Cari Di sini !

Saturday, 23 April 2016

Khasiat Mentimun Sebagai Obat Jerawat Tradisional

Mentimun merupakan jenis sayuran yang mengandung banyak air yang jika dikonsumsi, dapat mencegah dehidrasi. Selain itu mentimun mengandung zat seperti : Vitamin B, Vitamin C, zat besi, dll, yang juga baik untuk kesehatan kulit. Bagaimana caranya?

Khasiat Mentimun Sebagai Obat Jerawat Tradisional


jika jerawat masih sedikit
Jika jerawat di wajah anda jumlahnya masih sedikit, anda hanya pelu mengiris mentimun menjadi beberapa bagian tipis. Setelah itu anda tempelkan di bagian kulit wajah yang ada jerawatnya, lalu biarkan selama 20-30 menit setelah itu bersihkan dengan air.

jika jerawat sudah banyak
berbeda halnya jika jerawat di wajah anda jumlahnya sudah banyak, maka caranya pun berbeda. Pertama anda siapkan mentimun, kemudian cuci mentimun hingga benar-benar bersih, setelah itu haluskan dengan cara diparut atau di blender. Kemudian jadikan masker, biarkan selama 20-30 menit. Terakhir, anda cuci bersih masker mentimun tersebut dengan air.

Nah itulah Khasiat Mentimun Sebagai Obat Jerawat Tradisional

Monday, 22 June 2015

Have you forgotten about your feet?

Cantiknya Qonita - Sebelumnya, aku belum pernah mengalami  kulit telapak kulit yang kasar dan kering. Gak cuma sekedar kasar, tapi terlihat jelek.  Biasanya telapak kakiku baik-baik saja, no mata ikan, no pecah-pecah, dan gak bisa dipakai garuk, paling cuma kapalan ringan yang memang normal ada di telapak kaki.

Karena selau berpikir baik-baik saja, akhirnya telapak kaki gak pernah ku rawat sama sekali. Sampai akhirnya kulit telapak kakiku mulai terasa kasar tanpa sebab yang jelas. Bahkan sempat luka karena dicuwil-cuwil pakai jari tangan.

Orang-orang banyak yang bilang, kalau umur udah mulai tua, kaki emang kering dan kasar. Beda waktu kita pas masih anak-anak atau remaja, kulit telapak mulus sangat. Denger faktor U jadi penyebab telapak kaki kering, berasa ada ada yang nancep-nancep di dada. :d
perawatan kaki, perawatan kulit kaki
Awalnya kulit hanya menebal, lama kelamaan kulit yang menebal tadi mulai mati dan timbullah kulit telapak yang kasar.

Terus, kalau ada yang menyepelekan telapak kaki kasar, itu salah. Kenapa? Ini alasannya;
  • Callus atau kulit telapak kaki yang kasar dan menebal akan semakin kasar dan menebal, bahkan bisa menimbulkan mata ikan/Clavus (apalagi kalau pakai sepatu yg gak pas ukuran). Harus dirawat, gak bisa sembuh sendiri.
  • Kalau udah parah, bisa bikin kaki pecah-pecah (cracked) terutama pada bagian tumit.
  • Kaki yang kering, tebal, dan pecah, cenderung mudah luka (apalagi kalau jarinya iseng cuwil2). Kalau udah luka, rentan infeksi karena letak lukanya ada di telapak kaki yang cenderung kotor.
  • Apalagi kalau kebetulan udah punya penyakit gula darah tinggi atau diabetes melitus, luka di kaki akan sulit sembuh, malah bisa jadi ganggren (borok yang dalam). Orang DM wajib footcare!
Jadi, daripada makin parah nantinya, waktu kulit kaki masih kasar aku mulai merawat kaki sebaik-baiknya. Perawatan yang dilakukan simple saja, hanya krim dan penghalus kaki.

Heels Cream

Karena masalah di kakiku tidak terlalu parah, aku masih coba krim-krim yang dijual bebas. Memang sih, agak lama prosesnya, kalau mau cepet memang pakai semacam keratolitik atau pengelupas kulit seperti asam salisilat konsentrasi tinggi.

Yang pertama ku pakai butter biasa, dan gagal. Kedua pakai Viva Skin Food, gagal lagi. Ketiga, coba Kaana, gak terlalu ngefek. Terakhir pakai Pandansari, kulit lebih halus dan lunak.

Cara pakai;
  • Aku pakai sebelum beraktifitas. Karena sehari-hari biasa pakai kaus kaki, jadi gak terasa lengket. 
  • Aku pakai lagi sebelum tidur kemudia tutup kaus kaki lagi. 
  • Aku pakai juga setelah home pedicure seminggu sekali  (cuma rendam-gosok-keringkan-oles krim-tutup kaus kaki) 

OIYA ADA TIPS:

Kalau kulit kaki kalian sudah menebal sekali, lebih baik coba Erha Procallus Gel atau Callusol, karena mereka punya zat aktif yang bisa mengelupaskan keratin. Kalau Gehwol Callus Cream, aku kira gak akan terlalu berefek cepat kalau dilihat dari kandungannya (Avocado oil, sea buckthorn oil, urea, glycerin, algae extracts, Allantoin farnesol).

Oiya, kalau kaki kalian sudah cracked, alias sudah pecah-pecah, apalagi terasa nyeri, jangan coba-coba pakai yang bisa mengelupaskan kulit. Kulitnya dilembutkan dulu dengan cracked heels cream, misalnya Kaana yang paling populer, atau yang agak mahal Gehwol Salved for Cracked Skin.

ALAT PENGGOSOK (foot exfoliator tools)

Alat penggosok telapak kaki banyak macamnya. Aku tadinya gak ngerti fungsi penggosok yang beda-beda bentuknya itu kegunaannya untuk apa dan kapan dipakainya. Ada yang betuknya kayak pengkikir kuku, ada yang mirip nail buffer, ada yang mirip parutan (?), ada yang mirip spons, ada bentuk sikat, batu dan masih banyak lagi.

Mungkin kalau suka pedikur di salon, aku bisa kenal macam-macam instrumen itu, tapi karena alasan kesehatan aku gak pernah mau pedikur atau manikur di salon. Paling cuma ngeliatin orang aja, hehe.

Karena bingung dan SPG Tammia gak memberi informasi yang memuaskan. aku beli 3 macam sekaligus, mereknya ya Tammia juga.

Setelah baca-baca di internet, baru tahu masing-masing alat yang aku beli itu apa gunanya.

Foot razor / Callus Shaver

  • Iya, ini silet. Jadi, pakainya harus hati-hati. Tapi aku sering lihat di salon, kayaknya capsternya semangat banget pakai alat ini kalau lagi pedikurin kaki customer. Ngilu XD
  • Fungsinya untuk mengikis kulit kaki yang tebal dan mencuat. Biasanya di bawah jari jempol atau dimana saja..
  • Aku lebih suka pakai ini dalam kondisi kaki yang kering, lebih gampang aja. 
  • Cara pakai: Aku sulit menjelaskannya, aku rasa Wisegeek punya penjelasan yang lebih bagus: To begin, place the callus shaver at the top edge of the callus so that the edge of the blade is touching it. Applying light pressure — about as much force as you would use with a regular razor — slowly draw the callus tool across the surface of the callus. You should see a thin strip of dead skin emerging through the open area just beneath the blade as you draw the tool across the callus.
  • Alternatif kalau takut pakainya: bisa pakai Callusol, syaratnya kaki tidak dalam kondisi luka/ kulit terbuka

Foot file

  • Bisa dibilang, cara kerjanya seperti ampelas. Fungsinya untuk menghaluskan sisa-sisa kulit yang kasar. Iya, sisa. Kalau masih tebel banget, agak lama bisa kelihatan hasilnya. 
  • Lebih baik digunakan saat kaki dalam kondisi kering. 
  • Cara pakai: Aku pakai ini setelah kulit-kulit kasarnya sudah dikikis oleh foot razor. Pertama, gunakan sisi yang paling kasar dulu, kalau dirasa sudah lembut gunakan sisi yang lebih lembut. digunakan untuk menggosok bagian-bagian kaki yang mudah menebal, misalnya tumit, telapak di bawah jempol kaki dan kelingking, dll.
  • Foot file ini bisa dipakai untuk maintenance setelah kulit telapak kita sudah menghalus untuk mencegah penebalan kembali. Aku masih suka pakai ini sampai sekarang. 

Metal Foot File

  • Foot file yang terbuat dari semacam logam (yang bagus berbahan stainless steel).
  • Mirip parutan memang, ya fungsinya pun untuk 'memarut' sel-sel kulit mati yang menebal di kulit telapak kaki kita aka Callus.
  • Bagus dipakai dalam kondisi kulit yang  'basah', misalnya sambil mandi atau setelah merendam kaki pada proses pedikur.
  • Cara pakai: Gunakan bagian permukaan yang paling kasar dulu, setelah dirasa banyak sel kulit mati yang terangkat, pakai yang halus.
  • Alat alternatif: Bisa pakai stone pumice, semacam batu untuk gosok kaki yang juga bisa digunakan dalam kondisi kaki yang basah.
referensi:
http://www.wisegeek.com/how-do-i-use-a-callus-shaver.htm
http://www.buzzle.com/articles/13essential-tools-to-do-pedicure-at-home.html

Saturday, 20 June 2015

Beauty Talks | Kolagen dalam Kosmetik Kita

Aassalamualaikum, Manteman... :D

Kolagen dalam kosmetik sudah lama kita kenal. Kolagen pun termasuk dalam jajaran bahan-bahan kosmetik yang harus diwaspadai kehalalannya. Kalau ditanya, apa fungsinya, pasti banyak yang jawab gini:

"Buat anti aging, yah?"

"Ngurangin keriput."

"Menyamarkan kerut halus"


Jawaban di atas kurang lebih menggambarkan kalau brainwash yang dilakukan oleh industri kecantikan memasarkan produk anti-aging sudah berhasil. Nah, lo.

Jadi, jawaban yang betul apa? Lalu kolagen seperti apa yang halal digunakan untuk seoarang Muslim? Ikutin deh obrolan di bawah ini. Oke ^^

KOLAGEN
Sebelum ngomongin kolagen dalam kosmetik, kita harus tahu dulu gimana sih rupa kolagen yang ada di dalam tubuh manusia.

Kolagen adalah semacam protein yang ada di dalam tubuh manusia yang fungsinya menyokong jaringan ikat dan tulang.

Saat kita mulai menua, kolagen mulai menurun produksinya, selain itu elastisitas dari kolagenpun mulai menurun. Maka dari itu, saat memasuki usia aging, ada gurat yang lambat kembali saat wajah kita marah atau tersenyum. Lama-kelamaan gurat tersebut akan semakin dalam dan menetap seiring bertambah tuanya usia kita. Tidak hanya pada kulit, kolagen di seluruh tubuh pun mengalami hal yang sama.

KOLAGEN DALAM KOSMETIK
Di skincare dan beberapa produk makeup wajah, sering kita temukan kolagen dalam daftar bahan-bahan. Sebutannya bisa bermacam-macam seperti:
  1. Hydrillized Collagen
  2. Phyto Collagen
  3. Collagen
  4. Asam Amino, bla...
  5. Peptide, bla... 
Sumbernya bisa berasal dari protein kolagen sapi, babi, ikan dan tumbuhan.

Biasanya produsen yang memasukan bahan kolagen, akan memberi penekanan pada istilah 'aging', wrinkle, fine lines, dan istilah penuaan lain yang membuat banyak wanita yang sudah merasa dirinya kisut berlomba membeli krim berkolagen tadi.

Padahal kalau kita baca lagi bagaimana karakteristik kolagen, sebenarnya molekul kolagen tidak akan mampu menembus kulit sampai ke dermis. Molekul kolagen itu besar lho, jadi bagaimana bisa berfungsi sebagai penambah jumlah kolagen kulit, kalau kolagennya sendiri tidak bisa masuk?


Jadi, kolagen yang ada di kosmetik kita itu gak ada fungsinya dong?

Kolagen dalam krim kita gak akan mubazir kok keberadaannya. Karena, fungsi utama kolagen yang dioles di atas kulit adalah menjaga kelembaban.

Udah? Terus?

Iya, udah segitu saja. Kalau di kemasannya dikatakan bisa menambah jumlah atau memperbaiki struktur kolagen, jangan dipercaya. Kalau dikatakan untuk menahan hidrasi, baru tepat, apalagi kulit-kulit yang menua memang cenderung kering dan butuh hidrasi lebih lama. Jadi, kolagen dalam krim antiaging tetap ada 'manfaat'nya.

Kalau kollagennya dimakan aja, gimana?

Kolagen yang berbentuk suplemen makanan, bisa berasal dari hewan yang sudah disebutkan tadi. Untuk kolagen ikan, konon lebih mudah dicerna dan diserap tubuh ketimbang suplemen kolagen yang berasal dari babi dan sapi.

Sayangnya, belum ada bukti-bukti ilmiah yang mendukung kalau suplemen kolagen bisa mengimprovisasi kulit yang sudah mengendur. Kalaupun ada efeknya, tetap saja akan ada kolagen yang terdegradasi oleh sistem pencernaan kita.

Daripada membuang waktu mengoles krim berkolagen, alih-alih ingin mengurangi kerutan, lebih baik lakukan hal-hal yang dapat menstimulasi pertumbuhan jaringan kolagen itu sendiri, seperti:
Konsumsi tinggi vitamin C
Melakukan dermal filler

Kalau belum berkerut-kerut, lebih baik cegah penuaan dini dengan:
Asupan vitamin C teratur
Perlindungan sinar matahari. Selain bisa mencetuskan sun-spot, radiasi UV bisa merusak struktur kolagen juga, lho... Ujung-ujungnya bisa timbul photoaging.
Mengencangkan otot-otot sekitar wajah


HALAL COLLAGEN
Pakai kosmetik berkolagen? Boleh aja. Tapi, untuk kita yang Muslim, kolagen dalam kosmetik masuk sebagai salah satu bahan kosmetik 'syubhat' alias meragukan, jadi harus hati-hati dalam memilihnya.

Seperti yang sudah dijelaskan, kolagen dalam kosmetik bisa didapatkan dari hewan dan tumbuhan. Statusnya akan menjadi haram bila kolagen tersebut berasal dari babi, sapi-domba yang tidak sesuai syariat penyembelihannya (non-zabiha). Kalau berasal dari tumbuhan, ikan dan sapi yang zabiha, tentunya halal digunakan.

Lebih amannya, selalu pakai kosmetik berkolagen yang sudah mendapat sertifikasi halal. Minimal, kita pilih kosmetik yang ramah hewan sebagai alternatifnya bila yang berlabel halal tidak kita temui. 

Apalagi kolagen dalam bentuk suplemen, harus lebih berhati-hati lagi. Suplemen kolagen ada kok yang sudah mendapat sertifikasi halal, misalnya Kinohimitsu Drink. Ada yang udah coba? Aku belum pernah sih, tapi jadi pengen nyoba, deh #ngaca #hitungkerutan


REFERENSI
http://www.medicalnewstoday.com/articles/262881.php
http://www.medicalnewstoday.com/releases/63442.php
http://www.ama-assn.org/
http://health.howstuffworks.com/skin-care/beauty/anti-aging/eating-collagen1.htm

Baca juga :

About

Website ini mengenai review tentang produk Kosmetik. "menjadi cantik tak perlu mahal, tapi harus pintar dalam mencantikan diri"