Cari Di sini !

Showing posts with label Sariayu. Show all posts
Showing posts with label Sariayu. Show all posts

Wednesday, 22 January 2014

Review Sariayu Hijab Hair Mist

Review Sariayu Hijab Hair Mist - Assalamualaikum, Temans!  Setelah sempat kebanjiran sepergelangan kaki, alhamdulillah akhirnya surut juga dan udah bisa keluar rumah buat beli-beli cairan antiseptik buat bersihin lantai dari sisa air banjir. Tapi, pas ke Carrefour Pluit Village kemaren, cairan Wipol yang udah nangkring di daftar belanjaan teratas, malah sold out semua. Lha, pada diborong orang buat ngepel kali yak? XD
Review Sariayu Hijab Hair Mist

Setelah beres belanja, iseng melipir ke Martha Tilaar Shop, ceritanya sih buat nyuci mata yang dari kemaren udah butek ngeliat aer banjiran, hehe.

Tadinya mau nyari Mousse Foundation terbarunya Sariayu. Eh, masih gak ada juga ternyata. Akhirnya, geser ke Hijab Haircare Sariayu yang belum pernah jadi perhatianku sampai sekarang.  

Lihat shampo sama kondisionernya, gak tertarik. Hati dan jiwa ku emang udah bener-bener mantep untuk jadi pengguna shampo dan kondi bebas sulfat dan silikon, meskipun embel-embel HIJAB ngerongrong minta diborong.

Tapi, berhubung stok tonik rambutku udah habis total, akhirnya aku beli tonik rambutnya. Trus, pas lihat Hair Mist nya, tertarik juga ku beli dan akan ku review sekarang :D

Kemasan

Berbentuk botol plastik biasa yang di-wrap dengan plastik kemasan. Menggunakan pump semprotan untuk mengeluarkan isinya. Mirip kemasan bodymist pada umumnya, tapi tentunya ini berbeda dari segi fungsi, karena aroma hair mist yang biasanya samar-samar gak bakal cukup strong untuk dijadikan pewangi badan.
Review Sariayu Hijab Hair Mist

Desk. Produk
Mengandung berbagai macam ekstrak tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan dan keindahan rambut. Fungsi utamanya memberi aroma harum untuk rambut, terutama untuk rambut yang tertutup.
Tapi, sebenarnya siapa saja bisa pakai produk Sariayu Hijab ini, gak harus yang kepalanya pakai kerudung, topi atau penutup kepala lainnya. Toh, kalau aku lihat komposisi kesemua produknya, rangkaian produk ini bisa dipakai semua kalangan, tidak terbatas gender dan gaya berpakaian saja.

Untuk produk Hair Mist ini, aku malah merekomendasikan untuk mereka yang rambutnya banyak terekspos sinar matahari. Rambut yang terpapar sinar matahari biasanya mudah kering dan berubah aromanya (bukan bau karena kotor, tapi bau karena sinar matahari).

Aroma

Keharuman yang tercium samar-samar tetapi cukup manis, aromanya seperti wangi buah semangka. Tapi, menurutku wangi seperti ini sudah cukup pasaran (ada banyak produk pewangi yang gunakan aroma ini). Daya tahan aroma ini, menurut perkiraanku, hanya bertahan sekitar 3-4 jam.

Cara Pakai

Digunakan setelah berkeramas dalam keadaan rambut yang basah atau kering. Walaupun kata SPG-nya bisa dipake pas lagi rambut BAU, aku gak menyarankan ini dipakai saat rambut  bau apalagi lepek, berminyak dan keringetan. Kalau bau dan kotor ya keramas aja, bukan ditutup pake wewangian. 

Kalau cara pakaiku:
  1. Digunakan saat rambut bersih.
  2. Biasanya digunakan setelah berkeramas, dan menggunakan tonik. 
  3. Suka juga disemprot saat rambutku kering, yang penting rambutku dalam keadaan bersih. 
  4. Tidak banyak disemprotkan ke arah kulit kepala, cukup di bagian batang rambutnya saja.

Kandungan

  1. Bahan dasarnya adalah air. 
  2. Mengandung alcohol (urutan ke-2 setelah water). 
  3. Tapi, menggunakan ini tidak mmbuat kulit kepalaku iritasi. Dan aroma alcohol nya pun tidak menusuk hidung.
  4. Mengandung banyak ekstraksi tanaman di beberapa list pertama komposisinya, menandakan produk ini tidak pelit menambahkan zat aktif.
    • Estrak tanaman yang ditambahkan adalah:
    • Cabai - Capsicumfrutescent
    • Daun jeruk - Citrushystrixleaf
    • Daun Mangkokan - Notophanaxscutellarium Merr.
    • Urang Aring - EcliptaalbaKulit jeruk purut - Citrushystrixfruitpeel 
    • Lidah Buaya - Aloe Barbadensis.
  5. Pengawet utama: Natrium Benzoat. Nice lah, pakai pengawet makanan :)
  6. Agen penyejuk: Panthenol, Menthol (peppermint oil). Btw, hati-hati yang kulitnya sensitif menthol.

KESAN

  • Mengharumkan? Iya
  • Menyejukkan? Iya
  • Membuat kuit kepalaku iritasi? Tidak 
  • Menghitamkan? Rambut asliku memang sudah hitam, jadi gak teralu kuperhatikan
  • Menguatkan? Gak ada yag berubah dari kekuatan rambutku, rambutku pun memang jarang sekali bermasalah dengan kerontokan ataupun rambut yang patah.
  • Yang kusuka? Aromanya tidak merusak wangi parfumku, menyejukkan kulit kepala, memberi keharuman lebih jika dibandingkan dengan hanya berkeramas saja.
  • Yang kurang kusuka? Mengandung alcohol.

    Apakah Produk Ini Halal?

    Semua produk Sariayu sudah mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI.
    IMHO: Dalam menelurkan rangkaian produk HIJAB, Sariayu sudah mengambil kesempatan dengan melihat peluang dan jumlah target pasar saat ini. Sasaran utama penjualannya kan memang untuk kalangan hijaber, atau bisa lah kita sebut kalau Sariayu cerdik memanfaatkan fenomena ledakan muslimah berkerudung belakangan ini, terlepas apakah esensi berhijab yang sebenarnya juga ikut dalam ledakan tersebut, hehe. 

    Nah, apakah kalian sudah pernah coba produk ini? Untuk hair tonicnya nanti akan ku share lain kali :D
    Wassalam. Love~

    Saturday, 5 October 2013

    Make Up | Festival Bedak (Halal)

    Bedak Halal - Assalamualaikum. Hai, ketemu lagi dengan Momzhak di sini. Hari ini bukan review atau yang lainnya, melainkan festival kumpulan bedak-bedak halal yang kupakai selama ini! :D

    Bedak yang kupunya memang banyak sih, meski muka cuma punya satu, tapi hampir semuanya bisa kepake. Tapi ada juga satu-dua bedak yang akhirnya jaraaaaang banget kepake (cuma sesekali aja), tapi ada juga lho yang repurchasenya udah gak terhitung. Nah apakah itu? Lanjut bacanya aja, deh! ^^

     http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html
    Setiap perempuan yang suka merias wajahnya, pasti punya make-up yang wajib dipakai. Yang seandainya kalau di dunia ini seluruh kosmetik dibumi-hanguskan harus ada 'jagoan' yang gak boleh lenyap! Haha (ngayal lagi). Ada yang jagoannya lipstick, ada yang mascara, eyeliner, dll. Nah kalau aku sendiri, menomorsatukan Face Powder a.k.a BEDAK.

    Kalau mau diurut berdasarkan prioritas, make-up yang kupakai adalah
    1. Bedak (compact, foundation powder aka TWC, loosepowder)
    2. Pensil Alis
    3. Liquid foundation/BBC
    4. Lipstick
    5. Blusher/Bronzer
    6. Mascara
    7. Eyeliner
    8. Eyeshadow http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html
    Sekali lagi, yang diatas bukan urutan aku memakai make-up ya, tapi benda make-up andalan berdasarkan prioritas, makin ke bawah makin jarang dipake, makin gak butuh.

    Kenapa aku suka sekali bedak, karena bedak itu selain bisa mempercantik, sekaligus memberi manfaat lebih untukku yang oily skin ini. Manfaat yang aku dapat dari berbedak, adalah:
    1. Meratakan warna kulit (pasti)
    2. Mencegah sunscreen yang kupakai agar tidak mudah luntur oleh keringat (paling penting!!)
    3. Menyerap kelebihan minyak secara 'otomatis', maksudnya aku gak usah sering-sering nge-blot muka pakai tisu atau oil film/paper. 
    Kemudian, bedak kan macem-macem. Tapi secara garis besar terbagi 2: Loose Powder dan Compact Powder

    LOOSE POWDER
    Aku sih nyebutnya pupur (kampung amat, hehe). Nah, pupur ini ada banyak macemnya. Ada yang khusus 'finishing', biasanya warnanya translucent agar tidak merusak warna mekap kompleksi di bawahnya. Ada yang khusus menahan minyak dan keringat, sejenis 'anti-shine powder', biasanya buanyak banget silikon dan mengandung sejenis alumunium sebagai anti-prespirant (anti keringat). Ada loose powder make-up biasa, dan biasanya memang punya aneka shade, bisa digunakan juga untuk set foundation or without. Ada juga powder foundation, jadi foundation tapi berbentuk bubuk seperti loosepowder. Ada shimmering powder juga. Kemudian ada yang memang diskhususnya untuk blemished skin, misalnya bedak antijerawat. Emm, apa lagi ya, ada yang tahu? http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html

    COMPACT POWDERhttp://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html
    Atau kita sebut dengan bedak padat. Bedak padat juga tadinya sejenis pupur, tapi dipress dengan sejenis bahan sehingga bisa padat sedemikian rupa. Compact powder juga ada macamnya. Biasanya sih:
    1. Compact Powder (biasa)
      Ini emang bedak padat biasa. Namun, memiliki varian shade yang beragam. Kalau dalam aturan mekap yang baku (aku pernah baca di buku mana gitu), compact powder digunakan setelah menggunakan loosepowder yang dipakai setelah men-set foundation. Bingung? Maksudnya, kalau dalam pemakaiannya begini urutannya: foundation - loosepowder - compact powder. Urutan baku seperti itu konon membuat mekap yang digunakan lebih tahan lama. Tapi, biasanya, kita gak pakai setebal itu kan? Compact Powder biasa kupakai dengan menggunakan brush untuk finishing aja/set foundie. Dan bagus juga untuk touch-up, karena teksturnya yang ringan.
    2. Compact Powder Plus Foundation
      Kalau di sini, dikenal dengan TWC (two way cake), DAC (dual action cake),  TFC (two function cake) dan macam cake-cake-cake lainnya, hehe. Tapi biasanya kita menyebutnya TWC. Maksudnya, ini sejenis bedak padat yang sudah menjadi satu dengan foundation. Shadenya juga beragam, namun bedanya dengan compact powder biasa, TWC daya tutupnya lebih meng-cover. Biasanya dipakai menggunakan spons yang kering atau basah (untuk coverage yang lebih puol). Tapi bisa juga pakai kuas bedak biasa, agar hasilnya lebih soft. Kalau udah pakai bedak jenis ini, tentunya aku gak pakai foundation cair/BBC lagi, gak enak, pengap. Cara pakaiku biasanya tunggal, dengan sunscreen sebagai alasnya.
    Selain dua itu, ada banyak lagi macam bedak padat yang bertebaran di jagad industri mekap, sama lah seperti loosepowder. Ada compact shimmering powder, ada juga yang katanya compact powder plus BBC (sejenis twc juga kali ya?), haiyah banyak laaa... :D

    ******

    Nah, masuk ke festival bedak yang dinanti-nanti!! :P Gak ada review lengkap ya, masa iya review segitu banyaknya. Ya, paling review sekilas-sekilas aja deh, sekaligus ingin menginformasikan shade yang kupakai. Kali aja ada yang warna kulitnya mirip-mirip aku, bisa jadi referensi kalau mau beli dempul-dempul yang diikutsertakan dalam festival ini, hehe. FYI, warna kulitku yellowish light to medium , gampangnya kuning langsat. http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html

    Keterangan gambar di atas, sekaligus shadenya:
    1. La Tulipe Acne Powder (Rachel).
      Shade yang 'natural' juga masuk di kulitku, tapi lebih pinkish, dan 'rachel' yellowish. Yang paling kusuka: Wanginya. Kaya bau ruang praktek atau apotek, hehe. Biasanya kupakai saat berjerawat. Bikin jerawat cepet kering.
    2. Mustika Ratu LP Oxygen (Kuning Langsat).
      Shadenya bagus, tapi kurang suka wangi-nya.
    3. Caring Colours LP UV White Microfine (Vanilla, 01)
      Shadenya lebih terang satu tingkat. Soalnya serba salah, pakai 'shell petal', kusem. Pakai 'natural glow' lebih gelap satu tingkat. Tau gini beli yang shade 'translucent' aja deh. Tekstur sih jagoan, warna bermasalah. Caring itu bagus sih, cuma kurang bersahabat sama yang kuning langsat.
    4. Sariayu Bedak Tabur (Kuning langsat)
      Ada yang bilang warna kuning langsat bedak ini mengerikan? Bagi aku, kuningnya bagussss.... Ini satu-satunya bedak tabur yang warna kuningnya paling klop sama warna kulitku.. Bedak tabur yang sudah habis yang entah berapa kali. Dan kalau kulit makin berminyak, malah kelihatan tambah glowy, bukan kusem. Tapi aku pernah tuh dikatain temenku waktu tahu aku pakai bedak ini, katanya kok aku pakai bedak 'pembantu', wkwk. Gara-garanya ART nya pakai bedak ini juga. Ah, bodo amat, yang lebih mahal aja gak ada yang warnanya sebagus ini, kualitas juga gak kalah sama yang 50 rebuan. Dalam hal ini, pepatah 'ada harga-ada rupa' sementara tidak berlaku. :P
    5. Wardah Acne Powder (No Shade)
      Cuma kepake sekali, gara-garanya shadenya gelap banget dan pilihan shadenya emang cuma satu. Bagusnya, ini no-talc sih. Bagus buat mereka yang gampang batuk-batuk saat menghirup talc dari produk kosmetik

    Sebenarnya, ada satu yang gak terfoto: La Tulipe Two Function Cake (Shade no.2). Entahlah dia ada di mana, kayaknya ada di salah satu tas ku (tapi males carinya).

    Keterangan gambar di atas:
    1. Wardah Exclusive TWC (no. 3, Sandy Beige)
      Bagus buat foto pakai blitz, soalnya gak terlalu white-cast. Mungkin karena no-SPF atau sedikit.
    2. Wardah Lightening TWC 'Light Feel' (no. 2 Golden Beige)
      Bedak terfavorit! Repurchse sudah berkali-kali. Warnanya bagus, kualitas oke punya. Selalu ada stok.
    3. Wardah Lightening TWC 'Extra Cover' (no. 1 Light Beige)
      Bagus, tapi lil bit cakey. Harga boleh di atas 'light feel', tapi 'light feel' lebih cocok di kulitku.
    4. Sariayu Natural Glow Powder (Lasem)
      Ini sejenis compact powder biasa, ada sedikit shimmernya (tapi dikiiit aja). Bagus untuk nge-set foundie atau touch up. Coveragenya emang sheer (wajar lah), tapi soft teksturnya. Sebenarnya, shade lasem ini untuk mereka yang berkulit putih, tapi buat yang kuning langsat gak pektay kok, malah jadi lebih bright. Kalau shade karimunjawa memang katanya lebih cocok untuk kulit kuning langsat sampai sawo matang. Nanti mau ah beli yang karimun :D
    5. Sariayu Shimering Powder
      Ini shimmering powder, multiguna juga sesuai dengan warna-warna yang tersedia. Tapi, kalau warna-warnanya dibaur keseluruhan bisa jadi shimmering powder yang bagus. Baiknya dipakai buat acara malam.
    6. Make Over Perfect Cover TWC (no. 1 Light Beige)
      Harganya emang paling mahal di atara yang lain, kualiti biasa saja (gak yang 'wow' gimana gitu). Tapi ukuran lebih besar (40g), dan kemasannya lebih ciamik :D
      *Catatan: Make Over baru katanya aja produk halal, tapi belum bersertifikat resmi dari MUI, ya... Bedak-bedak lainnya alhamdulillah sudah punya label halal.

    ADA YANG LUCU
    Apanya yang lucu?

    Yah, coba deh perhatiin gambar di atas: 
    1. TWC MakeOver & TWC Wardah Lightening 'extra cover' sama-sama produk PT. Paragon
    2. Warna keduanya punya nama dan nomer yang sama (no.1 Light Beige)
    3. Pas dibuka... Warnanya emang SAMA!! 

    Tapi, kalau dipake sih emang lebih enak Make-Over. Dan kemasannya lebih menarik, hehe. Makeover sedikit oxidize, tapi gak cakey. Kalau Wardah gak oxi, tapi lil bit cakey. Ya, ada kurang lebih nya :P


    Oke, selesai sudah festival kali ini. Oiya, kira-kira TWC PAC reccomended gak ya? Atau TWC nya La Tulipe Pro? Tapi penasaran juga sama Anti Shine Powdernya Moors. Ada yang udah pernah coba-coba dengan mereka? Share ya!

    Wassalam,
    Love, Momzhak http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/10/festival-bedak-halal.html

    Friday, 20 September 2013

    Review Sariayu Automatic Eyebrow Pencil

    Assalamualaikum,
    Hai ketemu lagi! ^^  Siang ini aku mau Review Sariayu Automatic Eyebrow Pencil yang lagi suka-suka nya aku pakai, Sariayu Automatic Eyebrows Pencil. http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/sariayu-automatic-pencil.html

    Pensil alis otomatik ini mengingatkan aku dengan beberapa pensil alis matik keluaran Korea, misalnya Etude House Drawing Eyebrow atau pensil alis matik keluaran Lioele. Ya, sebenarnya wajar aja mirip, wong pensil alis matik punya Sariayu ini emang buatan Negeri K-Pop Gingseng sana :D
    Review Sariayu Automatic Eyebrow Pencil


    Sebenarnya kalau pake hijab, alisku gak kelihatan semua, karena cara pakai hijabku memang sedikit ke arah depan untuk menutupi pipikuw yg cabi, hehe. Tapi, gimana pun juga, nge-bold alis itu salah satu ritual wajib buat mempercantik penampilanku. Walaupun kalau gak pake, ya pede-pede aja (karena emang bukan tipikal alis botak juga).

    Yang akan ku review hari ini adalah shade Brown dan Natural Black. Salah satunya aku suka, dan yang lain gak kupakai lagi karena kurang suka warnanya. Nah, warna apakah itu?? Lanjut aja baca reviewnya... :D
    Review Sariayu Automatic Eyebrow Pencil
    http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/sariayu-automatic-pencil.html


    KEMASAN
    Kalau dari segi kemasan, ini merupakan kemasan pensil alis lokal terbaik yang pernah aku pakai. Ukurannya sekitar 15 cm. Mengeluarkannya dengan cara diputar. Di sisi yang lain terdapat sikat yang cukup lembut untuk menyisir dan meratakan warna pensil alis.

    Review Sariayu Automatic Eyebrow Pencil
    1. Sikat alis.
    2. Berbentuk triangular, aku gak tahu kenapa bentuk seperti ini membuat pemakaian pensil alis terasa lebih mudah dibandingkan pensil yang runcing. 
    3. Total panjang isi pensil. Sekitar 4-5 cm. Gak terlalu panjang.

    Review Sariayu Automatic Eyebrow Pencil
    SHADE & TEKSTUR
    Aku pilih kedua shade untuk ku coba, Brown dan Natural Black. Dalam menggunakan pensil alis, aku memang pakai warna cokelat dan hitam. Gak masalah kan, toh aku berjilbab. Untuk yang tidak berjilbab, warna alis harus disesuaikan dengan warna rambut. 

    Gambar di atas merupakan swatch dari pensil alis ini. Aku kurang suka dengan warna cokelatnya (Brown), karena terlihat 'merah' saat dipakai di alisku, aku kurang suka warna pensil alis yg kemerah-merahan, kesannya tidak natural. 
    Sebaliknya, warna hitam (natural black) milik pensil alis ini sangat aku suka, karena warnanya bukan hitam pekat seperti warna pensil alis hitam kebanyakan. Warna hitamnya bagus, malah cenderung keabuan. Suka banget. Makanya, yang warna hitam sampai stok satu lagi. :)

    Tekstur pensil alis ini keras dan padat, tapi mudah untuk membuat warnanya keluar. Kalau pensil alis Wardah (favorite ku yang lain), teksturnya lebih empuk, warnanya juga gampang keluar. Tapi, untuk warna hitamnya aku tetap menjagokan Sariayu auto pencil ini. Kalau warna cokelat aku vote Wardah.
    http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/sariayu-automatic-pencil.html


    Review Sariayu Automatic Eyebrow Pencil
    Cara pakai versiku (in Natural Black)
      CARA PAKAI KU
      1. Pertama, alisnya ku sikat dengan eyebrow brush bawaan Sariayu ini.
      2. Kemudian, aku bingkai pinggiran atas dan bawah alisku
      3. Setelah itu, isi kekosongan alisnya, dan bikin buntut yang runcing (walapun buntut alis ini sering tidak terlihat karena pemakaian hijab-ku ). Tapi, meski gak terlihat, kayaknya ada kepuasan sendiri ngeliat buntut alis yg runcing, :D
      4. Terakhir, ku sikat lagi untuk meratakan warna pensil alisnya. Done.
      Untuk bentuk alis, aku lebih suka yang straight gini. Kenapa? Ya, karena bentuk alis alamiku memang lurus, hehehe. http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/sariayu-automatic-pencil.html

      Kesimpulannya: AKU SUKA BANGET, terutama warna Natural Black. Aku pasti akan beli lagi.

      Wassalam,
      Love, Momzhak
      http://cantiknyaqonita.blogspot.com/2013/09/sariayu-automatic-pencil.html

      Monday, 2 September 2013

      Hair Care | Sharing Perawatan Rambut Rutin (Plus Short Reviews)

      Assalamualaikum Qonitas. Tadinya, aku mau kasih judul ' Perawatan Rambut Berhijab '. Tapi, dipikir-pikir enaknya sharing haircare routine ku aja kali ya? Lagian, perawatan rambut yang berhijab sama yang enggak, rata-rata sama aja, kok. Kalau dibilang lebih ribed-enggaknya, itu relatif menurutku. Plus beberapa short review, ya..

      Dan, sebelum masuk ke Sharing Perawatan Rambut Rutin tentang hair care-ku dan yang lainnya, aku mau cerita seputar karakter rambut ku dan masalah rambut yang paling sering aku alami. Kali aja, ada blogwalkers  yg senasib sepenanggungan, hehe.

      Karakter & Kondisi Rambut
      • Tipe kulit kepalaku normal to oily. Menyesuaikan dengan kulit wajahku yang tipe berminyak. Biasanya, jenis kulit kepala itu emang gak jauh berbeda dengan tipe kulit wajah.
      • Tekstur rambutku ini gak lurus, gak keriting juga. Bergelombang mungkin, ya? Kata mamaku, tipe rambut anak-anaknya 'ikal mayang', pernah denger istilah itu ga? Aku juga baru denger dari mamaku aja, hehe. Tapi gelombangnya cuma keliatan kalau rambutnya panjang. Kalau pendek sih seakan-akan kayak rambut lurus biasa. Ada yg punya jenis rambut macam ini? 
      • Warna hitam pekat. Aku suka berambut hitam, sampai sekarang belum terpikir untuk hair-coloring. Rambut hitam membuat wajah kelihatan lebih bright, IMO ^^
      • Aku jarang berambut panjang, biasanya pendek bawah telinga s.d bahu. Kenapa? Lanjut aja deh bacanya, :P
      • Kondisi rambutku ini masih terbilang 'virgin', belum diperawani oleh berbagai macam alat-alat rambut berat dan unsur kimiawi yang keras, alias belum pernah hair-coloring, hi-lite, smoothing, catok, dll. Cuma hairdryer-blow aja
      • Dan terakhir, rambutku berhijab  sejak kelas 1 SMP, cerita lengkap [click] di sini. Dan sehari-hari rambutku biasanya tertutup selama kurang lebih 10 jam

      Masalah Rambut
      Apa ya, kayaknya gak pernah ada masalah besar. Kalaupun bermasalah, itu temporer aja. Paling cuma susah panjang, meski dipakein ini-itu. Kata mamaku, dari kecil rambut aku ini emang bandel, udah dikasih macem-macem biar panjang, tapi lama banget panjangnya. Setahun pelihara rambut, gak sampe 10cm pertumbuhannya, sedangkan adik-adikku udah mulai potong rambut lagi karena udah terlalu panjang.  Akar rambutku emang termasuk kuat sih, jarang rontok, tapi susah mau dipanjangin. Inilah alasanku kenapa jarang berambut panjang. Karena panjangnya selalu nanggung segitu-gitu aja akibat lama tumbuh, ujung-ujungnya bosen dan potong. Ada yang gini gak sih??  T_T

      Eh, dulu pernah waktu SD rambut jadi kutuan, arrgh. Gara-gara kemping pramuka 3 malam, tidur berdesakan dengan teman-teman lain. Entah siapa yg menularkan gerombolan Pediculus humanus capitis ke kepalaku, hiks. Tapi akhirnya ilang juga setelah pake anti-kutu, ditambah dicariin terus si telor-telor kutunya sama si Bibik tiap pulang sekolah. Aku jadi kesel sendiri waktu tahu rambut kutuan, soalnya kucing-kucingku aja gak ada yg berkutu, eh akunya malah kutuan. Haha. Yasudah. Anw, nulis pengalaman berkutu jadi kebawa sugesti sendiri, jadi gatel kayak ada yang jalan-jalan di atas kepala... *garuk2

      Oiya, rambutku emang cepet lepek karena kulit kepala kan normal-oily, tapi bisa hilang dengan keramas rutin. Gatal di kulit kepala juga suka, tapi itu karena lagi jorok alias males keramas, lol. Misalnya, kalau lagi libur panjang, aku paling males keramas, hihi. Tapi di luar holiday, aku paling strict ngurus rambut. Intinya, kalau dirawat baik-baik, kayaknya gak ada problem apa-apa.

      *****

      KERAMAS
       

      Frekuensi
      Frekuensi mencuci rambut itu relatif, hampir gak ada batasan harus berapa hari sekali. Semua tergantung jenis kulit kepala dan aktifitas masing-masibf orang. Jadi harus dilihat case per case. Misalnya aku, aktifitas memang tidak terlalu sering berkeringat namun jenis kulit kepala normal-oily, jadi frekuensi keramasnya bisa 2 hari sekali. Atau setiap hari, kalau sedang banyak berkeringat dan saat frekuensi pengeluaran sebum kepala lagi banyak-banyaknya (misalnya pas udah mau deket-deket haid). Sejorok-joroknya 3 hari sekali, itupun rasanya udah gak keru-keruan.

      Untuk mereka yang kulit kepala berminyak (apalagi ketombean) dan aktifitas sehari-hari lebih banyak di outdoor, terpapar polusi dan debu ditambah banyak berkeringat, bisa dipertimbangkan untuk berkeramas lebih sering. Tapi, orang yang tipe kulit kepala normal, mungkin bisa saja 5-7 hari sekali baru keramas. Jadi inget, dulu punya temen sekosan, udah seminggu lebih gak keramas tapi kulit kepalanya tetep bersih dan gak lepek, kalau sering keramas malah jadi kering, sehari-hari hanya mengandalkan hair mist aja untuk meminimalisir bau matahari.

      Samponya Apa?
      Sampo yang kupakai Natur dan The Bodyshop Rainforest (Volume). Pake selang-seling pake atau sesuka-suka hati lagi mau pake yg mana, feel free lah. Tapi sampo Rainforest lebih boros, sebulan setengah udah habis, Tapi sangat sepadan dengan harganya. Sekarang aku lebih suka Rainforest, karena membuat rambut lebih halus dan wanginya enak. Kalau Natur aku suka karena harganya murah. Oh, aku juga lagi suka pake Pigeon Shampoo, nyoba punya my baby boy yang kulitnya super sensitif (eczema-prone). Itu sampo bayi yang sulfate-free & silicone-free yang paling mudah ditemukan (akhirnyaa...^^). Gara-garanya, shampo Chicco yang biasa dede pake hampir habis, saat itu rencananya mau beli ke dept. store (gak ada di supermarket). Kebetulan waktu itu aku ke karfur dulu, untuk cari Baby Wash Pigeon (yang biasa aku pakai buat mandi. Iya, aku yg pake! :P *yang dulu ikutin blog lamaku pasti pernah baca pos tentang sabun mandi, haha.), trus gak sengaja lihat Pigeon Shampoo, eh ternyata free silicon dan sulfate. Asiik. Dulu, sempet tuh dibeliin Mothercare sama temenku, katanya bagus buat anak yg kecenderungan alergi. Eh, pas kulihat ingredientnya, masih mengandung sulfate. Gak deh.


      SHORT REVIEW | NATUR PENCUCI RAMBUT ALOE VERA

      1. Dari kemasannya aku kurang suka, karena terlalu kecil, jadinya gampang nyampah. Ada sih yang ukuran guedeee, tapi aku gak pernah nemu yang varian Aloe Vera, adanya yang Gingseng. Aku suka aroma yang sekarang, lebih wangi (ada pewangi alami green tea), dulu bau jamunya amit2 deh karena memang tidak ditambah pewangi sintetis. Karena bebas sulfat, jadi busanya gak terlalu banyak. It's OK laa... bisa diulang 2 kali. Buat yang gak biasa pake sampo Natur (dan sampo non silikon lain), pasti berasa kesaaaat banget, ada sensasi 'sapu ijuk' di rambut. Itu biasa, tapi bukan kering lho...

      2. Teksturnya kental, dan ada peringatan di setiap kemasannya, kalau produk ini gak boleh kemasukan air karena bisa merusak kualitasnya. Unik juga... :)

      3. Sekarang udah halal, tapi aku pake ini sebelum ada label halalnya, sayang dulu variannya belum sebanyak sekarang (cuma ada varian gingseng). Sekarang ada varian urang-aring, aloe vera, olive, moringa, bahkan tea tree oil! ^^

      Meski pakai Natur udah bertahun-tahun lamanya, aku rutin pakai shampo bebas-sulfat dan bebas-silikon baru kira-kira setahun lamanya. Dulu, aku pakai Natur selang-seling sama syampo merek X (yang sulfat dan silikonnya banyak). Karena saat itu, aku merasa merek X membuat rabutku lebih halus, bouncy, dan berkilau. Tapi, akhirnya aku sadar, X  membuat rambutku halus tapi sekaligus membuat rambutku mudah sekali lepek dan berminyak dan ujung-ujubfnya malah terlihat 'kempis'.

      SHORT REVIEW | THE BODY SHOP RAINFOREST SHAMPOO (VOLUME)

      1. Ini sampo favoritku sekarang, gapapa deh harganya lebih mahal, tapi syuka banget. Untuk varian Volume, aku udah habis 2 botol, ini yg ketiga. Sebelumnya pakai Balance, tapi bikin kering kulit kepalaku (padahal kulit kepalaku berminyak lho, mungkin karena kandungan alkoholnya??).

      2. Four Free System: Bebas sulfat (dia pakai surfaktan yang berasal dari kelapa/sama kaya Natur), Bebas Silikon (untuk pelembut/anti kusutnya, sampo ini menambahkan aneka minyak tumbuh2an, makanya lebih mahal. Kalau kalian punya shampo mahal ada silikonnya, buang aja... silikon itu sebenarnya murah meriah kok, hehe), Bebas Paraben (aku sebenarnya punya pendapat yang rada2 gak mainstream dengan paraben yang katanya menakutkan. Padahal ada lho pengawet yang harus betul2 dijauhi dibandingkan paraben, hehe), dan Bebas Pewarna.

      3. Teksturnya sangattt cair, lagi2 busanya sedikit karena bebas sulfat. Tapi, shampo ini lebih lembut dari Natur, karena memang mengandung aneka minyak. Dan aromanya enak banget.

      Aku pernah uji coba langsung di rambutku. Pertama, aku hanya pakai shampo X saja selama 2 mingguan, hasilnya frekuaesi keramasku jauh lebih sering karena kulit kepalaku cepat berminyak dan rambut cepat sekali lepek. Tapi saat menggunakan Natur saja, kulit kepala bisa terasa segar lebih lama, aku bisa keramas 2 hari sekali, tanpa lepek, dan rambut mengembang lebih bagus. Begitupula pengalamanku menggunakan shampo bebas sulfat dan silikon lainnya.

      Aku merasa tertipu dengan shampo bersilikon. Rasanya, kilau, rasa halus dan rambut yg bervolume indah seperti fantasi saja, karena tidak lama kemudian, rambut akan menjadi lebih buruk. Itu di rambutku, mungkin rambut tipe lain lebih bisa berteman dengan silikon. Konon, tipe rambut yang kering dan rusak cocok pakai shampo bersilikon, karena silikon berfungsi sebagai pelindung di bagian-bagian rambut yang rusak itu. 

      Kenapa Bebas Sulfat dan Silikon?
      Sebenarnya, tidak semua produk rambut bersilikon itu jelek kok. Boleh-boleh aja pakai, asal jangan berlebihan. Dan  untuk mereka yang rambutnya cenderung kering dan rusak, produk perawatan rambut bersilikon justru bisa mencegah kerusakan lebih parah dan bisa menyimpan kelembapan lebih lama.

      Tapi, kalau ingin KULIT KEPALA lebih sehat sebaiknya mengurangi shampo bersilikon. Karena menurut banyak spekulasi, lapisan silikon di kulit kepala bisa menghambat nurtisi yg harusnya diserap kulit kepala dan akar rambut (bukan rambutnya). Kerugiannya memang lebih kepada kulit kepala, sih. Tapi untuk batang rambutnya sendiri, konon bisa menghalangi zat warna yang masuk saat melakukan hair-coloring.

      Berbeda dengan sulfate, lebih baik dihindari deh, terutama sodium lauryl sulfate. Apalagi buat yang kulit kepalanya kering, sensitif dan kecenderungan alergi. Dan menurut beberapa studi, sulfat dikatakan sebagai salah satu biang kerok kerontokan rambut, karena mereka berkontribusi terhadap rusaknya folikel (akar) rambut. Itu katanya, tapi di sini aku cukup berbicara pengalamanku mengenai shampo bersulfat dan bersilikon.

      "Pakai Sampo Bebas Silikon dan Sulfat GAK ENAK!"
      Oiya, dari beberapa cerita yang kudengar, mereka yang baru memulai  menggunakan syampo bebas silikon, biasanya rambut  akan terasa 'kering', kusut, awut-awuan, ketombe, dan segala first impression yg gak banget deh. Tapi akan terasa 'normal' setelah pemakaian sampai kurang lebih satu bulan. Menurutku, kesan buruk itu wajar kok. Karena selama ini sudah dimanjakan oleh shampo-shampo bersilikon yang memberikan 'kesan' lembut dan bercahaya. Kalau ada yang ngeluh jadi ketombean, konon ketombe itu sebenarnya hasil build up silikon yang sudah menumpuk tebal di kulit kepala. Aku gak tahu masalah ketombe yang katanya hasil build up silicone yang kronis itu bener apa enggak, tapi banyak orang-orang yang mengalami itu pada awal mulanya, katanya itu semacam detox terhadap silikon.Wow, masa?

      Kalau yang baru memulai menggunakan shampo bebas sulfat, biasanya akan terasa kurang bersih karena busa yang dihasilkan syampo bebas sulfat memang tidak banyak. Tapi itu cuma perasaan aja. Kayak pake syampo homemade tradisional merang (ada yg pernah bikin?), gak berbusa, tapi rambut tetap bersih dan kesat.

      Lalu, bagaimana kesan-kesanku saat pertama kali menggunakan shampo bebas sulfat-silikon? Aku lupa. Soalnya pakai Natur udah lama banget. Udah gak inget gimana masa-masa adaptasinya. Dulu sih pake-pake aja, karena dibeliin si Mama. Aku juga lupa, sebelum Natur aku pakai shampo apaan. Tapi, karena aku pernah pakai selang-seling sama Shampo X tadi, jadi bisa deh sedikit membandingkan untung ruginya pakai jenis 2 shampo yang berbeda. Yah, seperti yang udah aku ceritain tadi.

      KONDISIONER
      Pakai kondisioner setelah bersyampo kayaknya udah wajib deh buat aku. Mungkin karena udah ritual, jadi kalau gak pake ada yang kurang. Apalagi sampo Natur kurang lembut (meski gak bikin rambut kering), jadi buat pelembutnya harus pake kondisioner lagi.

      Yang Dipakai?
      Aku pakai kondisioner dari Natur juga, varian urang-aring. Salah satu kondisioner lokal silicone-free favoritku. Suka banget sama produk Natur, dari sampo sampe kondi, cocok semua di kepalaku... :)

      SHORT REVIEW NATUR CONDITIONER URANG ARING
      SHORT REVIEW | NATUR CONDITIONER URANG ARING
      1. Pakai varian urang-aring biar rambut tambah item ^^ Aku suka banget sama cewek yang rambutnya hitam legam, apalagi panjang.
      2. Teksturnya thick sekali, tapi gak lengket/bikin lepek dan gak selicin kondisioner lain (mungkin karena bebas silikon). Aromanya biasa saja, ada sedikit bau green tea yang tidak terlalu menyengat.
      2. Cinta deh sama produk halal, apalagi kalau udah cocok banget kayak ini. Cupppppssss....
        
      Cara Pakai
      Untuk kondisioner, aku pakai tanpa mengenai kulit kepala. Didiamkan sesaat, baru bilas sampai bersih.

      TONIK
      Hmm, ini sebenarnya gak masuk rutinitas perawatan rambutku, karena aku terbilang jarang menggunakan tonik. Karena kulit kepalaku cukup sensitif dengan produk rambut beralkohol. Reaksi di kulit kepalaku biasanya kering dan guattal. Apalagi tonik rambut biasanya berkadar alkohol tinggi.

      Tonik yang kupakai?


      SHORT REVIEW NATUR TONIK RAMBUT ALOE VERA
      SHORT REVIEW | NATUR TONIK RAMBUT ALOE VERA
      1. Lidah buaya memang bermanfaat untuk menyuburkan rambut. Pakai ini, aku gak ngerasa rambutku tambah panjang, tapi anak2 rambut/rambut baru ku mulai bermunculan. Aroma jamunya tetap tercium, meski sudah diberi pewangi alami greentea, no problem, aku suka aromanya :)
      2. Aku paling suka hair tonik yang bibir botolnya meruncing, jadi bisa langsung kena kulit kepala, gak meleber2 dulu ke batang rambut. Sigh.
      3. Halal, alhamdulillah... :)

      Gak banyak dan dari sekian banyak tonik yang kucoba, gak banyak juga yang cocok. Paling cocok sejauh ini, Natur hair tonic. Aku gak tahu berapa kadar alkohol yang terkandung, atau malah tidak mengandung alkohol? Karena memang tidak dicantumkan komposisi lengkapnya. Kalau dicium sekilas sih tidak tercium aroma alkohol yang menusuk, mungkin ada dalam jumlah kecil atau malah tidak ada (aku harus tanya langsung kayaknya). Tapi sejauh ini, cuma tonik ini yang gak bikin kulit kepalaku kering dan gatal.

      SHORT REVIEW SARIAYU TONIK RAMBUT MAYANG SARI
      SHORT REVIEW | SARIAYU TONIK RAMBUT MAYANG SARI
      1. Nama tonik rambut ini mengingatkan kita kepada 'seseorang', mahaha... Meski ada alkohol dan ada ekstrak cabenya, tonik ini gak membuat kulit kepala ku teriritasi. Warnanya hijau lumut butek dan aroma jamunya lumayan tajam. Tapi bau2 ini malah sangat ku suka, karena mengingatkan masa kecilku (saat rambutku masih dirawat Mama dengan aneka jamu2an, yang dulu sempat ku benci.... :') )
      2. Ew, paling gak suka tonik rambut yang bibir botolnya datar...
      3. Halal juga... :)

      Aku juga pakai Sariayu Mayangsari Tonik Rambut. Ini ada alkoholnya juga (plus ekstrak cabe!), tapi anehnya cocok gak bikin kering & gatal (cabe gitu!!). Aku jadi penasaran, mau nyoba produk rambut sariayu yang lain seperti Cemceman-nya... :) Kalau shamponya enggak deh, SLS nya itu lho.... :'(

      Ngomong-ngomong, dulu aku pernah ngalamin kejadian buruk sama tonik rambut. Tepatnya,  tonik rambut Johnny Andrean. Itu pertama kalinya pakai toner rambut (jaman SMA) dan masih belum tahu kalau kulit kepalaku sensitif alkohol. Awal pake kok ada grenyem-grenyem di kulit kepala, gatel dikit. Besoknya kepalaku rasanya kering dan bawaan mau garuk-garuk aja. Gak lama, timbul bentol kecil di beberapa spot kulit kepala. Breakout. Gara-gara itu sempet kapok tuh pake hair-tonic manapun. Ternyata aku sensitif sama produk tersebut, karena kadar alkohol denatnya sangat tinggi, alkoholnya ada di urutan pertama dalam komposisinya *tepokjidat


      SERUM/vitamin/essence/apalah...
      Aku RUTIN pakai serum rambut baru akhir-akhir ini aja. Soalnya, dulu-dulu pakai serum rambut gak ada tuh yang hasilnya WUAAAHH. Ya, biasa aja gitu feelnya, pakai gak pake ya gak ada bedanya. Walaupun katanya, pakai serum rambut itu seperti investasi buat rambut kita. Memang gak langsung kelihatan hasilnya, tapi dipercaya akan membuat rambut kita jauh lebih sehat nantinya. Tapi, tujuanku menggunakan serum rambut, sebenarnya lebih kepada proteksi, terutama saat sebelum melakukan hairdrying.

      Serum yang Dipakai?

      SHORT REVIEW THE BODY SHOP GRAPESEED GLOSSING SERUM
      SHORT REVIEW | THE BODY SHOP GRAPESEED GLOSSING SERUM
      Serum ini lebih cocok digunakan untuk mereka yang memiliki rambut kering dan rusak, tapi gak masalah kalau rambutnya baik2 saja, gak akan tambah berminyak ataupun lepek kok. Bentuknya pump, dan teksturnya seperti minyak pada umumnya.
      Yang kusuka: hasilnya rambut menjadi ringaaan sekali, wanginya enaaaakkk, gak lengket, dan gak bikin rambut  lepek
      Yang kurang kusuka: Mengandung satu jenis silikon, so produk ini tidak akan kupakai di kulit kepala.

      Tadinya aku pakai aneka merek. Pakai Ellips, Loreal, Makarizo, sama Sunsilk. Gak ada satupun dari mereka yang sampai habis ku pakai. Trus, pas lagi jalan-jalan di Makeup Alley, aku gak sengaja nemu review The Body Shop Grape Seed Hair Glossing Serum. Ternyata pas aku klik, wah ratingnya tinggi juga. Reviewnya pun bagus-bagus. Akhirnya aku penasaran buat nyoba, soalnya emang belum pernah nemu serum yang cocok. Hasilnya: cukup puas. Sayang, masih mengandung 1 jenis silikon: Dimethiconol. Tapi better lah ya, mengingat serum rambut kebanyakan telah dipenuhi dengan kandungan silikon yang lumayan banyak. 

      Cara Pakaiku?
      Aku biasanya pakai serum ini sebelum melakukan hair-drying, saat rambut setengah basah. Karena, sekarang aku cukup sering juga mengeringkan rambut dengan pengering, jadi butuh proteksi ekstra. Cukup 3-4 pump, kemudian oles di batang rambut. Aku gak berani oles-oles di area kulit kepala, mengingat produk ini masih mengandung silikon. Setelah rambut dikeringkan, hasilnya langsung kerasa!! Berasa kayak gak punya rambut saking entengnya, slewerr... :D Ada deh bedanya, pake sama gak pake. Dan yang penting, serum ini gak berat dan lengket dsb.

      Trus, apakah serum ini membuat rambut lebih glossy (sesuai dengan namanya)? Aku gak bisa lihat bedanya. Secara, tekstur rambutku ya gitu-gitu aja, gak kering, gak kusam, gak rusak, cukup sehat, tapi ya gak berkilat-kilat juga kayak di iklan shampo XD. Namun, serum ini memang lebih ditujukan untuk pemiliki dull & frizzy hair. Mungkin jenis rambut seperti itu bisa lebih terlihat efek glossynya.

      MASKER RAMBUT
      Masuk ke perawatan rambut terfavorit, yeyey!! Aku emang gak terlalu suka maskeran di muka, gak rutin aja, sesukanya lah. Tapi kalau masker rambut, pasti 2-4 minggu sekali rutin aku lakuin. Meskipun untuk beberapa orang hal ini sedikit merepotkan.

      Masker rambut itu  semacam deep conditioning, fungsinya menutrisi lebih intens. Sekaligus merelaksasi kulit kepala yang lelah (menurutku sih, haha). Aku bisa ngerasain bedanya, rambut yang rutin hair mask sama yang perawatannya minus hair mask. Kalau rambut di masker, lembutnya beda. Alussssss banget. Rasa-rasanya mau megangin rambut terus.

      Hair mask yang kupakai?
      Hmmm, pokoknya bukan hair mask yang bermerek. Sejauh ini lebih puas bikin sendiri!! Dulu sempet nyobain Pantene, Makarizo, Sunsilk, Dove, Good dll, banyak deh pokoknya. Meski yg bermerek lebih praktis, pengalamannya gak sepuas bikin sendiri. Kadang, hair mask yang kubeli ada yang membuat rambut tambah kusam, berminyak, lepek, gak seger, walaupun awalnya terasa lembut. Ini emang karena gak jodoh aja atau karena (lagi-lagi) efek buruk silikon di kulit kepalaku yang berminyak ini?

      Yup, kalau diperhatikan rata-rata hairmask mengandung deretan silikon. Ini mengherankan, tujuan hair mask itu kan memberi nutrisi lebih ke kulit kepala, kalau mengandung silikon bagaimana cara nutrisi itu masuk? Mungkin masuk, tapi pastinya tidak optimal. Tapi, hair mask bersilikon mungkin memberi benefit tersendiri bagi pemilik dry & frizzy hair.

      Kembali ke homemade hairmask. Ada beberapa resep yang ku pakai untuk masker rambut rumahan. Adapun campuran yang paling sering kupakai adalah:
      1. Pisang + susu + Madu
      2. Alpukat + Madu
      3. ANDALAN: Yoghurt + Madu (Efek mantab, bikinnya gampang). Aku nyebutnya masker YOHO (yoghurt-honey), hehe... Tapi gak semua orang cocok sama yoghurt lho... Ada beberapa yang malah timbul jerawat di kulitnya.
      CARANYA?


      DIY YOHO HAIRMASK untuk satu kali pemakaian
      DIY  | YOHO HAIRMASK (untuk satu kali pemakaian)
      1. Bahannya: Madu Murni dan Plain Yoghurt
      2. Campur 1 sdm Madu dan 3 sdm yoghurt (atau satu bungkus ukuran 100cc)
      3. Mix!! Dan siap digunakan,
      NEXT...
      • Keramas seperti biasa
      • Keringkan rambut dari sisa air dengan handuk
      • Oleskan homemade hair mask dari pangkal sampai ujung rambut. Sambil pijat-pijat
      • Biar hasilnya maksimal, tutup kepala pakai handuk hangat (jadi handuknya udah dicelup air hangat terus peras, atau handuk bersih yang disetrika panas). 
      • Biarkan 5 menit. 
      • Bilas. Boleh pakai shampo lembut atau shower hangat saja.

      Nah, selesai deh perawatan rambut rutinku. Akhir kata, Sebenarnya, aku kepengen deh nyoba minyak-minyakan untuk rambut. Ada yang pernah coba-coba perawatan rambut rutin dengan minyak belum? Sejauh ini yang pernah sukses itu perawatan dengan minyak kemiri, Mamaku yang bikin sendiri (Mamaku emang demen ngerawat rambut anak-anaknya). Dan emang bagusss hasilnya, rambut jadi iteeeemm banget padahal dulu pas SD aku demen banget panas-panasan di bawah matahari.

      Love, Momzhak

      Wednesday, 10 April 2013

      Make Up | Pink Lipstick to Boost My Mood ( Feat. Lipstik Sariayu Karimunjawa 02)




      Assalamualaikum, Readers... ^^

      Sebenarnya, buat masalah lipstik dan kawan-kawannya, aku gak pernah jauh-jauh dari warna: peach, orange-nude, terracotta, coral dan brown, pokoknya semua warna2 yang cenderung 'warm' atau kelompok 'earth color'. Sebaliknya, aku menjauhi warna-warna cool seperti pink, red, fuschia, apalagi ungu terong, khehehe.

      Tapi kalau mood lagi gak bisa diajak damai, kadang-kadang emang harus diboost dengan sesuatu yang gak biasa aku lakukan, salah satunya pilih lipstik dengan warna yang gak biasa aku pakai. Misalnya, kemaren aku pake warna pink... :D Lumayan, dengan ganti warna lipstik, mengurangi frekuensi mood swing hari itu, hahaha.

      sometimes up, sometimes down...

      terutama kalau mau dapet...

      Btw, aku sebagai cewek aja kadang heran dengan mood seorang cewek. Cewek rata-rata emang moodnya fluktuatif sekalee, apalagi kalo udah mau deket period, ya gak?? Kadang mood bagus tapi cepet juga down-nya.. Tapi kalau udah down, gampang lagi buat up nya dengan sesuatu yang remeh temeh, ya misalnya ganti warna lipen, ganti warna blushon dll. Ya, mungkin itu jawaban kenapa cewek kadang gak akan bisa puas dengan satu warna make-up aja, ya gak sih? :p

      Trus, kemaren itu emang gak biasanya aku pake warna pink. Pas suamiku lihat dia bilang,"Kok mukanya cerahan sih. Seger deh liatnya, ganti skincare ya?" <--- camkan, rata2 cowok itu gak ngeh sama perubahan adonan make-up yang dipake cewek, hahaha (bahkan kadang gak nyadar kalau cewek itu dandan! Taunya cuma: oh cewek itu cantik, yang ini enggak begitu, dll). Beda sama cewek, yang biasanya detail memperhatikan penampilan sesama cewek, bahkan mungkin bakalan nyeletuk gini:

      ,"Ganti warna lipstick ya?" 

      "Bedak ketebelan tuuh..."

      "Kayaknya alisnya item sebelah deh..."


      "itu shading apa cemong?"


      khehehe, itu komen apa sirik ya? *lupakan.

      Oke, back to pink lipstick. Jadi lipstick yang kupakai di foto itu adalah Sariayu Karimun Jawa 02. Warnanya sebenarnya gak pink banget. Tapi sedikit reddish dengan hint brown sedikit. Untuk lebih jelasnya, mari simak review singkat mengenai lisptik Sariayu terbaru yang kupakai kemarin...  ^^


      REVIEW LIPSTIK SARIAYU KARIMUNJAWA 02

      Unboxing
      KEMASAN
      Seperti biasa, ya. Produk Sariayu selalu dibalut oleh corak yang sangat Indonesia sekali. Tapi sayang banget deh, masalah kemasan dari dulu jadi masalah buat produk ini, kenapa sih harus bisa dikeletek plastiknya? Kan lebih lucu kalau coraknya diprint aja di atas kemasannya, ya gak? Waktu aku awal beli lipstik Sariayu, aku kan gak tahu kalau coraknya itu cuma dari plastik pembungkus, akhirnya waktu mau kubuka ya gak sengaja aku keletek semua, jadinya telanjang deh, hehe. 

      FITUR
      Seperti biasa, masih menghadirkan 'Moistpome' sebagai fitur utama produk lipstiknya. Konon ekstrak buah pomegranate mampu menutrisi kulit dan bermaanfaat sebagai antioksidan. Oiya, bau lipstik ini pun seperti aroma buah pome lho ^^

      WARNA & PIGMENTASI
      Seperti yang aku ceritakan tadi. Warna dasar lipstick ini adalah PINK dengan nuansa warna merah dan sedikit hint warna kecoklatan. Trus, ada sedikit shimmer halus di lipstik ini. Walaupun warna pink, tapi ini cocok kok untuk mereka dengan tone kulit yang warm (kuning langsat sampai sawomatang). Pigmented? Sangat!

      TEKSTUR
      Secara tekstur, lipstik sariayu jauh lebih baik dari Duo Lip Function (DLF) nya. Ini lebih creamy dan lebih gampang disweep. Dan gak drying sama sekali di bibirku.

      FINISHING
      Satin Finish.

      STAYING POWER
      Biasa saja dan meninggalkan stain di bibir. Jadi, meski udah terhapus oleh makan minum, warnanya gak betul-betul hilang. Warna kemerahan ada sedikit di bibir, tapi malah jadi bagus jadi kaya merah alami gitu, hehe.

      HOW TO USE
      Meski warnanya cocok buat mereka yang yellow undertone macam aku ini, tapi aku sendiri pake ini gak bisa lebay, cukup sekali-duakali oles trus dibaur deh pake jari. Jadi, hasilnya pink natural sekali seperti di foto yang pertama. Aku emang pada dasarnya mengutamakan natural make-up, gak mau terlalu too much dan outstanding, jadi begitulah cara pakaiku. Tapi, kalau mau merah sekali, bisa banget pake lipstik ini! Cocok buat acara-acara malam hari.

      PICS
      Sosok lipsttik yang belum dipakai. Lihat deh, di ujung lipstik ini ada emboss yang lucu, mirip fleur de lis yak tapi versi batik, haha. Ah, tapi sayang... pas dioles2 langsung ilang XD

      3x sweep

      Ninggalin stain, seperti biasa... 

      Kesimpulan: Aku cukup suka warnanya, salah satu alasan aku beli ini.
      Score: ❤❤❤❤❤

      Sekian review dariku, semoga bermanfaat... ^^
      See u next posts! Wassalam...

      Wednesday, 13 March 2013

      Make Up | Natural Glow Powder Lasem & Eyeshadow Lasem Review


      Natural Glow Powder Lasem & Eyeshadow Lasem

      Assalamualaikum, ^^

      Yah, setelah dahi kita tadi mengkerut-kerut karena mempelajari pendapat2 para ahli, sekarang mari kita refreshing dengan sesuatu yang wanita suka: Make Up!

      Hari ini aku mau review dua produk teranyar Sariayu dari Trend Warna 2013 Pesisir Sentrajava. Singkatnya, tahun ini Sariayu mengeluarkan tren warna terbaru yaitu koleksi Lasem dan Karimunjawa. Untuk masing2 koleksinya, ada sejenis compact powder, lisptick, DLF & eyeshadow. Ada juga produk pelengkapnya, misalnya eyebrow kit dll. Untuk lebih jelasnya, main2 ke situsnya SA aja, oke!

      Yang akan ku review sekarang adalah seri Lasem-nya aja, yaitu; Natural Glow Powder dan Eyeshdo Lasem.

      Mari disimak... :)

      NATURAL GLOW POWDER (LASEM)

      Unboxing






      KEMASAN
      NGP ini sejenis compact powder, tetapi di dalamnya ada 3 shade yang berbeda. Dikemas di dalam kardus dengan rincian isi, sbb (fotonya di atas):
      1. Booklet
      2. NGP
      3. Kabuki Brush
      4. Sponge
      5. Pouch

      4 warna: ivory, beige, pink, pink tua
      Dengan emboss yang tak kutahu gambar apakah itu sebenarnya, hehe.
      Untuk seri lasem ini, menurut Sariayunya cocok untuk yang kulitnya putih. Kalau yang Karimun Jawa untuk mereka yang berkulit kuning langsat sampai sawomatang. Aku sebenarnya kuning langsat, tapi pas aku coba seri karimunjawa punya teman, sedikit gelap di kulitku. Tapi, setelah dipikir-pikir, kelihatan lebih gelap karena pengaruh cahaya aja deh. Tapi, tenang, buat yang bekulit langsat, warna Lasem ini gak bikin pektay kok. Di kulitku, Lasem ini klop-klop aja warnanya :)

      FITUR
      1. Mengandung Vitamin E, Mineral Amethys, Natural Moisturizer dan tabir surya.
      2. Paduan 4 warna yang memberikan kilai pada wajah, memberika kesan segar dan bersinar
      TEKSTUR
      Teksturnya itu powdery, tapi terlalu, terlalu powdery. Jadi, kalau pake brush, terbangan si bedaknya ini heboh kemana2. So, aku lebih suka pake sponge untuk aplikasinya. Dan NGP ini rada susah untuk 'blend' ke kulit. Coveragenya biasa saja, seperti compact powder kebanyakan.

      STAYING POWER
      Biasa aja, sama seperti compact powder rata-rata lainnya. Emang compact powder ini lebih cocok untuk make-up yang sangat ringan atau untuk sekedar touch-up aja.

      HOW TO USE?
      Sama seperti penggunaan bedak lainnya (pakai sponge). Tapi kalau mau blend semua warna bisa pake kabuki brush-nya. 

      Penampakan sponge & kabuki-nya:

      Kabuki Brush, sedikit kasar tapi gak bikin sakit kalau dipakai di wajah

      Sponge. Aku prefer pake ini dari pada kabuki-nya
      Score: ❤❤❤❤❤

      EYESHADOW LASEM

      Eyeshadow Sariayu Lasem - Maroon, Shocking pink, pink
      Aku sebenarnya kurang suka pakai eyeshadow, apalagi warna gonjreng macam lasem begitu, hehe. Sangat tidak natural buat dipake sehari2, apalagi buat daily aku gak pake eyeshadow. Eyeshadow buat ku hanya untuk very special occasion aja.

      Paling aku pake yang pink muda as highlighter aja. Pink mudanya cakep sih dan shimmernya padat merata tapi gak lebay.

      Pigmentasi eyeshadow Sariayu sih terkenal wokeh. Hi-reccomended item buat esedo lokal! Kalian harus bangga Indonesia punya produk seperti ini *cieh.

      Score: ❤❤❤❤❤

      KEDUA PRODUK TSB HALAL??

      Sariayu-Halal Logo MUI
      Seluruh produk Sariayu sudah mendapatkan seritfikasi halal dari MUI, Tapi meski tertulis 'no animal testing', Sariayu ini gak memenuhi syarat kosmretik yang animal curelty free, karena masih menggunakan pewarna dari serangga (Cl 75470).

      Nah, ada yang sudah pernah pakai Produk Trend Warna 2013 yang lainya? Let's Share! :D
      Love, Momzhak



















      Tuesday, 5 March 2013

      Duo Lip Function Bena 02 Sariayu

      Assalamualaikum, Qonitas Hari ini aku akan mereview salah satu lipstik dari Sariayu, yaitu Duo Lip Function Lipstick Bena 02. Lipstik ini merupakan keluaran tren warna Sariayu tahun 2012 yang terdiri dari beberapa ragam make-up, salah satunya DLF ini.

      Duo Lip Function adalah seri lipcolor dari Sariayu, terdiri dari lipstik dan lipgloss. Fitur utamanya, lipstik Sariayu ini mengandung Ektrak buah Pome sebagai antioksidan. Aromanya seperti buah pome, hmm.

      SHADE

      Semenjak aku menyukai lipstik, aku suka lipstik yang berwarna peach, coral, dan orange. Karena warna2 itulah yang paling masuk ke warna kulitku yang kuning langsat dan memiliki undertone yang hangat/yellowish.
      Warna dari lipstik ini aku suka sekali. Selain cocok, warnanya pun unik, yaitu brownish orange.

      Untuk lipglossnya sendiri warnanya kuning muda dengan shimmer berwarna gold.

       Sayang, kalau dipakai bareng sama lipsglossnya, malah akan memudarkan warna dari lipsticknya.

      TEKSTUR

      Untuk teksturnya aku kurang suka. Creamy tapi gak pigmented. Trus, kalau aku pakai single tanpa lipgloss, akan membuat bibir aku kering banget. Makanya aku punya cara sendiri buat pake DLF ini, caranya: pertama aku pakai lipglossnya > Lipstick > lipgloss lagi.

      PIGMENTASI
      Pigmentasinya kurang menurut aku. Harus berkali-kali sweep agar bisa menutup warna bibir. 

      STAYING POWER
      Biasa aja. Terbilang lumayan untuk lipstik dengan harga sekitar 50k-an.

      SWATCHES TIME

      Score: ❤❤❤❤❤
      Note: Yang ku suka cuma warnanya.

      Baca juga :

      About

      Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"