Cari Di sini !

Showing posts with label Beauty Talks. Show all posts
Showing posts with label Beauty Talks. Show all posts

Saturday, 20 June 2015

Beauty Talks | Kolagen dalam Kosmetik Kita

Aassalamualaikum, Manteman... :D

Kolagen dalam kosmetik sudah lama kita kenal. Kolagen pun termasuk dalam jajaran bahan-bahan kosmetik yang harus diwaspadai kehalalannya. Kalau ditanya, apa fungsinya, pasti banyak yang jawab gini:

"Buat anti aging, yah?"

"Ngurangin keriput."

"Menyamarkan kerut halus"


Jawaban di atas kurang lebih menggambarkan kalau brainwash yang dilakukan oleh industri kecantikan memasarkan produk anti-aging sudah berhasil. Nah, lo.

Jadi, jawaban yang betul apa? Lalu kolagen seperti apa yang halal digunakan untuk seoarang Muslim? Ikutin deh obrolan di bawah ini. Oke ^^

KOLAGEN
Sebelum ngomongin kolagen dalam kosmetik, kita harus tahu dulu gimana sih rupa kolagen yang ada di dalam tubuh manusia.

Kolagen adalah semacam protein yang ada di dalam tubuh manusia yang fungsinya menyokong jaringan ikat dan tulang.

Saat kita mulai menua, kolagen mulai menurun produksinya, selain itu elastisitas dari kolagenpun mulai menurun. Maka dari itu, saat memasuki usia aging, ada gurat yang lambat kembali saat wajah kita marah atau tersenyum. Lama-kelamaan gurat tersebut akan semakin dalam dan menetap seiring bertambah tuanya usia kita. Tidak hanya pada kulit, kolagen di seluruh tubuh pun mengalami hal yang sama.

KOLAGEN DALAM KOSMETIK
Di skincare dan beberapa produk makeup wajah, sering kita temukan kolagen dalam daftar bahan-bahan. Sebutannya bisa bermacam-macam seperti:
  1. Hydrillized Collagen
  2. Phyto Collagen
  3. Collagen
  4. Asam Amino, bla...
  5. Peptide, bla... 
Sumbernya bisa berasal dari protein kolagen sapi, babi, ikan dan tumbuhan.

Biasanya produsen yang memasukan bahan kolagen, akan memberi penekanan pada istilah 'aging', wrinkle, fine lines, dan istilah penuaan lain yang membuat banyak wanita yang sudah merasa dirinya kisut berlomba membeli krim berkolagen tadi.

Padahal kalau kita baca lagi bagaimana karakteristik kolagen, sebenarnya molekul kolagen tidak akan mampu menembus kulit sampai ke dermis. Molekul kolagen itu besar lho, jadi bagaimana bisa berfungsi sebagai penambah jumlah kolagen kulit, kalau kolagennya sendiri tidak bisa masuk?


Jadi, kolagen yang ada di kosmetik kita itu gak ada fungsinya dong?

Kolagen dalam krim kita gak akan mubazir kok keberadaannya. Karena, fungsi utama kolagen yang dioles di atas kulit adalah menjaga kelembaban.

Udah? Terus?

Iya, udah segitu saja. Kalau di kemasannya dikatakan bisa menambah jumlah atau memperbaiki struktur kolagen, jangan dipercaya. Kalau dikatakan untuk menahan hidrasi, baru tepat, apalagi kulit-kulit yang menua memang cenderung kering dan butuh hidrasi lebih lama. Jadi, kolagen dalam krim antiaging tetap ada 'manfaat'nya.

Kalau kollagennya dimakan aja, gimana?

Kolagen yang berbentuk suplemen makanan, bisa berasal dari hewan yang sudah disebutkan tadi. Untuk kolagen ikan, konon lebih mudah dicerna dan diserap tubuh ketimbang suplemen kolagen yang berasal dari babi dan sapi.

Sayangnya, belum ada bukti-bukti ilmiah yang mendukung kalau suplemen kolagen bisa mengimprovisasi kulit yang sudah mengendur. Kalaupun ada efeknya, tetap saja akan ada kolagen yang terdegradasi oleh sistem pencernaan kita.

Daripada membuang waktu mengoles krim berkolagen, alih-alih ingin mengurangi kerutan, lebih baik lakukan hal-hal yang dapat menstimulasi pertumbuhan jaringan kolagen itu sendiri, seperti:
Konsumsi tinggi vitamin C
Melakukan dermal filler

Kalau belum berkerut-kerut, lebih baik cegah penuaan dini dengan:
Asupan vitamin C teratur
Perlindungan sinar matahari. Selain bisa mencetuskan sun-spot, radiasi UV bisa merusak struktur kolagen juga, lho... Ujung-ujungnya bisa timbul photoaging.
Mengencangkan otot-otot sekitar wajah


HALAL COLLAGEN
Pakai kosmetik berkolagen? Boleh aja. Tapi, untuk kita yang Muslim, kolagen dalam kosmetik masuk sebagai salah satu bahan kosmetik 'syubhat' alias meragukan, jadi harus hati-hati dalam memilihnya.

Seperti yang sudah dijelaskan, kolagen dalam kosmetik bisa didapatkan dari hewan dan tumbuhan. Statusnya akan menjadi haram bila kolagen tersebut berasal dari babi, sapi-domba yang tidak sesuai syariat penyembelihannya (non-zabiha). Kalau berasal dari tumbuhan, ikan dan sapi yang zabiha, tentunya halal digunakan.

Lebih amannya, selalu pakai kosmetik berkolagen yang sudah mendapat sertifikasi halal. Minimal, kita pilih kosmetik yang ramah hewan sebagai alternatifnya bila yang berlabel halal tidak kita temui. 

Apalagi kolagen dalam bentuk suplemen, harus lebih berhati-hati lagi. Suplemen kolagen ada kok yang sudah mendapat sertifikasi halal, misalnya Kinohimitsu Drink. Ada yang udah coba? Aku belum pernah sih, tapi jadi pengen nyoba, deh #ngaca #hitungkerutan


REFERENSI
http://www.medicalnewstoday.com/articles/262881.php
http://www.medicalnewstoday.com/releases/63442.php
http://www.ama-assn.org/
http://health.howstuffworks.com/skin-care/beauty/anti-aging/eating-collagen1.htm

Thursday, 29 January 2015

Beauty Talk | Apa itu PAO? Kenapa Usia Maskara Sangatlah Pendek?

Ada yang tahu PAO?

PAO itu singkatan dari period after opening. Istilah yang agak asing didengar, tetapi pasti tidak seasing gambar di bawah ini:



Nah, sering kan lihat simbol seperti di atas? Itulah PAO, period after opening, alias batas waktu penggunaan suatu produk kosmetik setelah kemasannya dibuka untuk pertama kali. 

Apa bedanya dengan manufacturing date dan expired date? 


Manufacturing date adalah tanggal suatu produk dibuat. Kalau expired date (kadaluarsa) adalah tanggal yang menunjukan batas pakai produk yang belum dibuka kemasannya (shelf life). Biasanya expired date jauh lebih lama dibandingkan PAO.
Misalnya, mascara merk A : Manufacturing datenya hari ini, expired datenya 2 tahun kemudian. Tapi kalau sudah dibuka besok, maka batas pemakaiannya hanya sampai 3-6 bulan saja. Perhatikan diagram dibawah ini:




Misalnya lagi, Expired date mascara B itu bulan depan, tapi kemasannya baru dibuka hari ini. Sampai kapankah maskara tadi bisa dipakai? Yup betul! Hanya sampai satu bulan!
Jadi, kalau sudah lewat tanggal expired, produk sudah tidak bisa dipakai lagi meski PAO nya masih lama. Perhatikan lagi diagram di bawah ini:



Nah, udah nangkep kan? Kita lanjut lagi.

Pada simbol PAO, tercantum 1-2 digit angka yang diikuti huruf M. Itu menunjukan batas waktu dalam hitungan bulan. Misalnya kalau di logo PAO terdapat tercantum 12M, berarti batas periode penggunaannya satu tahun saja. 

Apakah setiap kosmetik harus mencantumkan informasi PAO?


Meski kita bisa menemukan simbol PAO di hampir semua produk kosmetik, entah itu makeup, skincare, haircare samapai produk bayi, ternyata tidak semua produk harus mencantumkan PAO. Kalau menurut ketentuan dari EU Cosmetics Directive, ada beberapa kosmetik yang tidak wajib membubuhkan PAO, antara lain:

  • Produk kosmetik sekali pakai, misalnya shampo sachetan
  • Produk yang kemasannya kedap udara, misalnya hair spray.
  • Produk yang sangat awet, misalnya produk yang tidak mengandung air (kering) semacam masker bubuk, dll. 

Bagaimana dengan kosmetik lokal?


Kalau kalian sering beli kosmetik luar, terutama kosmetik yang juga dijual ke Eropa, pasti tidak asing dengan simbol PAO ini. Berbeda dengan kosmetik lokal, rasanya agak jarang kita menemukannya simbol PAO pada kemasannya. Hanya segelintir merek kosmetik yang akhir-akhir ini mencantumkan simbol PAO, misalnya merek-merek dari Martha Tilaar.

Kalau tidak tercantum logo PAO, bagaimana kita bisa tahu batas pakai produk tsb?


Ada banyak sumber yang memberi informasi PAO untuk ragam produk kosmetik yang berbeda. Seperti yang dilansir dari paulaschoice.com:

Makeup
  • Mascara (regular or waterproof), liquid, pencil or gel eyeliners: 4 to 6 months (always toss out dry mascara—never add water to extend its life)
  • Cream, Liquid or Stick Foundations or Concealers: 6 months to 1 year
  • Powder-based products (including mineral makeup): 2-3 years
  • Lipsticks, Lip Gloss, & Lip Pencils: 2-3 years
Skincare
  • Cleansers: 1 year
  • Toners: 6 months to 1 year
  • BHA or AHA Exfoliants: 1 year
  • Facial or Body Moisturizers and Serums: 6 months to 1 year
  • Lip Balms: 1 year
  • Sample Packets: 1 day (no, really, one day)
Remember! If it smells funky, looks gunky or the texture has changed significantly—definitely toss it out! Watch (or sniff) for any new odors, as smell is one of the first qualities to change when a formula has expired.

Khusus untuk produk natural/organik yang bebas pengawet, masa pakainya sangat pendek, bisa 1 minggu sampai 1 bulan, tergantung bahan yang digunakan. Kalau teksturnya kering, biasanya lebih lama. Kalau bahan dasarnya air, pasti cepat basi. Kalau bahan dasarnya minyak/balm/butter gak cepat basi, paling jadi tengik saja.

Jadi, kalau kalian penggila kosmetik natural bebas bahan pengawet, rasanya harus sangat berhati-hati dalam menggunakannya. Orang pelupa dan ceroboh sepertinya dikontraindikasikan menggunakan kosmetik macam itu, hehe becanda.

Pernah ada pembaca blog ini bertanya:  

Orang tahu darimana sih batasan waktu penggunaan kosmetik? Kok bisa tahu mascara usianya 3-6 bulan saja? 


Jawabannya mudah, tentu saja dari penelitian, buka sekedar mengira-ngira.

Suatu produk sebelum dipasarkan, pasti ditentukan kapan PAO nya. Untuk mengetahuinya, dilakukan penelitian agar diketahui kapan keberadaan mikroorganisme (bakteri, ragi, jamur) mulai tumbuh saat produk sudah terbuka kemasannya.

Sumber: http://cdn.shopify.com
Misalnya, mascara merk C PAO nya 6M. Namun meski sudah lebih dari 6 bulan dibuka, mascara C masih bagus dipakai, belum bergumpal, dan tidak berbau tengik. Apakah pemakaiannya bisa diteruskan? Tidak, karena sebenarnya mikroorganisme sudah mulai tumbuh di bulan ke 6 itu. Menentukan PAO tidak menunggu suatu produk rusak, tetapi dilihat dari jumlah kontaminan yang mulai tumbuh

Karena itulah kita tetap tidak boleh melanggar tanggal PAO tadi. Kalau lagi sial, bisa saja kena infeksi Pseudomonas akibat menggunakan kosmetik yang sudah 'basi'.

Jadi, masih niat koleksi puluhan lisptick? 
Koleksi aja sih gak apa-apa, asal jangan sampai dipakai lagi kalau sudah lewat masa PAO.

Trus, masih demen beli-beli preloved make up dan skincare? 
Gak masalah, selama kamu tahu kapan si penjual pertama kali membukan kemasannya (tapi rata-rata gak inget kan?).

Jadi, hati-hati dengan kosmetikmu, ya! :D

Referensi:


Friday, 26 December 2014

Beauty Talk | Kenali Jenis Kulitmu


Setiap orang dilahirkan dengan satu macam tipe kulit, bisa normal, kering, berminyak, atau kombinasi. Kadang tipe kulit tersebut bisa berubah jenis menjadi kulit sensitif. Masing-masing memiliki ciri yang berbeda dan membutuhkan perawatan yang tidak sama.

Tipe kulit manusia ditentukan oleh genetik, jadi tidak mungkin orang yang terlahir dengan kulit berminyak berusaha merubahnya menjadi tipe kulit yang normal.  Tidak ada yang bisa membuat jenis kulit kita berubah. Kalaupun ada semacam cara, itu hanya mengurangi dan tidak selamanya.


Walaupun jenis kulit adalah bawaan lahir, ada beberapa faktor yang menyebabkan perubahan sementara pada kulit kita, yaitu:
  • obat-obat (pil KB, obat jerawat, siklus haid,  dll)
  • hormonal (menstruasi, kehamilan, pubertas)
  • Skin care
  • kondisi kesehatan secara umum
  • Cuaca, iklim, sinar UV, polusi.
  • Stress
  • Lifestyle (rokok, diet,dll)

Dan kali ini aku akan share ciri-ciri dari berbagai macam tipe kulit kita, agar kita bisa merawat kita secara tepat.

Kulit Normal

Beruntunglah orang yang memiliki tipe kulit normal. Karena tipe kulit seperti ini jarang mengalami permasalahan, tidak memerlukan perawatan ekstra, dan bisa sesuka hati bereksperimen dengan aneka macam makeup ataupun menjajal banyak macam perawatan kulit tanpa takut gampang breakout (yah, namanya saja 'normal' :D)


Mereka yang berjenis kulit normal, biasanya memiliki ciri seperti ini:
  • Tidak atau jarang mengalami keluhan pada kulit wajah
  • Kulit tanpak mulus, warna kulit merata, vibrant, elastis, supple, ah pokoknya yang bagus-bagus semua.
  • Kelembaban kulit seimbang, tidak terlalu kering, tidak juga berminyak
  • Kondisi kulit tidak terlalu banyak berubah sepanjang hari
  • Makeup cenderung awet

Kulit Kering

Biasanya, kulit seperti ini dimiliki oleh mereka yang sudah memasuki fase penuaan. Mereka yang berkulit normal, seringkali membutuhkan pelembab ekstra saat memasuki aging karena kulitnya cenderung lebih kering. Tapi, yang terlahir dengan kulit berjenis kering juga banyak.



Ciri dari tipe kulit kering adalah:

  • Keluhan utama, kulit seperti terasa tertarik terutama setelah mencuci muka atau di ruangan ber-AC
  • Kulit wajah tampak kering, keriput, kusam dan terkadang tampak kelupas halus (flakies)
  • kelembaban kulit tidak seimbang, kulit tampak dehidrasi.
  • Makeup awet, namun bisa semakin menonjolkan kekurangan si kulit kering bila penggunaannya berlebihan atau tidak tepat

Kulit Berminyak

Aku punya tipe kulit semacam ini, dan... memang merepotkan. Meski begitu memiliki kulit berminyak itu banyak hikmahnya. Aku jadi lebih care terhadap diri sendiri (tadinya cuek), menjadi orang yang sangat bersyukur di saat kulitku sedang mulus (gak sombong kalau lagi punya kulit bagus ;p), menjadi orang yang lebih teliti dalam memilih, lebih banyak ingin tahu, latihan sabaaar kalau mulai jerawatan, terlatih untuk terus berpikir positif, dan banyak lagi.

Bukan mitos kalau yg berkulit berminyak cenderung tidak mudah menua, karena minyak yang melapisi kulit memang bisa menahan kelembaban di atasnya. Awalnya aku kira itu omong kosong, atau sekedar 'mau nyeneng-nyenengin' kita yang kulitnya minyakan. 

Walaupun tidak mudah kering dan menua, orang dengan kulit berminyak bisa juga mengalami kekeringan karena kurangnya hidrasi atau karena pemakaian obat/skincare. 



Kalau kalian punya kulit yang mudah berminyak, cirinya seperti ini:

  • Keluhan utama kulit mudah berminyak dan berjerawat
  • Kulit tampak kusam, kumal, lengket, atau pori-pori besar.
  • Kelembaban kulit biasanya tidak ada masalah, namun meski berminyak kulit tipe ini bisa kering dan dehidrasi juga.
  • Makeup mudah luntur. Namun dengan kemajuan teknik dan ragam produk make-up, rasanya ini bukan masalah lagi (paling jadi sering ngaca buat ngecek :p)


Kulit Kombinasi

Kulit kombinasi itu biasanya ada 2 macam: Ada kombinasi normal-dry dan normal-oily.

  • Kalau kombinasi kering, biasanya normal-berminyak di area T-Zone dan kering di area pipi. 
  • Sedangkan yang kombinasi berminyak, memiliki tipe kulit oily di area T dan normal di area pipi. 

Konon kulit kombinasi itu jarang. Dan biasanya, orang yang memiliki macam kulit seperti ini harus pintar-pintar dalam merawatnya, karena mereka bisa punya dua masalah yang berbeda penanganannya dalam satu muka.

Kulit Sensitif

Sebenarnya kulit sensitif bukan tipe kulit utama pada wajah, karena setiap macam jenis kulit bisa berubah ke arah kulit sensitif, tergantung kondisi dan beberapa pencetus, misalnya saat kehamilan, penggunaan obat-obatan, dll.

Ada banyak pendapat yang mengelompokkan kulit sensitif  ke dalam salau satu jenis kulit utama, tapi aku mengambil pendapat yang pertama tadi.



Ciri kulit sensitif yaitu:
  • Keluhan utamanya, kulit mudah terbakar sinar matahari dan sering tidak cocok dengan berbagai produk perawatan kulit. 
  • Kulit sering tampak memerah dan iritasi
  • Berhati-hati dalam memilih jenis make-up

Nah, itu saja. Kalau tipe kulitmu apa, ya?


Referensi:


Friday, 10 January 2014

Hand & Nail Care | Obrolan dan Review 8 Hand Cream Yang Pernah Kucoba

Assalamualaikum, Hai Semuanya! ^^ Kalau dalam Islam, wanita adalah keindahan yang terbentang dari ujung rambut hingga kakinya. Namun, saat memasuki masa aqil baligh, hanya ada dua perhiasan saja yang boleh terlihat oleh non-mahram, yaitu wajah dan tangan (yang meliputi punggung dan telapaknya). Kalau begitu, sudah sepantasnya keindahan tangan harus dirawat seperti halnya kulit wajah.

Tapi sayangnya, kita seringnya lebih terfokus merawat area kulit yang lain. Jadi, tidak heran kalau kulit tangan sering terlihat kurang terawat dibandingkan wajah dan anggota tubuh lainnya.
Review Hand Cream


Aku pernah lihat perempuan berusia 50 tahunan yang tampak 10 tahun lebih muda. Wajahnya cantik, makeupnya jago, tidak terlihat kerut di wajah maupun di lehernya. Pokoknya tipikal perempuan yang hi-maintenance, deh. Tapi, ada satu yang menarik perhatianku: punggung tangannya. Punggung tangannya yang kering, keriput, dengan skintone yang lebih gelap dari kulit wajah dan lehernya, membuatku percaya kalau perempuan itu memang seusia ibuku :)

Ini sih contoh ekstrimnya :D
Wajah boleh bebas kerut, namun kulit tangan sulit berbohong.
Sumber: drpersky.com
Pengalamanku dan gambar di atas mungkin bisa menjadi sedikit gambaran, kalau kulit area tangan juga harus mendapatkan perawatan seperti kulit lainnya. Apalagi, kulit punggung tangan merupakan salah satu area kulit yang paling cepat proses penuaannya. Selain itu, kutikula kuku kita pun sering mengalami kekeringan, terutama untuk kalian yang memiliki pertumbuhan kutikula kuku yang cepat dan masif.


Jangan Lupa Sunscreen Untuk Tangan Kita 

Terutama buat Muslimah yang berhijab. Tangan adalah area yang paling sering terekspos sinar matahari. Kalau kulit wajah sih, tanpa disuruh pun kita selalu waspada dengan paparan radiasi sinar UV. Kalau kulit tangan? Lebih banyak lupanya, ya kan? Makanya gak usah ngeluh-ngeluh kalau jilbaban tangan jadi belang, hehe.


Jangan Lupa Oleh Hand Cream

Gak harus sedikit-sedikit ngoles, sedikit-sedikit ngoles. Kalau gitu juga ribed. Pakai saja sesuai kebutuhan, misalnya: Kalau sering tinggal di ruangan ber AC atau setelah mencuci tangan. Coba, siapa sih contoh orang yang paling demen cuci tangan? Pertama, ibu rumah tangga, kan IRT sering banget melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan air, bahkan dengan detergen yang membuat kulit kering. Kedua, tenaga medis (dan orang yg bekerja di RS). Apakah itu dokter, perawat, bidan, dkk kalau mereka mengikuti standar kesehatan (dan harus mengikuti, dong!), setiap selesai memegang pasien harus mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan antiseptik (sejenis hand-sanitizer gitu). Ketiga, pasien OCD yang phobia-kuman. Pasien tsb bisa membuat kulitnya kering, iritasi bahkan terluka karena terlalu sering mencuci tangan. Oiya, OCD di sini bukan semacam program diet ya, haha. OCD itu singkatan dari obsessive-compulsive disorder. Google sendiri :p

Kalau ngoles krim tangannya gak pakai hand cream khusus boleh gak? Misalnya, pakai body lotion.

Oh, boleh banget. Namanya juga henbodi, hehe. Maksudnya, dulu body lotion sering disebut dengan hand and body lotion, kan? Lha, kok 'hand' doang ya? Emang kaki gak termasuk? Nah, karena dirasa kurang adil, sebutan hand-and body lotion akhirnya mulai dicoret dari istilah perkosmetikan, wekekek. Abaikan.

Cuma, kalau bodylotion itu biasanya kan berat, ukurannya botolnya gede (tapi banyak juga sih yang jual travel-sizenya) dan kebanyakan teksturnya lebih thicky. Tapi, ya suka-suka, lah. Intinya boleh saja pakai bodylotion untuk alternatif handcream.

Kalau aku sendiri punya beberapa standar dalam memilih hand-cream, seperti:
  1. Gak lengket. Awalnya aku juga cuma pakai bodylotion untuk perawatan tangan dan kuku. Tapi, karena rata-rata bodylotion itu lengket, akhirnya aku putuskan untuk mencari yang namanya hand-cream untuk pelembab khusus tanganku. Tapi ternyata gak semua hand-cream itu enak dipake, Sodara!! Banyak juga yang lengket. Lah, kalau begini apa bedanya sama pelembab badan? 
  2. Ukurannya mini. Kalau ada handcream yang ukurannya gede, mending ganti judul aja jadi body butter sekalian XD
  3. Wanginya enak. Tangan seorang ibu itu harus wangi. Meskipun dia ibu rumah tangga. Soalnya seorang anak itu bisa mengalami pengalaman buruk cuma karena bau tangan. Kedengerannya emang lebay sih, tapi  dulu waktu jaman TK, aku pernah phobia cium tangan! Gara-garanya, seorang guruku pas kucium tangannya (salaman), tangannya tercium bau muntah bayi! *wekz. Pernah lagi pengalaman cium tangan teman ibuku, dan baunya gak bisa aku deskripsikan, antara bau balpirik dengan bau tangan yang habis milih-milih sayur di pasar. Pernah juga nyium tangan ibuku yang kebetulan lagi bau minyak urut (ternyata baru ngerik bapakku, haha), langsung mood aku berubah saat itu juga.
  4. Halal/Animal Derivatives-Free
  5. Mengandung UV protector. Ini gak wajib sih, tapi jadi nilai plus tentunya. Kalau untuk perlindungan matahari, biasanya aku pakai sunscreen untuk wajah saja.
  6. Harganya terjangkau dong (teteup). Gak deh beli handcream mahal-mahal kalau bisa nemu yang murah dengan efek yang serupa.

Hand Cream Yang Pernah Kucoba

Di bawah ini adalah handcream yang DULU pernah aku coba, baik beli sendiri, nyoba tester atau coel punya orang lain, hehe.

1. L'Occitane Immortale Brightening Hand Cream SPF 20

Ini nyoba punya nyokap. Buat ukuran handcream, ini kemahalan buatku. Kabar buruknya lagi, ini lengket!! Mungkin emang cocok untuk tangan-tangan yang sudah mengalami aging dan seri Immortale dari L'Occitane ini memang ditujukan untuk mereka yang sudah mengalami/memasuki masa penuaan. Gak heran, kalau SPFnya juga gede, hal ini menunjukan kalau sinar matahari memang memiliki pengaruh besar terhadap cepatnya penuaan di kulit. 

2. L'Occitane Shea Butter Hand Cream



Aku gak ngerti kenapa testimoni orang-orang bagus banget terhadap hand cream yg satu ini?? Ini handcream pertamaku, tapi bukan beli sendiri sih. Awalnya, ini milik ibuku, tapi karena katanya kurang suka dengan baunya, akhirnya dikasih lah ke aku (sebenarnya aku duluan sih yang minta, wekekek). Teskturnya rich and creamy. Pas di oles pun meninggalkan kesan berminyak, terutama di telapak tanganku (ini yang buat aku bingung kenapa testi orang-orang kebanyakan positif). Yah, mungkin lebih cocok untuk orang-orang yang kulitnya sangat kering atau mereka yang hidup di iklim dingin. Akhirnya, hand cream ini gak pernah kupakai lagi.

3. The Body Shop Wild Rose Hand Cream SPF 20 (for Mature Skin)


Aku cuma cobain testernya aja. Aroma mawarnya kurang enak, kayak bau obat-obatan, aneh lah pokoknya. Itulah yang membuat aku untuk tidak membelinya, padahal udah plus SPF 20. Untuk teksturnya, terasa lebih rich dari seri Almond yang saat ini kupakai. Hand Cream Wild Roses ini cocok untuk mereka yang sudah/akan memasuki 'aging'.

4.  The Body Shop Moroccan Rose Hand & Nail Cream



Salah satu handcream terbaik yang pernah ku coba. Aku pakai sampai habis, sayangnya varian Moroccan Rose memang sudah tidak dijual lagi. Yang paling kusuka adalah aromanya yang super enak, selain itu handcream ini mudah meresap dan tidak lengket. Dan ini satu-satunya kemasan handcream yang paling kusuka di antara handcream yang pernah kucoba: travel friendly, kemasannya tidak mudah rusak, dan tutup flip-flop pada tubenya.

5. Etude House 'I Can Fly' Hand Cream (Cherry)

Bentuknya sih emang unyu, bagus buat jadi pajangan di meja rias (emak-emak?). Tapi, kurang travel friendly, efek melembabkannya biasa saja and lil bit sticky. Akhirnya gak pernah ku pakai lagi, cuma jadi pajangan sampai akhirnya adikku nodong-nodong minta dikasih, haha. Baiklah dik, ini lebih cocok buatmu... :)

6. Viva Cosmetics Hand and Nail Cream


Ini hand-nail cream lokal yang super murah, kayaknya gak nyampe 10 ribuan. Gak lengket, sangat mudah meresap, ukurannya kecil dan bisa masuk pouch makeupku tanpa makan tempat. Tapi untuk orang yang tangannya sangat kering, sepertinya ini kurang direkomendasikan. Kalau untuk pencegahan, ini bisa jadi alternatif. Sayangnya krim ini hilang gak tahu kemana, sampai lupa mau repurchase lagi.


Handcream Yang Kupakai Sekarang

Favoritku pertama adalah Oriflame Silk White Glow Hand Cream
Kelebihan: Wanginya enak banget dan tahan lama, testurnya ringan, mudah meresap (matte finish), harganya terjangkau, dan travel friendly. Mengandung ekstrak mulberry dan cherry blossom (bunga sakura??)  yang katanya sih bisa merawat kulit tangan yang menghitam akibat sinar matahari. Kekurangannya: Apa ya? Mungkin harus pesan dari MLM jadi agak susah kalau mau beli lagi (belum lagi kalau produknya ternyata sudah discontinue).

Handcream yg sedang kupakai sekarang :)

Favorit kedua adalah The Body Shop Almond Hand and Nail Cream

Kelebihannya: Aromanya enak (aku suka banget aroma almond!! ><), kelembabannya tahan lama (meski setelah mencuci tangan), melembutkan kutikula kuku, dan harganya terjangkau. Kekurangan: Meninggalkan kesan berminyak untuk sementara waktu. Dan kemasannya yang terbuat dari alumunium. Jadi, kalau sekali dipencet, kemasannya gak akan balik lagi seperti semula, gak travel friendly, karena kemasannya akan mudah rusak/bocor, khawatir isinya bisa keluar kemana-mana.

Kekurangan keduanya adalah, krim tangan tersebut tidak mengandung SPF.


Apakah Produk Di Atas Halal?

L'Occitane, The Body Shop, dan Oriflame klaimnya cocok untuk Vegetarian, dalam artian tidak mengandung bahan turunan hewan yang diragukan kehalalannya. Untuk Viva Cosmetic sampai saat ini masih mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Sedangkan Etude House tidak diketahui, meski banyak produknya mengusung produk yang tidak mengandung unsur hewani.

Sekian dulu obrolan hand-cream malam ini. Semoga informasi dan reviewnya membantu, ya.

Wassalam :D

Monday, 21 October 2013

Info Halal | BPOM Kembali Razia Ribuan Kosmetik Ilegal Berbahaya 2013 (Dan Opiniku)


Assalamualaikum! qonitas ^^ 
Hay, hay... tahu kan kalau hari ini (Senin 21/10), BPOM kembali melaporkan lagi ribuan KOSMETIK ILEGAL BERBAHAYA? Aku udah lihat berita tadi siang waktu jam istirahat, tapi pas buka internet kayaknya belum ada, nah pas aku cari sekarang baru ada deh. Nah ini beritanya:


Metrotvnews.com, Jakarta: Sepanjang Januari-Juli 2013, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menemukan ratusan item kosmetika mengandung bahan berbahaya (BB) yang beredar di pasaran.

Kosmetika mengandung BB yang ditemukan dari hasil pengawasan nonrutin terdiri dari 174 item yang terdiri dari 3.264 unit produk. Sedangkan dari pengawasan rutin terjaring 52 item yang terdiri dari 2.529 produk.

“Kosmetik berbahaya ini banyak beredar di kota-kota besar seperti di Jakarta dan Surabaya,” sebut Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen Badan POM, Bahdar J. Hamid, di Jakarta, Senin (21/10).

Menurut Bahdar, mayoritas kosmetik mengandung BB adalah yang dapat memberi efek untuk memutihkan kulit. Sayangnya, bahan yang dipakai sangat berbahaya, yaitu merkuri, hidrokinon dan asam retinoat.

Beberapa gangguan kesehatan yang muncul akibat menggunakan produk-produk tersebut, adalah iritasi kulit, pengikisan kulit dan kerusakan ginjal. Selain di jual di toko kosmetik, beberapa produk dijual di klinik kecantikan dan toko online.

Disamping menemukan kosmetik mengadung BB, Badan POM juga menemukan kosemtik tanpa izin edar (TIE). Berdasarkan hasil pengawasan nonrutin ditemukan 2.741 item TIE yang terdiri dari 25.462 unit. Sedangkan dari pengawasan rutin, ditemukan 1.265 item TIE yang terdiri dari 42.812 unit produk.

Jika ditotal kosmetik TIE dan BB yang ditemukan Badan POM sepanjang Januari-Juli 2013 berjumlah 4.232 item atau sebanyak 74.067. Bahdar mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kosmetik TIE dan BB yang beredar di pasaran terus berkurang dari tahun ke tahun. Tercatat pada 2012 terjaring 4.625 item yang terdiri dari 142.033 produk dan 2011 sebanyak 4.884 item yang terdiri dari 123.242 produk.

Bahdar menambahkan keseluruhan produk kosmetik TIE dan BB yang terjaring sudah ditarik dari pasaran dan dimusnahkan.

"Memang untuk menjadikannya nol atau hilang sama sekali itu mustahil. Tapi yang penting jumlahnya selalu menurun, dan kesadaran masyarakat yang selalu meningkat," imbuh dia.

Bahdar mengaku produk-produk tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya tersebut kebanyakan ditemukan di Jakarta dan Surabaya. Selain itu, produk-produk itu didominasi produk-produk impor, salah satu pemasok terbesar adalah China. (Cornelius Eko)
Sumber: http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2013/10/21/11/189500/BPOM-Temukan-Ribuan-Produk-Kosmetik-Berbahaya


Buat kalian yang melek teknologi dan selalu update infomasi, pasti menganggap berita di atas itu biasa saja. Dan memang gak akan pernah pakai barang yang keamanannya gak jelas, karena TAHU seperti apa bahaya yang ditawarkan.

Tapi, jangan salah, yang namanya orang di luar sana gak semuanya blogger, beauty blogger atau orang-orang yang mengutamakan membeli produk yang udah jelas amannya. Ada jutaan perempuan indonesia yang masih mau tertipu mentah-mentah dan buta dengan kosmetik berbahaya. Buktinya, kosmetik China itu laku keras di pasaran dan stok selalu tersedia. Kalau habis (apalagi kalau permintaan pasar lagi tinggi), tidak diragukan barangnya akan datang lagi dan datang lagi! 

Gak heran sih, kosmetik ilegal (terutama China) itu banyak peminatnya. Pertama, harganya murah. Kedua, kemasannya menarik (warna-warni bow!). Ketiga, banyak mendompleng merek-merek ternama, alias bikin produk KW. Keempat, hasil yang diberikan INSTAN! Woo...

Saking murahnya, bisa bikin bulu merinding kalau denger harganya. Misalnya, palette eyeshadow 60 warna MAC palsu buatan China, dibeli dengan harga 80 rebu dari distributor. Distributor ambil untung mungkin bisa sampai 10-20 rebu. Nah, bayangkan berapa harga asli per paletnya? Mungkin gak nyampe seribu perak. Nah, berapa coba kira-kira modal produksi satu palet MAC palsu tersebut, mungkin gak nyampe gopek. Mau pingsan kan dengernya?

Info kosmetik Halal
sumber

Untuk refreshing aja, ada beberapa zat yang harus dihindari dalam sebuah kosmetik bebas:


Zat berbahaya

Zat berbahaya ini merupakan racun yang sama sekali gak boleh masuk ke tubuh kita. Biasanya berupa logam berat (mercury/air raksa) yang disalahgunakan sebagai pemutih kulit, atau kimia sintetis lain yang memang kegunaannya bukan untuk manusia, misalnya pewarna tekstil Rhodamine dan Methylen Yellow. Nah, pewarna rodamin dan kuning metilen tadi sering dicurangi sebagai bahan pewarna untuk bedak, blush on, eyeshadow, aww ngeri deh!


Obat-Obatan

Yang namanya obat-obatan untuk perbaikan kosmetis, misalnya obat jerawat, obat flek dll (seharusnya) hanya boleh diberikan dengan resep dan digunakan dibawah pengawasan dokter. Soalnya, kalau enggak begitu (misalnya dijual bebas gitu aja), gak ada yang jamin kalau obat tersebut akan digunakan dengan indikasi tepat pada orang yang tepat juga. Misalnya, ibu hamil pakai kosmetik ilegal anti jerawat, ternyata isinya asam retinoat yang bahaya untuk janin. Nah, lo?

Dan adapun beberapa bahan obat yang dalam prakteknya boleh digunakan untuk memeperbaiki kosmetik dengan pengawasan, tapi tidak boleh terkandung dalam kosmetik umum, antara lain:
  1. Hidrokinon 
  2. Tretinoin/Asam Retinoat
  3. Golongan steroid
  4. Resorcinol
  5. AHA Glicolic acid >10%
  6. Benzoyl Peroxide
  7. Clindamicyn
  8. dll
Kalau misalnya ada yang nanya, sebenarnya hidrokinon bahaya gak? Aku jawab relatif. Kalau dipakai sesuai petunjuk dengan dosis yang tepat, itu gak masalah. Lagian, dalam prakteknya jarang banget kok efek samping serius yang ditimbulkan hidrokinon, karena penggunaannya memang terukur. Jadi, kalau mau pakai hidrokinon, ke dokter aja dulu sana! :) Kalau mau beli sendiri, beli di apotek, tapi jangan yg lebih dari 2
% dan jangan males baca brosur obatnya, ok!

Beda kalau pakai kosmetik ilegal yang mengandung hidrokinon, siapa yang jamin kalau hidrokinon yang ada di kosmetik ilegal tersebut takarannya aman. Dan gak menutup kemungkinan, kalau kandungannya bisa mencapai di atas 10%. Sedangkan yang yang biasanya diresepkan atau dibuat dalam racikan hanya 2%-5% saja.
Itulah sebabnya, mengapa obat tidak boleh ada di dalam kosmetik yang dijual bebas, hanya digunakan dibawah pengawasan saja.

Sebenarnya, pengguna/penjual kosmetik ilegal itu gak cuma mereka yang buta tentang informasi. Orang yang udah tahu dan ngerti bahayanya apa, tetep ada yang pakai kok. Ada temen sejawatku, yang jual-jual obat pemutih gak jelas lewat BBM, dia bilang udah ada no.POM nya. Tapi, baru aku lihat kemasannya aja gak meyakinkan. Dan gak mungkin suatu produk yang udah teregistrasi, memiliki kemasan yang gak memenuhi syarat. Sebenarnya, gampang aja untuk lihat produk itu udah dapet izin edar apa belum, lihat aja kelayakan kemasannya. Untuk lolos uji CPKB (cara pembuatan kosmetk yang benar), ada syarat kemasan yg dinilai oleh badan POM, antara lain:
  1. Memiliki label 
  2. ada tata cara pakai
  3. ada tanggal expired atau tanggal pembuatan
  4. ada komposisinya
  5. ada alamat produsennya, buatan mana, distributornya apa.

Itu untuk kosmetik lokal, Kalau kosmetik impor, syaratnya distributor lokal wajib menempelkan label dengan konten serupa yang munggunakan bahasa Indonesia. Makanya, kosmetik impor kalian, sekarang punya stiker label berbahasa indo kan? 

Lanjut.
Lah, ini temenku bilang, udah teregistrasi di pom. Tapi lihat tampilannya aja, udah yakin banget no.pomnya palsu. Ternyata saat di cek, emang fiktif kan? Mau negur lebih jauh gak enak banget, emang gua siapa ikut campur bisnisnya dia? Tapi kalau didiemin aja ntar tambah menjadi. Ditambah dengan statusnya sebagai praktisi kesehatan, yang pastinya orang awam percaya lah apa yang dijual pasti yang aman-aman saja. Gemes. 

Padahal, prinsip medik 'primum no nocere' (first, do no harm) itu gak cuma berlaku saat dokter memberikan resep atau tindakan. Dalam kehidupannya juga harus ditanamkan, kalau hal pertama yang dilakukan dirinya kepada orang lain bukanlah hal yang merugikan.

Dan kalau yang pakai-pakai pemutih gak jelas, temen-temen yang aku kenal udah banyak yang pakai. Pas jaman kuliah dulu, booming juga tuh krim walet Alvina yang sekarang udah terbukti berbahaya. Untung, gak pernah ikut-ikutan.

Kalau gitu, pakai yang udah jelas aman aja, ya. Pilih kosmetik yang sudah teregistrasi di BPOM RI (cek produk kalian di pom.go.id). Untuk Muslimah, pakai kosmetik berbahaya itu dosa kalau kalian sudah tahu bahayanya apa. Karena, menggunakan sesuatu yang jelas berbahaya bagi tubuh kita, hukumnya haram. Apalagi jual-jual yang gajebo, itu sama saja meracuni orang lain.

Udah deh, ya cari selamat dunia-akhirat aja. Beres. ^^

Wassalam, Love~

Friday, 4 October 2013

Skin Care | Review Sunscreen Halal Kesukaanku (plus obrolan serba-serbi krim tabir surya)

Assalamualaikum, Qonitas :D

"Mau review sunscreen ya, Mom?"
"Iyah"
"Mana sunscreen? Gak ada yang tulisannya sunscreen!"
http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
Menurutku, yang namanya sunscreen, sunblock, suncare, moisturizing UV cream, UV cream, UV filter, UV tint, UV moisturizer, UV gel, sun protector krim, sampai pelembab yang udah ada SPFnya, itu sama saja. Masuk ke dalam kategori 'krim pelindung radiasi sinar ultra violet'. Tapi, aku gampangnya nyebut sunscreen, hehe. 
Tapi, katanya ada perbedaan ya antara sunscreen dan sunblock?
Kalau kita google 'sunblock-sunscreen', kita bakalan lihat yang namanya perdebatan yang tiada habisnya. Dan tulisan yang membahas perbedaan mereka berdua banyak juga, terutama situs-situs luar. Wedeh, rame deh. Bahkan sampe ada yang ngaco, katanya sunscreen itu buat muka, kalau sunblock buat body.*tepokjidat

Dulu, aku juga pernah nulis perbedaan sunblock dan suncreen (di blog lama), tapi kayaknya udah out of date. Soalnya, jaman sekarang perbedaan antara mereka berdua itu jadi kabur. Dulu banget, emang mereka dibedain. Perbedaan yang paling dasar itu ada pada zat yang gunakan sebagai penangkal UV nya. Kalau sunscreen biasanya chemical based, kalau sunblock physical. Tapi, di jaman ayeuna mah, teu aya bedana mana sunscreen jeung mana sanblok. Apalagi, krim tabir surya sekarang lebih sering menggabungkan antara bahan chemical dan phisical (disebut hybrid). 

Nah, daripada debat kusir, mendingan dipake aja, dan rasakan manfaatnya. Oke? *okeeeeeee!

Kalau aku, lebih baik gak keluar rumah sekalian, daripada tanpa sunscreen. Dan silahkan hapuskan semua kosmetik di dunia ini asal jangan lenyapkan 3 hal yang penting buat kulitku: Sunscreen, toner, dan bedak. Haha, becanda.

Di jaman informasi serba canggih dan lengkap gini, udah pada tahu kan ya, kalau sunscreen itu fungsinya ruarrr biaza! Dari menangkal pengaruh buruk sinar UV sampai mencegah penuaan dini pada kulit. Bisa dianggap jantungnya skinker, deh. Aku masih bisa survive tanpa pencuci muka (lebay), tapi enggak bisa kalau gak pake sunscreen ke luar rumah. Kalau cuci muka, sebenarnya pakai air hangat sama washlap aja bisa bersih (kecuali buat bersihin mekap tuebbel kali ya? :D).

Apalagi kulitku ini, termasuk kulit yang lumayan cepat sunburn. Tapi, kalau exporsure-nya terus-terusan, kalau sesekali ya enggak. Soalnya dulu waktu masih kecil, kulitku sering kena luka bakar matahari. Tapi parah-parahnya pas jaman SMP, kulitku sampai terkelupas-kelupas (gara-gara suka basket & renang siang bolong). Karena separah itu, akhirnya ke dokter, trus dikasih krim yang harus dipakai sebelum sekolah, dulu aku nyebutnya 'krim matahari'. Dan kalau habis minta diresepin lagi dan lagi, sampai akhirnya tahu kalau ada sunscren yang dijual bebas di drugstore. Pertama beli merek Nivea, tube warna biru, teksturnya kentel banget kaya sunscreen yang diresepin dokter. Tapi makin ke sini yang namanya sunscreen teksturnya udah mulai enak.

Sebelum pakai Wardah sama Ristra, aku pakai  merek lain (merek X). Merek X bagus, teksturnya enak variannya lengkap, tapi mengandung  hydrolyzed collagen (HC). HC itu gak berbahaya kok, relatif aman, tapi karena sekarang aku memprioritaskan kosmetik halal atau animal free, jadinya aku menghindari HC. http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html

Hydrolized collagen itu hampir bisa dipastikan berasal dari hewan. Biasanya berasal dari babi, ikan, kuda, dll. Jadi statusnya syubhat, alias meragukan. Bisa halal, bisa juga haram kalau berasal dari babi atau hewan halal yang sembelihannya tidak mengikuti kaidah syari.

Berarti semua kolagen yang ada di kosmetik itu meragukan ya? 

Enggak semua kolagen meragukan, misalnya kalau kolagennya berasal dari tumbuhan laut (phyto-collagen), atau kosmetik berkolagen yang sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. 

ACNE PERFECTING MOISTURIZER GEL PLUS SPF 18
sunscreen Wardah dari Acne Series


Tau gak, tadinya aku gak sengaja beli ini. Niatnya, mau beli Wardah Pore Tightener Toner, eh malah kebeli moisturizer nya (habis, dus kemasannya mirip-mirip :D). Akhirnya, sempet gak kepake tuh (dianggurin), soalnya males coba-coba lagi untuk tahu cocok apa enggaknya. 

Waktu sunscreen yang biasa kupakai bener-bener habis, akhirnya aku coba aja pakai ini. Eh, ternyata enak dipake ya? Pas dipake adem dan gak lengket. Dipake seharian di muka pun gak bikin kulit kusam atau efek-efek negatif lainnya. Karena mengandung zat antiseptik, hitung-hitung mencegah jerawat nongol di kulit. Dan sekarang udah mau habis kupakai, dan COCOK. Pokoknya, sunscreen yang cocok di kulitku itu harus:
  • Teksturnya enak dipake
  • Proteksinya bagus (sesuai dengan SPF yang diberikan)
  • Gak bikin out break di kulit
  • Bisa dibeli bebas di tanggal tua sekalipun, wkwk.
Karena  ini moisturizer ber-SPF, jadi kalau udah pakai ini aku gak usah pakai moisturizer lagi. Selain sudah cukup lembab di kulitku, aku males deh harus ngolesin berlapis-lapis produk kalau gak perlu-perlu banget. Sebenarnya, dalam merawat kulit gak ada aturan yang terlalu baku, misalnya wajib pakai moisturizer. Intinya dengar saja kebutuhan kulit kita masing-masing. Kalau kulitnya memang butuh hidarasi lebih, pakailah pelembab. Kalau kulit udah bagus kelembabannya, ya gak wajib pakai. Kalau parno kering, meski kulit gak kering, ya boleh saja pakai demi kedamaian hati dan jiwa, hehe. Suka-suka, deh. Tapi untukku sendiri, kalau gak butuh ya gak pake :)

Ini kan bentuknya gel, tapi kok gak bening? Gel bukannya kaya jeli-jeli gitu ya?

Kita terkadang bingung kan dengan produk kosmetik yang katanya 'gel' tapi gak berbentuk gel seperti yang ada di pikiran kita? Padahal gel itu gak selamanya bening atau mirip jeli. Kalau dikasih warna yang pekat, ya warnanya gak bening lagi. Atau kalau komposisi airnya lebih banyak (atau pakai gelling agent yang gak kentel), teksturnya bisa saja cair

Disebut gel, karena ditambahkannya gelling agent (bahan pembentuk gel) di dalam campuran kosmetik. Gelling agent itu sejenis koloidal yang menyatukan antara zat padat dengan cair, untuk memberi benefit yang tidak dimiliki oleh bentuk lain seperti cream, emulsi, dll. Keuntungan kosmetik berbentuk gel, misalnya: 
  • Hemat. Dengan sedikit produk yang diaplikasikan, bisa mencukupi kebutuhan, bila dibandingkan dengan bentuk lainnya (misalnya lotion, cream). Karena sifat gel itu: memiliki luas permukaan yang lebar
  • Sejuk. Karena gel dikenal sebagai isolator panas yang cukup baik.

Kekurangan gel: Gel itu cenderung lengket teksturnya. Jadi kalau ada yang tanya, kok pakai kosmetik berbentuk gel lengket sih? Ya, emang gel itu lengket. Tapi, lengket itu bukan berarti berminyak, lho. Bisa lah dibedain mana tekstur yang berminyak dengan lengket.

Kalau Wardah ini, gak terlalu lengket, mungkin karena menambahkan beberapa sejenis silikon di dalam kandungannya, jadi efek lengketnya gak terlalu berasa saat dioles.

Untuk lebih jelasnya, gambar di bawah ini menunjukan komposisi lengkapnya:


Kalau dari komposisinya, ada beberapa zat aktif dalam sunscreen ini:
  • Etilheksil metoksinamat (chemical, anti UVB)
  • Witch Hazel exct (anti-irritant, pore tightener_)
  • Panthenol (anti-irritant, calming)
  • Aloe Vera exct. (calming)
  • Triclosan (antiseptik)
  • Tokoferil asetat (vitamin E, antioksidan)
  • Titanium Dioxide (physical, anti UVA-UVB)
http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
    RISTRA SUNCARE SPF 17

    Kalau ini aku pakai udah cukup lama. Selain halal, aku suka sama finishingnya yang rada matte di kulit. Ya, lagi-lagi, fungsi silikon berperan di sini agar teksturnya menjadi tidak lengket.

    Karena memang tidak include pelembab, jadi kalau kulitku lagi butuh hidrasi lebih, aku oleskan moisturizer sebelum pakai Ristra Suncare ini.

    Yang disayangkan, produk ini relatif mahal untuk ukuran produk lokal. Ukuran kecil begini sekitar 30-40 ribuan kalau gak salah (lupa). Lebih baik beli ukuran besarnya, kalau dihitung-hitung kayaknya lebih murah. Tapi, yang gede tuh makan tempat!


    Kalau dilihat dari komposisinya, zat aktifnya gak terlalu banyak, hanya:
    • Oktil metoksinamat (anti UVB)
    • Titanium Dioxide (Anti UVB-UVA)

    KENAPA AKU TIDAK MEMILIH KEKUATAN SPF LEBIH TINGGI?

    Kalau ngeh sama review ku kali ini, semua produk sunscreen yang suka kupakai berkekuatan medium. Kenapa gak pakai SPF yang lebih tinggi?

    Sebelumnya, kita harus tahu SPF dalam sunscreen adalah perlindungan utama terhadap UVB (penyebab luka bakar pada kulit bila terekspos dalam jangka waktu tertentu). Menurut British Association of Dermatologist ada empat kategori tabir surya berdasarkan SPFnya:
    1. low protection (SPF 6-14)
    2. medium protection (SPF 15-29)
    3. high protection (SPF 30-50)
    4. very high protection (SPF 50>)
    Nah, yang tadi direview ada yang SPF nya 18 (Wardah) dan SPF 17 (Ristra). Keduanya masuk dalam kategori medium protection terhadap UVB. Sekilas memang sepertinya sih remeh ya, kalau SPF nya cuma belasan gitu. Tapi, memang itulah SPF yang cocok untukku. Buat apa pakai yang lebih kalau memang cocoknya segitu? http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html
    ada alasan yang lebih jelas kenapa cocok2 saja dengan SPF medium?
    1. Aktifitas keseharianku (weekdays) lebih banyak indoor, keluar rumah gak ketemu matahari, pulang ke rumah udah senja, hehe (tapi tetep re-apply sesudah wudhu shalat zuhur).
    2. Semakin tinggi SPF, resiko pori tersumbat semakin besar juga terutama untuk pemilik kulit acne prone sepertiku, paling mentok SPF 30.
    3. Udah pakai bedak yang SPFnya lumayan (20+)
    4. SPF segitu udah cukup, gak membuat kulitku memerah (burn) atau menggelap (tanned)
    Tapi, bukan berarti gak punya sunscreen yang high protection. Tetep punya, biasanya pakai yang SPF 30an dengan PA ++ untuk perlindungan UVA yang lebih ekstra, tapi dipakai saat diperlukan, misalnya mau jalan-jalan ke pantai, dufan, renang outdoor, pergi siang-siang, pokoknya yang panas-panasannya lebih puoll... :D  

    Btw, berarti kalau sunscreen yang gak tertulis PA, gak ada perlindungan untuk UVA nya dong...?

    Ya, enggak juga, selama memuat tabir surya yang broad-spectrum, misalnya Titanium Dioxide (TiO2) dan Zinc Oxide (ZnO2). Broad spectrum sunscreen itu, krim tabir surya yang bisa melindungi UVA-UVB sekaligus. Nah, dua zat yang tadi disebutkan, selain bisa menjadi penentu jumlah SPF di suatu sunscreen, mereka bisa melindungi kulit dari UVA juga. Yah, sesekali coba tengok komposisi sunscreen yang kita pakai.

    Itu aja deh, review dan obrolan ringan mengenai sunscreen. Sebenarnya ada banyak sih, yang mau aku tulis lebih dalam mengenai tabir surya. Tapi entar-entar deh, pengennya khusus di postingan tersendiri, gak campur sari kaya gini, hehe. 

    Wassalam
    Love~
    http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/review-sunscreen-halal-kesukaanku-plus.html

    Monday, 2 September 2013

    Benarkah JILBAB Biang Kerok Kerontokan Rambut?

    Benarkah JILBAB Biang Kerok Kerontokan Rambut? - Assalamulaikum qonitas. Hai, ketemu lagi. Tadinya, tulisan ini nyambung sama pos sebelumnya perawatan rambut rutin. Tapi karena kayaknya terlalu panjang, kubagi dua aja deh. Jadi labil gini, ya? Hehe.

    Dibawah ini, pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai problem rambut. Rata2 yang nanya berjilbab, tapi ada juga yang enggak. Kebanyakan memang tentang rambut rontok dan ketombe. Ada juga yg curhat masalah psoriasis-nya, tapi gak akan ku bahas lebih dalam, karena emang cuma satu orang yg tanya.

    So, jadi sekarang aku mau coba ya menjelaskan masalah kerontokan rambut dan korelasinya dengan kepala yang tertutup (berjilbab, wig, topi, dll)

    RAMBUT RONTOK


    Banyak yang nanya sama aku gini, "Rambutnya kalau berhijab rontok ga?"
    Alhamdulillah, aku gak pernah punya masalah serius dengan rambut rontok. Seumur hidup, rambutku rontok parah hanya saat setelah melahirkan dan berangsur-angsur membaik tanpa perawatan ekstra.

    Kalau ditanya kok bisa rambutnya gak rontokan, aku juga gak kurang paham. Apa mungkin karena bertahun-tahun pakai shampoo non-sulfat, jadi rambutku jarang rontok berlebih dari akar? Atau karena udah saking lamanya rambut ini ditutup, jadi terbiasa? *yekalee. .

    Kalau rontok saat di sisir? Ada, paling satu-dua. Sehari mungkn tidak lebih dari 20 helai.

    Normalnya, rambut hanya boleh rontok sebanyak 80-100 helai dalam sehari. Boong tuh, iklan yang bilang kalau rambut rontok saat disisir itu tidak normal. Gimana pun juga yang namanya rambut punya siklus hidup, kalau memang saatnya mati, ya gugur (meski dirawat seperfect apapun!) Yang gak normal, kalau rontok berlebih, sampai-sampai kita ngerasa kalau rambut semakin tipis dan garis jalur rambut kita semakin melebar. Apa tuh, garis jalur rambut? Coba lihat gambar di bawah ini:

    Siklus satu batang rambut kita itu 4-5 tahunan, ada juga yang bilang 2-6 tahunan (yah, ambil tengahnya deh, 5 tahun). Maksudnya, secara normal satu helai rambut kita bisa bertahan di akarnya sampai sekitar tahun ke-5, setelah itu rontok dan tumbuh rambut baru. Dan pertumbuhan terbagi 3 fase: anagen, katagen, telogen.

    Gak semua rambut serentak mengalami satu fase, lho. Beda-beda fasenya, makanya rambut itu ada yang tumbuh, ada yang gugur. Lengkapnya, lihat gambar di atas deh. Intinya, kalau lihat rambut kita rontok, jangan parno dulu selama gak berlebihan.

    Pakai Jilbab = Rambut Rontok?

    Ngomongin masalah rambut rontok, sebenarnya  rambut rontok itu bisa di derita siapa saja, tidak selalu identik dengan rambut yang berhijab. Aku malah menganggap itu mitos, karena rambutku yang udah sekian lama tertutup hijab mematahkan pernyataan tersebut.

    Banyak ahli kerontokan rambut di luar sana menyatakan, bahwa wig/topi/helm/sejenisnya (seperti hijab) bukanlah penyebab kerontokan rambut. Apa yg menjadi anggapan banyak orang selama ini memang cuma mitos, bahkan meski rambut kita tertutup selama 24 jam lamanya. Jadi, rambut yang tertutup bukan biang kerok kerontokan.

    Fakta lapangan, jutaan mereka yang tidak berhijab, menderita kerontokan rambut yang parah. Contoh nyata, ya adikku. Sebelum dia pakai hijab, orangnya emang udah rempong sama urusan rambut rontok. Mungkin itu lah yang membuat dia menunda berhijab, karena khawatir rambutnya semakin rontok. Padahal, secara teori, hampir gak ada korelasinya antara berhijab = rambut rontok. Sebab, kekuatan akar rambut lebih sering dikaitkan dengan:
    1. Kondisi hormon yang seimbang. Kalau hormon kalian sedang kacau akar rambut biasanya melemah. Misalnya pasca melahirkan, menyusui, KB hormonal, stress dan PCOS (gugel sendiri deh)
    2. Nutrisi yang cukup. Diet ketat itu bisa menyebabkan kerontokan, ya. Atau kita tetap tetap makan, tapi nutrisinya tidak seimbang, terutama kekurangan zat2 pembangun seperti Protein. Kekurangan mineral seperti zat besi bisa memicu kerontokan rambut juga. 
    3. Kandungan kimia yang ada di dalam shampo (Sulfat, pengawet, dll)
    4. Kondisi kesehatan umum. Demam tinggi, penyakit tiroid, bisa membuat rambut berguguran juga.
    So hijabers yg rontok rambut, percayalah, yang tidak berhijab pun buanyak yang rambutnya rontok. Jadi, sebelum mengambing-hitamkan jilbab kalian, cek beberapa kemungkinan di atas tadi.

    2.KETOMBE

    Kalau ada yang bertanya apakah aku berketombe? Terkadang, biasanya kalau >3 hari belum cuci rambut *hoek. Tapi tidak parah sampai berjatuhan ketombe seperti salju atau sampai butuh sampo antiketombe. Kalau aku rutin keramas, gatal dan ketombe bubar sendiri tanpa disuruh :P

    Nah, kalau ketombe, memang banyak diderita dengan orang dengan tingkat kelembaban kepala yang tinggi, terutama mereka yang kepalanya tertutup seperti yg berhijab, berhelm, bertopi, ataupun mereka yang berkerja di ruangan yang pengap/kurang sirkulasi (misalnya yang berkerja seharian di dapur). Biasanya, ketombe itu disebabkan oleh JAMUR atau ragi dari si jamur. Nah, yang namanya jamur bakalan tumbuh subur kalau tingkat kelembabannya tinggi atau saat kondisi umum seseorang sedang turun. Selain itu ketombe bisa dicetuskan oleh kondisi seperti di bawah ini:
    1. Kulit kepala berminyak. Orang yang kulit kepalanya berminyak, tingkat kelembaban rambutnya cenderung lebih tinggi, sehingga bisa mengundang jamur dan ragi tumbuh subur.
    2. Kulit kepala kering. Kulit kepala yang terlalu kering akan menyebabkan gatal dan sel-sel kulit mati mengelupas. Sel kulit yang mengelupas inilah kadang bisa juga disebut ketombe.
    3. Kondisi kesehatan kulit. Kalian yang eczema prone atau yang memiliki psoriasis, memang cenderung menderita ketombe. So, kenali alergen yang membuat eksim dan psroriasis-mu kambuh. 
    4. Produk perawatan rambut yang tidak cocok.
    5. Kurang nutrisi tertentu. Sperti Zinc dan vitamin B kompleks yang berperan dalam kesehatan kulit.
    Buat yang ketombenya bandel, bisa pakai shampoo yang mengandung Z.Pt atau Selenium. Kalau udah parah banget, mending ke dokter kulit aja, biasanya dikasih shampo yang ada ketoconazole-nya. Dan kalau ke dokter, bisa ditelisik lebih lanjut, apakah itu ketombe atau salau satu gejala psoriasis. Banyak, lho orang yang gak ngeh dia itu punya psoriasis, tahunya cuma sering berketombe di kepala. Setelah diperiksa, ternyata bukan ketombe biasa. 

    *****
    BONUS: TIPS KHUSUS HIJABER

    Btw, 'hijaber' disini jangan kalian bayangin kaya yang di hijaber community semua ya, haha. Ini berlaku siapa saja yang mengekerudungi rambutnya, tanpa melihat cara yang dianut (instan, lilit, lebar, cadaran, simple, heboh, apalah..).

    Hijabers, yuk dirawat rambutnya baik-baik. Jangan mentang-mentang tertutup, jadi ogah dan gak peduli sama rambutnya. Kalau rambut kita bersih dan terawat (apalagi wangi), pasti ada aura kecantikan EXTRA yang terpancar dari wajah kalian yang terbungkus hijab.

    Sekarang aku mau kasih beberapa tips untuk para hijabers, yuk disimak:
    • Keramas sesuai kebutuhan. Seperti yang pernah kutulis di pos tentang Hair Care [click], frekuensi keramas itu bisa beda-beda tiap orang tergantung kondisi. Tapi, kalau udah saatnya keramas, jangan ditunda. Jujur, kalau liburan aku emang males keramas. Sering nunggu lepek dulu, baru cuci, haha, *huek (sebenenarnya aku beneran mual liat rambut lepek, euh). Tapi, gitu2 aku paling ANTI pakai kerudung saat rambut dalam kondisi lepek dan bau. Gak deh, meski pakai kerudung bersih, pakai parfum, yang namanya rambut kotor nan bau gak bisa disembunyikan. Pernah gak sih kalian ketemu hijabers yang aroma tak sedap dari rambutnya tercium? Sebaliknya, kalau rambut bersih sama wangi, ditutup kerudung pun akan tercium wanginya. Kok tahu? Soalnya, suamiku sering bilang kepalaku wangi. Padahal aku lagi pake kerudung waktu itu. Asiiiikkk...
    • Jangan pakai jilbab disaat rambut setengah kering, apalagi masih basah. Bisa lembab banget! Mengundang ketombe, ya!
    • Sepulang beraktifitas, langsung lepas hijab dan lepaskan ikatan rambutnya. Kalau aku punya kebiasaan, setelah melepas jilbab, rambut langsung kusisir terbalik (sisirnya dari arah belakang-ke depan, kepala nunduk), biar mengembang. Kemudian biarkan tergerai, 
    • Saat lepas hijab, rambut jangan terlalu sering diikat. Kalau mau diikat, pakai butterfly clip aja (itu lho, jepitan rambut yang kayak kupu-kupu gitu). Jepitan jenis itu gak terlalu ngasih pressure ke rambut kita, dibandingkat ikat rambut biasa.
    • Ganti inner/dalaman kerudung 2 hari sekali! Masalah inner itu sering disepelekan. Ganti ya dalemannya 2 hari sekali (kalau alktifitasnya padat, kulit kepala sering berkeringat atau berminyak banget, harus setiap hari ganti). Kalau gak sempet, sejorok-joroknya 3 hari sekali deh! Aku tekankan ini karena  masih sering nemu hijabers yang kurang sadar kebersihan kepala, hiks. Emang semahal apa sih  inner? Yang 15 rebuan juga ada. Kalau emang cuma bisa beli 2-3 inner, asalkan rajin dicuci pun bisa selalu pakai inner yg bersih setiap harinya. Lebih miris, kalau punya banyak hijab yang bagus-bagus, tapi inner cuma punya 2-3 biji, ganti 3 hari sekali, bahkan sampe seminggu gak ganti-ganti. Kalau begitu, mau keramas serajin apapun tetep aja gak bisa ngusir kuman dan jamur di inner yg kotor. Percaya gak percaya, ada aja deh penomena jorse begitu di sekeliling kita.
    • Cuci mukena 5-7 hari sekali. Jangan nunggu haid, baru cuci. So, milikilah mukena minimal 2 pasang. Karena, bagian yang paling cepat kotor dari mukena adalah bagian kepala. Setuju??? 
    Wa Allahu Alam.
    Love, Momzhak

    Monday, 20 May 2013

    BPOM RILIS KOSMETIK BERBAHAYA (Dan Opiniku Mengenai Berita Ini)

    Assalamualaikum, Manteman sekalian... ^^

    Udah pada tahu belum kalau BPOM udah merilis kosmetik - kosmetik berbahaya 2013?? Kalau belum, silakan cek berita dari kompas.com berikut ini:

    Kompas.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM)  kembali merilis 17 produk kosmetik mengandung bahan berbahaya. Ketujuh belas produk ini berasal dari seluruh Indonesia dan merupakan hasil sampling dari 24 ribu produk kosmetik.

    "Memang jumlahnya menurun dibanding tahun kemarin yang mencapai 58 produk. Namun nilai bahayanya tetap sama," kata Ketua Badan POM RI, Lucky S. Slamet pada peringatan publik Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya di Jakarta (13/5/13).


    Produk yang ada dalam daftar hitam Badan POM sebaiknya tidak digunakan karena berbahaya bagi kesehatan. Ketujuh belas produk ini beredar tanpa ijin BPOM dan mengandung merkuri, hidrokinon, asam retinoat, dan resorsinol. Selain di jual di toko kosmetik, beberapa produk dijual di klinik kecantikan dan toko online.

    Merkuri adalah bahan terlarang dalam kosmetik. Tingkat radiasinya yang tinggi menjadikan bahan ini sebagai salah satu faktor pemicu kanker. Sedangkan hidrokuinon memang digunakan untuk pemutih kulit namun penggunaannya harus dengan resep dokter. Penggunaan berlebihan akan memicu iritasi kulit.

    Sementara itu penggunaan asam retinoat dikhawatirkan akan mengikis permukaan kulit. Pengunaan bahan ini harus dengan resep dokter, bahkan bahan ini tidak boleh dipakai dalam obat karena bisa menimbulkan cacat janin.

    Daftar ketujuh belas produk kosmetika berbahaya:
    Kosmetika merek Tabita:
    1. Tabita Daily Cream
    2. Tabita Nightly Cream
    3. Tabita Skin Care Smooth Lotion

    Kosmetika Merek Green Alvina
    4. Herbal Clinic "Green Alvina" Walet Cream Mild Night Cream
    5. Green Alvina Night Cream Acne

    Kosmetika Merek Chrysant
    6. Chrysant 24 Skin Care Pemutih Ketiak
    7. Chrysant 24 Skin Care Cream Malam Jasmine
    8. Chrysant 24 Skin Care AHA Toner No.1
    9. Chrysant 24 Skin Care AHA Toner No.2
    10. Chrysant 24 Skin Care AHA Toner No.1

    Kosmetika merek Hayfa
    11. Hayfa Sunblock Acne Cream Natural Pagi-Sore
    12. Hayfa Acne Morning Pagi-Sore

    Kosmetika Merek dr. Nur Hidayat,SpKK
    13. Acne Lotion dr. Nur Hidayat,SpKK
    14. Cream Malam Prima 1 dr. Nur Hidayat,SpKK
    15. Acne Cream Malam dr. Nur Hidayat,SpKK

    Kosmetika Merek Cantik
    16. Cantik Whitening Vit. E Night Cream
    17. Cantik Whitening Vit. E Day Cream.
    Nah... itulah artikel mengenai Kosmetik Berbahaya 2013. Kalau mau cek, silakan klik kompas.com yang ada di awal paragraf.

    Kemudian....

    Opiniku menanggapi berita dari kompas.com

    • Pertama, Alhamdulillah akhirnya kosmetik-kosmetik yang emang udah dicurigai berbahya 'diciduk' juga sama BPOM. Misalnya Tabita, Green Alvina.
      Emang sih, konon Green Alvina itu udah dapet sertifikasi halal dari LPPOM MUI Daerah (bukan pusat, klo gasalah MUI Jatim, CMIIW). Padahal, yang namanya halal itu gak cuma bebas unsur babi saja, melainkan juga Thayyibah alias baik/gak membahayakan. 
    • Kedua, kosmetik itu harus betul-betul bebas dari segala macam logam berat, salah satunya ya Merkuri/Raksa/Hg. Raksa ini sekali masuk, akan sangat sulit untuk keluar. Jadi, kemungkinan untuk menumpuk itu besar banget kalau kita terus-menerus pake kosmetik bermerkuri.
    KOSMETIK BERBAHAYA
    Gak cuma kosmetik, beberapa jenis ikan harus dikontrol konsumsinyaSumber: pada gambar.


    Btw, Sebenarnya yang harus diwaspadai dari Hg ini gak cuma dari kosmetik melainkan dari makanan laut seperti ikan tuna, makarel, dll. karena beberapa dari makanan lau memang mengandung kadar Hg dalam jumlah kecil.
    • Ketiga,  Hidrokinon/Hq. Hq ini sebenarnya tergolong pemutih yang aman (under 5%). Tapi penggunaannya harus dalam bentuk obat, dilarang keras ada di dalam kosmetik (karena khawatir disalahgunakan). Dan sebisa mungkin obat yang mengandung Hq didapat dengan resep dokter, agar dokter bisa menilai flek di kulit pasien idealnya dikasih pemutih apa. Soalnya gak semua dianosis hiperpigmentasi harus pake Hq. Kalau flek ringan, AHA juga cukup.
      Kenapa lebih baik dengan resep dokter? karena sebagian orang Indonesia itu bandel, males baca brosur obat. Misalnya, dulu pernah ada kasus begini,  ada seorang ibu beli Melanox di apotek untuk mengobati fleknya (melasma), sayangnya dia gak baca brosur, dia cuma tahu kalau itu (Melanox) bisa memutihkan kulit. Sialnya, dia pakai Melanox tersebut siang2, sodara!  Dan apa akibatnya? --> Iritasi kulit parah!! Si Ibu itu kebetulan konsultasi ke poli kulit kelamin tempat ku magang, dimarahin deh abis sama konsulen kita. Kita sih koassnya cuma cekikikan, doh... kok bisa Hq dipake siang2? Huaaa ...T_T
    • Keempat, asam retinoat/tretinoin. Ini juga emang 'haram' ada di kosmetik, yang boleh ada di dalam kosmetik bebas adalah retinol/retinyl palmitate (sama-sama turunan vit.A). Tapi yang bikin bingung dari kompas.com katanya dikhawatirkan bisa mengikis kulit, lha... emang dia keratolitik (eksfoliat kulit ari), kan? Trus, katanya gak bisa dalam bentuk obat karena teratogenik. Iya, teratogenik kalau yang pakai orang hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Kalau gak hamil, ya aman saja. Ini kompas.com nya yang salah atau yang ngasih press release rada-rada misleading? Hmm.
      Asam retinoat memang gak boleh ada di dalam kosmetik, tapi boleh dalam bentuk obat dan kontraindikasi  untuk bumil (sebenarnya belum sampai taraf kontraindikasi, melainkan special precaution, Keamanan obat Grade C untuk wanita hamil.--> tapi tetep, emang lebih baik jangan).

      Dan, lagi-lagi, lebih baik didapat dari resep dokter, karena penggunaan yang salah malah membuat kondisi kulit semakin parah
    Untuk informasi keamanan tretinoin lebih jelas, silahkan klik drugs.com tentang tretinoin.
    • Kelima. Yang bikin bingung dari artikel kompas.com di atas (atau press release dari BPOM nya), adalah zat resorcinol/resorcin
      Lha, kok resorcinol gak boleh ada di kosmetik? Setahuku Resorcin itu aman, dia sejenis  anti-acne yang mild. Tahu kan ACNES Sealing Gel? Itu mengandung resorcin/resorcinolnya Harusnya, Resorcin bukan termasuk golongan zat yang gak boleh ada di kosmetik seperti Hq dan tretinoin dan bukan zat berbahaya seperti merkuri.

      Tapi, Resorcin seperti obat lain memang memiliki kadar keamanan. Mungkin kosmetik yang terciduk mengandung resorcinol melebihi ambang batas yang diperbolehkan.

      Entahlah, aku belum update lagi. Mungkin memang resorcinol tidak diperbolehkan lagi untuk kosmetik bebas sekarang... :(

      (UPDATED: ACNES SEALING GEL SUDAH TIDAK MENGANDUNG RESORCINOL LAGI SEKARANG! ^^)
    KOSMETIK BERBAHAYA
    KOSMETIK BERBAHAYA


    • Keenam, Itu ada krim dr. Sp.KK tapi kok ikut ditarik?  Curiganya sih gini:
    1. Itu bukan dokter Sp.KK beneran/fiktif/palsu/abal-abal. Alias tidak mengantongi izin praktek resmi, atau
    2. Mungkin memang krim dari dr.Sp.KK tapi mengandung merkuri (kalau tretinoin dan hidrokinon boleh dalam pengawasan dokter). Seperti salah satu klinik dokter kecantikan yang sangat terkenal di kalangan para seleb (Dr. Kayama kalau gak salah), yang akhirnya terciduk karena di beberapa krimnya mengandung merkuri. 
    Nah, itulah Kosmetik Berbahaya yang telah dirilis oleh BPOM dan opiniku mengenai berita tersebut. Bagaimana menurut kalian??

    Wa Allahu Alam
    Love, Momzhak

    Monday, 1 April 2013

    Make Up | Mengenal Macam Bulu Kuas Make Up (Bulu Sintetik VS Bulu Hewan)

    Assalamualaikum! ^^

    Untuk kalian yang concern dengan kosmetik halal, ada hal lain yang harus diperhatikan kehalalannya selain  make-up dan skincare yang dioleskan di kulit, yaitu kuas make-up atau make-up BRUSHES!

    Mengapa?

    Karena sangat amat banyak brush yang dijual di luar sana masih menggunakan bulu binatang! Bulu binatang yang digunakan bisa berasal dari tupai, marmut, kambing, kuda, babi dll. Dan bulu binatang masih sangat disukai sebagai brush bristle karena harga yang relatif murah dan memberikan hasil make-up yang sempurna. Meskipun, bulu sintetik sekarang banyak yang berkualitas sangat baik.
     
    Sebagai pengetahuan, ada 2 jenis bristle yang digunakan pada brush. Oiya, bristle adalah istilah 'bulu' untuk kuas

    1. Syntethic Bristle. 
    Atau disebut juga bulu sintetik, dan pastinya bukan terbuat dari bulu binatang. Karakteristiknya adalah:
    • Biasanya terbuat dari nylon (pada umumnya) dan taklon (contohnya: Ecotools)
    • Penampakan mengkilat
    • Warnanya bisa beraneka
    • Perawatannya mudah karena tidak menyerap pigmen dan air.
    • Penggunaannya lebih cocok untuk aplikasi make-up cair seperti foundation karena tidak menyerap banyak cairan
    • Relatif lebih lembut  Tapi semakin lembut semakin mahal.

    2. Natural Bristle
    Terbuat dari bulu binatang. Bisa terbuat dari tupai, marmut, kuda, kambing dan babi. Untuk bulu babi, biasanya untuk sikat alis atau mascara brush. Ciri dari natural bristle, yaitu:
    • Penampakannya tidak mengkilap, lebih redup.
    • Warnanya biasanya natural cokelat, abu, putih atau hitam
    • Mudah menyerap pigmen, sehingga perwatannya sulit.
    • Penggunaannya cocok untuk aplikasi make-up yang berbentuk powder seperti bedak, blusher, eyeshadow, 
    • Tersedia dari yang paling kasar sampai sangat lembut sekali.
    • Lebih disukai oleh para profesional karena bisa memberikan hasil eye-make up yang baik.
    • Lebih murah


    Ada beberapa pilihan brush dengan kulitas terbaik tapi animal fur free. Silahkan dipilih.... ^^

    THE BODY SHOP BRUSHES

    Koleksinya memang gak banyak. Tetapi, semuanya animal fur free. Dan meskipun TBS sudah menjadi anak perusahaan dari L'oreal (yang menguji produknya pada hewan dan mengandung bahan mentah dari binatang juga), TBS masih menjadi ikon kosmetik yang animal cruelty free, jadi bebas uji produk pada hewan, ingredientnya pun animal free, cocok buat yang menginginkan produk make up yang halal ataupun mereka yang vegetarian/vegan.
    Terbuat dari bahan sintetik terbaik dan terasa sangat lembut. Aku pakai beberapa brush dari TBS, memang sangat lembut dan bagus aplikasinya.

    ECOTOOLS BRUSHES

    source

    Merek ini cukup terkenal juga di sini, meskipun hanya bisa dibeli secara online. Dari namanya saja, eco-, udah cukup menunjukkan kalau brush ini memang pro kepada sesuatu yang natural, ramah lingkungan dan animal-free.
    Brushnya terbuat dari bahan yang disebut taklon (sejenis polyester) yang kualitasnya bisa lebih baik dari nylon biasa.


    EYE LIPS FACE (ELF) BRUSHES

    source

    ELF merupakan kosmetik yang terdaftar sebagai Animal Cruelty Free Cosmetics versi PETA. ELF ini harganya sangat terjangkau dan kulitas brushnya pun lumayan bagus. Koleksi brushnya sangat lengkap, dari  A sampai Z semua tersedia! Dan cocok buat yang baru belajar make-up.


    STILA BRUSH



    SLEEK BRUSH





    NYX BRUSHES
    source

    ********

    Itu saja yang aku ingat beberapa brush yang menggunakan synthetic bristle untuk bulunya. Lain kali akan ku-update jika ada kuas make-up sintetik berkualitas baik lainnya (Dan memang sebenarnya banyak, kok!)

    Sebenarnya, ada keuntungan lain menggunakan brush berbahan sintetik, yaitu hypoallergenic. Karena untuk mereka yang kulitnya sensitif, menggunakan brush dari bulu binatang bisa mencetuskan alergi. 

    Aku sendiri punya beberapa brush yang terbuat dari campuran bulu binatang, contohnya merek Masami Shouko. Aku suka produk dari Masami Shouko, sampai traincase make-up ku pun merek Masami Shouko karena design nya lucu dan unik. Untuk brushnya dulu sering aku beli karena harganya murah. Tapi setelah aku cek di websitenya Masami, brushnya ada yang terbuat dari natural bristle, synthetic bristle dan campuran keduanya. Yang aku punya kebanyakan dari natural bristle, kecuali foundation brush #302. Akhirnya brush Masami milikku yang masih terbuat dari bulu hewan tidak ku pakai lagi. Lain kali kalau mau beli brush Masami, akan ku cek dulu dari sintetik atau bukan.

    Tips dariku dalam membeli brush bebas hewan:
    1. Pahami ciri-ciri brush sintetik dan non sintetik
    2. Belilah brush yang ada keterangan produk di kemasannya
    3. Beli Brush yang memiliki website tentang penjelasan produknya
    4. Sebaiknya jangan beli brush2  yang kemasannya menggunakan bahasa yang tidak kita mengerti atau brush yang kemasannya cuma plastik aja, gak ada keterangannya.

    Wassalam

    Love, Momzhak

    Baca juga :

    About

    Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"