnya juga gede, hal ini menunjukan kalau sinar matahari memang memiliki pengaruh besar terhadap cepatnya penuaan di kulit. 

      2. L'Occitane Shea Butter Hand Cream



      Aku gak ngerti kenapa testimoni orang-orang bagus banget terhadap hand cream yg satu ini?? Ini handcream pertamaku, tapi bukan beli sendiri sih. Awalnya, ini milik ibuku, tapi karena katanya kurang suka dengan baunya, akhirnya dikasih lah ke aku (sebenarnya aku duluan sih yang minta, wekekek). Teskturnya rich and creamy. Pas di oles pun meninggalkan kesan berminyak, terutama di telapak tanganku (ini yang buat aku bingung kenapa testi orang-orang kebanyakan positif). Yah, mungkin lebih cocok untuk orang-orang yang kulitnya sangat kering atau mereka yang hidup di iklim dingin. Akhirnya, hand cream ini gak pernah kupakai lagi.

      3. The Body Shop Wild Rose Hand Cream SPF 20 (for Mature Skin)


      Aku cuma cobain testernya aja. Aroma mawarnya kurang enak, kayak bau obat-obatan, aneh lah pokoknya. Itulah yang membuat aku untuk tidak membelinya, padahal udah plus SPF 20. Untuk teksturnya, terasa lebih rich dari seri Almond yang saat ini kupakai. Hand Cream Wild Roses ini cocok untuk mereka yang sudah/akan memasuki 'aging'.

      4.  The Body Shop Moroccan Rose Hand & Nail Cream



      Salah satu handcream terbaik yang pernah ku coba. Aku pakai sampai habis, sayangnya varian Moroccan Rose memang sudah tidak dijual lagi. Yang paling kusuka adalah aromanya yang super enak, selain itu handcream ini mudah meresap dan tidak lengket. Dan ini satu-satunya kemasan handcream yang paling kusuka di antara handcream yang pernah kucoba: travel friendly, kemasannya tidak mudah rusak, dan tutup flip-flop pada tubenya.

      5. Etude House 'I Can Fly' Hand Cream (Cherry)

      Bentuknya sih emang unyu, bagus buat jadi pajangan di meja rias (emak-emak?). Tapi, kurang travel friendly, efek melembabkannya biasa saja and lil bit sticky. Akhirnya gak pernah ku pakai lagi, cuma jadi pajangan sampai akhirnya adikku nodong-nodong minta dikasih, haha. Baiklah dik, ini lebih cocok buatmu... :)

      6. Viva Cosmetics Hand and Nail Cream


      Ini hand-nail cream lokal yang super murah, kayaknya gak nyampe 10 ribuan. Gak lengket, sangat mudah meresap, ukurannya kecil dan bisa masuk pouch makeupku tanpa makan tempat. Tapi untuk orang yang tangannya sangat kering, sepertinya ini kurang direkomendasikan. Kalau untuk pencegahan, ini bisa jadi alternatif. Sayangnya krim ini hilang gak tahu kemana, sampai lupa mau repurchase lagi.


      Handcream Yang Kupakai Sekarang

      Favoritku pertama adalah Oriflame Silk White Glow Hand Cream
      Kelebihan: Wanginya enak banget dan tahan lama, testurnya ringan, mudah meresap (matte finish), harganya terjangkau, dan travel friendly. Mengandung ekstrak mulberry dan cherry blossom (bunga sakura??)  yang katanya sih bisa merawat kulit tangan yang menghitam akibat sinar matahari. Kekurangannya: Apa ya? Mungkin harus pesan dari MLM jadi agak susah kalau mau beli lagi (belum lagi kalau produknya ternyata sudah discontinue).

      Handcream yg sedang kupakai sekarang :)

      Favorit kedua adalah The Body Shop Almond Hand and Nail Cream

      Kelebihannya: Aromanya enak (aku suka banget aroma almond!! ><), kelembabannya tahan lama (meski setelah mencuci tangan), melembutkan kutikula kuku, dan harganya terjangkau. Kekurangan: Meninggalkan kesan berminyak untuk sementara waktu. Dan kemasannya yang terbuat dari alumunium. Jadi, kalau sekali dipencet, kemasannya gak akan balik lagi seperti semula, gak travel friendly, karena kemasannya akan mudah rusak/bocor, khawatir isinya bisa keluar kemana-mana.

      Kekurangan keduanya adalah, krim tangan tersebut tidak mengandung SPF.


      Apakah Produk Di Atas Halal?

      L'Occitane, The Body Shop, dan Oriflame klaimnya cocok untuk Vegetarian, dalam artian tidak mengandung bahan turunan hewan yang diragukan kehalalannya. Untuk Viva Cosmetic sampai saat ini masih mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Sedangkan Etude House tidak diketahui, meski banyak produknya mengusung produk yang tidak mengandung unsur hewani.

      Sekian dulu obrolan hand-cream malam ini. Semoga informasi dan reviewnya membantu, ya.

      Wassalam :D

      Baca juga :

      About

      Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"